[EXOFFI FREELANCE] One Mistake – (Chapter 2)

ONE MISTAKE.jpg

Tittle/judul fanfic: One Mistake

 

Author: Baekbby

 

Length: Chaptered

 

Genre: romance, action, misteri

 

Rating: PG-17

 

Main Cast & Additional Cast: Byun Baekhyun, other EXO member, OC

 

 Summary: one mistake destroy everything

 

Disclaimer : cerita ini hanya fiksi belaka. Cerita ini murni hasil karya author dan dilarang mengambil

dan mempublikasikan cerita ini tanpa seizin author.

 

Author’s note: (kemungkinan akan di post di beberapa social media milik saya yang lain)

 

 

***

 

Hayeon berjalan menjauhi gedung kampus. Rasanya ingin cepat-cepat segera sampai kesebuah kafe yang menyediakan kopi kesukaannya. Cuaca dingin yang mulai menusuk makin membuat hayeon melangkah lebih cepat. Ia telah menyelesaikan semua kelasnya hari ini. Tak ada tugas ataupun projek yang harus ia kerjakan. Jadi ia memutuskan akan berlama-lama berada dikafe tersebut. Kafe yang bernama EXODUS itu bukanlah kafe besar dan mewah, hanya sebuah kafe sederhana yang mampu memberikan hayeon ketenangan. Entah kenapa, setiap kali hayeon berada di kafe tersebut, ia merasa bisa bernafas lega kembali. Seakan bahaya diluar sana tak bias menyentuhnya jika ia berada disini.

 

“selamat datang, hayeon-ssi”

 

Ucap seorang pelayan yang hayeon ketahui bernama kyungsoo. Ia benar, hampir semua pelayan di EXODUS mengenalinya. Tapi seperti biasa, senyum lebar kyungsoo hanya dibalas dengan pandangan dingin oleh Hayeon.

 

Laki-laki pemilik bibir berbentuk hati itu hanya bias menghela nafas. Sudah ratusan bahkan ribuan kali kyungsoo mencoba untuk menyapa gadis itu, tapi percuma. Es yang ada dihati hayeon telah terlalu dingin untuk dicairkan.

 

“tidak mendapat balsan lagi ?” Tanya pelayan lain. Kyungsoo hanya menghela nafas sambil menggeleng.

 

“sudahlah, lebih baik kamu berhenti menyapanya.”

 

“tapi aku hanya ingin berteman dengannya tidak lebih. Dulu dia tidak dingin seperti ini” balas kyungsoo, lagi-lagi dengan raut wajah kecewa.

 

Hayeon tentu saja mendengar semua percakapan dua orang pelayan itu. Hatinya sakit mendengar kata-kata yang terlontar dari mulut kyungsoo. Bagaimana tidak, kyungsoo adalah laki-laki yang pernah sangat dicintai adiknya, Nayeon. Bayangan nayeon yang sangat senang setiap kali hayeon mengajakknya ke EXODUS selalu melintas dibenak Hayeon ketika ia melihat kyungsoo.

 

Hayeon menghela nafas dan melanjutkan langkahnya menuju tempat pemesanan kopi, lalu ia menunggu beberapa saat untuk kopinya. Setelah itu ia berjalan kembali menuju sebuah bangku dan meja kecil yang berada di sudut ruangan. Bangku yang selalu ia jadikan tempat merenung dan berdiam diri.

 

Kopi hangat yang sekarang Hayeon genggam mengeluarkan gumpalan asap yang beraroma menggoda. Sesekali ia menghirup sedikit demi air kopi hangat tersebut.

 

Mata Hayeon melihat keluar jalan yang sedang basah karna hujan gerimis yang mulai turun. Masih banyak orang-orang berlalu lalang dibawah jatuhan air hujan. Sepenting itukah hal yang mereka harus lakukan sehingga mereka sanggup menembus hujan ? Pikir Hayeon.

 

Lamunannya tiba-tiba terhenti ketika ia merasakan seseorang menyentuh pundaknya. Hayeon menoleh, dan mendapati joonhee yang sedang tersenyum lebar kearahnya. Hayeon menghela nafas. Sampai kapan gadis ini akan mengganggunya ?

 

Joonhee menghiraukan Hayeon yang lagi-lagi tampak tak senang dengan kehadirannya, dan memutuskan untuk duduk di depan Hayeon.

 

“Hayeon-ah” ucapnya antusias

 

Hayeon hanya membalas dengan memutar matanya.

 

“Kamu tau Baekhyun ? Anak baru itu ?” Tanya joonhee lagi. Hayeon tetap membisu.

 

“Tadi dia menanyakan nama kamu”

 

‘Baekhyun ? Kenapa dia menanyakan nama ku ? Apa dia kurang jelas bahwa aku tidak tertarik bahkan hanya untuk berkenalan dengannya ? Aku tidak tahu bahwa dia sebodoh itu.’ Guman Hayeon dalam hati.

 

“Well, setidaknya dia cute. Kamu harus berkenalan dengan dia. Eh ngomong-ngomong, pelayannya mana ya ? Aku mau pesan kopi juga.”

 

“Kamu bodoh ya ? Kalau mau pesan ya langsung kemeja pemesanan” ucap Hayeon dingin.

 

Joonhee yang mendengar suara keluar dari mulut Hayeon pun sangat terkejut. Untuk ratusan kali ia mencoba untuk berbicara dengan wanita ini, tidak pernah sekalipun ia mendapat respon. Tapi kali ini Hayeon benar-benar mengeluarkan suara, dan suara itu ditujukan kepadanya. Joonhee merasa sangat bangga telah berhasil membuat hayeon berbicara. Ya walaupun kata-kata yang keluar dari mulut hayeon bukanlah kata-kata yang enak didengar.

 

Entah kenapa joonhee sangat ingin berteman dengan wanita bertatapan dingin ini. Yang jelas sejak pertama kali ia bertemu dengan Hayeon rasa ingin berteman itu muncul. Mungkin orang lain yang melihat joonhee akan berpikir bahwa joonhee adalah gadis yang bodoh. Tapi tidak dengan joonhee, ia tidak merasa bodoh sama sekali. Malah semakin hayeon memperlakukannya seperti itu, semakin besar tekadnya untuk mendekati hayeon.

 

“Oh! Kalau begitu aku pesan kopi dulu, kamu tunggu disini, jangan Kemana-mana”

 

Setelah itu joonhee beranjak menuju tempat pemesanan kopi. Terlihat dari sini kyungsoo yang melayani pesanan joonhee. Senyumanpun seketika muncul diwajah laki-laki pemilik bibir berbentuk hati tersebut.

 

 

Hayeon kembali lagi mengalihkan pandangannya ke jalan. Mulai menghiraukan situasi yang ada disekitarnya. Baginya, dirinya sudah mati. Sudah tidak berada di dunia ini lagi. Semua manusia tidak bias hidup sendiri, mereka pasti membutuhkan orang lain. Tapi lihatlah hayeon, ia sendiri. Tak ada satu orangpun yang berada disisinya. Benar, ini jauh lebih buruk dari pada mati. Tanpa ia sadari, lagi-lagi butiran air matanya terjatuh.

 

 

Hayeon ingin berteriak.  Kenapa pembunuh itu tidak langsung membunuh hayoeon saja ? kenapa harus orang-orang yang ia sayangi ? apa pembunuh itu sangat membencinya sehingga ia ingin membuat hayeon semenderita ini ?

 

Hayeon mengepalkan tanggannya. Rasa sakit dihati dan amarah telah menguasai dirinya. Ia pukul dadanya dengan maksud untuk meredakan rasa sakit dihatinya. Matanya tertutup, berusaha mencegah air mata untuk jatuh lagi.

 

Kau tidak boleh seperti ini hayeon. Jika sih pembunuh bangsat itu melihatmu seperti ini, ia pasti akan tertawa terbahak-bahak.mengetahui bahwa ia telah berhasil membuat hidupmu hancur. Kau harus kuat. Atau setidaknya berpura-puralah untuk kuat.

 

Hayeon menarik nafas lalu menghembuskannya. Ia usap sisa air mata yang masih ada dimatanya. Gepalan tangannya perlahan ia buka kembali. Tapi tidak sengaja hayeon menyenggol gelas kopi yang ada didepanya dan gelas itupun terjatuh tepat diatas sepasang sepatu milik seorang lelaki yang tanpa hayeon sadari telah berdiri di samping meja tempatnya duduk.

 

“ah, panas!” teriak lelaki itu setelah air kopi panas menembus sepatunya.

 

Mata hayeon tiba-tiba membulat ketika melihat bahwa pemilik sepatu itu adalah baekhyun. Hayeon tidak tau harus berbuat apa, ia hanya tetap duduk dengan mata lebar dan mulut sedikit terbuka.

 

“kenapa kamu tumpahkan kopinya dikaki ku ?” Tanya baekhyun lagi dengan suara yang masih  sedikit meringis. “airnya panas”

 

Hanyeon masih diam. Ia tatap baekhyun dengan tatapan kosong.

 

Joonhee yang melihat keadaan ini langsung berlari kembali menuju hayeon. Meninggalkan pesanan kopinya yang masih berada ditangan kyungsoo.

 

“ada apa ini ?” Tanya joonhee. “oh ? baekhyun ?” lanjutnya setelah melihat laki-laki yang terlibat dengan hayeon adalah baekhyun.

 

“hayeon menumpahkan satu gelas kopi panas ke kaki ku.” Balas baekhyun. Matanya kembali menatap hayeon.

 

“ini salah mu. Ngapain kamu berdiri disana ? bodoh”

 

Suara dingin hayeon sejenak membuat baekhyun terdiam. Matanya berkedip berkali-kali.

 

“kamu seharusnya minta maaf, bukan malah balik marah. Yang korban disini aku, bisa saja kaki ku melepuh dan ternyata harus diamputasi, kalau sudah begitu kamu mau tanggung jawab ?” tantang baekhyun.

 

Joonhee tertawa kecil mendengar ucapan baekhyun. “aku rasa itu sedikit berlebihan, baekhyun. Kaki mu tidak akan diamputasi hanya karna segelas air panas yang sudah tidak terlalu pasnas”

 

Baekhyun tidak membalas ucapan joonhee. Matanya masih menatap mata hayeon. Mereka saling menatap untuk beberapa saat, sebelum akhirnya baekhyun mengedipkan matanya dan memandang kearah lain dengan gugup.

 

“Se-setidaknya kamu harus tanggung jawab meberikan aku obat luka bakar. Aku yakin kaki ku sekarang melepuh.” Lanjutnya.

 

Hayeon yang mendengar itu hanya berdecak dan langsung berdiri untuk meninggalkan exodus tanpa menghiraukan baekhyun yang masih berguman tentang kakinya yang melepuh.

 

“ya! Tunggu!” baekhyun segera bergegas menyusul hayeon. “kamu harus tanggung jawab. Kaki ku melepuh.”

 

Hayeon mengabaikan baekhyun dan terus berjalan menuju apartemennya. Baekhyun yang masih bersih keras untuk meminta pertanggung jawaban hayeon terus mengikuti langkah cepat gadis ini dengan sedikit susah karna kakinya yang melepuh.

Ketika sampai di apartemennya, hayeon mendapati sebuah serpihan kertas terletak di depan pintunya. Tiba-tiba rasa takut menjalar ketubuh hayeon. Dengan perlahan ia mengambil kertas tersebut lalu ia membukanya dengan tangan bergetar.

 

remember, be alone. Sweetheart. We don’t want to see another dead body, do we?’

 

Adalah isi kertas tersebut. Hanyeon memejamkan mata dan Langsung meremas kertas itu. Ia berbalik dan mendapi baekhyun yang masih berdiri di belakangnya.

 

“pergi” ucap hayeon.

 

“n-ne ?”

 

“aku bilang pergi.”

 

“tapi kaki ku bagaimana ?”

 

“aku tidak perduli. Pergi.” Setelah itu hayeon membuka pintu apertemennya dan segera masuk. Di bantingnya pintu itu dengan keras tepat di depan wajah baekhyun.

 

Setelah menutup pintu, pertahanan hayeon pun runtuh. Ia terjatuh dan menangis sekuat-kuatnya. Tidak perduli jika pembunuh itu melihatnya atau tidak. Ia sudah muak dengan semua ini.

 

 

A/N

 

Akhirnya chapter 2 selesai juga. Diselah sibuknya uts dan tugas kuliah yang menumpuk, aku akhirnya bias menyelesaikan chapter ini.

Cuma mau bilang, makasih yang udah mau baca ff abal-abal ini dan untuk yang udah komen, terima kasih banyak, kalianlah yang menginspirasi aku untuk nulis chapter ini.

Ini pertama kali aku nulis genre misteri, jadi gimana menurut kalian ? cerita ini bikin penasaran kah ? atau jelek kah ? silakan berikan kritik dan saran kalian J

 

Sekali lagi terima kasih.

 

 

2 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] One Mistake – (Chapter 2)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s