[EXOFFI FREELANCE] Shadow-Accident – (Ficlet)

shadow-accident

SHADOW – ACCIDENT

AUTHOR : delightK || LEGHT : FICLET|| GENRE : Romance, AU, Idol-Life || RATING : Teen

CAST :

OH SEHUN – HAN EUNJOO (OC)

SUMMARY :

– Aku hanya dapat mengikuti langkahmu.

Dan tentang perasaanku, hanya aku yang mengetahuinya.

Karena aku adalah bayangan. –

DISCLAIMER :

STORY LINE PURE DARI PEMIKIRAN AKU SENDIRI.

MOHON MAAF APABILA DITEMUKAN KESAMAAN TOKOH DAN ALUR.

ENJOY!! ^^

 

  • ●●

 

Sesekali Eunjoo menghela nafas. Hari ini adalah latihan terberat yang pernah Eunjoo rasakan selama ia menjadi Trainne di S Entertaiment. Sudah tiga tahun semenjak Eunjoo menjadi trainner di S Ent, Eunjoo bercita-cita menjadi seorang model tapi di S Ent ia di latih layaknya ia akan diorbitkan menjadi seorang idol, ia lelah dan rasanya ingin menangis tapi untuk mengejar karir dan cita-citanya ia akan melakukan apapun untuk menjadi seorang model kelas dunia.

 

Eunjoo lagi-lagi menghela nafasnya panjang. Menatap makan siangnya tak minat. Ia merasakan perutnya lapar namun dengan menu makan seperti ini, tidak akan membuat perutnya kenyang. Nasi dengan berat 100gr, sayur brokoli dengan sedikit garam yang nyaris hambar dan juga jus tomat yang ia benci sudah membuat Eunjoo tidak berselera, sayangnya jika ia diam-diam pergi ke restoran ramen yang ada disebrang gedung pasti berat badannya akan naik dan Pelatih akan memarahinya habis-habisan untuk menyuruhnya melakukan diet lagi. Eunjoo melihat lagi sekelilingnya para trainner yang lain pun merasakan hal yang sama, namun perbedaanya ia duduk seorang diri tanpa teman yang bisa diajak untuk berkeluh kesah.

 

Eunjoo dengan paksa memakan makan siangnya sambil sesekali melihat sekelilingnya. Namun kini matanya terfokus pada meja yang tepat berada disebrang mejanya dimana ada sosok pria yang sering dijuluki pria sempurna. Pria yang memiliki segudang pesona. Ia tampan, cerdas, tangkas, proposi tubuh yang sempurna, senyum yang memukau, pandai berakting dan lihai dalam menari. Pria itu terlihat sedang memakan makan siangnya bersama kelompoknya, kelompok yang berisi sekumpulan trainner yang sering dijuluki golden trainner. Meraka tidak hanya memiliki bakat yang hebat namun memiliki visual yang menarik. Beberapa orang dari kelompok itu bahkan sudah ada yang memulai debut sebagai solo maupun grup. Dan pria itu salah satunya, beberapa minggu lalu pria itu sudah memulai debutnya menjadi seorang aktor, walau bukan pemeran utama yang ia dapatkan tapi aktingnya sudah mendapat sorotan dan tanggapan positif dari masyarakat.

 

Eunjoo telah menghabiskan makannya. Ia berniat kembali untuk latihan namun saat ia berdiri Eunjoo merasakan kepalanya pusing seperti berputar-putar. Ia memegangi kepalanya dan berjalan secara perlahan-lahan. Pandangan mulai kabur kemudian tubuhnya limbung dan terhunyung kebelakang. Tapi Eunjoo tidak menyentuh lantai atau merasakan sakit. Seseorang menangkapnya, deru nafas orang itu terasa di permukaan kulit wajahnya. Ingin rasanya ia mengetahui siapa yang menangkapnya namun kelopak matanya terlalu berat untuk sekedar diangkat.

 

Gwenchana? Eunjoo-ssi sadarlah.”

 

Dan Eunjoo tahu siapa pemilik suara berat ini suara yang dimiliki pria itu, Oh Se Hun. Dan saat itu juga kesadaran Eunjoo hilang sepenuhnya.

 

Sehun. Oh Sehun. Pria yang sudah Eunjoo kagumi saat ia masih di tingkat tiga bangku sekolah menegah pertama. Ia pertama kali bertemu dengan Sehun di dalam bis yang menuju ke sekolahnya, saat itu Sehun duduk disebelahnya sambil mendengarkan musik dari earphonenya. Eunjoo menatap seragam yang melekat di tubuh Sehun dan itu adalah seragam khas SOPA, sekolah yang mencetak para idol di Korea Selatan. Eunjoo terkesima dengan pesona Sehun yang membuat jantungnya berdetak dua kali lebih cepat dari biasanya. Dan saat itu juga ia merubah piliihan SMA-nya menjadi Seoul of Performing School.

 

Eunjoo membuka matanya. Ia menatap sekelilingnya, nampak asing namun ia sangat mengenali tempat ini. Ruang Kesehatan. Keadaan ruanganya nampak sepi namun ada beberapa orang yang sedang tertidur. Eunjoo kemudian berusaha untuk bangkit tapi badannya masih terasa lemas hanya untuk sekedar duduk.

 

“Kau sudah bangun rupanya,”

 

Eunjoo menoleh dan mendapati Sehun tengah berjalan kearahnya sambil membawa semangkuk bubur. Eunjoo hanya tersenyum canggung.

 

“Tadi kau pingsan untung saja aku menangkapmu. Kemudian aku langsung menggendongmu ke sini.”

 

“Terimakasih telah menolongku sunbaenim,” ujar Eunjoo lemah.

 

“Sama-sama, apa kau sudah baikan?”

 

“Ya sepertinya tubuhku sudah lebih baik dari sebelumnya, walau masih terasa lemas.”

 

“Perawat mengatakan kau mengalami anemia dan penyakit magh yang kau miliki kambuh,”

 

Eunjoo hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar. Sepertinya ia memang tidak cocok untuk melakukan training berat seperti ini. Sudah beberapakali penyakit magh dan animea Eunjoo kambuh tapi karena tekanan yang ia terima untuk memiliki proposi tubuh sempurna ia menghiraukan saran dokter dan masih melakukan diet ketat.

 

“Beristirahatlah beberapa hari untuk menstabilkan tubuhmu Eunjoo-ssi. Abaikan apa yang Pelatih Kim katakan. Kesehatan tetap nomor satu.” Eunjoo hanya menatap Sehun takjub, sebagai sunbae Sehun cukup perhatian dan itu membuat hatinya bahagia. Eunjoo tersenyum canggung.

 

“Terimakasih untuk sarannya sunbae, aku akan memikirkannya.”

 

Sehun mendecak lidahnya kesal, “Ucapanku bukan untuk dipikirkan tapi diikuti. Sudahlah, ini makan aku sudah membelikanmu bubur dan setelah itu kau makan obatmu.”

 

Eunjoo meringis, kemudian ia mencoba bangkit lagi dengan sigap Sehun membantu Eunjoo untuk duduk. Sehun kemudian memberikan buburnya dan Eunjoo kemudian memakannya.

 

“Apa buburnya enak? Kenapa sepertinya kau tidak minat?”

 

“I-ini enak. Aku hanya masih lemas sunbae,”

 

“Jika kau masih lemas, aku suapi mau?” Eunjoo membulatkan kedua matanya. Lagi-lagi menatap Sehun takjub.

 

“Ti-tidak apa-apa, aku masih bisa makan sendiri”

 

“Baiklah jika seperti itu.”

 

Eunjoo melirik Sehun sambil memakan bubur dari Sehun kemudian mengatakan. “Aku sangat berterimakasih padamu atas semuanya Sehun sunbaenim. Aku tidak mengira kau akan menolongku. Aku kira kau tidak mengenalku, kau tau? Kau begitu populer dan tidak sudi untuk melirikku.”

 

Sehun melotot menatap Eunjoo yang menurutnya aneh. Sehun terkekeh mendengar penuturan Eunjoo yang sangat berlebihan, “Tentu saja aku mengenalimu Eunjoo-sii, bahkan sejak kau masuk ke SOPA lima tahun yang lalu. Kupikir kau yang tidak pernah melirikku sama sekali. Apa kau keberatan aku ada di sini? Kau mau aku keluar?”

 

“Ti-tidak Sunbaenim. Aku tidak keberatan sama sekali, bahkan aku bersyukur Sunbaenim ada disini, hehe” Eunjoo terkekeh kecil untuk mencairkan suasa. Dan Sehun tersenyum manis. Eunjoo sangat terpikau dengan senyuman milik Sehun, ia merasakan ia sedang bermimpi tapi ini adalah kenyataan dan membuat Eunjoo sangat bahagia karena bisa berbincang dengan Sehun.

 

“Jadi Eunjoo-ssi ceritakan apa yang terjadi sebenarnya. Anggap saja ini sebagai awal pertemanan kita.”

 

“Ne? Ah- baiklah,”

 

  • ●●

 

Sudah sebulan semenjak kejadian Eunjoo pingsan dan semenjak itu juga ia tidak pernah bertemu lagi dengan Sehun, namun Eunjoo menganggapnya biasa saja walau ia merasa sedikit kehilangan. Kini Eunjoo selangkah lebih maju untuk mengenal Sehun. Ternyata pria itu adalah pria tipe yang periang, baik hati, konyol dan mudah mencairkan suasana. Eunjoo merasa lebih mudah mendekati Sehun dari pada mendekatai Pelatih Kim yang galak.

 

Kini Eunjoo sudah berlatih, namun tidak seketak dulu. Pelatih Kim juga sepertinya lebih lunak padanya. Bahkan Eunjoo merasa ia lebih sering latihan ekspresi dan pose dari pada tari dan vocal. Ini adalah keajaiban, sepertinya para staff sudah meliriknya untuk dilatih menjadi seorang model.

 

One-Two-Three-Four-Five-Six-Seven-Eight, oke stop!” Pelatih Kim menghentikan latihan hari ini. Waktu sudah menunjukan pukul lima sore.

 

“Hari ini sudah selesai, jangan lupa besok akan ada penyaringan seperti biasa, aku harap kalian persiapkan fisik dan mental kalian.”

 

NE! Terimakasih Pelatih Kim!

 

“Han Eunjoo-ssi kau dan aku sekarang akan pergi ke ruangan CEO Lee, ada yang ingin beliau sampaikan. Bersihkan diri terlebih dahulu, Eunjoo-ssi

 

“Baik,”

 

  • ●●

 

Eunjoo tidak pernah berpikir apapun tentang debutnya, yang ia pikirkan hanya latihan yang sempurna agar para Pelatih menyukainya. Rasanya Eunjoo ingin menangis haru sekarang. Tiga hari ia akan memulai debutnya menjadi seorang model. Ia juga tidak menyangka bahwa yang akan mengatakan selamat atas debutnya pertama kali adalah CEO S Ent. Eunjoo benar-benar berterimakasih atas berkah yang ia rasakan. Bahkan rasanya ini seperti mimpi.

 

“Jadi lakukanlah yang terbaik nona Eunjoo-ssi. Ini adalah event pertamamu sekaligus debutmu persiapkan keadaan mental dan fisikmu. Kita akan berjumpa lagi di Seoul Fashion Week.”

 

“Terimakasih banyak, sajangnim. Saya benar-benar bahagia dan tersanjung mendengarnya.”

 

“Ini semua hasil jerih payahmu selama ini, Pelatih Kim sering memujimu dan saat kulihat dirimu aku benar-benar terkejut dengan pesona yang kau miliki.”

 

Eunjoo tersenyum bahagia. Pelatih Kim dan dirinya kemudian bangkit, mereka berdua keluar dari ruangan CEO Lee. Tak hentinya Eunjoo terus membungkuk dan berguman terimakasih kepada Pelatih Kim dan CEO Lee.

 

“Ini berkat kerja kerasmu, Eunjoo-ssi,”

 

“Persiapkan dirimu, sering berjalanlah menggunakan sepatu berhak tinggi. Dan juga persiapkan mentalmu karena kau akan berjalan berdampingan dengan Oh Sehun,”

 

Eunjoo membulatkan kedua matanya. Dirasanya jantungnya berdetak dengan kencang dan pipinya memanas. Dan nada Pelatih Kim seolah tengah menggodanya, Eunjoo merasa malu sekaligus kaget. Eunjoo berkata, “Apa?! Oh Sehun dan aku akan berjalan berdampingan?!”

 

Pelatih Kim hanya tersenyum menggoda dan pergi meninggalkan Eunjoo yang mematung.

 

‘Maldoandwe,’

 

Eunjoo tiba-tiba berbalik ketika ada seseorang yang menepuk bahunya yang ternyata adalah Oh Sehun. Pria itu tengah tersenyum manis menatapnya.

 

Chukae, Han Eunjoo kau akan segera melaksanakan debutmu.” Sehun berujar riang. Tak taukah pria itu dengan detak jantungnya yang sedang berpacu dengan kencang? Selain karena berita tadi, kini jarak Sehun dan dirnya sangat dekat kira-kira sekitar 15 cm.

 

Eunjoo mundur beberapa langkah dirasakan pipinya memanas kembali. Eunjoo tersenyum canggung kerah Sehun.

 

“Te-terimakasih Sunbaenim, ini atas saran yang kau berikan padaku.”

 

“Ini hadiah untukmu,”

 

Sehun menyerahkan sebuket bunga dihadapan Eunjoo, yang membuat dirinya terkejut bukan main.

 

“Untukku?” Eunjoo menunjuk dirinya sendiri, dengan ekspresi lucu menurut Sehun.

 

“Tentu saja,”

 

Eunjoo menerima sebuket bunga itu dengan senang hati. Sehun tersenyum lembut.

 

“Kita akan bertemu dua hari lagi untuk latihan, persiapkan dirimu Eunjoo-ssi

 

Sehun mengusap kepala Eunjoo dengan lembut sambil berlalu, perlakuan Sehun tadi membuat Eunjoo mematung dan lagi-lagi jantungnya berpacu dengan cepat dan serasa beribu kupu-kupu mengelitik perutnya.

 

“Ah, ya!” Seru Sehun.

 

Eunjoo berbalik menatapnya.

 

“Satu lagi, Selamat! Karena kau juga akan menjadi seorang Sunbae, Eunjoo-ssi

 

Sehun semakin menjauh dan menghilang. Dan tanpa sadar sebuah senyuman tercetak jelas di masing-masing wajah mereka. Entah untuk alasan apa mereka tersenyum yang jelas mood Eunjoo dan Sehun sangat bagus untuk hari ini.

 

 

 

Siapa sangka insiden pingsannya Eunjoo akan membawa berkah untuk Eunjoo dan Sehun. Eunjoo merasa Tuhan sedang berbaik hati padanya karena mengirimkan berkah padanya secara bertubi-tubi dari ia didekatkan dengan Sehun dan debutnya akan segera dilaksanakan. Sedangkan untuk Sehun, ia seperti merasakan sesuatu yang lain semenjak mengobrol dengan Eunjoo. Perasaan yang pernah hadir di dalam dirinya namun hilang sekarang kembali lagi karena kehadiran sosok seorang gadis bernama Han Eun Joo. Insiden yang membawa berkah dan membawa perubahan untuk kehidupan mereka berdua dan mungkin juga orang lain.

 

-END OR NEXT?-

 

YEAY! THIS IS MY FIRST FANFICTION, SO SORRY IF YOU SEE TYPO’S.

 

DAN INI PERTAMA KALI AKU POST FF SETELAH BANYAK FF YANG AKU BUAT MENUMPUK DI HP DAN LAPTOP, AKU MEMBERANIKAN DIRI UNTUK MEMPOST FF DAN INI PERTAMA KALI JUGA POST DI SINI, JADI JANGAN PLAGIAT FF AKU YANG AMATIR INI, PLAGIAT ITU DOSA.^^

 

FF INI AKU BUAT SAAT AKU LAGI BELAJAR BUAT UTS DAN DENGAN CEPATNYA FF INI TERBUAT MENGALIHKAN BUKU TEBAL PENUH TEORI YANG SUSAH DIPAHAMI.

 

WELL… FF INI TERASA BORING, MENYEBALKAN, BERTELE-TELE DAN GAK NGENA KEHATI KALIAN SEMUA, MAAFKAN AKU, KARENA AKU TIDAK BANYAK PENGALAMAN SEPERTI PARA AUTHOR YANG SUDAH HEBAT DAN TERKENAL, KKKK~

 

JADI AKU MINTA KOMENTAR, SARAN DAN KRITIK. KARENA ITU JUGA YANG BUAT AKU BELAJAR.

 

THANK YOU. –XOXO FROM delightK.

14 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] Shadow-Accident – (Ficlet)

  1. Ping-balik: [EXOFFI FREELANCE] (Sequel) SHADOW : FALLEN – Ficlet | EXO FanFiction Indonesia

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s