[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] Birthday Tactic – BaekMinJi93

myhome

 

[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] Birthday Tactic – BaekMinJi93
Special dedicate fanfiction to Chanyeol Birthday Event

— BIRTHDAY TACTIC —
©2016, BaekMinJi93

Starring with
EXO’ Park Chanyeol — OC’s
slight! mention EXO’s Oh Sehun

| AU! – Fluff – Marriage Life – Romance – Slice Of Life | Ficlet | General |

Disclaimer
This story purely mine. DON’T BASHING AND DON’T PLAGIARISM!
Happy reading…

Sungguh demi segunung popok beraroma pesing milik Sarang di luar sana, Chanyeol benar-benar ingin segera menenggelamkan diri di sungai Han sekarang.
“Apa? Seminggu? Jangan mencoba bercanda denganku, Nay.”
Terhitung kelima kalinya layangan protes bersumber dari pria Park itu. Surai rambut yang begitu acak-acakan menggambarkan betapa frustasi dirinya sekarang.
Hei! Asal kau tahu saja, menjaga si kecil Sarang tidaklah semudah membalik halaman buku dongengmu, Bung!
Masih dengan aktivitas yang dilakukan sebelumnya, Naysa menjawab ringan. “Aku memang bukan seorang pelawak, Chan. Jadi jangan harap aku berniat untuk mengajakmu bercanda sekarang.”
“Argh, sial!” raung Chanyeol kesal yang sontak membuat tangis si kecil pun semakin meledak. “Sshh … diamlah. Dasar bo—”
“CHAN!” seru Naysa cepat lantas meraih Sarang dari gendongan suaminya. “Aku tak segan membunuhmu jika kau kembali berkata kasar di depan Sarang, Park Chanyeol!”
Chanyeol menghembuskan napas kasar. “Oke, maafkan aku tentang hal itu. Aku berjanji tidak akan mengulanginya kembali.”
Alih-alih membalas, mengangkat sebelah alis pun dirasa cukup bagi Chanyeol untuk mendapatkan jawaban dari sang istri. “Wajahmu tak mengatakan hal serupa, Chan.”
Mendengar jawaban sang istri, entah kenapa kedua jari Chanyeol seketika membentuk tanda damai—oh, dan jangan lupakan cetakan wajah yang terkesan imut—namun—palsu di sana. “Sudah cukup?”
“Huh, dasar!” ejek Naysa seraya terkekeh kecil.
Namun seolah tersadar akan sebuah hal yang terlupakan, dengan gerakan tergesa Naysa kembali memberikan Sarang ke gendongan Chanyeol—sebagai tambahan, suara tangis Sarang yang baru mereda beberapa menit yang lalu seketika kembali berkunjung di kedua rungu mereka.
“Aku harus pergi sekarang, Chan. Lima belas menit lagi, keretaku akan segera berangkat.”
“Lalu bagaimana dengan Sarang? Kau benar-benar gila, Nay.”
Ini ungkapan protes yang keenam kalinya, omong-omong.
“Aku percaya kau pasti bisa mengurusnya, Sayang.” Sebuah kecupan selamat tinggal pun melayang di kening Chanyeol tanpa melupakan kehadiran si Sarang di sana. “Ingat! Jangan pernah berkata kasar di depan bayi kita, oke?”
“Aku akan melanggarnya,” gumam Chanyeol sebal, namun ia pun segera meralat kala mendapatkan sebuah lirikan tajam dari gadisnya. Dengan sebuah cengiran di wajah, Chanyeol kembali bersuara. “Aku hanya bercanda, sayang.”
Naysa memutar bola matanya malas. “Aku pergi dulu.”
Dan gadis Han tersebut benar-benar pergi meninggalkan Chanyeol bersama tangis Sarang yang tak kunjung berhenti hingga saat ini.
***
Seperti biasa, siang ini sebuah lingkaran merah lain kembali muncul di kalender setiap harinya. Hingga detik ini, sudah ada sepuluh lingkaran merah yang terdapat di kalender pribadi milik Chanyeol dan kenyataan tersebut menunjukkan jika sepuluh hari sudah Naysa meninggalkan dirinya dan juga Sarang.
“Hari ini tanggal dua puluh tujuh, namun sepertinya Naysa melupakan arti penting dari tanggal ini.”
Chanyeol menghela napasnya kasar seraya menutup penanya, sedangkan si kecil Sarang tengah asyik bermain dengan boneka beruang di tempat tidur. Fokus Chanyeol pun kini beralih pada sang putri sembari mengukir di wajahnya.
“Sayang, ayah rindu dengan ibumu. Apa kau juga merindukannya?”
Bukannya sebuah kalimat jawaban yang terdengar, melainkan sebuah ocehan tidak jelas yang bayi berusia tujuh bulan itu berikan sebagai gantinya. Namun Chanyeol sepertinya tidak peduli dan tetap merasa puas dengan hal yang diberikan oleh putrinya.
Sembari menyentuh hidung si kecil dengan gemas, Chanyeol pun kembali bersuara. “Apa kau lapar, sayang? Jika benar seperti itu, ayo kita tu—”
BRAK!!!
Mendengarnya, sontak membuat Chanyeol menoleh ke arah sumber suara. Pelaku dari semua itu adalah Naysa Han.
TU-TUNGGU!!! NAYSA??!!
Kurva di wajah Chanyeol semakin mengembang kala mendapati sosok itu berdiri di depan pintu kamarnya. “Nay—”
Baru saja pemuda itu berniat untuk menyapa istrinya, sebuah pukulan keras pun bersarang di dada bidangnya.
“KAU JAHAT, CHAN! KAU BENAR-BENAR JAHAT!” raung Naysa kencang.
Chanyeol menautkan alis bingung. Memang apa yang ia lakukan sehingga istrinya mengatakan dirinya jahat?
“Tunggu,” cegah Chanyeol menghentikan aktivitas sang istri sejenak. “Ada apa ini? Kenapa kau mengatakan aku jahat? Katakan apa salahku, sayang.”
Di sela tangisnya, Naysa berujar. “Jangan berpura-pura bodoh kau, Park Chanyeol! Kau pikir aku tidak mengerti selama ini kau tengah berselingkuh dengan Alexa di belakangku?”
“APA?!”
Seketika benak Chanyeol terasa kosong. Ada apa ini? Demi Tuhan, sejak kapan pikiran kotor itu muncul di kepalanya?
“Nay, aku sungguh tidak mengerti dengan apa yang kau ucapkan? Dan demi Tuhan, aku tidak pernah selingkuh dengan Alexa di—”
“KAU BRENGSEK, CHAN!” potong Naysa marah dan melangkah keluar dari kamar.
“Nay! Tunggu!”
Sempat terlintas di benak akan keputusan untuk mengejar langkah sang istri, namun entah kenapa ia malah memilih opsi kedua—menelepon Alexa dan meminta penjelasannya.
“Halo,” sapa Alexa riang seperti biasa.
Tidak seperti biasanya, Chanyeol membalas adik kelasnya sewaktu sekolah menengah dulu dengan nada ketus.
“Hei, apa yang terjadi dengan Naysa?! Kenapa dia bisa berpikiran jika aku berselingkuh denganmu di belakangnya. Toh jika itu benar-benar terjadi, mungkin aku sudah mati di tangan Sehun—”
“Astaga, haruskah aku mengatakan semuanya sekarang?” gumam Alexa tak lupa dengan helaan napas panjang di akhir ucapannya.
Chanyeol lantas mengerutkan dahinya bingung. “Apa maksudmu? Sebenarnya ada apa ini?”
Terjadi keheningan sesaat sebelum akhirnya suara Alexa kembali mengalun di rungu Chanyeol.
“Coba kau bicara dengan Naysa sekarang, kupikir dia sedang menyiapkan sesuatu untukmu di dapur sekarang.” Kerutan di dahi Chanyeol semakin dalam saat ini. “Dan selamat ulang tahun untukmu, omong-omong.”
Dan sambungan telepon pun terputus. SEBENARNYA APA YANG SEDANG TERJADI SEKARANG?
“Coba kutebak. Dari raut wajah yang kau tampilkan saat ini, kuyakin Alexa sudah memberitahu semuanya padamu.”
Suara Naysa bertamu di rungu Chanyeol dan sebagai informasi, sudah ada kue tart dengan lilin yang menari di tangannya. Bersama senyum manisnya, Naysa merajut langkahnya menghampiri suami kesayangannya.
“Selamat ulang tahun, Park Chanyeol—ayah Sarang paling bodoh. Semoga panjang umur dan semoga Tuhan selalu memberkatimu, Sayang.”
Dengan perasaan yang begitu bahagia, Chanyeol merengkuh tubuh istrinya. Tanpa ia sadari sebuah kristal bening mengalir bebas di pipinya.
“Terima kasih untuk semuanya, Nay. Aku mencintaimu.”
“Aku juga. Eh? Kau menangis, Chan? Cih … dasar cengeng!”
“Aku terharu, Bodoh!”
“Hei … kau melanggarnya, Chan!”
Chanyeol tertawa kecil, “Sarang sedang tidur, jadi tidak masalah.”
“Dasar Yoda bodoh!” ejek Naysa sembari mengoles krim kue di pipi Chanyeol dan segera mengambil langkah seribu menjauhi suaminya.
Terkejut, Chanyeol pun mengejar gadisnya. “HEI! KEMARI KAU, NYONYA PARK! MANA HADIAHKU, HUH?!”

— FIN —

Bebe’s Notes:
Happy (late) birthday, Park Yoda yuhuuuuuuu …
Buat para readers, jangan kaget ya kalo OC-ku sama kaya Kak Gecee karena kita berbagi OC bersama ^-^
Thanks udah baca🙂

Warm Regards,
—BaekMinJi93

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s