[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] Happiness Day – WhitePingu95

1480399279969
Chanyeol & OC || Romance || Teen

-HAJIME-

Di sudut dinding kamar yang hanya bercahayakan temaram dari lampu belajar, tertoreh jelas bayangan refleksi seorang wanita dengan rambutnya yang terikat ke atas. Dia duduk. Sorotan maniknya tak luput dari lembaran bergaris yang ia jamah semenjak pulang dari kampusnya tadi. Bahkan, ia tak barang sedikit pun mengindahkanku yang kini tengah berada di sampingnya, masih dengan aktivitas berpangku tangan dan mengamatinya dari dekat.
“Sayang … Makanlah. Sejak tadi aku tak mendapatimu mengisi perut rampingmu itu,” bisikku lembut pada telinga kanannya.
“Aku bangga di mana kemenangan berada dalam genggamanmu. Namun, kau tahu sakit ‘kan? Ia akan datang saat kau melewatkan makanmu,” tambahku yang dibubuhi beberapa nasihat ringan, tetap menomor satukan kelembutan.
Kutegakkan tubuh ini seraya mengharap perempuan yang kucinta itu bangkit dan lekas menuju meja makan. Akan tetapi harapku meleset, se- inchi pun ia tak beranjak dari singgasananya. Seolah perkataanku hanya angin lalu yang berhembus melewati indera pendengarnya, ia tetap berjibaku pada kertas- kertas miliknya. Mata indah anugerahnya masih tertuju pada lembaran kertas itu.
“Aku tak menginginkan maagh menyerangmu, Y—“
“STOP!!” bentaknya menyela ucapanku, “BISAKAH KAU TUTUP MULUT ITU SEBENTAR?” Ia berujar demikian dengan jemari telunjuknya yang menudingku tegas. Dia berdiri membuat kami bertemu- tatap satu sama lain. “BUKAN PERUT YANG AKAN SAKIT, TAPI TELINGAKU YANG AKAN TERGANGGU!”
Kuhembus napasku dengan berat sesaat sebelum dia pergi meninggalkanku yang tiba- tiba membeku di sini. Kututupi wajah ini dengan kedua telapak tanganku. Kucoba putar kembali memori yang terekam beberapa saat yang lalu.
Apakah aku melakukan kesalahan?
Dengan status sebagai suami, bukankah merupakan hal yang wajib memberi perhatian penuh pada istrinya? Meski kutahu ia selalu disibukkan dengan berbagai macam kewajiban kuliahnya. Aku pun rela dan memaklumi akan kelupaannya tentang hari istimewaku. Dan sekarang, untuk yang pertama kalinya semasa menjalin kasih dengannya, ia tak pernah murka mengataiku seperti itu. Terlebih, dengan nada bicaranya yang perlahan dapat menggores hati ini.
Oh Tuhan, apa aku benar-benar bersalah?

(((

“Tidurlah di gudang!” serunya sembari menyodorkan sepasang teman tidur untukku— bantal dan guling.
“Baiklah … Tidurlah nyenyak.”
Mulailah aku menapakkan kaki ini menghampiri daun pintu sebuah gudang. Kuhirup dalam- dalam memasok udara setelah mencengkeram engsel pintu. Bayanganku akan kerumunan serangga kecil kini menggelitik akal serta pikirku.
Aku memberanikan diri untuk membuka pintu gudang ini. Ratusan kali otakku menyugesti bahwa sebangsa lipas tak akan ada dalam gudangku yang bersih itu. Kudorong kuat- kuat pintu ini. Manikku meretas mendapati beberapa hiasan lucu yang melekat pada sisi- sisi dinding gudang.

Saengil chukka hamnida … Saengil chukka hamnida … Saranghaneun Chanyeol Oppa … Saengil chukka hamnida

Tersimak basir lantunan lagu ulang tahun dari arah belakang sana. Kuputar badan ini menuruti asal alunan suara itu. Manikku menangkap Ahn Hyun Yi telah berdiri pada muka pintu. Ia membawa satu buah cupcake yang berhiaskan Rillakuma di atasnya —kesukaanku.
“Tak ingin meniupnya, Oppa?” tanyanya. Aku masih diam terpaku pada posisiku. Bibirku terkatup, enggan menjawab pertanyaannya yang semakin lama kian melebur terbawa sang angin. “Oppa … Kau baik- baik saja?”
Tanpa memedulikan sederet lontarannya, kuberlari mendekatinya segera. Memeluknya erat seakan tak ingin melepasnya. Ia membuatku cemas. Cemas kalau benar situasinya ia murka padaku. Cemas kalau- kalau dirinya memang memprioritaskan tugasnya dan melupa akan hari teristimewaku. Namun, pada kenyataannya …

(((

“Jadi … tugas yang membuatmu tak berpaling itu sekadar pura- pura?” tanyaku kesal.

“Itu benar adanya, Oppa! Aku hanya berlagak murka saja. Hehehe.”
“OPPA! Kau membuang- buang waktu! Cepat tiup lilin ini!”
“HYA OPPA! NYALAKAN LAMPUNYA DAHULU!!”

Hari istimewa tidaklah selalu menjadi hari bahagia. Namun, seseoranglah yang membuatmu merasakan kebahagiaan itu. Walau hanya dengan satu buah cupcake, walau sempat ingin menangis lantaran amukannya, meski pikiran negatif terus berkeliaran pada otakku. Ternyata, bahagia itu sederhana. Dengan adanya dia (orang yang kucintai), semua hari yang kulalui akan terus bahagia.
-OSHIMAI-

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s