[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] 우리 사랑하지 말아요 (Let’s Not Fall In Love) by AYUSHAFIRAA

“Aku hanya takut senyuman itu akan berubah menjadi airmata.”

우리 사랑하지 말아요

(LET’S NOT FALL IN LOVE)

Poster and Storyline presented by AYUSHAFIRAA

┌ Starring Park Chanyeol x Bae Joohyun ┘

Teen || FriendshipHurt/Comfort, Romance |

Disclaimer

Dibuat dengan sepenuh hati, dengan alur cerita hasil khayalan saya sendiri yang didukung oleh lirik lagu Bigbang berjudul sama, selebih dan sekurangnya berasal dari otak saya. Jika terdapat beberapa kesamaan dengan karya orang lain, itu murni ketidaksengajaan.

● Wattpad ● Kakaostory ●

♫♫ Bigbang – Let’s Not Fall In Love ♫♫

.

.

.

Jam menunjukkan pukul 2 dini hari. Di saat orang lain mungkin sudah terbuai dengan mimpi indah mereka, gadis cantik ini malah rela melompati pagar rumahnya demi menemui lelaki yang sudah siap mengajaknya mewujudkan mimpi indah mereka sendiri.

“Kau pasti sudah gila, Chan-ah! Mengajakku bepergian di dini hari seperti ini.” ucap si gadis pada lelaki tampan di dalam mobil merahnya. ‘Chan’ adalah panggilan sayang gadis itu untuk lelaki bernama asli Park Chanyeol yang saat ini tersenyum mempesona di depannya.

“Kau yang lebih gila karena mau kuajak bepergian di dini hari!” Chanyeol menjulurkan lidahnya, tak terima disebut gila.

Gadis itu terkekeh, “Jadi, kau mau membawaku ke mana?”

Chanyeol menggenggam erat tangan gadisnya, Bae Joohyun, “Ke suatu tempat di mana hanya akan ada kita yang bahagia.”

Uh, belum apa-apa lelaki itu sudah membuat hati dagdigdug ser~ apa kabar hati Joohyun setelah ini?

Joohyun menahan senyumannya yang hampir mengembang, ditatapnya foto mereka berdua yang terpajang di pigura kecil di dasbor mobil Chanyeol. Mereka sudah seperti sepasang kekasih saja, padahal bukan, mungkin teman? Sahabat? Atau apalah sinonimnya itu.

“Ah, kita sudah sampai di tempat pertama!”

Gadis itu tersentak dari tidur sekejapnya, “Tempat… pertama?” tanyanya sambil menguap lebar.

Chanyeol memberi anggukan yakin, lelaki itu lalu menepuk-nepuk kedua pipi Joohyun agar segera tersadar dari rasa kantuknya.

“Kau tidak boleh mengantuk, Bae Joohyun!”

Ini jam setengah empat pagi dan Chanyeol membawanya ke tepi pantai? Yang benar aja!

“Chanyeol bodoh! Dingin sekali di luar, cepat masuk!”

Lelaki itu tetap membandel, bahkan si tinggi bertelinga lebar itu malah menarik Joohyun keluar secara paksa. Sungguh tak berperikemanusiaan-_-

Brrr! Brrr~! Tubuh Joohyun menggigil, udara dingin di tepi pantai dini hari seperti ini benar-benar luar biasa!

“Kau kedinginan, bukan? Sini kupeluk!” Chanyeol hendak menyambar, tapi memang dasar keberuntungan bertubuh mungil adalah mampu menghindar dengan cara apapun itu.

Lelaki itu memanyunkan bibirnya, “Kau tidak mau kupeluk, eoh? baiklah! Aku mengerti! Aku biarkan saja kau mati kedinginan!” ucapnya diakhiri tawa jahat.

“Biar aku saja yang memelukmu, Park Chan!” Joohyun memeluk tubuh besar Chanyeol dari belakang, benar, rasanya hangat sekali.

“Kau ini bisa sekali membawaku ke tempat dingin seperti ini! Mengakulah! Kau sebenarnya hanya ingin main peluk-pelukan denganku kan?!” mata Joohyun memicing tajam. Tubuhnya masih memeluk erat tubuh Park Chanyeol.

“Kalau iya, memangnya kenapa?” tanya Chanyeol, nyengir.

Pletak!

“Aw!” ringis si lelaki saat gadisnya mendaratkan pukulan tepat ke kepalanya.

“Dasar bodoh!”

“Suruh siapa kau mau berteman dengan lelaki bodoh?” lelaki itu menjulurkan lidah lagi, untuk kedua kalinya.

“Kugigit juga lidahmu kalau terus-terusan seperti itu!” ancam Joohyun. Tapi justru, ancaman itu malah sampai ke otak sengklek Chanyeol sebagai kode keras.

“Jadi kau ingin main gigit-gigitan lidah denganku, hm?”

Desir angin di tepi pantai itu sayangnya tak mampu mengalahkan desiran darah Joohyun  yang mengalir lebih cepat dari biasanya. Pipinya merah merona, Chanyeol lah yang harus bertanggung jawab karena telah membuat pipinya matang sampai seperti kepiting rebus sekarang.

Lelaki itu mendekatkan wajahnya perlahan, mengikis jarak antara wajahnya dengan wajah Joohyun. Namun, Joohyun menjauhkan wajahnya, membuat Chanyeol sadar dan atmosfer di sekitar mereka menjadi aneh.

“Aku tidak mau menyakiti lidahku, kau tahu!” ucap Joohyun sambil menyentil bibir nakal Chanyeol dan lelaki itu hanya membalasnya dengan senyuman malu.

Mereka terus berada di sana sampai matahari terbit dari ufuk timur, sambil berpelukan hangat satu sama lain tanpa saling melepas.

“Ayo kita pindah lokasi!” ajak Chanyeol penuh semangat.

“Ke mana?”

“Ke mana saja aku mau! Kau hanya perlu mengikutiku, Joohyun-ah.” Chanyeol mencubit gemas hidung Joohyun.

“Ah! Baiklah! Baiklah! Terserah!” balas Joohyun pasrah.

.

.

.

“Halo? Iya, Ibu. Aku sedang pergi bersama Chanyeol, aku tidak akan pulang cepat, jadi jangan ganggu aku dulu ya? Aku sayang ibu.” Ucap Joohyun kemudian memutuskan sambungan teleponnya dengan sang ibu.

“Kenapa kita pergi ke markas pemadam kebakaran?” kening gadis itu mengkerut, membutuhkan penjelasan lebih dari seorang Park Chanyeol.

Chanyeol mengulum senyumannya, “Ayo ikut saja!”

Chanyeol menarik tangan Joohyun, menarik gadis itu ke lapangan kosong di mana hanya ada mereka berdua dan sebuah mobil pemadam kebakaran.

“Kita hitung bersama ya!” ucap Chanyeol sembari menggenggam erat kedua tangan Joohyun.

“Satu…”

“Dua…”

“Tiga…”

Zrash!

Air memancar deras dari selang pemadam kebakaran, memberi efek hujan yang romantis bagi mereka berdua di pagi hari menjelang siang ini. Lelaki itu mengajak Joohyun menari-nari dibawah guyuran air, menikmati tubuh mereka yang basah sempurna dari ujung kepala hingga ujung kaki.

Mereka bahagia saat itu juga.

“Kau sengaja menyiapkan semua ini?” tanya Joohyun sedikit kesulitan karena air dari selang pemadam itu terus mengguyur tubuh mereka.

“Tentu saja! dan ini semua belum selesai sampai di sini!” ujar Chanyeol tersenyum lebar.

.

.

.

Dengan tubuh yang masih basah kuyup, Chanyeol dengan tega-teganya membawa Joohyun ke taman hiburan yang ramai pengunjung. Setiap mata yang menatap aneh mereka, mereka abaikan begitu saja sambil terus memeluk satu sama lain untuk saling menghangatkan.

“Ayo kita naik komidi putar!” tanpa meminta persetujuan Joohyun, lelaki itu lagi-lagi langsung menarik Joohyun ke komidi putar yang ada di taman hiburan itu.

Percaya atau tidak, Chanyeol tidak menaiki satu kuda-kudaan yang berbeda dengan Joohyun. Lelaki itu menyuruh Joohyun menaiki satu kuda-kudaan yang sama dengannya dengan posisi duduk Joohyun yang menghadap dirinya.

“Dasar bodoh! Ini berbahaya! Aku takut!” Joohyun memejamkan matanya kuat-kuat sembari melingkarkan tangannya ke leher Chanyeol.

Chu!~

Komidi putar itu mulai bergerak. Rasa takut Joohyun seketika saja lenyap tak berbekas tatkala bibirnya masih menempel dengan bibir Chanyeol. Berciuman di komidi putar memang romantis, apalagi dengan posisi seperti mereka sekarang. Tapi jangan lupakan fakta bahwa…

“Yak! Kalian tidak lihat banyak anak kecil di sekitar kalian tadi, huh?!” omel seorang ibu yang membawa anak-anaknya setelah komidi putar itu berhenti.

“Maafkan kami!” ucap Chanyeol dan Joohyun, membungkukkan badannya berulang kali, meminta maaf.

“Ya sudahlah! Lain kali jangan sembarangan berciuman di tempat umum!” ibu itu pun pergi.

Joohyun tertawa tertahan, menertawai nasib mereka yang sedikit sial hari ini. Chanyeol menggaruk tengkuknya yang tak gatal, tersenyum kikuk pada gadis yang saat ini masih menahan tawanya.

“Tak usah terlalu dipikirkan, Chan-ah. Aku suka apapun yang kau lakukan barusan!”

.

.

.

Sore itu, Chanyeol dan Joohyun duduk di atas atap mobil merah mereka. Di tangan mereka masing-masing memegang permen kapas berbentuk hati berwarna merah muda.

“Manis sekali rasanya.” Entah itu ungkapan enak atau enek, yang jelas wajah Chanyeol terlihat aneh sekarang.

Joohyun terkekeh melihat wajah Chanyeol, “Kenapa? Kau tidak suka?”

“Aku suka, tapi saat memakannya sambil melihat ke arahmu, rasa manisnya jadi berlipat ganda. Kau yang terlalu manis.” Jawab Chanyeol yang langsung merangsang pipi Joohyun merah merona.

“Apaan sih! Basi sekali!”

“Joohyun-ah…” panggil Chanyeol. Joohyun berpaling ke arahnya.

“Aku lolos audisi, aku akan mulai menjadi trainee dalam beberapa hari ke depan.”

Joohyun mengangguk, “Itu bagus! Lalu kenapa wajahmu malah sedih seperti itu?”

“Mari kita tidak saling jatuh cinta mulai sekarang, Joohyun-ah.”

DEG!

“Sebenarnya aku sedikit takut, aku minta maaf.” Ujar Chanyeol menunduk.

“Jangan tanya aku apapun itu, karena aku tidak bisa memberikan jawaban. Mari kita tetap seperti ini saja.” lanjut lelaki itu.

Joohyun tersenyum pahit, “Kau selalu seperti itu,”

“Bajingan egois.”

.

.

.

Beberapa tahun kemudian, dua insan itu kembali dipertemukan dalam sebuah acara penghargaan musik. Keduanya sama-sama sudah menjadi idola terkenal di grup masing-masing di bawah naungan agensi yang sama pula, sebagai senior dan junior.

Saat grup gadis itu naik ke atas panggung untuk menerima trofi dan memberikan pidato kemenangan, Chanyeol tersenyum memandangi Joohyun, terpukau dengan kecantikan gadis itu yang kian hari kian bertambah.

“Ah, cantiknya.” Puji lelaki itu yang secara tak sengaja tertangkap kamera, riuh penggemar mereka pun terdengar setelah pujian spontan itu Chanyeol sadari. Demi apapun, Ia benar-benar malu.

Di belakang panggung, kedua grup itu bertemu. Anggota grup mereka saling memberi salam satu sama lain sebagaimana junior harus menghormati senior, sementara Chanyeol dan Joohyun terlihat canggung untuk beradu tatap.

Sret. Punggung tangan Chanyeol bersentuhan dengan punggung tangan Joohyun saat saling meninggalkan. Keduanya tersenyum, senyuman miris yang menertawakan keadaan mereka di masa sekarang.

 

Cerita mereka dulu, biarlah hanya mereka berdua dan Tuhan yang tahu.

 

Let’s not fall in love.

Iklan

14 pemikiran pada “[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] 우리 사랑하지 말아요 (Let’s Not Fall In Love) by AYUSHAFIRAA

  1. Hai penulis, salken yak aku saras, mau komen tulisan kamu menurut sudut pandangku..

    Title (3/5)
    Pertama baca langsung nyambung nih otak ke big bang .. Terus MV lagunya juga. Hehe xD
    Pemilihan judulnya pas sama isi cerita, atau memang pada dasarnya cerita ini terbentuk dari judulnya. Bener ga? Hehe xD

    Poster (4/5)
    Bagus deh posternya, pemilihan gambar chanyeol-nya pas, rada innocent gitu. Tapi joohyun-nya kurang pas menurutku, rada jutek gt soalnya. Kyknya cuma aku yg rempong ttg pemilihan gambar deh haha xD
    Background-nya pas perpaduan warna pink sama orange-nya. Bagus.

    Plot, flow (3/5)
    Alurnya dibuat maju dan jalan ceritanya ringan. Mengalir begitu aja.

    Characterization (2/5)
    Kalau menurutku fic ini lebih fokus ke kejadian2 yg ada dripada penunjukan karakter dan perasaan tokoh. Jadi kurang ngeh kalau dari karakterisasinya.

    Spelling, diksi (3/5)
    Diksi yg digunakan ringan. Pas sama ceritanya. Tapi ada beberapa typo terutama pas bagian dialog. Aku kasih contoh satu aja ya, “Kau pasti sudah gila, Chan-ah! Mengajakku bepergian di dini hari seperti ini.” ucap si gadis pada lelaki tampan di dalam mobil merahnya.

    Kalau sehabis dialog menggunakan kata kerja, yang harus digunakan setelah dialog adalah huruf kapital, dan sebelum tanda petik penutup itu menggunakan tanda baca koma. Jadi seperti ini, “Kau pasti sudah gila, Chan-ah! Mengajakku bepergian di dini hari seperti ini,” ucap si gadis pada lelaki tampan di dalam mobil merahnya.

    Masih banyak lagi yg typo, tp kembali lagi ke aturan di atas aja. Sama kok 🙂

    Overall (8/10)
    Ceritanya ringan walaupun lebih menonjolkan kejadian2 di cerita dan meminimalisir penjelasan perasaan dari tokoh. Keep writing ya buat penulisnyaa..

    • Hello^^ salam kenal juga yaa, saras^^ iyaa silakan, maaf nih baru sempet bales soalnya kemarin2 sibuk mau ngadepin ujian hehe
      Cerita ini memang lebih ke songfict sih, jadi aku ambil ide dari lagunya bigbang^^
      Makasih kalo emang posternya dibilang bagus kekekek xD alasan aku milih foto joohyun yg itu, biar foto yg udah aku download kepake gitu gak cuma terpendam di file foto aja hehe 😆 gapapa kok, aku seneng dikomenin apalagi pake saran yg membangun^^
      Wah, iyaa emang kelemahanku banyakan disitu wkwk aku masih harus banyak belajar lagi kalo gitu yaa, soalnya ternyata titik koma juga diperhatiin di penulisan xD makasih ilmunya^^
      Iyaa makasih banyak yaa udah baca ceritanya, nyempetin komen dan kasih saran 😍

  2. Halooo, Ayushafiraa. :3

    Pertama kali liat posternya, ih kuculucuk pake banget yak. Simpel, perpaduannya sip. Oke, ada pepatah bilang, kalau jangan menilai buku dari cover-nya doang, tapi isinya juga. Jadi jangan berbangga diri aku puji cover-nya bagus. *tapi emang bagus kok, ane anak yang jujur by the way :v

    Dan terbukti!! Fiksinya manis!! Demi apaaa, simpel2 manis, gimanaaa gitu. Sama kayak cover-nya. Tapi, ternyata masih ada koreksi nih. Langsung bantai ya? Hahahaha *canda :v

    1. “Kau pasti sudah gila, Chan-ah! Mengajakku bepergian di dini hari seperti ini.” ucap si gadis pada lelaki tampan di dalam mobil merahnya. = “Kau pasti sudah gila, Chan-ah! Mengajakku berpergian pada dini hari seperti ini,” ucap si gadis pada lelaki tampan di dalam mobil merahnya.
    2. Chanyeol menggenggam erat tangan gadisnya, Bae Joohyun, “Ke suatu tempat di mana hanya akan ada kita yang bahagia.” = Chanyeol menggenggam erat tangan gadisnya, Bae Joohyun. “Ke suatu tempat di mana hanya akan ada kita yang bahagia.”

    Jadi kalimat penjelas sebelum maupun sesudah dialog, jika merupakan penjelas dialog-nya bukan penjelas tindakan, maka diberi tanda koma (kalo dalam bentuk pernyataan). Kalau menjelaskan tingkah si tokoh, memakai tanda titik (kalo dalam bentuk pernyataan).

    Joohyun menahan senyumannya yang hampir mengembang, ditatapnya foto mereka berdua yang terpajang di pigura kecil di dasbor mobil Chanyeol. = Joohyun menahan senyumannya yang hampir mengembang, ditatapnya foto mereka berdua yang terpajang dalam pigura kecil di atas dasbor mobil Chanyeol.

    Lelaki itu tetap membandel, bahkan si tinggi bertelinga lebar itu malah menarik Joohyun keluar secara paksa. Sungguh tak berperikemanusiaan-_­- = tolong jelaskan mengapa ada emot begini: expressionless emotikon di dalem fanfiksi? :v

    Jangan lupa, biar tambah rapi lagi, pas post fanfiksi, dibuat rata kanan-kiri ceritanya. :3

    Oke, selesai. Jangan patah semangat untuk belajar lagi dan lagi ya. Selalulah haus akan pengetahuan. Percaya deh, bisa jadi mastah kok kalau kamu menerima segala masukan2 yang seperti ini. Itung2, belajar, biar pinter. Semangat!! :3

    Salam kasih,
    WhitePingu95

    • Wah wah wah takjub aku 😂👏 /plak halo juga :3 hihi, makasih deh kalo posternya lucu :3 ngga, jujur aku bangga aja meski posternya doang yg dibilang bagus, ada senengsenengnya gitu wkwk 😂 bhaks, yaampun ternyata masih harus banyak belajar lagi yaa aku buat penulisannya :”3 pantes aja epep gak pernah laku /plak😂 kalo yg expressionless itu aku suka aja nambah2in wkwk lagian aku pernah liat novel terjemahan yg penulisnya orang korea tapi aku lupa judul novelnya apa, banyak kok expressionless emoticonnya, luculucu gimana gitu menurutku 😂🔪 okay thanks yaa, dari kamu aku banyak belajar yg awalnya aku gak tau hehe 😂 makasyihmakasyih, salam ketjup(?) :*/plak

  3. Aku pikir cerita ini akan sangat membosankan, tetapi lama lama membaca cerita ini aku malah terhanyut sama alurnya.
    Enggak nyangka kalo cerita ini sangat menarik, apalagi chanyeol itu salah satu bias terfavorit, jadi makin penasaran dalam membaca.
    Pokoknya yg belum baca cerita ini jangan bikin persepsi kalo ceritanya bakal ngebosenin wkwk.
    Pokoknya kalian harus baca cerita ini deh :))

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s