[EXOFFI FREELANCE] I Don’t Know (Chapter 2)

poster-i-dont-knows-fan-fiction

Tittle

I Don’t Know

Author

Xi Ming Yi

Length

Chapter

Genre

Romance

School

Rating

PG-13

Main Cast

Nayeon TWICE as Im Nayeon or Yourself

Sehun EXO as Oh Sehun

B.I iKON as Kim Hanbin

Sana TWICE as Minatozaki Sana

Additional Cast

Blackpink’s Member

Summary

Menyukai seseorang di waktu bersamaan itu adalah masa tersulit.

Tapi, aku tidak yakin apakah keduanya itu benar-benar cinta?

Disclaimer

Fan fiction ini murni pemikiran author tanpa plagiat dengan fan fiction manapun.

Author Note

Terima kasih buat readers yang telah menyempatkan waktunya buat membaca FF absurd ini, sekaligus yang sudah menyempatkan waktu memberikan kritikannya.

Kritik dan saran readers sangat berguna dalam penulisan FF.

Gomawo geurigo mianhaeyo!

.

.

.

CHAPTER 2

Siapa lagi yang tidak kenal dengan pria berkulit putih dengan marga Oh itu. Semua murid di SMA Taemin, jelas mengetahui siapa pria itu. Selain statusnya sebagai putra sulung dari keluarga Oh, pendiri Empire Group, juga dia seorang ulzzang di sekolah kami. Tidak salah lagi, banyak para gadis yang mendambakannya, termasuk Kim Jisoo.

Benar memang, Oh Sehun adalah siswa pindahan dari China. Dan dari rumor yang ku dengar, pria itu tumbuh besar di China dan baru kembali ke Korea 3 bulan yang lalu. Berarti, itu bertepatan saat dia masuk ke sekolah ini untuk yang pertama kali. Namun, kepopularitasannya melebihi para ulzzang lokal di sekolah kami.

Termasuk seperti Nam Taehyun, Do Kyungsoo, dan si berandal Bobby.

Kembali ke Oh Sehun.

Oh Sehun mulai berjalan mendekat ke arah meja makan yang ku duduki bersama dengan Hanbin. Raut kesal? Tentu saja ku tampakkan. Bagaimana mungkin tidak? Kejadian pagi lalu, itu benar-benar karenanya. Harus berurusan dengan Kim Jisoo, itu jelas karena pria itu.

“uri Nayeon!” ucapnya dengan senyuman lebar yang terpatri di bibirnya. Ia lantas menarik kursi di depanku, duduk disana menopang kepala dengan kedua telapak tangannya.

aku berdecak malas, mengalihkan pandanganku ke arah Hanbin yang nampak seperti kacang di antara kami.

“Hanbin, kau bilang ingin ke ruang musik ‘kan? Bukankah harus sekarang?” ujarku bohong, berusaha menghindar dari Oh Sehun, si biang masalah hidupku.

“ne?” Hanbin yang tidak merasa mengatakan apapun lantas mengangkat kepalanya tak mengerti.

Tanganku mulai menyiku perutnya.

“aw!” dia mengerang kesakitan, tapi beberapa detik kemudian ia mengerti, “kaja!”

“ya! Ya! Ya! Apa kalian benar-benar akan meninggalkanku?” baru saja kami hendak membalikkan badan untuk berlalu, tapi pria itu sudah beranjak dengan rengekannnya yang seperti bayi.

“tidak! Jika kau mau ikut, ikut saja.” Ujarku. Aku lantas melanjutkan aksiku untuk berlalu.

“Oh Sehun!” suara dari arah belakangku itu, tiba-tiba mengejutkanku. Membuat langkahku terhenti sejenak. Kepalaku seakan ingin menoleh, berbalik. Membuktikan sosok yang telah ku tebak yang tengah menahan Oh Sehun disana.

“kenapa berhenti?” suara Hanbin muncul, mengagalkan niatanku.

“tidak ada.” Aku segera melanjutkan langkah yang sempat tertunda, dengan Hanbin yang berjalan mengiringiku.

Sebetulnya, tanpa menebaknya pun aku sudah mengetahui siapa sosok yang menahan Oh Sehun disana. Kim Jisoo, tidak salah lagi. Suara nyaringnya, cukup familiar di telingaku. Dan hal yang ku tahu pasti, tidak ada wanita lain yang berani dekat dengan Oh Sehun selain geng-geng berkuasa di sekolah kami, termasuk black pink.

Kenapa? Jisoo selalu melabrak siapapun wanita itu, andai saja dia mendekati Oh Sehun di depan matanya. Apalagi, berkontak fisik dengan pria itu. Bisa-bisa Jisoo yang cantik bak seorang bidadari berubah menjadi iblis yang sangat menakutkan.

.

.

‘kringg……..’

Bel panjang tanda pulang berdering, membuat setiap murid bersorak gembira dan berbondong-bondong meninggalkan sekolah.

Tapi, tunggu! Dimana Hanbin? 10 menit lalu dia berpamit hendak ke toilet. Tapi mana? Kenapa belum juga memunculkan batang hidungnya? Aish..

15 menit sudah aku terkapar bosan di bangku halte. Menunggu pria itu datang yang entah kemana perginya aku tak tahu.

‘cling’

Sebuah pesan masuk kedalam ponselku.

From : Kim Hanbin

Nayeon-Ah, mian. Aku ada urusan mendadak.

 

Benar-benar pria itu, dia telah membuatku menunggu. Tapi apa sekarang? dia meninggalkanku begitu saja.

Smartphone itu lantas ku jejalkan ke dalam saku jas almamaterku dengan kasar. Kesal? Ayolah siapa yang tidak kesal dengan hal menyebalkan seperti ini? jelas aku kesal.

Sudahlah, ini bukan masalah besar.

.

Menaiki bus sendirian? Itu yang terjadi padaku sekarang. bukan masalah. Aku bukan lagi anak kecil yang harus terus-terusan bergantung dengan Hanbin. Aku sudah cukup dewasa. Dan aku tahu jelas rute untuk menuju ke rumah.

“Im Nayeon!” sapa seseorang lantas membuat lamunanku buyar. Kepalaku menyerong melihat siapakah gerangan yang menyapa dan mendudukkan dirinya di sebelahku.

Mataku meneliti penampilannya dari bawah sampai ke atas.

Sepatu hitam, seragam musim panas SMA Taemin, jaket kulit hitam, dan rambut coklat yang tersisir ke atas.

“Oh Sehun, apa yang kau lakukan disini?” tukasku menatap heran pria yang tengah tersenyum itu.

“apa lagi, aku mau pulang.” Jawabnya dengan senyuman yang masih melekat kuat.

“maksudku, kenapa kau pulang dengan bus? bagaimana dengan sopir yang mengatar-jemputmu?”

“kau mulai peduli padaku? Aigoo..” godanya dengan kekehan pelan.

“aish…” aku langsung menimpuk pelan lengan kekar pria itu, membuatnya pura-pura mengaduh kesakitan.

“ya, aku tidak peduli dengan rengekanmu yang seperti bayi, Tuan Oh!” jelasku lantas membuang muka darinya. Diam-diam aku tertawa geli, menertawai tingkah pria berkulit putih itu yang seperti bayi. Ku fikir itu sangat imut, meskipun agak menyebalkan.

Mataku yang memandang luar ke arah jendela bus yang transparan, tiba-tiba terbelalak saat bus melintas, melewati dua insan yang tengah bergandeng tangan di sepanjang jalanan.

“bukankah itu Hanbin? Kenapa bersama Sana?” gumanku pelan, namun tetap saja laki-laki di sampingku dapat mendengarkannya. Telingannya sangat jeli, sejeli telinga seekor kucing.

“Hanbin? Kim Hanbin, yang kau maksud?” ujarnya mengikutiku menengok ke belakang, mengamati dua sosok yang telah lewat jauh.

Kepalaku lantas memutar kuat, mengembalikkannya seperti awal.

‘deg’

Oh apa ini? Tidak, wajah Sehun benar-benar dekat sekarang, tepat di depanku. Benar-benar tidak nyaman.

“ku fikir sang wanita itu, Minatozaki Sana.” Tukasnya masih dengan posisi yang belum berubah dengan mata yang masih mengamati kaca belakang bus menembus bangku-bangku kosong.

“ekhm.” Tenggorokkanku seakan tiba-tiba berubah gatal, seketika berada di zona yang tidak nyaman ini. pria itu beralih mengembalikan posisinya perlahan. Bukan, bukan karena dehemanku. Dengan polosnya dia menatapku dengan memayun.

“sepertinya dua orang itu sedang berkencan.”

“mwo?!” mataku terbelalak, membulat seperti bola sepak. Tercekat? Tentu saja. Bahkan Hanbin tidak pernah mengatakan apa-apa kepadaku, tentang kedekatannya dengan wanita berdarah Jepang itu.

“tidak, tidak. Itu hanya pendapatku. Hanya saja aku sering melihat mereka berjalan bersama di malam hari.” Tutur Oh Sehun polos.

.

.

Hanya saja aku sering melihat mereka berjalan bersama di malam hari.

Kalimat Oh Sehun terus saja bergiangan di kepalaku, menggema dan mengaung. Membuatku malas untuk mengerjakan apapun.

Tubuhku lantas terhempas ke atas ranjang berwarna merah muda. Membaringkannya santai dengan mata yang menerawang ke atas, menembus langit-langit kamar berdekorasi merah muda itu.

Perasaanku kalut, bercampur aduk bagaikan adonan kue. Kecewa ataukah sakit? Entahlah, sulit untuk dipahami.

Kecewa? Sepertinya, aku cukup kecewa. Karena? Sudah 2 tahun kita bersama sebagai teman, kenap dia bahkan tidak memberitahuku tentang hubungannya dengan seorang wanita. Apakah.. aku tidak berperan apapun di dalam hidupnya?

Sakit? Ku fikir aku sakit. Bukan, bukan badanku. Tapi hatiku. Lantas, apa yang mendasari hatiku menjadi sakit?

Perasaan aneh apa ini?

.

.

.

TBC

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s