[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] Ambrosia – RHYK

cymera_20161129_192933

–Ambrosia–

RHYK

Park Chan Yeol and Jo Hee

Fluff-Comedy-Romance

Ficlet

Teen

*All right reserved*

“HEI!JADI KAU TAK TAU AMBROSIA!?”

===

Langit gelap membuat orang seperti Chan Yeol enggan keluar rumah, bagaimana tidak? cuaca begini mendukungnya untuk tetap tinggal dirumahnya yang hangat dibawah selimut bersama Jo Hee, istrinya. Tapi, bukan berarti ia dalam keadaan itu sekarang. Justru, ia sedang asik mengganti channel tv sembari memakan sereal sebagai sarapan, karena Jo Hee masih terlelap.

Ia melirik meja dapur, ada beberapa makanan yang rencananya untuk persembahan hari peringatan ayah Jo Hee yang sudah tiada 3 tahun silam.

“Pagi Chan, kau sudah bangun?–‘ sapa seorang gadis dengan matanya yang sayu,

“Pagi Nona, hari yang terlambat untuk pergi Jogging bukan?” ujar Chan Yeol menggoda Jo Hee diakhir kalimat,gadis itu hanya menyengir kecil dan menyingkap rambutnya ia sesekali menguap dan segera melangkahkan kakinya ke dapur, mengambil botol air dan meneguknya seperti orang kehausan.

Chan Yeol menggeleng dan mendecak kecil, meski pemandangan itu sudah biasa dimatanya. “Kau seperti unta dari gurun pasir, bahkan unta tak akan rakus meminum air seperti itu..”

Jo Hee mendesis sebal seraya mengusap area mulutnya yang basah karena air.Sudah sering Chan Yeol menyindirnya begitu bahkan lebih kejam lagi, namun Jo Hee tipikal orang yang hanya mendengarkan lalu melewatkannya begitu saja tanpa dicerna.

“Aku lebih buruk dari Unta, jika dipikir siapa yang memohon padaku agar menikahiku dengan segera? bilang saja, kau takut aku diambil orang lain ‘kan?”

“Hei itu–‘ Jo Hee mengangkat telunjuknya sambil menggeleng. “Aha, tidak-tidak Chan. Waktu debat habis dan tutup mulut sekarang–“

Begitu Jo Hee bicara seperti itu, Chan Yeol terbungkam dan kembali melanjutkan aktivitasnya, menikmati sereal dan menonton tayang ulang pertandingan baseball yang tak sempat ia saksikan tempo hari karena ia harus lembur di kantor.

Jo Hee melirik makanan yang ada diatas meja, sarapan sereal bukan kebiasaan dirinya yang adiksi dengan nasi, memang Jo Hee bergaya timur sedangkan Chan Yeol bergaya barat.

Jo Hee mengambil salah satu hidangan dan memakannya dengan lahap.Chan Yeol melirik Jo Hee yang sedang asik makan sendiri, dan pikiran Chan Yeol mendadak muncul ide cermelang untuk mengusili istrinya.

Apalagi, Jo Hee sedang mengandung anak pertama mereka bagaimana jadinya jika hal -hal aneh terjadi karena Jo Hee dan dirinya ceroboh. Bisa jadi bulan-bulanan Joon Myeon nanti jika sang adik punya bayinya tak normal.

Karena, menurut mitos orang mengandung tak boleh melakukan sembarang hal.

Lelaki itu mendadak bangun yang membuat Jo Hee tersentak kaget namun masih melanjutkan mengunyah makanannya dengan lancar. Ia menatap Chan Yeol datar, tapi daripada Chan Yeol yang ia lihat Jo Hee fokus pada hidangan yang ia idamkan pagi ini.

“Jo Hee!itu ‘kan hidangan sisa persembahan pemakaman bibinya Jong In.Kenapa kau makan?!?” ujar Chan Yeol dengan mata melotot. Ia masih berdiri ditempatnya, sementara Jo Hee tertegun namun mulutnya sudah diam dan giginya tak sibuk memapak makanan lagi.

Ia segera memuntahkan makanan yang tersisa dimulutnya diwastafel dapur.

Lalu, Jo Hee kumur-kumur dengan air yang mengalir dari keran. Chan Yeol hanya memerhatikan dari kejauhan dengan mulut tertahan untuk memecahkan tawanya yang bisa memenuhi ruangan.

“Kau tak bilang dari tadi!” gerutu Jo Hee dan mengelap mulutnya dengan tisu, ia mengernyitkan dahi dan nalarnya langsung jalan.

Oh, sial! ia terkena jebakan Chan Yeol lagi.

“Apa kau ingin tertawa?!”

Tak dapat menahan lagi, Chan Yeol tertawa terpingkal-pingkal hingga membuat perutnya terasa dikoyak hingga sakit.

Jo Hee kesal dan memutar matanya sambil berkacak pinggang.

“Sialan kau!!Kau kurang ajar sekali pada istrimu yang sedang hamil!” Jo Hee murka dan segera melempar Chan Yeol dengan kardus sereal kosong dan tepat kena sasaran, kemudian ia menghampiri lelaki itu dan..

Bruk!! Gadis itu terpeleset dan jatuh

“Jo Hee!!”

===

Berkat keusilannya sendiri, kini Chan Yeol harus susah payah untuk bolak-balik Seoul -Daegu karena istrinya tak mau pulang ke rumah akibat kejadian tempo hari atau singkatnya Jo Hee ‘ngambek’ pada sang suami.

“Jo Hee masih tak mau diajak pulang juga ke Seoul?-‘ tanya seorang nenek ketika Chan Yeol melewati depan rumah beliau. Yang ditanya cuman menyengir kecil seraya mengangguk sementara tangannya sibuk mengupas kulit jeruk dan memakannya. “Anda mau, nek?” tawar Chan Yeol yang disambut jawaban ‘Tidak’ dari sang nenek.

Begitu Chan Yeol tiba, Jo Hee tak ada di kamarnya sementara ia dapat info dari bibinya Jo Hee bahwa gadis itu sedang pergi ke sungai sebentar. Bosan menunggu, Chan Yeol pergi ke dapur dan kebetulan sekali sesuai harapannya dengan perut kosong yang sudah demo minta diisi tanpa permisi lagi ia mencicipi satu-satu lauk-pauk dan tak tanggung -tanggung ia mengambil semangkuk nasi.

Begitu Jo Hee datang ke dapur,ia tak kaget lagi sang suami sudah ada disana dengan wajah bodohnya karena kekenyangan. “Sudah kenyang, Tuan?” tanya Jo Hee dengan tangan bersedekap. “Sudah,bisa kita pulang ke Seoul?Maafkan aku..”

“Yah,tak ada yang terjadi hal gawat pada kandunganku untungnya. Kau makan semua hidangan yang ada di meja ini?-‘ Chan Yeol mengangguk tanpa dosa bahkan ia bersendawa yang membuat Jo Hee melebarkan matanya.

“HEI!Itu ambrosia, ya ampun Park kau bodoh atau apa sih?-‘ barulah Jo Hee menaikkan satu tingkat nada bicaranya.

Chan Yeol mensungutkan bibir dengan dahi yang berkerut. “Ambrosia apa sih?”Chan bertanya balik.

“HEI!KAU JADI TAK TAU AMBROSIA!?”

Chan Yeol menggeleng sementara Jo Hee menghela nafasnya sambil tertawa. “Itu untuk sembah-sembahan memohon keberkahan pada dewa.”

Chan Yeol melotot dan berkumur sebanyak mungkin, air mukanya sangat panik bagaimana tidak? ia sudah memakan makanan milik dewa, tamatlah dia.

“Kau tak sedang membalas dendam padaku bukan Jo Hee?” terka Chan Yeol. “Aku berkata sungguhan, dan dewa akan murka padamu.” ujar Jo Hee lalu meninggalkan Chan Yeol, tanpa tahu gadis itu terkikik pelan. Puas rasanya melihat Chan Yeol seperti itu.

“Ah, sial!!” rutuk Chan yeol mengacak rambutnya frustasi.

-END-

 

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s