[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] My Boy, Channie-bybyun

myhome

 

[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] My Boy, Channie-bybyun

Chanyeol EXO x Jennie Blackpink || Romance || PG 15+

“Sayang” ucap Chanyeol sambil menghampiri Jennie yang sedang duduk di salah satu bangku di Cafe tsb.

Jennie melirik jam ditangannya, “20 menit, 43 detik.”

“Maafkan aku, Suho memanggilku tadi”ucap Chanyeol lalu menyeruput minumannya, “wah hot tea ku sudah mendingin”

Jennie mengangguk.

“Aku tidak sabar untuk bulan depan, hehe”ucap Chanyeol sambil melahap makan siang nya.

“Kenapa? Ada apa?” Tanya Jennie.

“Aish. Lupakan.”

Jennie tertawa kecil.

“aku tidak lupa” ucapnya tersenyum.

Chanyeol pun tersenyum.

“Apa hadiah yg kau inginkan dariku?”tanya Jennie.

“Aku hanya ingin kau tetap disisiku. Sampai kapanpun”

“Kau tak minta pun aku akan melakukannya” ucap Jennie tersenyum.

“Aku tahu itu” chanyeol menggenggam tangan Jennie.

—-

Dikamarnya, Jennie terus memikirkan kejutan apa yg kan ia berikan pada Chanyeol.

Hingga akhirnya dia menemukan ide yg cukup gila.

“Kau gila? Cuti satu bulan?” Ucap Suho pada Jennie yang kini berada di ruangan Suho.

“Kumohon, kau kan sahabat terbaikku. Aku ingin membuat kejutan pada Chanyeol”

“Dengan menghilang dalam satu bulan kau bilang itu sebuah hadiah? Sungguh ini hanyalah sebuah lelucon, Jen”

“Ya, aku pikir juga ini bukanlah ide yang masuk akal. Aku akan kembali pada saat tepat hari ulangtahunnya. Yeaay!”sorak Jennie yang direspon dengan tatapan aneh Suho.

“Kumohon. Sembunyikan aku di Busan! Mulai besok” Jennie memohon.

“Baiklah, urusan kantor mu akan diberikan dulu pada Jisoo. Di busan nanti,kau bisa tinggal di hotel ku. Tapi, jaga baik baik dirimu. Mengerti?”

“Suho! Kau memang sahabat terbaikku!!”sorak Jennie sambil memeluk Suho.

Cklek

“Ekhem”

Jennie melepas pelukannya. Bisa dilihat, seseorang diambang pintu sedang menahan cemburu. Ya, Chanyeol.

Chanyeol berjalan menuju Suho, “ini berkasnya” ucap Chanyeol datar.

“Mau pulang, Jen?”tanya Chanyeol yang masih dengan raut datar.

Jennie tersenyum, “ayo”.

Jennie dan Chanyeol keluar dari ruangan Suho. Diam diam Jennie tersenyum dengan artian ‘terimakasih’. Suho pun menganggukan kepalanya.


Mobil terparkir di parkiran apartment Jennie. Dan mereka masih diam di dalam mobil.

“Aku suka saat kau cemburu seperti itu”ucap Jennie.

Chanyeol mengambil nafas dan membuangnya perlahan. “Aku tahu Suho sahabat kecilmu. Tapi hatiku tetap sakit saat melihat kalian berpelukan”

Jennie tersenyum dan memeluk Chanyeol.

“Maaf. Aku telah membuat hati mu sakit. Aku tidak akan mengulangnya”

Chanyeol membalas pelukannya.”iya, maaf aku cemburu”

“I love you, channie”

“I love u more, Jen”


Esoknya, Jennie sudah dalam perjalanan menuju busan. Ia menyetir mobil sendiri. Sebenarnya berat untuk meninggalkan Chanyeol. Ia tahu, Chanyeol pasti kesal dengan perbuatan Jennie.

Akhirnya ia sampai di hotel yg Suho maksud.


Chanyeol heran, sudah jam 10, namun Jennie tak kunjung datang ke kantor. Ia juga tak menemukan Jennie di apartment nya. Menanyakan pada Suho& yang lain pun tak ada yg tahu.


Jennie berjalan kaki disekitar hotel. Ia ingin tahu lebih tentang Busan.

Di pinggir jalan, ia melihat anak yang sedang menyebrang. Dan di arah lawan terlihat mobil yang mengebut ke arahnya. Jennie pun berlari utk menyelamatkan anak itu.

Bruk

Ia berhasil menangkap anak itu. Namun keduanya terpental. Anak itu terlindungi oleh tubuh Jennie yg memeluknya. Dan jennie, tubuhnya berlumuran darah.


Chanyeol merasakan firasat buruk.

Jennie.

Hanya itu yg ada dipikirannya saat ini.

Ia terus menguhubungi kekasih nya itu. Namun nihil.

Kini Jennie berbalut baju pasien. Dan alat alat lainnya. Kini hanya suara alat deteksi jantung yang terdengar.

Tak ada satupun kerabat nya yang mengetahui kondisinya saat ini. Termasuk chanyeol. Kini hanya suster yang menjaga Jennie.

Jennie pun membuka matanya perlahan.
Ia melihat sekeliling. Ia merasakan sakit di sekujur tubuhnya.

“Anda sudah sadar?”tanya suster itu ramah.

Jennie tersenyum. Ia mencoba untuk bangun. Namun kaki nya tak bisa dirasakan.
“Suster, kakiku?”

“Ah, maaf. Kaki mu mengalami kelumpuhan..”

Jennie terkejut bukan main. Ia mencoba untuk tenang.

“Tapi kelumpuhan ini tidak total. Masih bisa disembuhkan. Apa ada kontak keluarga atau kerabat yg bisa dihubungi?”

“Mereka semua jauh dan aku tak ingat nomor teleponnya”

“Siapa namamu? Dan berapa umurmu?”

“Jennie, 23 tahun”

“Aku Taeyeon. Aku akan membantumu disini. Jangan sungkan”ucap Taeyeon sambil tersenyum.

“Terima kasih”

Sudah 3 minggu Jennie menginap dirumah sakit ini. Dan 1minggu tepat menuju hari ulang tahun Chanyeol. Ia sudah khawatir dengan keadaan kekasihnya.

Dan Chanyeol, saat ini ia terkadang tak bisa mengintrol diri. Ia masih frustasi dengan kehilangan Jennie.

Jennie semakin dekat Taeyeon. Ia sudah cerita awal mula ia pergi ke Busan ini. Dan ternyata Tae juga berasal dari Seoul.


Hari ini, tepat hari lahir Park Chanyeol.
Yoora, kakak Chanyeol sengaja membuat pesta kecil-kecilan utk merayakan ini. Ia tidak ingin adik kesayangannya itu terlarut dalam kesedihannya.

Sedangkan Jennie, ia sudah bersiap-siap untuk berangkat menuju Seoul. Bersama Taeyeon, yg bersedia membantu Jennie dan mengantarnya ke Seoul dgn memakai mobil yg dulu Jennie kendarai.

Orang-orang sudah banyak yg datang ke pesta Chanyeol. Jennie juga sudah berencana dengan Suho. Sebelumnya juga Jennie sempat menghubungi Suho dan memberitahu kondisi nya saat ini. Suho pun terkejut dan ia berencana utk memberitahu Chanyeol dan menyusul Jennie. Namun Jennie memohon-mohon utk tak melakukan ini semua.

Jennie dan Taeyeon sudah tiba di rumah Chanyeol. Ia sudah menyiapkan hadiah dan membawa kue ulang tahun. Taeyeon membantu mendorong kursi roda Jennie.

Tepat saat Chanyeol sedang berbicara di panggung, Jennie datang dan menyanyikan lagu selamat ulang tahun.

“Happy birthday Channie… happy birthday channie..”

Sontak semua orang terdiam. Termasuk Chanyeol.

Chanyeol langsung berjalan menuju Jennie. Mata nya sudah berkaca-kaca. Chanyeol masih tak percaya dgn apa yg ia lihat sekarang.
Saat chanyeol dan jennie berhadapan, keduanya saling mengeluarkan airmata dalam diam. Chanyeol langsung memeluk Jennie.

Keduanya pun tak bisa menahan tangis.

“Kemana saja kau selama ini? Kau membuatku mati”

Jennie tak menjawab dan tetap memeluk Chanyeol.

Sebagian tamu ikut bersedih.


Jennie dan Chanyeol berada di taman sekarang. Ia sudah bercerita dari awal rencana hingga kecelakaan yg ia alami.

“Sekarang pacarmu lumpuh, channie”

Chanyeol terdiam.
“Aku tidak peduli. Aku tetap mencintaimu, Jennie” ia memeluk Jennie. “Berjanjilah akan selalu disisiku. Aku akan membantumu dalam keadaan apapun”

“Happy Birthday, my boy”

Keduanya berpelukan.

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s