[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] Warm November – Yomollayo

1480465443165

Chanyeol & Sani (OC) || Family || G


Author POV

27 November 2044, 00:30

Seorang namja dewasa berdiri di depan pintu masuk tempat tinggalnya, lalu menekan beberapa kombinasi angka.
Pip~ Pip~
Mendengar bunyi tersebut, namja ini segera membuka pintu rumahnya.

*****

27 November 2032, 00:45

“YEOBO!!!!” teriak seorang yeoja begitu melihat suaminya yang berdiri di depan pintu.

“APPA!!!” teriak seorang yeoja mungil yang juga kaget seperti eommanya.

“Wae? Kenapa kalian berteriak? Yeobo, kenapa kau memegang handycam? Hah?” Namja yang baru saja masuk rumahnya ini cukup bingung. Dia melirik, ada huruf besar di dinding rumahnya yang terbuat dari kertas bertuliskan ‘Selamat Ulang Tahun Appa dan Sani.’

“Ah kalian gagal memberikanku kejutan.” Namja ini memamerkan senyum kuda kepada istri dan anaknya.

“Ya! Neo! Kenapa kau tiba-tiba datang? YA! Sudah ku bilang kan untuk menghubungiku jika kau sudah tiba di parkiran? Kenapa masuk begitu saja!?” sang istri kesal sambil menunjuk suaminya yang masih terkekeh.

“Mianhae yeobo. Aku lupa hahaha. Tadi banyak sekali pekerjaan di kantor.” Namja bertubuh tinggi ini segera berjalan menuju istrinya lalu memberika sebuah backhug kepada yeoja yang tinggi badannya jauh dibawahnya.

“Aish Park Chanyeol! Lepaskan, Sani melihat kita.”
Namja ini tersenyum kecil mendengar ucapan istrinya. Dia tahu betul kelemahan yeoja itu jika sedang marah. Puas memeluk istrinya, namja ini mendekati putrinya.

“Sani-ah, maafkan appa sudah mengacaukan kejutan yang ingin Sani dan eomma berikan.” Chanyeol mengacak-acak gemas rambut putrinya.

“Ah appa! Aku kesal.” gadis kecil ini memanyunkan bibirnya sebal.

“Hahahaha. Neomu kyeowo.” Chanyeol mencubit gemas kedua pipi putrinya. Kemarahan gadis yang hari ini genap berusia 10 tahun itu terlihat seperti aegyo bagi Chanyeol.

“Ah appa….”

“Sudahlah. Ayo kita tiup lilin dan potong kue bersama.”
Chanyeol tersenyum melihat istrinya berjalan kearahnya dan putrinya sambil memegang sebuah kue yang sudah bertaburan lilin-lilin kecil.

“Saengil chukha hamnida. saengil chukha hamnida. Saranghaneun uri Appa uri Sani. Saengil chukha hamnida.”

Chanyeol dan putrinya memejamkan kedua matanya untuk membuat permohonan kemudian bersamaan meniup lilin yang berada di atas kue coklat yang sedang dipegang istrinya.

“Apa harapan Eomma untuk Appa?” Sani segera mengambil alih handycam yang dipegang oleh appa-nya lalu mengarahkannya kepada kedua orang tuanya.

“Ne?”

“Eomma, pegang tangan Appa lalu ucapkan.” pinta Sani.

“Aish Sani-ah!” istri Chanyeol terlihat malu dan terpaksa, tetapi berjalan mendekati suaminya.

Chanyeol terkejut lalu terkekeh kecil. Kedua tangan lembut istrinya memegang kedua tangan namja bertubuh tinggi ini. Mata mereka bertemu.

“Yeobo, saenggil chukahae. Aku harap kau selalu sehat dan semakin bijaksana. Aku selalu berharap untuk bisa merayakan hari ulang tahun mu dan Sani sampai seterusnya. Saranghae.”

Chanyeol tersenyum kecil. Tanpa aba-aba namja ini memberikan kecupan singkat di bibir istrinya lalu memeluknya. “Gomawo, nado saranghae…”

Kedua pasangan ini terkekeh singkat.

“Nah sekarang saatnya eomma memberikan ucapan untuk Sani.” Chanyeol mendekati putrinya, mengambil handycam lalu menyuruh anak itu untuk mendekati eommanya.
Sani datang ke pelukan eommanya, kali ini kedua yeoja itu memilih untuk duduk disebuah sofa empuk.

“Sani-ah! Saenggil chukahae. Ah tidak terasa ternyata uri adeul sudah berusia sepuluh tahun. Sudah sepuluh tahun juga Appa dan Eomma bersama Sani.”
Chanyeol tersenyum kecil, sedikit memori saat Sani lahir terngiang di kepalanya.

“Eomma harap Sani selalu jadi anak yang baik, bahagia dan selalu menyayangi Appa dan Eomma. Jika Sani mendapat kesulitan di tahun ini, ingatlah jika Appa dan Eomma selalu ada untuk Sani. Saranghae.”

“Eomma saranghae.” Sani mencium lalu memeluk hangat eommanya.
Chanyeol tersenyum bahagia, perasaannya benar-benar hangat saat ini, baginya istri dan putri nya adalah hadiah terindah dalam hidupnya. Namja ini meletakkan handycam dimana dapat merekam mereka semua setelah itu berjalan menuju istri dan putrinya.

“Sani-ah! Saenggil Chukahae. Appa juga berharap seperti apa yang sudah dikatakan eomma. Saranghae.” Chanyeol mencium dan memeluk hangat putrinya.

“Saenggil chukahamnida appa. Saranghae.” balas Sani.
Chanyeol tersenyum kecil lalu memeluk istri dan putrinya secara bersamaan.

“Sani-ah apa yang kau inginkan untuk hadiah ulang tahun?” tanya Chanyeol.

“Boneka? Barbie? Ah aku sudah punya. Anak anjing? Ah disini tidak boleh memelihara hewan. Hmmm.”

“Bagaimana kalau adik? Sani ingin memiliki adik?”

“YA! Park Chanyeol! MWOYA?”

Chanyeol terkekeh melihat wajah istrinya yang memerah.

“Appa dan Eomma bisa memberikanku adik?”

“Sani-ah yang memberikan adik itu Tuhan bukan appa dan eomma. Arraseo?” Sani mengangguk paham.

“Tapi appa dan eomma bisa mengusahakannya.” goda Chanyeol.

“Aish Park Chanyeol!”

*****

27 November 2044, 01:00

“Ahahahaha dulu Sani polos sekali.” Chanyeol melirik putrinya yang duduk disebelahnya.

“Ah appa!” Sani terkekeh malu.

“Hmmm sudah berkali-kali selama sepuluh tahun ini aku menontonnya tapi tetap sajabulu tubuhku merinding.” Sani menunjukkan tangannya.

“Mungkin karena kau sangat rindu dengan eomma.”

“Ne…” Sani mengangguk. Air mata sedikit mengalir dari kedua matanya. Memori sepuluh tahun lalu, tepatnya satu bulan setelah hari ulang tahunnya dan appa-nya terjadi kecelakaan transportasi publik yang merenggut nyawa ibunya.
Chanyeol memeluk putrinya. “Gwenchana appa.” balas Sani cepat.

“Appa…”

“Wae?”

“Appa tidak merasa kesepian? Kenapa appa tidak menikah lagi?” tanya Sani. Sebenarnya dia sudah sering memikirkan ini tetapi tidak pernah berani untuk bertanya.
Chanyeol tersenyum kecil.

“Kesepian? Wae? Bukan hanya kau yang memiliki pacar, Appa juga memilikinya dan berkencan.”

“EOH? APPA? Jinjayo? Nuguseyo?” Sani membelalakkan mata besarnya, wajahnya persis seperti wajah kaget Chanyeol.

“Neo! Sani-ah!” Chanyeol tertawa.

“Ne? Kenapa aku appa?”

“Kau lupa? Kau yang selalu mengatakan setiap hari ayah, hari ibu, chuseok, natal, tahun baru, hari ulang tahun appa dan kau, ulang tahun eomma, hari perayaan pernikahan appa eomma dan hari peringatan kematian eomma adalah hari untuk kau dan appa berkencan.” kekeh Chanyeol.

Sani terkejut sekaligus terkekeh kecil.

“Tenanglah, Appa tidak pernah kesepian karena Sani selalu ada untuk appa. Walaupun wajahmu mirip sekali denganku tetapi tingkah laku dan sikap mu benar-benar seperti eomma-mu. Hahaha.”

Sani tersenyum kecil lalu kembali memeluk appa-nya. Rasanya benar-benar hangat.

“Cepat masuk kamar dan tidur. Pagi ini kau harus kuliah kan?”

“Ne. Appa juga selamat istirahat. Jangan lupa kencan kita hari ini jam 19.00 di restoran favorit kita.”

“Arraseo!”

END

2 thoughts on “[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] Warm November – Yomollayo

  1. thor buat sequel nya dong >< penasaran sama kencan Chanyeol sama anak perempuannya hihihi
    btw posternya cocok banget hahaha
    Fighting ^^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s