[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] Forever – Lulu Kim

myhome

 

[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] Forever – Lulu Kim
Chanyeol & EXO member || Friendship || G
.
.
.
Forever
.
.
.

27 November 2016. Hari dimana aku bertemu lagi dengan mereka. Ah, tidak. Sebenarnya, bukan bertemu, melainkan aku yang sengaja datang untuk melihat dari jauh. Sangat jauh hingga aku yakin bahwa tidak ada satupun dari mereka yang akan melihatku.

“Bisa kita pergi sekarang?”

Aku menoleh dan seketika perasaan kecewa memenuhi relung hatiku. Aku belum merasa cukup. Pria tinggi yang berdiri di panggung sana bahkan belum memotong kue ulang tahunnya.

“5 menit lagi, kumohon.”

“Aku rasa ada yang sudah mengenali kita,” pria disampingku berbisik, “kita harus pergi sekarang sebelum ketahuan.”

Dan aku tidak dapat membantah lagi ketika pria itu meraih pergelangan tanganku dan menarik pergi dari keramaian fans di dalam venue konser. Ya, ini adalah konser Exordium hari kedua di Taiwan. Konser yang istimewa karena bertepatan dengan ulang tahun yang kedua puluh lima salah satu member EXO.

“Selamat ulang tahun, Park Chanyeol,” aku berujar pelan tepat sebelum kakiku benar-benar keluar dari venue lalu terus melangkah hingga ke sebuah pasar malam.

“Apa bedanya venue konser dengan pasar malam?” tanyaku sedikit kesal, “kau bilang kita harus pergi agar tidak ketahuan?”

“Ya,” pria yang lebih tinggi dariku menyahut santai, “fans EXO sedang sibuk di konser, jadi kita aman disini.”

Aku hanya mendengus malas lalu melangkah mendahului pria itu, “jangan ikuti aku!”

Aku tdak tahu apakah pria itu menurut atau justru sebaliknya, namun yang jelas aku berhasil melangkah dan menyelip diantara banyaknya orang lalu berhenti pada sebuah stand tembak. Aku ingat, aku belum membeli apapun untuk hadiah ulang tahun Chanyeol.

“Kau ingin memberinya boneka?”

“Oh astaga!”reflek, aku memegang dada secara spontan, “kau mengejutkanku!”

Dan pria itu hanya tertawa menyebalkan.

“Aku akan dapatkan boneka rilakuma itu.”

“Benarkah?”

“Tentu saja,” ujarku pasti meski kenyataannya, aku tidak dapat mengenai sasaran tembak setelah percobaan yang ke tujuh hingga membuat pria di sampingku ini tertawa begitu puas.

“Kau payah!”

Aku mendengus lalu melangkah pergi meninggalkan area pasar malam. Pria itu tentu saja mengikuti langkahku.

“Mau kemana?”

“Pulang.”

“China?”

“Bukan. Korea.”

“Untuk apa?”

“Memberi kejutan pada Chanyeol, tentu saja.”

Butuh waktu tiga jam penerbangan untuk kami sampai di Seoul. Tempat yang teramat kurindukan diantara jutaan tempat indah yang Tuhan selipkan di bumi ini. Dan saat kami berdua sampai di dorm Exo, kami dapat masuk dengan kombinasi angka yang selalu kuingat. Ah, mereka bahkan tidak mengubah password dorm.

“Merindukan tempat ini?”

“Selalu.”

Aku bergumam pelan dan tersenyum saat kulihat seluruh ruangan masih terlihat sama seperti terakhir kali aku melihatnya.

“Aku sebenarnya tidak ingin meninggalkan jejak apapun,” lagi, aku bergumam sembari mengeluarkan sesuatu dari saku jaket. Kupandangi benda bening itu beberapa saat hingga kemudian, aku tersenyum saat teringat bagaimana aku dan Chanyeol pernah berdebat karena benda ini dulu. Yah, dulu. Saat kami masih bisa saling meminjam barang satu sama lain. Dulu aku membenci hal itu, namun sekarang aku lebih benci saat aku merindukan momen-momen menyebalkan itu.

“Jangan katakan kau ingin meninggalkan parfum bekasmu disini.”

“Chanyeol sangat suka aroma parfum ini. Dulu dia selalu meminta agar aku mau berbagi dengannya,” kenangku, “well, kurasa dia tidak keberatan memakai bekasku.”

Aku tersenyum lalu meletakan benda itu di meja dekat ranjang Chanyeol. Aku masih ingat benar mana kamarnya.

“Kau tidak ingin memberi sesuatu pada Chanyeol?”

“Tidak.”

“Baiklah, terserah kau saja,” aku menggedikan bahu lalu segera berjalan keluar, “ayo kita pergi. Mereka pasti sudah selesai dengan konsernya.”

~oOo~

“Woaaaaaah~~ akhirnya pulang juga,” Chanyeol bersorak senang dan segera masuk dalam dorm meninggalkan member yang lain. Dia bahkan masih memekik heboh saat sudah masuk dalam kamar. Membuat member yang lain kesal dan bersiap untuk memarahinya.

“Yak! Park Chanyeol, bisakah kau-“

“Hyung! Lihat! Aku tidak salah lihat kemarin! Luhan Hyung dan Kris Hyung benar-benar datang ke konser!”

Chanyeol masih memekik dengan botol parfum yang familiar bagi mereka. Itu parfum favorit Luhan. Tidak ada diantara mereka yang menggunakan parfum itu selain Luhan.

“Be-benarkah? Luhan Hyung datang kesini?”

Sehun, sang magnae tampak tidak percaya. Bahkan boneka besar yang kemarin dia dapatkan saat memenangkan tembak-tembakan di pasar malam sampai jatuh. Dia ingat, kemarin penjualnya berkata bahwa ada dua orang pria yang juga datang dan mencoba menembak. Salah satunya mirip dengan Sehun hingga membuat sang penjual salah mengira kalau pria yang datang sebelumnya telah kembali untuk mencoba menembak lagi. Mungkinkah itu Luhan?

“Aku tahu, mereka masih mengingat hari ulang tahunku,” Chanyeol masih terlihat senang. Ia bahkan menciumi botol parfum itu berulang kali.

“Tentu saja dia ingat, bukankah dia tetap bagian dari kita?” Yixing berujar dengan satu senyuman hangat, “bukankah dia tetap saudara kita?”

“Yah. Mereka tetap saudara kita.”

“Selamanya tetap saudara kita.”

END

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s