[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] Rainy – Bluesky

myhome

 

[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] Rainy – Bluesky
Author : Bluesky
Rating : PG-15
Length : Oneshoot
Cast : Park Chanyeol & Han Jisoo
Genre : Soft-romance

Kebahagiaanku saat bertemu denganmu.. di musim Hujan
Dan di sinilah aku tetap bertemu denganmu.. di musim Hujan
***

Saat seharusnya mentari pagi menyambut kota seoul, rintikan tetasan air hujan membasahi kota tersebut. Namun, orang-orang harus beraktivitas seperti biasanya dan hujan sama sekali tidak menurunkan semangat mereka.

Sepasang sepatu berwarna merah Maroon itu melangkah perlahan menyusuri jalan yang telah dibasahi oleh air hujan. Seorang gadis berambut sebahu itu tersenyum tipis, menengok di sekelilingnya sambil menggunakan sebuah payung. Ia melangkah perlahan hingga sampai ke tempat tujuannya yaitu Halte bus.

Tak banyak yang dilakukannya, gadis bernama Jisoo itu menduduki bangku halte sambil menengok jam tangan yang mengelilingi pergelangan tangan kirinya. Sesekali ia mendesah, merasa gelisah takut bahwa ia akan terlambat tiba di sekolah. Hingga suara dering ponsel membuyarkan kegelisahannya, Jisoo segera meraih ponsel di saku Jasnya dan mendekatkan ponsel tersebut ke telinganya.

“Yeoboseyo?”
“…….”
“Aku sedang menunggu bus, lagipula kau tahukan sekarang sedang hujan?” jawabnya dengan nada kesal.
“…..”
Gadis itu mendesah “eo, tunggu saja”
Tak berselang lama Jisoo menutup pembicaraannya di ponsel. Ia mendongak dan memperhatikan bus yang ditunggui akhirnya telah tiba. Tanpa berpikir panjang gadis itu melangkah masuk ke dalam bus.

Di situlah ia melihat orang itu.. Ia memasuki bus yang sama dengan Jisoo, langkahnya tergesa-gesa dan juga baju seragamnya yang agak basah akibat hujan menerpainya. Seorang lelaki jangkung dengan mata bulat, berambut hitam pekat serta hidungnya yang mancung membuat siapa saja yang melihatnya pasti berpikir bahwa lelaki itu mempesona.

Tak berselang lama, bus pun berjalan menyusuri kota seoul dengan perlahan. Lelaki itu berdiri karena tak mendapatkan kursi kosong, ia hanya terdiam, memainkan ponsel serta memasang earphone di telinganya. Tentu saja Jisoo dapat melihat dengan jelas lelaki itu, karena mereka hanya berjarak beberapa langkah saja.

Jisoo melirik, berharap ia dapat mengetahui nama si lelaki itu. Ia mencoba menegakkan tubuhnya dan menyipitkan matanya yang membuatnya terlihat seperti mata-mata. Namun usahanya tak berhasil sama sekali.

Bus pun berhenti di tempat pemberhentian selanjutnya, seorang wanita paruh baya memasuki bus. Rambutnya yang sudah mulai memutih dan jalannya yang agak lambat membuat siapapun pasti kasihan melihatnya. Jisoo si gadis polos nan lugu itu berdiri dan memberikan sebuah tempat duduk yang didudukinya tadi kepada wanita paruh baya tersebut.

Berujunglah dirinya dan si lelaki itu bersampingan. Jisoo mulai melirik sesosok malaikat di sampingnya, memperhatikan tubuh tegap lelaki itu, bibir tipisnya, hidung mancungnya serta mata bulat mempesona yang membuat Jisoo tersipu hingga ia mengalihkan pandangan dan merutuki dirinya sendiri.
Namun entah mengapa tiba-tiba saja dirinya terhuyung bagaikan kehilangan keseimbangan, ia bersiap untuk jatuh ke bawah dan memejamkan mata tetapi untuk beberapa detik Ia tak merasakan sama sekali benturan keras yang menandakan ia terjatuh.

“Kau tidak apa-apa?” suara berat itu terdengar jelas ditelinga Jisoo.
Gadis itu membuka matanya perlahan, hingga akhirnya ia terbelalak dengan mata bulat sempurna. Memperhatikan wajah bening lelaki itu kini dihadapannya, apakah ini mimpi?

Gadis itu merasakan sebuah lengan mengelilingi pinggangnya, badan Jisoo terasa kaku dan tak tahu harus berbuat apa bahkan suaranya pun tidak dapat keluar.

Lelaki itupun menarik lengannya yang sedari tadi menahan tubuh mungil Jisoo agar tak terjatuh “kau tidak apa-apa kan?” Tanya lelaki itu lagi.
Jisoo sejenak terdiam, mencoba mencerna perkataan lelaki itu hingga ia bersuara “Ya, A.. Aku tidak apa-apa” jawabnya terbata-bata sambil memperbaiki letak rambutnya.

Jisoo merasa gugup, ia harus berkata apa? Tentu saja ia harus mengatakan terima kasih pada lelaki itu. Bagaimana pun dia telah menolong Jisoo agar tak terjatuh.
“Gomawo” kata Jisoo
“Ne?”
Jisoo menarik nafasnya dan kembali bersuara “Gomawo, karena telah menolongku”

Lelaki itu pun tersenyum “Ya” jawabnya singkat. “Apa kau dari sekolah Hanguk?” Tanya lelaki itu tiba-tiba.
Jisoo seketika mengerjap “Ya” ujarnya.
“Kelas berapa?” Tanya lelaki itu lagi.
“aku kelas dua”
“oh”
Seketika hening, Jisoo merasa Ia harus dekat dengan lelaki itu dan yang terpenting hingga sampai saat ini Jisoo tak mengetahui nama lelaki itu. Tentu saja ini adalah kesempatan untuk mengetahui namanya.
“Si.. siapa namamu?” Tanya Jisoo dengan ragu.
Lelaki itu menengok, memandang Jisoo dengan seksama “Park Chanyeol, kau?”
“Han Jisoo”
****
Jisoo tengah berdiri di antara kerumunan orang-orang yang memiliki tujuan yang sama dengannya, yaitu menunggu sebuah bus di Halte. Hujan tetap saja mengguyur kota Seoul, udara dingin mulai menyeruak seketika di sekujur tubuh gadis itu.

Ketika sebuah tanda bahwa bus sebentar lagi akan tiba di hadapannya, lelaki yang ia tunggui bernama Park Chanyeol itu baru saja mencapai Halte bus. Seulas senyum terlukis di bibir gadis itu. Ia tetap saja berdiri di halte bus meskipun orang-orang telah memasuki bus. Tanpa berkedip sama sekali Jisoo hingga tak menyadari lelaki itu telah berada di hadapannya.
“Kau tidak masuk?” Tanya Chanyeol
Jisoo hanya terdiam dan tersenyum bodoh hingga tangan besar Chanyeol melambai-lambai di depan wajah gadis itu “Jisoo-ssi?”

Lamunan Jisoo seketika buyar, Ia menggeleng dan mendongak menatap Chanyeol yang masih berada di hadapannya “eo?”
“Kau tidak masuk?” tanyanya lagi
“Ah, ya”

Jisoo hendak melangkah, hingga ia menyadari suara tangisan seorang gadis kecil yang memakai jas hujan merah. Gadis kecil itu tengah berada di tengah jalan sambil menangis tersedu-sedu. Untuk beberapa detik otak Jisoo tak dapat berpikir jernih.

Ia terdiam sejenak, bayangan itu menghantuinya. Bayangan ketika ia menangis sangat keras dan tak satupun orang yang mendatanginya di tengah kegelapan. Hingga beberapa detik kemudian ia tersadar kembali, pandangannya lurus ke depan. Mendengar suara klakson mobil yang melaju sangat cepat dan tak mampu menghindari gadis kecil yang ada di hadapannya.

Panik, apa yang harus di lakukan Jisoo?

Tanpa berpikir panjang gadis itu berlari menghampiri si gadis kecil, tak perduli apapun ia harus menyelamatkan gadis kecil itu. Hingga ia merasakan sebuah benturan keras menghantam tubuhnya, rasanya sangat sakit dan ia tak dapat bergerak sedikitpun.

Rintikan hujan yang ia rasakan sangatlah dingin, hingga suara berat itu terdengar di ujung pendengarannya. Suara berat yang membuatnya selalu bahagia akhir-akhir ini jika ia memikirkannya. Suara berat itu terus saja memanggilnya dengan lantang. Tapi apa daya Jisoo? Ia tak dapat menyahut sama sekali dan semua terasa sakit.

Dan di sinilah aku tetap bertemu denganmu.. di musim Hujan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s