[Chanyeol Birthday Project] Mendua -l18hee

2.jpg

-Mendua-

Park Chanyeol | EXO’s member | OC

Ficlet | AU | Friendship | Life | Romance | G

.by l18hee

.

.

Di usia senja, apa masih pantas Chanyeol mendua?

.

Ditemani secangkir kopi hitam yang masih menunjukkan kepul panas, Chanyeol menatap layar laptop yang terbuka di depannya. Koran pagi sudah habis terbaca barusan, membuat ia bosan dan memilih menjelajah media sosial. Sejenak ia memikirkan banyak hal tentang masa lalu yang sudah jauh di belakang. Berlatar aroma masakan rumahan milik istrinya, serta suara benturan samar dari beberapa peralatan dapur, Chanyeol memilih bernostalgia.

Dia kembali ke masa lalu. Ke masa di mana kulit keriputnya sekarang belum ada, ke masa di mana rambutnya masih hitam dan kuat, ke masa di mana jiwa mudanya begitu membara. Lantas ia menggores senyum. Dalam benak ingin kembali lagi untuk melihat betapa Chanyeol yang dulu begitu gigih dan keras kepala.

Di tengah tarikan keinginan untuk makin menyelam dalam kisah lalu, Chanyeol memutuskan untuk mengetikkan beberapa kata dalam kolom pemikiran di akun media sosialnya.

 

Masih ingat The One? Apa artinya untukmu?

Chanyeol bukan sedang membahas nama grup band atau genk-nya di masa lalu. Ini mungkin lucu, tapi seperti namanya, The One memang satu-satunya yang mampu membuat Chanyeol mengalami banyak hal. Dahulu, kala ia pertama kali mengetahui nama kantor berita tersebut yang ada hanya tarikan alis sebelah saja. Nyatanya kini The One berhasil menggeser semua dan menempati posisi one and only dalam hidup muda berkobarnya.

Si pencari berita handal Park Chanyeol memang sudah lama tidak pernah muncul, mulai meninggalkan kebiasaan lama; berlarian mengejar klarifikasi dengan alat rekam di tangan. Tapi jiwanya masih ada di sana, di dunia yang menjadikannya merasa lebih baik di antara menuanya masa. Chanyeol, mencintai tulisan. Dia membaca, dia menulis, dan dia tak berhenti. Kendati usianya semakin terkikis, setidaknya buku tipis pun masih dapat ia hasilkan. Melalui tulisan ia menyalurkan pendapat dan pemikiran akan realita sosial. Dan faktanya Chanyeol begitu menggilainya. Jika tidak jatuh cinta pada istrinya sekarang, Chanyeol khawatir ia akan bahagia jadi jomblo lapuk di kantor beritanya. Bukan hal yang sepenuhnya buruk, tentu. Hanya saja pada akhirnya ia harus tahu mana yang sesuai dengan kapasitasnya dan mana yang tidak.

Sebuah notifikasi komentar membuat lamunannya terpecah. Rasa penasaran lekas menarik Chanyeol mengintip tulisan di bawah statusnya.

 

Kim Junmyeon: Tempat di mana curahan pemikiran dan kebenaran dituang. Tempat di mana sejarah akan terus menjadi abadi dalam tulisan.

Ah, Junmyeon memang selalu begini. Mampu membuat Chanyeol terkesan tanpa disadari. Chanyeol masih ingat bagaimana ia banyak belajar dari kesabaran serta kehati-hatian Junmyeon dalam dunia berita. Sebagai yang paling tidak sabaran, Chanyeol terkadang jadi malu sendiri jika kelakuannya malah menimbulkan masalah baru. Dan entah keajaiban dari mana, Junmeyon selalu punya cara untuk mengatasinya.

“Oh, apa dua orang ini sedang bersama?” cletukan terlontar dari bibir keringnya ketika melihat komentar yang masuk kemudian.

 

Kim Jongin: Jika diingat-ingat rasanya aku sudah agak lupa. Tahu-tahu saja aku merasa kehilangan.

Terkadang Jongin punya sisi manis tersendiri di balik tampang tidak pedulinya. Chanyeol tahu persis bagaimana kawannya yang satu ini dahulu. Susah diatur, tapi sekali punya tekad Jongin akan mengerahkan seluruh tanggung jawab untuk mewujudkannya. Kadang terlalu berlebihan, sampai-sampai Junmyeon harus mengurus banyak hal untuk pembebasan Jongin yang pernah mendekam di sel hampir tiga malam.

Lalu selanjutnya ada si bungsu.

Oh Sehun: Tempat cari jodoh.

Segera Chanyeol menebar kekeh ringan ke udara, gigi-gigi tak utuhnya sampai terlihat jelas. Sehun tidak berubah, masih melontar apa pun hal konyol dan mengesalkan yang dipikirkan. Chanyeol akui, pada akhirnya Sehun memang menemukan pasangan hidupnya lewat The One.  Jadi wajar saja lelaki kulit pucat yang kerap kali maju paling depan saat memburu berita itu bertutur demikian. Seingat Chanyeol, Sehun selalu memanfaatkan kaki jenjangnya dengan baik. Dia akan berlari sekuat tenaga, memburu para narasumber yang memang menjadi incarannya. Terkadang memilih narasumber berbeda gender, sengaja sekalian tebar pesona. Tidak ada bedanya dengan Chanyeol, hanya saja Sehun cenderung lebih mengesampingkan kehidupan pribadinya dan memanfaatkan setiap kesempatan sebagai modal berita. Walau endingnya ia memilih menghabiskan hidup dengan seseorang yang ditemui berkat pekerjaannya di The One, sih.

Agaknya Chanyeol kembali melamun lama, hingga tak menyadari ada komentar lain yang muncul di bawah milik Sehun.

Do Kyungsoo: Bukan hanya kantor, tapi sebuah kesatuan yang tidak berporos pada kepuasan semata, tempat di mana pembelajaran sekaligus pelajaran disalurkan. Seperti perapian, The One memberikan kehangatan.

Oh, Chanyeol tahu Kyungsoo selalu begini, mampu menyuarakan pemikiran yang memberi efek manis di hati. Sebagai orang yang paling jarang bicara di antara yang lain, Kyungsoo justru terlihat yang paling cocok menjadi jurnalis setelah Junmyeon. Dia tegas dan tahu bagaimana menempatkan diri. Seperti sikap seorang keturunan darah biru, Kyungsoo selalu memberi kesan santun dalam setiap pekerjaannya. Chanyeol sendiri selalu setuju jika Kyungsoo yang diminta maju duluan jika berita yang ada menyangkut kehidupan elite di masanya. Jarang orang yang bisa menolak kedewasaan dan kesantunan Do Kyungsoo. Dan di mata Chanyeol itu super menguntungkan.

Rupanya, ada tambahan lagi dari Kyungsoo.

Do Kyungsoo: Bagaimana menurutmu?

Sejenak Chanyeol membiarkan pikirannya mengembara, dia menatap lama kursor yang berkedip di kolom komentar, tempat di mana ia berencana membalas semuanya. Diliriknya foto kusam yang terpasang indah di samping foto pernikahannya. Foto dengan lima orang pemuda berlatar belakang gedung sederhana.

The One. Kantor Berita The One, begitu tulisannya.

Kesekian kali Chanyeol membiarkan dirinya menyuguh senyum lebar. Mengenang sesuatu selalu seperti ini. Menimbulkan efek rindu sekaligus kosong dalam hati.

“Chanyeol, aku sudah selesai menyiapkan sarapan,” ucapan setengah berseru ini ditanggapi Chanyeol dengan cepat, “Aku segera ke sana, sayang.” Jarinya mengetikkan beberapa kata. Senyum puas tergambar di antara keriput wajahnya. Chanyeol tahu bahwa mendua adalah seuatu yang menggiur dan tak dapat dilewatkan begitu saja.

Tapi, tidak salah kan, Chanyeol menduakan cinta istri jika seperti ini caranya?

 

 

Park Chanyeol: Bagiku, The One itu keluarga yang tidak pernah tertulis ataupun terucap, tapi anehnya tetap ada sampai tua.

.

.

.

.end

Serius udah lama gak nulis, aku butuh banyak latihan lagi😦 Tadinya pingin bikin romance-sad gitu berhubung sekarang sering hujan jadi biar ada baper-bapernya gimana gitu/gak. Tapi gak ada ide dan waktu yang cukup buat merealisasikannya, kan sedih :’v Akhirnya aku bikin ini, terisnpirasi sama pembicara pelatihan jurnalistik yang pernah aku ikuti. Aku belajar banyak hal sama senior sepuh yang luar biasa ini. Entah kenapa mendadak terharu/nah loh/

Wkwk yaudah gitu aja maafin agak gak jelas dan topiknya malah begini :v

Yang penting…

SELAMAT ULANG TAHUN KAKCHANYEOL

SUKSES BUAT SEMUANYA

❤❤❤

kecup ciyom dari lucia :*

(CIYE YANG DIKASIH FOTO CIYOM CIYE/nid udah nid)

(CIYE YANG GANTENG BANGET PAS SAMA SEHUN CIYE/fokus nid)

p.s: sekali lagi maafkan jika topik ini terlalu hmm gitu wkwk aku harus banyak belajar nulis non-romance, sepertinya.

.nida

3 thoughts on “[Chanyeol Birthday Project] Mendua -l18hee

  1. Ah… dikira mendua poligami, ternyata…. bhaks, aku ketipu :v
    Cie yang flasback flashbackan, kalo ketauan istrinya gimana tuh…
    Subhanallah, tulisannya rapi dan enak di baca, nice^^
    Keep writing and fighting!!

  2. Aku kira cy jadi casanova di sekolah2 karena gc lhat genrenya tp ternyata flasback ingatan masa kecil juga.baguss…

    #saengichukkaecyoppa

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s