[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] DOUX ÉTRANGER

79555ab14d06def5a67e6041b300fdb1

DOUX ÉTRANGER

.

Fluff, Slice-of-life || Ficlet || G

.

Starring EXO’s Chanyeol and a girl

.

© 2016 by Gxchoxpie

.

Specially made to celebrate Park Chanyeol’s 25th (Korean Age) B’day

.

I only own the plot

.

“Kau tahu filosofi tentang buket bunga?”

.

== HAPPY READING ==

.

.

.

Chanyeol mulai menguap, bosan. Selera makannya hilang entah kemana. Padahal biasanya selera makannya akan mendadak muncul bila sedang berada di resepsi pernikahan. Itu sebabnya ia bisa mencicipi, ralat, memakan semua jenis panganan yang tersedia, minimal untuk satu porsi masing-masing. Tetapi entah mengapa kali ini ia sama sekali tak berselera makan. Perutnya hanya mampu menampung satu porsi nasi beserta lauk pauk dan satu cup es krim green tea, dan setelah itu rasa kenyang dan penuh yang ia rasakan.

Sebuah dengusan mulai keluar dari mulutnya. Maniknya sejak tadi mengedar ke sekeliling, mencari sosok Byun Baekhyun. Kalau saja Baekhyun tidak memaksa, Chanyeol tidak akan datang ke resepsi pernikahan ini. Toh ia sama sekali tak mengenal pengantin yang menjadi tuan rumah acara. Pengantin wanita adalah rekan kerja Baekhyun, dan yang sebenarnya diundang adalah Baekhyun. Tetapi Baekhyun meminta Chanyeol untuk menemaninya datang.

Sebenarnya sejak tadi besar hasrat Chanyeol untuk segera meninggalkan gedung resepsi dan pulang ke rumah, tetapi ia selalu teringat sahabat yang lebih pendek darinya itu. Chanyeol mencoba menghubungi Baekhyun berkali-kali, tetapi selalu tidak diangkat. Dan ruangan ini terlalu besar serta terlalu ramai bila Chanyeol harus mulai melangkahkan kaki dan mengedar demi mencari Baekhyun. Ingin rasanya meninggalkan, tetapi rasa kasihan selalu muncul di hati, mengurungkan niatnya. Oleh sebab itulah, Chanyeol tak jua beranjak dari tempatnya, meski rasa kesal telah mengganjal di hati.

“Byun Baekhyun, di manakah kau berada?” gumam Chanyeol lengkap dengan nada jengkel.

Pembawa acara mengumumkan acara berikutnya adalah sesi pelemparan buket bunga oleh kedua mempelai. Seperti biasa, rekan-rekan dari pengantin diminta berkumpul di sekitar stage, kemudian bunga akan dilemparkan, dan siapa pun yang berhasil menangkapnya akan mendapat hadiah.

Chanyeol sudah tahu mekanisme sesi tersebut, dan ia sedang dalam mood sama sekali tak tertarik bergabung dengan para insan yang mulai dengan heboh berkumpul di depan stage, menghadap punggung dari mempelai yang kini membelakangi mereka. Chanyeol hanya tersenyum simpul. Berani taruhan, Baekhyun termasuk dalam kerumunan orang tersebut.

Meski jaraknya dengan kerumunan insan hanya beberapa langkah, Chanyeol sama sekali tak punya niatan untuk bergabung. Ia hanya bersandar pada sebuah pilar sambil menyesap sari jeruk dinginnya.

Suara pembawa acara mulai menggelegar. “TIGA! DUA!”

Sekali lagi senyum tipis nan geli Chanyeol terukir melihat tangan-tangan yang kini mulai mengudara, siap untuk menangkap.

“SATU!!!”

Bersamaan dengan itu, kedua mempelai melemparkan buket bunga mawar putih mereka ke belakang, lalu orang-orang dengan heboh berusaha menangkap buket tersebut, mengabaikan bentuk kekerasan yang secara tak sadar mereka lakukan untuk merebut sebuah buket. Sedikit dorong mendorong, terjatuh, atau bahkan terjungkal, tetapi tak ada yang protes. Semuanya melakukan dengan senyum lebar di wajahnya. Chanyeol hanya geleng-geleng kepala.

DUKK!

Bahkan seorang gadis yang sepertinya tak melihat ke arah mana ia berjalan, berhasil menabrak Chanyeol cukup keras. Tidak sampai terjatuh ke lantai, tetapi gelas sari jeruk di tangannya terjatuh.

Gadis bergaun biru itulah yang justru terjatuh.

Ajaibnya, buket bunga sampai di tangannya.

Gadis itu buru-buru berdiri, senang, sambil mengacungkan buket bunga tinggi-tinggi di udara. Semua orang lain bertepuk tangan, mengakui keberhasilannya.

Pembawa acara meminta gadis tersebut untuk naik ke stage, menanyakan namanya, hubungannya dengan kedua mempelai, serta harapannya untuk kedua mempelai dalam menjalani kehidupan yang baru bersama. Setelah itu ia diberi amplop putih yang menurut sang pembawa acara berisi uang tunai hadiah dari pasangan pengantin tersebut. Kembali semua orang bertepuk tangan.

Suasana kembali tenang. Kerumunan orang mulai bubar, mulai sibuk dengan kegiatan masing-masing. Suara live music mulai mengambil alih suasana.

Chanyeol sendiri tidak dapat mengalihkan pandangan dari gadis bergaun biru tersebut, yang kini sedang asyik mengantri di kios pasta. Entah mengapa sesuatu mengusik hatinya, membuat pria berkaki jenjang itu mulai melangkahkan tungkai menghampiri sang gadis. Bahkan ia dengan sabar menunggu sampai sang gadis selesai dengan antrian dan makanannya.

Jeogiyo … “

Gadis itu menoleh dan terlihat bingung sesaat, sebelum sesekon kemudian senyumnya terukir. Senyum merasa bersalah. “Ah, tentang minumanmu tadi, aku minta maaf.”

Kedua sudut bibir Chanyeol terangkat sedikit. Oh, rupanya gadis itu menyadarinya.

“Tetapi bajumu tidak apa-apa, kan? Maksudku, tak ada yang sampai terciprat atau sebagainya, kan?”

“Tidak ada.” Chanyeol menggeleng. “Bajuku baik-baik saja.”

“Ah, syukurlah. Aku sempat khawatir, tadi.”

Senyum Chanyeol masih tersungging. “Kau sepertinya amat bersemangat mengejar buket bunga tadi. Kau memang mengincar hadiahnya, ya?”

Hahaha … ternyata kau juga salah paham.” Gadis itu terlihat mengulum senyum. “Sejak kecil aku memang menyukai acara pelemparan buket bunga. Aku bukan mengincar hadiahnya, tetapi yang kuincar adalah bunganya. Aku ini penggemar bunga, asal kau tahu saja. Jika orang lain setelah mendapat hadiah dari keberhasilan menangkap buket akan membuang buketnya, tetapi aku tidak.” Gadis itu mengacungkan buket yang memang beberapa bagian bunganya telah berjatuhan. “Aku masih menyimpannya.”

Chanyeol memiringkan kepala. “Menarik. Rasanya aku belum pernah bertemu orang sepertimu.”

“Oh, benarkah?”

Chanyeol mengangguk.

Sejenak atmosfer di antara mereka berdua agak canggung, karena tak ada lagi percakapan. Gadis itu mulai mencicipi pastanya.

“Ah, ya,” ucap Chanyeol memutus hening. “Kau tahu tidak filosofi dari buket bunga?”

Gadis itu menggeleng. “Ehm, rasanya tidak. Memangnya apa?”

“Katanya kalau orang yang berhasil menangkap buket bunga, itu artinya tak lama lagi ia akan menikah.”

Manik gadis itu seketika membulat. “Yang benar saja?! Bahkan kekasih pun aku belum punya!”

Senyum jahil Chanyeol terukir. “Aku bersedia, kok, kalau kau mau.”

Bibir gadis itu mendadak terkatup rapat. Jelas terlihat kalau ia terkejut. Ekspresi itu membuat Chanyeol ingin tertawa hingga terpingkal-pingkal rasanya.

“Bercanda. Ya Tuhan, kau menganggapnya serius? Hahaha ….”

Dan itu sukses membuatnya mendapat dua pukulan ringan di lengan.

“Ya, kalau pun bukan soal menikah, mungkin juga sebentar lagi kau akan mendapat pacar. Anggap saja begitu,” tambah Chanyeol.

Gadis itu mengangguk. “Ya, boleh juga.”

Chanyeol mengulurkan tangannya, sambil memasang tampang teramah yang ia bisa. “Omong-omong, nona, kita belum berkenalan sejak tadi. Aku Park Chanyeol. Sebenarnya yang mengajakku ke sini adalah sahabatku yang adalah rekan kerja pengantin wanita, tetapi sampai sekarang aku belum melihatnya.”

Gadis itu menyambut uluran tangan Chanyeol. Bagi Chanyeol, tangan gadis itu kecil, dengan jemari yang panjang dan lentik. “Naysa Han. Senang berkenalan denganmu.”

“Senang berkenalan denganmu juga, nona Han,” balas Chanyeol. “Boleh aku meminta kontakmu, Naysa-ssi? Mungkin kapan-kapan kita bisa bertemu lagi?”

Pada ranum merah Naysa tersungging sebuah senyum manis. “Boleh. Kalau aku ada waktu.”

 

-fin-

A/N

Happy birthday for our main rapper, happy virus, wealthy teeth owner, Park Chanyeol!
My birthday wish for you is that you continue to love life and never stop dreaming. May beauty and happiness surround you, not only on your special day, but always😄

3 thoughts on “[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] DOUX ÉTRANGER

  1. Chanyeol blak-blakan banget, ya ampun … Cewek mana yg nggak baper cobak di baperin? baru ketemu lagi, si naysa malu2 tapi mau :v (ya kali nolak orang seganteng itu, wkwkwk)
    Bagus ff-nya thor, aku sukaaa ^^ klo lebih panjang mungkin lebih bagus lagi … abis agak nggantung dan klimaksnya bikin gemes ><
    Keep hwaiting and writing thor ♡

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s