[Chanyeol Brithday Project] The Moment

photogrid_1479401258320

THE MOMENT

by, a c u

Starring EXO’s Park Chanyeol with OC’s Jeon Yoorin | Romance!AU — Hurt/Comfort | Ficlet – PG

I Just own the storyline

Summary:

Yoorin berdoa dalam hati agar ia bisa selamanya merasakan perasaan bahagia ini.”

 

***Sorry For Typo & Happy Reading ***

Hari Jumat adalah hari yang melelahkan namun menjadi hari yang membahagiakan bagi Yoorin. Hari Jumat memang hari yang paling disukainya karena hari Jumat adalah awal akhir pekan yang ditunggu-tunggu. Tapi hari Jumat ini jadi pengecualian. Ia sedang tidak gembira atau bersemangat.

Yoorin merentangkan kedua tangannya dan menghirup udara dengan serakah lantas membuangnya secara perlahan. Tak tanggung-tanggung udara dingin musim gugur pun menusuk tulangnya. Cepat-cepat ia memeluk tubuhnya sendiri.

Ketika ia hampir mendekati pagar rumahnya, langkahnya terhenti. Menempelkan kedua telapak tangan di pagar rumahnya yang terbuat dari kayu, Yoorin memandangi punggung seorang pemuda yang duduk sendirian di dipan kayu panjang di halaman kecil rumahnya, bermain bersama burung merpatinya.

“Oh, Chanyeol?” langsung saja wajah Yoorin berseri-seri dan senyum senang tersungging di bibirnya. Cepat-cepat ia berlari ke arah pagar dan membukanya dengan semangat sembari menyeru nama Chanyeol.

Hari ini angin bertiup kencang dan Yoorin menahan dingin. Ia baru ingat ia meninggalkan jaket dan syalnya di rumah Baekhyun. Tapi setelah melihat wajah pemuda itu, ia tidak merasakan kedinginan itu menusuk tulangnya lagi. Semangat yang membara telah menghangatkan tubuhnya sedikit.

“Sedang apa kau di sini?” tanyanya ketika sudah di depan Chanyeol.

“Menunggumu,”

Mata Yoorin berbinar senang. “Apa kau ….”

Pemuda bergaris Park itu ikut menunduk, lalu mendesah berat. “Tidak, pesawatku di tunda lima jam, jadi aku memutuskan untuk ke sini saja. “Chanyeol tersenyum dan alisnya berkerut. “Kenapa memakai baju setipis ini?”

Yoorin memeluk tubuhnya sendiri dan tertawa kecil. “Jaketku tertinggal di rumah Baekhyun.”

“Baekhyun?”

Yoorin mengangguk lemah. “Uhm, karena aku malas pulang ke rumah cepat-cepat. Kebetulan Jungkook ada les tambahan. Dan aku tidak tahu kalau penerbanganmu ditunda. Jadi aku, melampiaskan kesedihanku kepada Baekhyun.” Katanya lemah.

“Kesedihan?” sedetik kemudian, Chanyel tertawa kecil ketika mendengarnya. “Astaga. Yoorin! Aku hanya pergi satu tahun saja. Itu tidaklah lama. Lagipula, aku di sana untuk belajar, bukan untuk macam-macam.”

Yoorin mengangkat kepala dan menatap Chanyeol sinis. “Siapa yang akan tahu kau benar-benar belajar atau macam-macam di sana?! Bagaimana kalau bertemu dengan gadis Itali yang berparas cantik, seksi lalu melupakanku.” Ocehnya. Membuat Chanyeol gemas setengah mati.

Hampir saja Chanyeol tergelak kalau saja merpati jantan Yoorin tidak mendarat ke sangkar dan mengagetkannya. “Jeon Yoorin-ku sangat menggemaskan. Aku tidak akan mengkhianatimu. Aku akan menjadi pasangan merpati ini.”

Semburat garis bingung menggores wajah cantik Yoorin. Ia pun ikut memandangi merpati jantan sesaat lalu melihat ke Chanyeol lagi.

“Ia tahu ke mana ia harus pulang.” Chanyeol menoleh ke arah Yoorin yang sedari tadi memandanginya. “Merpati yang sering pergi jauh, tidak pernah tersesat ke mana mereka akan pulang. Begitu juga dengan aku. Aku akan pulang, dan kembali padamu.”

“Apa ini hanya bualan?” Yoorin memicing sinis sebelum pada akhirnya ia tertawa kecil.

Chanyeol mengamati Yoorin dari kepala sampai ke kaki. “Kau kedinginan,” katanya. Kemudian ia mengeluarkan tangannya dari saku mantel, menggenggam kedua tangan Yoorin dan menariknya mendekat.

Yoorin mengerjapkan mata dan tercengang. Tapi ia menurut saja ketika Chanyeol menariknya ke dalam pelukannya sehingga mantel biru panjang yang dikenakan pemuda itu bisa membungkus tubuh mereka berdua. Yoorin bisa merasakan kedua lengan Chanyeol merangkul seluruh tubuhnya dengan mudah. Ia tidak pernah menganggap dirinya bertubuh mungil, tapi ternyata ia begitu kecil dalam pelukan Chanyeol.

“Sudah tidak terlalu dingin, ‘kan?”

Yoorin mendengar suara Chanyeol di samping kepalanya. Ia tidak sanggup bersuara, hanya bisa mengangguk. Memeluk Chanyeol seperti ini membuat jantungnya serasa berhenti berdetak dan napasnya tercekat. Jarak mereka begitu dekat sehingga ia bisa merasakan debar jantung pemuda itu. Rasanya hangat dan sangat nyaman.

Huuuu. Musim gugur ini dingin sekali,” desah Chanyeol.

Yoorin mengangguk lagi di bahu Chanyeol dan tersenyum bahagia. Ia juga bisa merasakan pemuda itu tersenyum. Untuk beberapa saat mereka berpelukan seperti itu, di bawah pohon dengan daun berwarna kecokelatan di depan rumahnya. Seakan pelukan itu hal yang paling wajar di dunia. Yoorin berdoa dalam hati agar ia bisa selamanya merasakan perasaan bahagia ini.

Aku akan merindukanmu.

.end.

 

3 thoughts on “[Chanyeol Brithday Project] The Moment

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s