[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] Mianhae hyung… – Kaito ArBi

cover

Mianhae Hyung…

Park Chanyeol & Byun Baekhyun │ Sad, friendship │ T

*****

Sore hari yang begitu sibuk ditengah kota Seoul, pengunjung café ‘Cherish’ melepas penat mereka dengan mendengarkan lagu-lagu ceria dari dua namja yang sudah berdiri dipanggung kecil didepan sana.

 “selamat sore semuaa!!” sapa seorang namja berwajah imut. Dijawab dengan semangat  oleh para pengunjung café.

“oke, sore ini kami akan membawakan sebuah lagu baru ciptaan… Baekhyun!!” lanjut namja berwajah lucu dengan mata lebar dan telinga caplangnya ditambah senyum lebar diwajahnya.

“Chanyeol… mulai!!” ujar Baekhyun—si pencipta lagu—dengan semangat.

Mulai mengalun indah dirungu para pengunjung sebuah melodi penuh semangat.

Bwabwa masulgachi Hansungan ppallyeo deuro machi… (EXO-CBX – The One)

Sore ini—lagi-lagi—Baekhyun dan Chanyeol berhasil menghentak café ‘Cherish’ dengan lagu-lagu gembira dan penuh semangat. Ditambah dengan keceriaan dua penyanyi tampan yang selalu berhasil merubah mood semua pengunjung. Moodboster istilahnya.

Ditengah hiruk-pikuk kota Seoul yang tak pernah lelah beraktifitas, café ‘Cherish’ seakan menjadi pengobat segala kegundahan hati dengan hadirnya dua namja tampan dan terlihat sangat klop. Semua terhanyut dalam kegembiraan.

Hingga tak ada  yang menyadari satu hati menyimpan ribuan kesedihan yang sangat dalam. Tersembunyi dibalik senyum lebarnya.

**************

Aku suka momen ini, dimana aku bisa melihat senyumnya, tawanya juga candanya… Setiap malam aku selalu berdo’a, semoga aku bisa melihat senyumnya setiap saat. Kalau bisa, aku ingin waktu berhenti saja. Berhenti ketika senyumnya merekah indah, senyum yang ditujukan padaku.

Tapi, do’aku tidak pernah—atau tak’kan—terkabul.

“hyung..”

“hm?”

“gomawo”

“untuk?”

“untuk hari ini hyung, gomawo”

“sudahlah. Lebih baik kau tidur. Aku sangat lelah hari ini”

Bungkam. Jika sudah begini, Chanyeol hanya bisa diam. Ia tak mau membuat suasana beku ini menjadi lebih beku. Senyum miris terukir dibibir Chanyeol melihat Baekhyun yang langsung berbaring membelakangi dirinya begitu keluar dari kamar mandi.

Chanyeol ’pun ikut membaringkan tubuhnya dikasur miliknya, tepat diseberang Baekhyun. Chanyeol mulai memejamkan mata diikuti setetes air mata mengalir disudut matanya. Sebelum benar-benar terlelap, dalam hati Chanyeol berdo’a semoga kebekuan ini segera mencair.

Tak ada obrolan, canda, atau saling melempar senyum. Di apartemen ini, Baekhyun berubah menjadi pribadi yang dingin, cuek dan tanpa ekspresi. Berbeda sekali dengan Baekhyun yang dikenal sebagai penyanyi café yang imut dan menggemaskan.

Begitu juga dengan Chanyeol, di café ‘Cherish’ dia bahkan dijuluki Happy Virus. Nyatanya, Chanyeol hanyalah namja pemurung yang seringkali meneteskan air mata menjelang tidurnya. Namja yang menyimpan kesedihan begitu dalam sendirian, karena satu-satunya orang yang dia anggap sebagai keluarganya selalu mendiamkannya, mengabaikannya.

Padahal, diluar sana. Di café ‘Cherish’, Chanyeol dan Baekhyun dikenal sebagai moodboster, Happy Virus Couple atau apapun sebutannya yang mewakilkan kalimat ‘pembawa kebahagiaan, pengusir kesedihan’. Yah, mereka pandai membahagiakan orang-orang. Tapi sayang, mereka tak membuat kebahagiaan itu ikut menghampiri keduanya.

************************

Waktu terus berganti, hari demi hari. Semua orang melewati hari-hari dengan suasana yang selalu berbeda, sikap yang berbeda, juga mengalami berbagai kejadian yang berbeda. Tapi berbeda dengan Chanyeol dan Baekhyun, setaip hari bagai mereka selalu sama. Hanya bernyanyi dan menghibur pengunjung café ‘Cherish’ dengan senyum palsu mereka. Di apartemen pun tetap sunyi, beku tanpa keceriaan.

Mereka mengerjakan semuanya dalam diam. Dan sendiri. Tak ada yang berkeinginan untuk mencapuri urusan yang lain. Chanyeol dengan kecanggungannya dan menghindari murka Baekhyun. Sisi Baekhyun yang satu itulah yang tak ingin Chanyeol lihat—lagi. Sedangkan Baekhyun selalu dengan sikap cueknya yang seakan tak peduli bagaimanapun keadaan Chanyeol.

Bahkan ketika keduanya menbuat lagu, jangan harap kalian melihat keduanya duduk dibalik meja yang sama, didepan computer yang sama. Yang terjadi adalah Chanyeol membuat instrument dimejanya dan Baekhyun menulis lirik dimejanya sendiri baru kemudian mereka menggabungkannya.

Lalu bagaimana lagu buatan mereka terdengar begitu klop jika tak ada chemishtry ketika membuatnya? Entah, tanyakan sendiri pada yang bersangkutan.

~

27 november, besok adalah hari ulang tahun Chanyeol yang ke 25. Chanyeol tak berharap apa-apa dari Baekhyun. Karena kehadiran Baekhyun, juga kesediaan Baekhyun menerima Chanyeol sudah menjadi kado terindah dalam hidupnya. Baekhyun adalah satu-satunya keluarga bagi Chanyeol.

Alih-alih mengharap kado, Chanyeol sudah menyiapkan sebuah lagu untuk Baekhyun. Lagu yang menggambarkan betapa beruntungnya Chanyeol memiliki Baekhyun dalam hidupnya. Begitu melihat Baekhyun keluar, bergegas Chanyeol menghampiri satu laci Baekhyun yang sedari tadi diincarnya. Baru saja Chanyeol meletakkan mp3 itu, matanya terpaku pada sebuah foto. Yang laki-laki jelas Baekhyun, dan yang perempuan…

Seketika Chanyeol tercekat melihat ukiran disudut bawah frame, “my beloved Sister, Byun Baekhee”

“YA!! PARK CHANYEOL!!!”

PRANG!! Belum selesai rasa terkejutnya, Chanyeol tersentak mendengar teriakan Baekhyun yang tiba-tiba masuk dan menjatuhkan foto yang dipegangnya.

“hyung…” hanya itu yang keluar dari bibir Chanyeol yang bergetar dan air matanya yang menganak sungai.

“APA YANG KAU LAKUKAN DENGAN BARANGKU??!!” lagi-lagi Baekhyun berteriak dengan wajah merah padam.

“hyung mianhae-yo… hyung.. Baekhee.. Baekhee..” gumam Chanyeol yang sudah terduduk dengan wajah frustasinya.

“brengsek kau!!” sentak Baekhyun sekali lagi sebelum dibantingnya pintu apartemen mereka dan meninggalkan Chanyeol sendiri. Seketika Chanyeol sadar, dalam satu malam dua kesalahan sudah diperbuatnya. Membuka-buka laci Baekhyun tanpa izin, membuatnya melihat sisi Baekhyun yang tak ingin dilihatnya lagi itu dan… gadis yang meninggal karenanya adalah adik dari seorang Byun Baekhyun.

“Baekhyun hyung, mian… Baekhee-ya mian… jeongmal mianhe…” hanya itu yang keluar dari mulut Chanyeol. Semalaman, yang Chanyeol lakukan hanya meringkuk memeluk lutut dicela ranjangnya dan Baekhyun. Juga memeluk foto kakak-beradik yang sudah disakitinya baik secara langsung atau tidak.

“Neoui ireumeul bureugo

Neoui Sonel jabado doeneun na

Buseo jineun haet sareun naman bichuna

Na ireohge haengbok haedo dwae?

Neoui ireumeul bureugo

Neoui Eokkaee gidae oneun neo

Jeo haneurui haet sareun neoman bichuna

Neo geureohge nunbushyeodo dwae?

So lucky, my love

So lucky to have you

So lucky to be your love, I am. Hmm…”

Ditengah isakannya, Chanyeol menggumamkan lagu yang ingin diberikannya pada Baekhyun. Ekspetasinya benar-benar jauh dari realita yang dihadapinya, tak’kan ada hari ulang tahun yang ceria, tak ada lagi harapannya untuk mengakrabkan diri pada Baekhyun. Tak ada lagi Baekhyun dihidupnya. Sekarang Chanyeol benar-benar sendiri. Dimalam ulang tahunnya. Sangat menyedihkan untuknya.

Bip. Bip. Bip.

“Saengil Chukkae Chanyeol-ah…” ucapnya pada dirinya sendiri dengan suara seraknya ketika mendengar alarm diponselnya berbunyi menunjukkan pukul 00.00 KST.

Ulang tahun terburuk yang Chanyeol alami. Mungkin untuk tahun-tahun selanjutnya. Selamanya.

END

 

One thought on “[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] Mianhae hyung… – Kaito ArBi

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s