[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] Butterfly Effect – Aldjazaira97

myhome

 

[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] Butterfly Effect – Aldjazaira97 (wattpad)
EXO’s Chanyeol & Myoui Mina OC || Family, Hurt, Romance || G
Summary:
“I just wish you were still here”
Amerika Serikat, Maret,24th 1997
Malam yang indah, disertai dengan taburan bintang-bintang yang menghiasi langit malam di bumi Amerika Serikat. Lahirlah seorang bayi perempuan yang sangat cantik yang diberi nama Myoui Mina, bayi itu diberkahi oleh Tuhan dengan kulit yang putih, wajah yang cerah dan sebuah senyuman yang bisa membawa kebahagiaan beserta kehangatan pada orang lain.
Saat usia Mina beranjak 6 tahun, orangtua Mina membawanya pergi ke Seoul, Korea Selatan. Karena sekarang orangtua Mina membuka bisnis kerjanya disana.
Sekitar jam setengah sepuluh malam, Mina dan kedua orangtuanya pun sampai ke Bandara Incheon. Saat itu Mina kecil sangatlah lelah, sehingga ia tertidur pulas walaupun sudah sampai di bandara. Ayahnya Mina menggendong Mina dan mendudukkannya di tempat tunggu bandara, Ibunya Mina pun membangunkan Mina dengan perlahan, Mina kecilpun membuka matanya perlahan dan menggosok-gosok matanya pelan.
“Yes Mom?”
“Mina, tunggu disini ya. Ibu mau ke toilet sebentar. Ayah sebentar lagi datang, ayah tadi membawa barang-barang kita kedalam mobil. Mina tunggu disini ya, jangan nakal, ok?” Mina hanya mengangguk tanda bahwa ia mengerti, lalu Ibu Minapun melangkahkan kakinya ke toilet yang tidak jauh dari tempat tunggu Mina sekarang.
Mungkin karena Mina kecil masih sangatlah lelah, walaupun usaha demi usaha ia lakukan agar rasa ngantuknya hilang, tetapi perlahan demi perlahan ia mulai menutup matanya kembali.
Akantetapi, saat ia mulai benar-benar akan tertidur kembali. Ia merasa ada sesuatu yang hinggap ditangannya. Ia pun membuka matanya dan melihat ada sebuah kupu-kupu cantik berwarna biru laut dengan sentuhan warna jingga yang begitu padu sedang mengepak-epakkan sayapnya perlahan dipunggung tangannya. Ia pun langsung terpesona dengan kupu-kupu tersebut.
Saat Mina kecil ingin menyentuh kupu-kupu tersebut. Kupu-kupu itupun langsung terbang dari punggung tangan Mina, Mina kecilpun mengikuti kemana arah kupu-kupu itu pergi.
“Kau mau pergi kemana kupu-kupu cantik” ucap Mina kecil saat melihat kupu-kupu tersebut sudah tidak memiliki harapan lagi untuk kabur darinya karena melihat kupu-kupu itu hanya bisa terbang disekitar kaca bandara.
“Dan sekarang…” Mina menyunggingkan senyumnya.
“Dapat”
Mina menangkap kupu-kupu tersebut dengan tangannya. Tapi, entah kekuatan darimana kupu-kupu yang sedari tadi diincar Mina kecil itu mampu menghindar dan melewati kaca bandara yang sama sekali tidak memiliki titik lubang atau celah apapun yang bisa membantunya kabur dari kejaran Mina. Kupu-kupu itu langsung tembus melewati kaca dan seketika menghilang tanpa diketahui Mina sedikitpun.
Mina membuka telapak tangannya kecil, berharap bahwa ia berhasil mendapatkan kupu-kupu tersebut. Tapi nihil, kupu-kupu itu sekarang malahan menghilang.
“Kemana perginya kupu-kupu tadi?” Mina melihat kesekeliling bandara.
Karena sudah tidak memiliki harapan lagi kalau ia bisa melihat kupu-kupu tersebut, Mina kecilpun memutuskan untuk kembali ketempat terakhir kali ia ditinggal ibunya, yaitu tempat tunggu bandara.
Tapi Mina kecil segera mengurungkan niatnya. Saat ia menatap keluar bandara dan matanya menangkap sesosok bocah laki-laki yang sedang berdiri sambil menangis dibawah naungan hujan. Karena merasa khawatir sekaligus penasaran, Mina kecil pun melangkahkan kakinya keluar bandara dan berniat untuk mendatangi bocah laki-laki tersebut agar segera berteduh dari hujan.
“Hey, kau tidak apa-apa??” Mina kecil memegang bahu bocah laki-laki itu dari belakang, bocah laki-laki itupun menghadap kearah Mina sambil tersenyum –pakaian bocah laki-laki itu sangatlah lusuh dan juga basah, wajahnya pun tampak sangat pucat—
“Kau terlihat sangat pucat. Ayo kita harus segera berteduh, nanti kau bisa sakit jika terus berdiri disini” Ajak Mina pada bocah laki-laki itu. Karena tak kunjung mendapatkan respon, Mina kecilpun menggenggam tangan bocah laki-laki itu dan menariknya agar mau ikut dengannya. Tapi bocah laki-laki itu malahan melepas genggaman tangan Mina dan menggelengkan kepalanya –mengisyaratkan bahwa ia tidak mau—
“Myoui Mina”
Mina pun menoleh kearah sumber suara yang memanggil namanya barusan, dan ternyata sumber suara itu berasal dari ibu dan ayahnya yang terlihat sangat panik mencarinya.
“Ibu dan ayahmu terlihat sangat panik mencarimu, cepat kau datangi mereka” Ucap bocah laki-laki tersebut sambil tersenyum.
“Tapi bagaimana denganmu?”
“Aku tidak apa-apa. Cepatlah jangan membuat orangtuamu semakin khawatir”
“Baiklah. Tapi setelah ini apakah kita masih bisa bertemu lagi??”
“Kita pasti akan bertemu lagi Mina..”
“Suatu saat nanti”
Minapun melangkahkan kakinya meninggalkan bocah tersebut yang masih berdiri ditempat terakhir kali mereka bicara. Disepanjang jalan ke rumah baru Mina, gadis itu terus saja tersenyum bahagia, karena ia baru saja bertemu dengan cinta pertamanya. Kedua orangtuanya pun menatap anak mereka heran.
“Kau tidak apa-apa Mina sayang?” ucap ibu Mina.
“Mina tidak apa-apa ibu”
“Mina hanya merasa sangat bahagia”
20 Tahun Kemudian~~
Tahun ini Mina baru saja menyelesaikan kuliahnya di Amerika, ia pun memutuskan untuk kembali ke Korea untuk bertemu kedua orangtuannya.
Saat sampai di bandara, ia sudah disambut oleh kedua orangtuannya. Minapun berlari dan langsung memeluk kedua orangtuannya. Suasanya saat itu sangatlah haru sekaligus bahagia.

Di sepanjang jalan menuju rumah, ibunya Mina melontarkan berjuta-juta pertannyaan pada Mina, Minapun bingung jawaban apa yang harus ia berikan, karena pertanyaan ibunya selalu sama setiap tahunnya.
“Iya ibu, Mina baik-baik saja selama di Amerika. Mina selalu makan dengan teratur dan juga tidur tidak terlalu larut” Ibu Minapun tersenyum.
“Mina, apakah kau mau melihat album foto?” Ucap ibu Mina sambil mengeluarkan album foto dari dalam tas miliknya. Minapun mengangguk sambil tersenyum.
“Apakah itu Mina saat Mina kecil?”
“Wah, Mina sangat imut”
“Kau ini, tidak baik membangga-banggakan dirimu begitu” ucap ibu Mina sambil mencubit pelan tangan Mina. Mina pun tertawa melihat respon ibunya.
“Mina hanya bercanda ibu”
Saat mereka asik dengan foto-foto di album tersebut. Tiba-tiba satu foto terjatuh, dan Minapun mengambilnya. Didalam foto itu terlihat seorang bocah laki-laki yang umurnya sekitar 6 tahun.
Sekon kemudian, Mina membelalakkan matanya saat menyadari bahwa foto tersebut ialah bocah laki-laki yang ia temui 20 tahun silam di bandara—sekaligus cinta pertamanya—
“Ibu ini siapa??” Ucap Mina sambil memperlihatkan foto yang berada ditangannya. Ibu Minapun hanya terdiam dan membuka mulutnya saat beberapa menit kemudian.
“Jadi kau sudah milihatnya” Hati Mina terasa sakit saat ia seperti bisa langsung menebak apa yang ibunya akan ucapkan.
“Itu ialah Park Chanyoel, ia adalah kakak laki-lakimu yang meninggal saat umurnya masih 6 tahun, ia meninggal karena tabrak lari”
Seketika hati Mina hancur, bagaimana tidak. Ternyata orang yang selama ini ia cintai –sekaligus cinta pertamanya— ialah oppanya sendiri. Kenyataan yang memilukan saat tahu fakta sebenarnya ditambah dengan fakta kematian oppanya.

Tahun ini Mina kembali kuliah di jurusan hukum, ia sangat ingin menangkap pelaku tabrak lari oppanya. Ia sudah berjanji pada dirinya sendiri dan juga kedua orangtuanya untuk segera bisa menangkap pelaku tersebut.

“Myoui Mina”
Hati Mina bergemuruh, suara yang memanggil namanya dari arah belakang terasa sangat familiar ditelingannya, bahkan suara itu sangatlah dirindukan olehnya. Seolah tahu siapa yang memanggilnya, Minapun langsung membalikkan badannya kearah sumber suara.
“Chanyeol Oppa”
“Ternyata kau sudah tahu Mina-ah” ucap Chanyeol sambil tersenyum.
“Kenapa oppa? Kenapa?”
“Kenapa kau meninggal seperti itu?” Mina menundukkan wajahnya dan membiarkan pipinya terbasahi oleh liquid bening yang keluar dari matanya.
“Oppa tidak apa Mina-ah”
“Kemari, Chanyeol oppa ingin memberikan sesuatu padamu” Chanyeol mengeluarkan sebuah liontin perak berbentuk kupu-kupu dan memasangkannya keleher Mina. Mina hanya tertegun dan menangis. Chanyeolpun memeluk adiknya.
“Sebentar lagi oppa akan pergi Mina-ah”
“Oppa mohon, jaga ibu dan ayah dengan baik, arraseo?”
“Jaga dirimu juga Mina-ah”
“Selamat tinggal”
Tubuh chanyeolpun sedikit demi sedikit memudar dan hanya meninggal liontin yang ia berikan pada adiknya Mina.
“Selamat tinggal Oppa~~”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s