[EXOFFI FREELANCE] The Boy Next Door – (Chapter 2)

img_5345

Tittle/judul fanfic: The Boy Next Door

Author: Baekbby

Length: Chaptered

Genre: Romance, drama, school-life

Rating: PG-17

Main Cast & Additional Cast: Byun Baekhyun, OC, EXO member

 Summary: (Niat awal Joonhee yang hijrah ke Korea hanya untuk menemui sang ayah, mengantarkankannya pada berbagai konflik yang mengguncang.)

Disclaimer : (cerita ini murni hasil karya saya. Dilarang keras untuk mempublikasikan cerita ini tanpa seizin author)

Author’s note: (cerita ini pernah di post-tapi sudah di hapus- dengan judul yg sama dan jalan cerita yg sama tapi berbeda cast. Saya sengaja merubah cast nya dengan alasan pribadi. Jadi jika menemukan cerita dengan alur yang sama dan gaya bahasa yang sama persis, itu bukan berarti saya memplagiat cerita itu, melainkan itu memang cerita saya yang saya edit menjadi cerita yang sekarang ini. CERITA INI AKAN DI UPDATE SETIAP HARI DI WATTPAD)

 

***

 

“Jadi asal kamu dari mana ?” Ucap Baekhyun memecahkan keheningan di antara kami.

“Aku dari Indonesia”

jujur aku masih sangat gugup berada didekat laki-laki setampan baekhyun. Bisa kurasakan tatapan tidak senang diberikan gadis-gadis muda yang melihat kami. Mungkin mereka berpikir, apa yang sedang dilakukan gadis jelek itu bersama pangeran tampan ?. Tapi, Sang pangeran tampan sepertinya tidak menyadari tatapan-tatapan itu.

“Indonesia ?! Wow, itu lumayan jauh dari sini” Baekhyun terlihat terkejut. Aku mengangguk. “Tapi wajah kamu seperti wajah orang Korea”

Iya benar, aku memang  terlihat seperti orang Korea asli. Aku memiliki mata yang sedikit kecil, hidungku tidak terlalu mancung, dan bentuk wajah yang round, serta pipi yang tembem. Aku mendapat semua itu dari appa ku, hanya kulit dan rambutku saja yang menyerupai ibu.

“Itu karena aku mirip appa ku” aku melirik kearah Baekhyun.

“Maksud mu?”

“Appa ku orang Korea dan ibuku orang Indonesia. Hanya kulit dan rambut yang ku dapat dari ibu”

“Oh pantas saja”

Percakapan kami berhenti sampai disitu. Keheningan kembali menghampiri kami. Beberapa anak laki-laki menyapa Baekhyun yang dibalas oleh Baekhyun dengan salam khas laki-laki, ada diantara mereka yang menggodaku dan itu semakin membuat ku gugup dan merasa asing.

“Masih berapa jauh tempatnya ?” Tanya ku ketika salah satu teman Baekhyun memperhatikan ku dari atas sampai kebawah.

“Sekitar 1 blok lagi”

“Okay” aku mengetuk-ngetukan kaki sambil menggigit kuku ku, menandakan bahwa aku sedang tidak merasa nyaman. Dan sepertinya Baekhyun. menyadari itu karena setelah itu dia langsung berpamitan dengan teman-temannya.

“Ayo” ajak baekhyun. Kami kembali berjalan.

Tidak lama setelah itu kami akhirnya sampai ke tempat tujuan.

“This is EXODUS” ucap Baekhyun.

Aku tersenyum. “Let’s go. Aku benar-benar ingin minum kopi sekarang” lalu aku berjalan memasuki cafe meninggalkan Baekhyun di belakang.

****

“Terima kasih banyak” ucap ku ketika akhirnya sampai kerumah appa ku. Baekhyun memaksa untuk mengantarku pulang, walaupun sudah ku tolak, dia tetap memaksa. Katanya dia ingin tahu dimana rumah ku.

“Your welcome”

Aku merasa canggung, haruskah aku memeluk Baekhyun sebagai ucapan terima kasih atau langsung saja masuk kerumah ? Aku memutuskan untuk memeluknya. Ku lingkaran kedua tangan ku ke badan Baekhyun. Aku bisa merasakan keterkejutan Baekhyun ketika aku memeluknya. Entah kenapa aku sudah merasa nyaman berada didekat Baekhyun walaupun aku baru mengenalnya beberapa jam yang lalu.

“I had fun today, Thanks to you” ucap ku sambil tersenyum setelah melepaskan pelukan ku dari Baekhyun.

“Me too” Baekhyun membas senyumku dengan senyum manisnya.

“Oke bye” ku langkahkan kaki ku memasuki perkarangan rumah. Senyum masih terukir diwajah ku.

“Tunggu” Aku kembali menghadap Baekhyun setelah ia memanggilku. “Aku boleh minta nomer HP mu ?” Lanjutnya.

Aku mengangguk cepat “tentu” lalu langsung mengeluarkan iPhone ku untuk melihat nomor ku. Aku bahkan tidak mengingat nomor ku sendiri, sudah berapa kali aku mencoba untuk menghapalnya tapi selalu gagal, aku tidak tahu kenapa. Maksudku, aku bisa menghafal rumus matematika yang berbelit-belit dengan mudahnya tapi ketika aku ingin menghafal nomor handphone ku atau nomor handphone orang lain, aku tidak pernah bisa. Aneh.

Setelah itu aku memberikan nomor ku kepada Baekhyun. Dan Baekhyun bilang dia akan mengirimi ku pesan agar aku bisa menyimpan nomornya. Akhirnya kamipun berpisah, Baekhyun memutuskan untuk pulang dengan mengendarai skateboard nya. Aku masuk kedalam rumah sambil melirik jam tangan ku, 5:15. Astaga ini sudah sore, tidak terasa aku menghabiskan waktu bersama Baekhyun selama lebih dari 3 jam. Dan aku harap aku bisa menghabiskan lebih banyak waktu dengan nya, apa lagi aku akan bersekolah disekolah yang sama dengannya. Setidaknya aku sudah memiliki teman ketika aku masuk sekolah besok.

“Joonhee ? Sudah pulang nak ?” Aku sedikit terkejut mendengar suara appa. Dia sedang duduk di kursi dengan sebuah laptop di depannya. Mengerjakan pekerjaannya, yang baru kusadari sangat banyak. Menjadi seorang manejer sebuah perusahaan yang cukup besar bukanlah pekerjaan yang mudah. Banyak hal-hal yang menjadi tanggung jawab dan masalah-masalah yang harus ia selesaikan. Tapi tetap saja, ini sudah lebih dari tiga jam aku keluar rumah dan appa masih berada di posisi yang sama seperti sebelum aku pergi tadi. Aku tidak ingin dia rerlalu capek karena bekerja.

“Ne appa”

“Bagaimana hari mu ? Menyenangkan ?” Tanyanya lagi sambil mengalihkan pandangannya dari laptop dan melirik aku yang masih berdiri didepan pintu.

“Sangat menyenangkan! Aku sudah punya teman sekarang” aku berjalan menuju kursi yang di duduki appa lalu duduk disebelahnya. “Namanya baekhyun, dan dia tinggal bersebelahan Block dengan kita.” jelasku.

“Apa dia baik ? Dia tidak menggodamu kan ?”

“Dia sangat baik appa, dak tidak, dia tidak menggodaku” ucapku sambil menekankan kata ‘tidak’

“Bagus kalau begitu. Nah sekarang kamu mandi, dinner akan dimulai pukul 7″ appa lalu mengacak rambut ku. Kebiasaan yang selalu dilakukannya ketika ia ingin memerintah ku. Oh god I miss the old time.

*****

Aku membaringkan tubuh diatas kasur milikku. Setelah makan malam, aku memutuskan untuk kembali kekamar dan menyelesaikan unpacking barang-barang ku. 2 koper bukanlah sedikit untuk diselesaikan, belum lagi harus menyusunnya kedalam lemari ditambah harus merapikannya dulu sebelum akhirnya bisa dimasukkan ke lemari. God, i’m tired.

Kepalaku tiba-tiba saja memutar ulang kejadian-kejadian hari ini. Layaknya sebuah film yang diputar oleh sebuah DVD, rentetan kejadian hari ini pun terputar secara berurutan di kepala ku. Mulai dari pertama aku turun dari pesawat yang disambut oleh hangatnya udara musim panas disertai dengan kedatangan appa untuk menjemputku, hingga kejadian yang aku alami bersama Baekhyun. We met so Unexpectedly. Baekhyun yang menabrak ku dengan stakeboard nya hingga aku terjatuh tepat dibokong ku. Pipi ku memerah seketika mengingat kejadian itu. Lalu percakapan kami di cafe yang membuat aku sedikit jengkel, bagaimana tidak, baekhyun memberitahu ku bahwa sekolah akan dimulai besok dan appa sudah mendaftarkan ku. Dia tahu tentang ini karena ibunya adalah seorang kepala sekolah disana. Dia juga bilang bahwa sekolah yang akan aku hadiri adalah sekolah terbaik di Seoul, maka dari itu sekolah ini masuk satu minggu lebih awal dari sekolah lainnya. Rencana ku untuk mengeksplore Seoul sebelum masuk sekolah gagal lah sudah.

Pikiran ku terpecahkan oleh iPhone ku yang berbunyi. Aku membuka pesan yang dikirim kepada ku, dan ternyata itu dari Liana, sahabatku dari Indonesia.

From : Liana

‘I miss you, I need my bestfriend here’

Aku tertawa kecil membaca pesan dari Liana. Aku memutuskan untuk membalasnya.

To : Liana

‘I miss you too.. Aku merasa masih sangat asing disini li’

Setelah menekan tombol send, aku berjalan menuju kamar mandi untuk mencuci muka dan bergosok gigi. Aku berada di kamar mandi selama 15 menit. Setelah selesai, aku kembali membaringkan tubuhku di kasur dan meraih iPhone ku. Kulihat ada 5 pesan baru. Astaga, sepertinya Liana sangat marah aku tidak membalas pesannya selama 15 menit.

Tapi ternyata aku salah, pesan itu bukan dari Liana. I mean, 4 pesan lainnya bukan dari liana, melainkan dari nomor baru. Aku membuka satu pesan dari liana terlebih dahulu.

From : Liana

‘I know hee.. Dan kemungkinan besar aku akan mengunjungimu pada liburan tahun baru, jika mama tidak berubah pikiran’

Aku langsung melompat diatas kasur setelah membaca pesan itu. Aku tau reaksiku terbilang sedikit berlebihan, tapi sahabatku akan datang kesini! Ya Tuhan aku sangat senang”

To : Liana

‘Seriously ?! Aku akan berdoa bahwa mama kamu tidak akan merubah pikirannya!!

From : Liana

‘Iya kamu harus berdoa.. Okay Aku harus pergi, ada banyak PR disekolah besok.Bye hee”

To : Liana

‘Bye li’

Lalu aku meletakkan iPhone ku keatas meja kecil didampingi tempat tidurku. Aku sudah siap untuk tidur ketika iPhone ku berbunyi lagi. Dengan sedikit kesal aku meraih iphone ku. Ternyata itu adalah pesan dari nomor baru yang mengirimiku 4 pesan tadi, yang sekarang telah menjadi 5 pesan.

From : unknown

‘Hey, Ini baekhyun. Simpan nomer ku”

From : unknown

‘Lagi apa ?’

From : unknown

‘Sudah tidur ya ?’

From : unknown

‘Tentu saja kamu sudah tidur, ini sudah pukul 10.30,’

Aku tersenyum geli membaca pesan dari Baekhyun. Tapi pesan terakhir yang dia kirim berhasil menangkap perhatian ku. Rasa senang langsung menghampiri diri ku

From : unknown

‘Kita akan pergi kesekolah bersama besok. Aku jemput besok…. good night hee-ah’

Baekhyun mau pergi kesekolah bersama dengan ku besok ? Bersama ? Dan dia akan menjemputku! Ya Tuhan! Baekhyun, laki-laki berwajah malaikat yang berhasil membuat jantung ku berdetak lebih kencang dari biasanya mengajak ku untuk pergi kesekolah bersama dia. Okay, aku akui aku super senang sekarang.

Baekhyun dengan senyumnya yang manis akan menjemputku besok. Ya Tuhan senyum itu sepertinya tidak mau meninggalkan kepala ku. Apa aku mulai menyukai Baekhyun ?

Ah tidak mungkin, maksudku kami baru saja bertemu, tidak mungkin aku langsung menyukainya begitu saja. Lagian Baekhyun juga tidak mungkin menyukai ku, mungkin dia hanya ingin menjadi temanku, apa lagi aku baru disini, mungkin dia hanya ingin membantuku. After all, ini cuma ajakan untuk pergi kesekolah bersama-sama Joonhee-ah. Stop overthinking.

Dia hanya ingin berteman, Joonhee-ah, tidak lebih. Sekarang lebih baik tidur!
A/N

Aduh ini pendek banget ya ? Maaf, Kemaren janjinya bakal panjang eh tapi hasilnya masih Aja pendek. Untuk Chapter-Chapter berikutnya nanti bakal aku usahakan lebih panjang ^^

Terima kasih banyak yang udah mau baca ff ini walaupun ff ini sangat abal-abal. Kritik dan saran kaliam sangat dibutuhkan.

Sekali lagi terima kasih, and See you Next time ^^

Peace, baekbby

 

 

2 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] The Boy Next Door – (Chapter 2)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s