[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] Milk Delivery – renovash

1480398073568

Cast : – Park Chanyeol
– Kim Ji Hwa
Genre : Romance , sad
Rating : PG

===========

Pagi itu, Chanyeol menata kotak susu kecil ke keranjang sepeda motornya. Dia segera menaikinya dan meletakkan setiap susu pesanan di tempat yang disediakan.

Hingga, sampailah dia di rumah besar dekat kota.

Ting.. Ting..

“Annyeong-hasimnikka,” sapa Chanyeol.

“Ah, annyoung-haseyo. Apa kau membawa dua pesananku?” tanay seorang nenek.

“Ne, eommoni. Ini,” kata Chanyeol sambil menyodorkan 2 kotak susu.

Drap.. Drap..
“Ya, eommoni, dim- Ah, kau yang membawanya.” ujar yeoja itu dengan wajah jutek mengulurkan tangannya.

Chanyeol terkagum dengan kecantikan yeoja itu.

“Ya! Kukatakan berikan susunya.” ucap yeoja itu.

“Sst! Kim Ji Hwa, jangan terlalu keras!” kata nenek itu mencubit pelan pinggang yeoja bernama Ji Hwa itu.

“Ini, semoga kalian menikmatinya.” kata Chanyeol memberikan susu tersebut.

Ji Hwa mengambil susu itu sambil memerhatikan Chanyeol. Sejenak, ia bisa tertarik dengan Chanyeol.

= = = =

Chanyeol berjalan menuju taman. Ia duduk di sebuah bangku dengan novel dan meneguk sekotak susu. Entah kenapa ia berhobi membaca novel.

“Dia pergi begitu saja, meninggalkanku yang mencintainya.” ucap Chanyeol membaca tulisan di novel itu.

“END. Ck, omo.” Chanyeol meluruskan pandangannya lalu seseorang duduk di sampingnya dengan jarak agak jauh.

Chanyeol menoleh. Ia merasa mengenali yeoja itu. Matanya membulat lebar. Itu… Kim Ji Hwa.

“Kim Ji Hwa?”
Ia menoleh.

“Annyeong-haseyo, apa kau namja pengantar susu itu?” tanyanya.

“Ne,”

“Kau tau namaku?”

“Tentu, bukannya tadi nenekmu menyebut namamu?” tanya Chanyeol.

“Ah geurae, siapa namamu?” tanya Ji Hwa.

“Park Chanyeol imnida,”

Mereka mengobrol kecil di taman ditemani kicau burung. Mereka membicarakan beberapa hal yang membuat mereka tertawa.

-Chanyeol POV-

Omona, dia cantik sekali. Apakah aku yang terberuntung bertemu yeoja ramah sepertinya? Aku memiliki hak untuk menyukainya, bukan? Ya, senyum itu manis sekali. Ah, dia membuatku jatuh hati terhadapnya.

ZRAASH…

Oh! Astaga, ini mendadak sekali. Aku langsung membuka jaketku dan menutupinya lalu segera berlari berlindung.

DEG. DEG. DEG.

Jarak kami sangat dekat. Mataku tidak bisa berhenti meliriknya. Dan, sampailah kami di halte.

“Astaha, hujan ini mendadak sekali.” geruru Ji Hwa.
“Apa kau merasa pusing?” tanyaku.

Ji Hwa mendelik.
“A-Ani, apa aku terlihat seperti itu?” tanyanya.

“Bibirmu pucat. Apa kau sedang sakit?” tanyaku.

Ia menggeleng sambil tersenyum.

Entah apa yang mengendalikanku, tanganku menyentuh dahinya. Ia diam melihat tanganku dan menurunkannya perlahan. Lalu tersenyum ke arahku.

“Bagaimana denganmu, bibirmu juga pucat.” dia mengulurkan tangannya ke dahiku. Mungkin karena aku terlalu tinggi, ia harus berjinjit.

Karena hujan, lantai halte licin. Ia mengenakan flatshoes licin dan terpeleset. Hidungku dengannya menempel.

“M-Mianhae,” ucapnya berusaha berdiri. Namun, bodohnya aku menarik tengkuknya dan..

Aku merenggut first kiss-nya.

-Author POV-

Di bawah hujan. Di dalam sebuah halte, cinta pertama terjadi di satu hari yang sama.

*Malam Harinya*

Chanyeol sibuk berimajinasi dengan dunia khayalannya bersama Ji Hwa. Sebenarnya, mereka tidak berpacaran atau apapun itu, mereka akan menjaga hubungan hingga nanti.

“Yeol, kau tau, kau merebut first kiss seorang yeoja.” gumam Chanyeol tertawa pelan.

Ting!
From : Kim Ji Hwa
“Besok kau akan mengantarkan susu lagi?”

To : Kim Ji Hwa
“Ne”

Chanyeol meletakkan ponselnya dan tidur. Tak selamanya seorang pengantar susu akan bernasib buruk.

*Paginya*

Ting.. Tong..
Klek.
“Chanyeol-ssi! Annyeong-haseyoo” sapa Ji Hwa langsung memeluk Chanyeol.

“Ne, annyeong Ji Hwa-ssi!”

====

Setelah hari itu, ber-minggu minggu setelahnya mereka masih berkomunikasi. Hobi Chanyeol yang awalnya membaca novel sendiri kini Ji Hwa menemaninya. Mereka pernah pergi ke sebuah karnaval dan membeli kalung dan cincin berliontin biru.

Hingga suatu hari, Chanyeol menunggu Ji Hwa di taman dengan kotak susu di tangannya. Namun, Ji Hwa tak datang. Chanyeol menerima pesan dari Ji Hwa.

From : Kim Ji Hwa
“Saranghae-yo, Chanyeol-ssi”

Chanyeol tersenyum. Ia memutuskan untuk ke rumah Ji Hwa untuk memberikan susu spesial. Ia menekan bel lalu keluarlah nenek Ji Hwa.

“Ji Hwa pergi ke Amerika. Untuk berobat,” kata neneknya.
“Berobat?”
“Dia sakit-“

Drrrtt…
“Sebentar,”

Nenek Ji Hwa menjawab telefon dengan wajah takut. Chanyeol melihatnya bingung dan memilih memainkan ponselnya. Lockscreen-nya bergambar foto dirinya dengan Ji Hwa saat di karnaval dengan liontin biru.

“Chanyeol..” ia mengangkat dagunya.

“Ji Hwa sudah pergi,”

“Oh, iya. Aku paham, ia sudah berangkat pergi dari Amerika ke Korea kan?” senyum Chanyeol.

“Bukan..”

Wajah Chanyeol bingung. Tiba-tiba matanya membulat lebar dan baru memahami maksudnya. Ia juga ingat kejadian di halte saat bibir Ji Hwa memucat.

“M-Maksudmu..” Chanyeol membalik tubuhnya dan berlari ke taman. Tak mungkin ia mengejar Ji Hwa ke Amerika karena ia tak memiliki uang sepeser pun.

“Ji Hwa! Kau tidak pergi kan? Nenekmu berbohong kan?” tanya Chanyeol sambil melihat cincin di tangannya.

“KIM JI HWA! Kau tidak pergi kan?? Jangan katakan pesan ini, pesan terakhhirmu?” tanya Chanyeol dengan tetesan air mata yang tak kunjung berhenti.

Chanyeol membaca ulang pesan Ji Hwa.
From : Kim Ji Hwa
“Saranghae-yo, Chanyeol-ssi”

“Nado saranghae, Ji Hwa-ssi.”

-Chanyeol POV-

Omo.. Kenapa secepat ini Ji Hwa? Kau mencintaiku tapi kenapa malah pergi seperti ini? Aku ingin melihatmu langsung. Ji Hwa.. Kenapa takdirku seperti ini?

“Chanyeol..” aku mengangkat daguku dan menemukan sosok Ji Hwa. Aku tau, ini fana.

“Kenapa kau pergi? Kau mencintaiku, bukan?” tanyaku mendekatinya.

“Ini takdirku, ku harap kau bahagia. Saranghae, Chanyeol”

“Apa harus seperti ini? Kau meninggalkanku yang telah jatuh cinta padaku..” senyumku sambil menangis.

“Gwaenchana..” desisku.

Sret.
“Oppa, mianhae.. Saranghae, jeongmal saranghae Yeol oppa.” ucap Ji Hwa sambil memelukku

Aku membalas pelukan Ji Hwa dengan air mata berkucuran. Aku belum siap kehilangannya. Aku memejamkan mataku dan merasakan angin berhembus di tubuhku.

Aku membuka mataku. Dia pergi begitu saja, mendahuluiku yang mencintainya.

Ji Hwa, dia telah pergi..

END

One thought on “[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] Milk Delivery – renovash

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s