[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] Begin – begin1997

myhome

 

[CHANYEOLs BIRTHDAY PROJECT] Begin begin1997
Chanyeol & OC || Romance, angst, sad || PG-13

30 Oktober 2016

Kau mau kopi, Yeol?

Kau lekas mengangkat kepalamu. Sudut bibirmu bergerak, tunjukkan padanya kurvamu yang berhasil membuat jutaan wanita di luar sana tersungkur memujamu. Tapi dia tidak. Hanya balas tersenyum, kemudian mengangsurkan kopi dingin di tangan kanannya kepada genggamanmu. Dan sekon itu, satu hal kau sadari

bahwa kau mulai menyukai senyumnya saat itu.

1 November 2016

Yeol, mau kuantar pulang?

Udara sangat dingin dan tanpa kausadari, dia memerhatikanmu, satu sekon setelah mengakhiri sumpah serapahmu pada Baekhyun yang mengambil mobilmu dan berujung kau harus menunggu hujan reda. Tapi kau sadar, Tuhan sangat baik padamu karena gadis itu di sana, menawarkan tumpangan dan mendatangimu setelah sumpahmu selesai.

Mobilnya tidak begitu besar, hanya mobil kecil berwarna merah, tak seperti mobil hitammu yang mewah. Tapi kau tidak mengerti, canda dan tawanya bahkan sudah cukup membuat mobil itu terasa mewah untukmu. Terasa mahal, bahkan lebih mahal dari deretan mobil sport yang berjejer rapi di garasimu.

Hari itu, kau menyadari bahwa kau mulai menyukai selera mobilnya.

2 November 2016

Apa sesulit itu berakting dengan gadis itu, huh?

Untuk hal ini, kau terpaksa membawa-bawa pekerjaanmu. Hari ini, kau seorang aktor laki-laki yang mengecewakan sutradaranya. Seorang aktor yang melihat tatapan tajam dan seorang sutradara yang menggembungkan pipinya kesal karena aktingmu yang tak menyatu dengan lawan mainmu. Tapi melihat betapa kesalnya gadis itu hari ini, kau malah senang.

Saat itu, kau menyadari bahwa kau mulai menyukai caranya marah padamu.

3 November 2016, kau menyadari bahwa kau mulai menyukai caranya memilih warna pakaian. Ia mengajakmu pergi ke butik terkenal untuk mencarikanmu kemeja, dan kau menemukan ia memilih warna yang sempurna. Hitam dengan garis vertikal abu-abu.

4 November 2016, kau mulai menyukai caranya makan.

5 November 2016, kau mulai mencari media sosialnya.

6 November 2016, kau menyadari bahwa kau mulai menanyakan semua hal-hal favoritnya, entah itu warna, makanan, barang, hingga aktor favorit kepada sahabatnya, Jeon Jungkook, dan tentu saja, Jungkook mengejekmu habis-habisan.

7 November, kau mulai mengajaknya jalan-jalan. Ke mal, ke restoran kesukaannya, menonton film yang ia ingin tonton, mengakhirinya di taman dengan sampai jumpa besok yang enggan terucap oleh bibirmu.

8 November, 9 November

Dan tepat 11 November, kau menemukan bahwa gadis itu, akan membuatmu memulai, memulai, memulai dan memulai setiap harinya. Kau menemukan bahwa gadis itu mengubahmu setiap harinya. Kau menemukan, bahwa gadis itu berhasil mempercepat debar jantungmu dengan langkahnya, mencoret-coret daftar favoritmu dengan nama-nama dan barang favoritnya, merajai mimpimu dan seluruh hal-hal yang kaupikirkan setiap kau bangun pagi dan hampir terlelap setiap malamnya. Kau menemukan bahwa

kau menyukainya, sangat menyukainya. Kau jatuh cinta padanya. Kau mengakui hal itu tepat 12 November 2016 kepada gadis itu. Di lokasi shooting, dengan berpura-pura lupa dialog dan kau menyebutkannya dengan begitu lancar walau kau tahu jantungmu merosot hingga dasar perutmu saat kau menyelesaikan kalimat tersebut.

KAU PIKIR KAU TAHU PERASAANKU? Asal kau tahu, akubegitu menyukaimu. Aku menyukaimu. Aku mencintaimu. AKU JATUH CINTA PADAMU, SUTRADARA!

Hanya satu sekon, semuanya saling berpandangan sementara kau menemukan gadis itu menatapmu termangu. Obsidiannya beradu dengan netramu, sementara kau hanya berjalan gugup sambil mengambil sebuket mawar yang kautitipkan di balik punggung Jungkook.

“Will you be my girlfriend?

Dan hari itu, tak ada yang lebih membahagiakan selain sepatah ya darinya, yang kaudapat dengan cuma-cuma sore itu.

Hari itu, kau mulai menjadi miliknya, dan dia menjadi milikmu. Dan hari itu, kau mulai melupakan hari-hari selanjutnya karena kau sadar, ia akan terus membuatmu memulai, memulai, dan memulai setiap harinya.

Hingga hari itu datang.

30 November 2016

Hei, apa kau sudah makan?

Tatapannya dingin. Sedingin salju yang mulai turun hari itu. Kau hanya menatap matanya, sementara ia menolak untuk bertatapan denganmu. Menolak untuk bermain tebak-tebakan, kau menangkup pipinya. Arahkan atensinya hanya untukmu, seorang.

Ada apa denganmu?

Sekon-sekon berlalu, dan ia masih termangu. Perlahan, kau menyadari titik-titik sedih itu mulai mengaburkan matanya, hilangkan bayangmu dari angannya. Tangan kananmu mulai meraih dua berlian pada wajahnya itu, tapi ia menepisnya. Menolakmu.

Mungkin, kita harus berhenti di sini, Chanyeol. Aku membencimu, aku benar-benar membencimu. Aku tidak ingin bertemu lagi denganmu!

Sejenak, kau terdiam dan kau merasa oksigen mulai menipis. Melihat gadis itu menangis, membalikkan badannya dan pergi untuk waktu yang mungkin tak akan ada akhirnya, kau menyadari bahwa

kau perlu memulai lagi. Kau perlu mengulang segalanya lagi. Kau perlu mulai untuk melupakannya, membunuhnya dari ingatanmu. Melenyapkannya dari daftar hari-harimu. Kau, perlu meyakinkan dirimu bahwa kau bisa memulai segalanya, tanpa gadis itu. Tapi

Segalanya nihil. Kau menemukan dirimu tersuruk-suruk menjalani hari-hari hingga tahun baru hampir tiba. Wajahmu semakin kusam, kau semakin kurus dan manajermu mendapati sutradara tak lagi menaruh minat padamu. Agensi menyalahkannya yang seolah tak mengurusmu, walau kenyataannya

Kau yang kehilangan dirimu sendiri. Kepergiannya, membawa utuh dirimu yang dulu. Kepergiannya merenggut senyummu, kepergiannya merebut dirimu. Kepergiannya, menyisakan kau dan seluruh kekuranganmu. Dan mungkin, kau tak mengetahui kapan ini semua akan berakhir, hingga

Yeol, kau tidak bisa terus seperti ini. Apa kautahu mengapa dia membencimu, huh? Apa kaupikir tanpa mengetahui penyebabnya dan menunggunya setiap hari, dia akan kembali?

pertanyaan Junmyeon hyung membuatmu sadar dan bangkit kembali.

Kau tahu, dia tidak membencimu. Dia diminta ketua agensi memutuskanmu karena penggemarmu mulai menjerit tidak setuju, Yeol. Ketahuilah, dia melakukan segalanya untukmu. Dan apa yang kaulakukan sekarang?

__

Satu tahun berlalu. Kau menemukan dirimu di sini, sekarang. Dengan keadaan yang berbeda, kau mulai sanggup memapah ikhlas dan merelakan dirinya. Pergi, walau kau masih mengharapkan ia kembali, tapi kau mulai sadar bahwa apa yang kauinginkan tak akan selalu terjadi.

TERIMA KASIH, SARANGHAEYO!

Satu sekon setelah kau berteriak keras, musik merajai stadion ini, berperang dengan jeritan penggemar-penggemarmu yang tak mau kalah. Kau tersenyum kecil, berharap ada setitik keajaibanbahwa gadis itu ada di sana walau itu hanya mimpimu saja. Kau menunduk pelan, berjalan ke belakang panggung, luapkan sedihmu tanpa siapapun tahu, tapi

Kau mau kopi, Yeol?

Suara itu tak asing, kau sadar itu. Kau lekas mengangkat kepalamu, menemukan seseorang yang sejak dulu menjadi alasanmu untuk terus menunggu. Detik selanjutnya, kau melihat ponselmu, memastikan tanggal berapa hari ini. Sedetik kemudian, kau tersenyum lebar.

Tiga puluh Oktober dua ribu tujuh belas. Aku harus mulai apa hari ini, Nona Sutradara?

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s