[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] Just Our Old Memories – AzurePark

1480545832947.jpg

Chanyeol & OC || hurt/comfort || G

13 November 2017

Seorang gadis bersurai hitam terlihat tengah bermalas-malasan di atas sofa apartemennya. Sesekali dia menggeliat untuk meregangkan otot-otonya yang terasa kaku. Membuat beberapa bantal di sekitarnya terlempar begitu saja. Dan tanpa ada niat untuk mengambil bantal-bantal itu, ia justru mengambil sebuah remot televisi di dekatnya dan mengarahkannya ke arah televisi hingga televisi di hadapannya menyala.

“Ini hari yang indah, Dean.”

Sebelah tangannya bergerak cepat di atas remot. Memindah saluran-saluran televisi yang membuatnya bosan. Hingga pergerakan tangannya berhenti di sebuah saluran berita khusus selebriti Korea.

“Kabar terbaru datang dari seorang aktor tampan bernama Park Chanyeol yang katanya akan segera bertunangan dengan Im Sun Hye.”

Gadis itu mendecih seraya tersenyum miring melihat siaran di hadapannya. Senyumnya bertambah lebar seiring munculnya foto-foto Chanyeol dan Sun Hye yang terpampang jelas di layar telivisi 10 inch-nya.

“Kau benar-benar sudah melupakanku ya, Park Chanyeol ?”gadis itu bergumam lirih.

5 Oktober 2009
Chanyeol menghentikan langkah lebarnya. Ia yang tadinya ingin segera kembali ke rumah karena terlalu lelah bermain, kini justru berdiri di tepi taman. Menatap tajam ke arah empat orang anak yang saat ini berdiri lima meter di depannya.

Chanyeol tahu siapa mereka. Mereka adalah kumpulan siswa ternakal di sekolahnya. Joon Myeon, pemimpin mereka, mengumpulkan anak-anak terkuat di sekolah untuk dijadikan sekutu. Dengan bantuan tiga anak buahnya tentunya.

Dan lihatlah! Kali ini mereka sedang menghadang seorang gadis. Ini yang dinamakan laki-laki sejati ?

“Ya! Berhentilah mengganggu seseorang! Tidak di sekolahpun kalian masih membully seseorang. Itu yang dinamakan laki-laki sejati ?”Chanyeol dengan berani mulai berjalan mendekati Joon Myeon dan teman-temannya.

Joon Myeon sedikit terkejut melihat kedatangan Chanyeol yang terkesan tiba-tiba. Namun dalam sekejap dia merubah keterkejutannya dengan senyum miring yang bermaksud menantang Chanyeol.

“Ada perlu apa kau kemari, Park Chanyeol ? Ingin membantu gadis ini ?”tanya Joon Myeon seraya menarik surai hitam gadis kecil di sampingnya.

Melihat itu, Chanyeol merasa batas kesabarannya telah habis. Tanpa berpikir resiko apa yang akan ia dapat selanjutnya, dia dengan keras menarik kerah seragam Joon Myeon dan melayangkan tinjuannya ke paras tampan laki-laki itu. Meninggalkan jejak kebiruan yang terasa perih bagi Joon Myeon.

“Berani juga kau, Park Chanyeol.”

Kedua manik Joon Myeon menyiratkan amarah yang sangat mendalam. Ia segera mengisyaratkan Sehun dan Jong Dae untuk menyeret si gadis kecil menjauh dari mereka. Kemudian mengajak Min Seok untuk berkelahi bersama melawan Chanyeol, si pahlawan kesiangan.

Dua lawan satu. Yang benar saja, Chanyeol pasti kalah. Hanya dengan satu pukulan keras di perut dari Min Seok dan tendangan keras di punggung dari Joon Myeon, Chanyeol sudah terkapar di tanah.

Melihat rival mereka telah terkapar, Joon Myeon memerintahkan anak buahnya untuk pergi. Karena tak ada lagi yang bisa mereka lakukan saat ini.

“Kakak! Apakah kakak tak apa-apa ?”

Gadis kecil bersurai hitam tadi menghampirinya yang tengah terkapar di tanah. Di paras manisnya tersirat rasa khawatir yang teramat sangat.

“Maafkan aku, kak. Karena aku kakak jadi begini.”

Gadis itu mengeluarkan sebuah sapu tangan berwarna kuning dari saku bajunya. Dengan perlahan, ia usapkan kain kuning itu di sekitar dahi Chanyeol. Menghapus noda merah berbau anyir yang melekat di sana.

Manik cokelat Chanyeol tak sengaja bertemu dengan manik hitam gadis itu. Yang entah kenapa, membuat jantung Chanyeol berdetak lebih cepat dari biasanya. Membuatnya tak dapat mengalihkan atensinya dari paras gadis itu. Dan membuatnya mengatakan suatu hal bodoh.

“Kau… manis sekali.”

Keesokan harinya, setelah insiden yang cukup memalukan bagi Chanyeol, ia mulai merasa dekat dengan gadis bernama Hwang Dean tersebut. Hampir setiap sore, ia menyempatkan diri untuk mampir ke rumah gadis itu. Sekedar memberi salam pada ibunya atau mengajak sang gadis pergi bermain.

Seperti sore ini, Chanyeol berniat untuk mengajak gadis itu pergi membeli es krim di sebuah kedai yang baru buka. Dia telah berdiri di depan rumah Dean selama 15 menit dengan pakaian yang sangat rapi. Seperti seorang pangeran yang ingin menjemput sang putri.

“Ayo, kak Chan! Aku sudah siap.”

Chanyeol tersenyum senang melihat tuan putrinya telah datang. Gadis itu terlihat sangat cantik sore ini. Membuat Chanyeol ingin mengecup pipi chubbynya. Hingga…

Chu~

Tanpa sadar ia memajukan wajahnya ke arah Dean. Mengecup pipi lembut gadis itu.

“Eh, maafkan aku!”Chanyeol memekik terkejut.

“Eh..?”begitu pula dengan Dean.

Chanyeol menyandarkan tubuhnya di sebuah pohon. Kemudian menatap seorang gadis kecil yang terpaut satu tahun darinya. Gadis itu memutar tubuhnya. Menari di tengah taman yang saat ini tengah dikunjungi oleh ribuan kupu-kupu. Membuat dirinya kini tampak seperti seorang putri sungguhan.

Dengan sebuah tepukan, ia mengisyaratkan gadis itu agar duduk di sampingnya. Memaksanya mendengar suatu kabar penting yang mungkin menyakiti hati.

“Ada apa, kak Chan ?”Dean bertanya dengan senyum manisnya.

Chanyeol terdiam. Lidahnya terasa kelu untuk digerakkan. Kata-katanya seakan tersendat di tenggorokan. Kini ia hanya dapat menatap gadis kesayangannya dengan sendu. Mengusap surai hitam Dean dengan penuh kasih. Sebelum kemudian memberanikan diri untuk berbicara.

“Maafkan kakak ya, Dean. Kakak harus pergi jauh dari Seoul.”akhirnya kata-kata itu keluar juga.

“Kenapa kak ? Kakak sudah bosan dengan Dean ?”tanya Dean dengan polosnya.

Chanyeol menggeleng. Matanya kini telah berkaca-kaca.

“Sekali lagi maafkan aku… orang tuaku harus pindah ke Busan. Maka dari itu, aku harus mengikuti mereka.”

“Aku tak mau! Kak Chan tak boleh pergi! Aku menyayangi kak Chan!”Dean mulai mengeluarkan air matanya. Ia memeluk Chanyeol yang berada di sampingnya dengan erat. Seakan tak mau melepaskan laki-laki itu.

“Aku juga menyanyangimu, Dean. Ah bukan, aku mencintaimu.”Chanyeol membalas pelukan Dean tak kalah erat.

13 November 2016
Senyum Dean melebar kala mendengar bahwa Chanyeol akan segera bertunangan dengan Sun Hye. Karena hanya dengan ini, ia akan sadar bahwa dia harus benar-benar melepaskan Chanyeol. Karena sebentar lagi, laki-laki itu akan memiliki pendamping hidup yang sebenarnya.

“Sepertinya aku harus benar-benar melepasmu, Chan. Lagipula, aku juga akan bertunangan dengan Joon Myeon sebentar lagi.”

Dean mengusap air matanya yang mulai berjatuhan di cincin perak pemberian Joon Myeon. Ia kembali tersenyum tipis mengingat kenangannya bersama Chanyeol.

“Karena cerita cinta kita hanyalah sebagian kecil dari memori usang kita.”

End

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s