[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] I’M SORRY – SongEunji2481

1480464629271.jpg
Chanyeol & jiyun || romance, angst || G

Chanyeol menarik napas dalam saat dirasa detak jantungnya mulai tak terkendali. Sebentar lagi, acara yang sangat sakral baginya akan dimulai. Acara dimana ia akan mengikat seseorang dan mengecapnya sebagai miliknya seutuhnya. Acara dimana ia akan menjadikan orang yang ia cintai sebagai istrinya setelah lima belas tahun mengenalnya. Ia merasa gugup karena ia tak menyangka hari ini akan terjadi juga. Berada di altar seperti ini, membuat kakinya lemas, tetapi tentu saja ia tidak akan mengacaukan acara yang telah ia susun dengan rapinya sejak beberapa tahun lalu.

Saat tiba-tiba pintu gereja yang begitu besar nan megah terbuka, pandangan Chanyeol terpana pada sesosok wanita yang sedang berdiri berdampingan dengan sang ayah. Bukan hanya Chanyeol yang terpesona dengan penampilan wanita di seberang sana, melainkan semua orang yang ada di dalam ruangan itu menatapnya dengan penuh kekaguman.

Chanyeol tak bisa berkedip seolah wanita itu akan hilang jika ia berkedip. Degup jantungnya semakin cepat menjelang detik-detik pengesahan dimulai. Saat wanita itu berada di hadapannya, Chanyeol menunjukkan senyum terbaiknya pada sang pujaan hati, saking manisnya senyum yang ia pancarkan, sampai memancing sang wanita juga ikut tersenyum kepadanya. Ia terus menatap wanita itu di balik kain tipis yang menutupi wajahnya. Sang ayah, mengulurkan tangan putrinya untuk digenggam oleh Chanyeol. Chanyeolpun menerimanya dengan senang hati.

“mulai saat ini, putriku bukanlah tanggung jawabku lagi, maka dari itu, jagalah istrimu dengan baik”. Ucap sang ayah. Lalu, Chanyeol menuntun wanitanya untuk berjalan berdampingan ke hadapan pendeta.

“Park Chanyeol, bersediakah kau menerima Lee Jiyun sebagai istrimu dan tetap mencintainya dalam suka maupun duka sampai maut memisahkan kalian?”

“ya, saya bersedia”. Ucap Chanyeol tanpa ada keraguan sedikitpun. Tanpa sadar, Jiyun meneteskan air mata haru saat mendengan ucapan Chanyeol.

“Lee Jiyun, bersediakah kau menerima Park Chanyeol sebagai suamimu dan tetap mencintainya dalam suka maupun duka sampai maut memisahkan kalian?”

“ya, saya bersedia”. Kini, ucapan Jiyun membuat Chanyeol menoleh kearahnya.

“baiklah, hari ini, detik ini, saya nyatakan kalian sebagai suami istri”.

‘BRAAK’

Suara pintu yang dibanting sangat keras bergema di seluruh penjuru ruangan gereja. Muncul seorang wanita dengan penampilan serba hitam yang dibalut dengan cloak berwarna merah yang membuatnya terlihat seperti pemeran antagonis di film-film. Di tangan kanannya terdapat sebuah pistol. Pistol itu ia arahkan ke pada Jiyun. semua orang kaget dengan apa yang dilakukan oleh wanita itu. pihak keamanan yang mendekat tak bisa berbuat apa-apa karena wanita itu mengancam akan mebunuh siapa saja yang berani menghalanginya. Chanyeol yang sedang berada di samping Jiyun kini beranjak ke depan menyembunyikan Jiyun di belakangnya. Jiyun yang tak tahu harus berbuat apa, hanya bisa menangis ketakutan di alam perlindungan suaminya.

“jangan halangi aku untuk membunuh wanita jalang itu!”. ucap wanita itu pada Chanyeol.

“tak akan kubiarkan kau menyentuh istriku apalagi melukainya!”. Balas Chanyeol.

“ya! Chanyeol-ah, asalkan kau tahu, jika saja wanita jalang itu tidak ada disini, seharusnya akulah yang menjadi istrimu saat ini.”. ucap wanita itu dengan penuh keyakinan.

“jangan berbicara omong kosong! Dan berhentilah menjelek-jelekkan istriku! Keamanan! Cepat usir wanita ini!”.

“baiklah jika itu maumu.”. wanita itu mengambil ancang-ancang sembari menarik pelatuk pistolnya secara perlahan.

‘DOOR’

Peluru yang ditembakkan wanita itu berhasil menembus dada Chanyeol. Darah Chanyeol mengalir deras di dadanya. Tuxedo putih yang Chanyeol gunakan kini dipenuhi dengan bercak darah. Jiyun menekan dada Chanyeol agar darah yang dikeluarkan tidak terlalu banyak, namun itu sia-sia saja, semakin lama Chanyeol semakin melemas karena kekurangan darah. Jiyun tak henti-hentinya mengeluarkan air mata melihat keadaan Chanyeol, mereka berdua menghiraukan sumpah serapah yang tanpa henti dikeluarkan wanita itu. kini, pihak keamanan langsung memegangi wanita itu serta menyita senjata api yang dibawanya tanpa menghiraukan ancaman yang diberika gadis itu.

“Chanyeol-ah… hiks… jangan tinggalkan aku… hiks…”. Jiyun menangis tersedu-sedu memandangi tubuh suaminya yang tak berdaya di lantai altar.

“jangan menangis, jika kau menangis aku akan sedih”. Perlahan, Chanyeol mengulurkan tangannya untuk menghapus air mata yang tidak henti-hentinya mengalir dari mata indah Jiyun. Jiyun berusaha untuk tidak menangis tapi tidak bisa, ia trus mengeluarkan air matanya sekuat apapun ia menahannya.

“Ji.. Jiyun-ah.. a.. apapun yang kau.. lakukan.. ja.. jangan pernah bersedih.. aku akan selalu ada.. aku akan selalu ada di.. dimanapun kau berada.. disampingmu.. aku.. akan selalu mengawasimu..”. ucap Chanyeol terputus-putus. Sedangkan Jiyun tetap menangis.

“aku minta maaf.. maaf karena.. tidak bisa menjaga.. janjiku.. maaf.. karena aku.. membuatmu sedih.. maaf karena.. membuatmu.. mencintaiku..”. entah kenapa tubuh Chanyeol mulai terasa melemas di pangkuan Jiyun, suhu tubuhnya menurun, napasnya tersedak-sedak. Hal itu membuat Jiyun semakin ketakutan.

“aku mencintaimu.. Lee Jiyun…”. ucapan terakhir Chanyeol sebelum menghembuskan napas terakhirnya.

~THE END~

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s