[EXOFFI FREELANCE] Sacrifice of Love – (Chapter 6)

sacrifice-of-loveee

Title : SACRIFICE of LOVE – 6

Author : BanHana Chance

Cast :

– Xi Luhan

-Xi Seohyun (Xi Luhan son)

Support cast :

-Im Yoona

-Jessica Jung

-Byun Baekhyun (EXO K)

-Kwon Yuri (SNSD)

-Byun Xiumin [Baekhyun & Yuri son]

Genre : Sad, Romance, School life, Friendship, Mariage life

Lenght : Chaptered

Rating : PG17

 

(Ingat Typo dimana-mana)

.

.

.

~oOo~

“Dasar namja menyebalkan. Sudah hampir satu jam aku menunggu masih belum datang juga. Haishh…jinjja kau membuatku ingin memakan-mu saja Luhan-ah…” ucap Jessica dalam hati-nya sambil memandangi layar ponsel-nya menunggu jawaban dari Luhan.

 

Tiba-tiba saat hendak pergi sebuah kalung berlian berkelip-kelip di depan wajah Jessica saat ini.

 

Jessica pun tersenyum manis. “Aku tahu chagiya kau akan datang.” Ucap Jessica dan kemudian menghadap ke arah Luhan yang saat ini tengah berdiri di belakang Jessica dengan mengalungkan kalung itu pada leher Jessica.

 

“Otteh…apa kau suka chagiya?” tanya Luhan.

“Suka. Kau ini selalu saja membuatku tidak bisa marah kepada-mu chagi. Kenapa kau lama sekali eoh?” tanya Jessica tiba-tiba merubah nada suara-nya menjadi kesal.

“Tadi aku mengantar Seohyun ke rumah Baekhyun. Aku menitipkan-nya. Di Seoul hanya ada aku yang dimiliki-nya.” Ucap Luhan menjelaskan.

“Kenapa tidak kau sekolahkan saja dia di Beijing? Disana kan ada eomma mu. Dia bisa bersama-nya dan tidak mengganggu pekerjaan-mu disini chagi.” Suruh Jessica.

“Shirreo…aku tidak bisa berpisah dengan-nya. Dia butuh kasih sayang dari orang tua.” Jawab Luhan menolak.

“Tapi kau jadi jarang ada waktu untuk-ku chagiya….” ucap Jessica kesal dan membuat Luhan kaget dengan ucapan-nya barusan.

“Mwo…kenapa kau jadi egois seperti ini?” jawab Luhan kesal dan sontak membuat Jessica tidak enak kepada-nya.

“Mianhae chagiya…bukan itu maksud-ku.” Ucap Jessica dengan terbata.

“Kalau kau memang tidak suka dengan Seohyun bilang saja. Kita bisa mengakhiri hubungan ini sekarang juga.” Ucap Luhan meninggalkan Jessica begitu saja.

 

“Yakk…chagi-ya…..” teriak Jessica saat mendapati Luhan kini pergi meninggalkan-nya begitu saja.

“Dasar anak kecil tidak berguna….aku harus menyingkirkan-nya.” Ucap Jessica dalam hati-nya.

~~~SACRIFICE of LOVE-6~~~

~oOo~

{Author POV}

 

Luhan kini tengah melajukan mobil-nya sangat kencang. Dapat dilihat jika kini Luhan merasa sangat kesal dengan ucapan Jessica tadi.

 

Luhan benar-benar tidak menyangka orang yang dicintai-nya selama ini tidak menginginkan anak dari Luhan. Selama ini yang Luhan tahu hanyalah Seohyun anak dari Luhan dan Jessica menerima-nya.

 

Tapi apa yang dipikirkan Luhan selama ini salah. Kali ini dia benar-benar kecewa dengan Jessica. Meskipun dia sangat berat melepaskan Jessica dari pelukan-nya.

 

Luhan merasa jika selama ini Jessica adalah orang yang tepat untuk menggantikan posisi Seohyun setelah sekian lama ia meninggal dunia.

Tapi dugaan Luhan salah. Dia benar-benar kecewa dengan Jessica.

~oOo~

.

“Terimakasih Yuri-ssi sudah menjaga Seohyun dengan baik. Aku pamit pulang dulu ya.” Ucap Luhan sambil menggendong Seohyun yang tengah tertidur pulas.

“Gwaenchana..Luhan-ah. Xiumin sangat senang jika Seohyun main disini. Wajar, xiumin memang jarang mempunyai teman bermain.” Ucap Yuri sambil membawakan jaket yang tadi dikenakan Seohyun.

“Baiklah aku pulang dulu nde…jalja…” ucap Luhan dan pergi memasuki mobil-nya.

 

Yuri melambaikan tangan-nya saat mobil Luhan tengah melaju meninggalkan rumah-nya.

Tiba-tiba seseorang datang dan berdiri disamping Yuri.

 

“ehem…sepertinya kau sangat senang bertemu dengan Luhan.” Ucap Baekhyun sedikit menggoda.

“Apa yang kau katakan eoh?” tanya Yuri dengan nada datar.

“Ani, aku hanya baru saja menyaksikan seorang yeoja yang dulu mengejar-ngejar seorang namja saat SMA tapi ditolak oleh-nya, hahaha.” Ejek Baekhyun kepada Yuri dan sontak membuat Yuri kesal dan memukul pundak Baekhyun.

 

Plakkk….

 

“Aww apa yang kau lakukan eoh?” teriak Baekhyun kesakitan.

“Apa kau sudah gila. Luhan oppa itu hanya masa lalu ku. Kau ingin tidur diluar malam ini eoh?” bentak Yuri sambil melotot ke arah Baekhyun.

“Neh? Oppa? Woahhh aku sangat cemburu dengan panggilan itu, Oppa…oh…Oppa…” ejek Baekhyun sambil memperagakan seorang gadis yang tengah kasmaran.

Yuri pun memutar bola mata-nya malas. “Baiklah nikmati tidur malam-mu di luar tuan Baekhyun…!!!”

 

Bbrraakkkk….

 

Baekhyun pun terkiki geli sambil menggaruk tengkuk-nya melihat sang istri tengah kesal kepada-nya.

 

“Hehehe aniya…chagi…aku kan hanya bercanda. Kau tega melihat-ku kedinginan tidur diluar?” ucap Baekhyun memelas.

“Aku tidak peduli…” ucap Yuri tidak peduli dan langsung meninggalkan Baekhyun begitu saja.

“Yak…chagiya…aku hanya bercanda..tunggu aku chagiya…” teriak Baekhyun sambil berlari mengejar Yuri.

~oOo~

.

Hari ini ibu Yoona datang kerumah nya. Wajar saja mereka tidak tinggal serumah karena sang ibu sudah lama mengikuti suami-nya di Amerika.

 

 

“Kenapa eomma datang sendirian tanpa mengajak appa?” tanya Yoona sambil membawakan tas milik ibu-nya.

“Appa mu sedang sibuk. Jadi eomma kesini sendirian saja. Kau tidak bekerja hari ini?” tanya sang ibu.

“Ani, mana mungkin hari ini eomma kesini kutinggal mengajar?” ucap Yoona sambil beranjak ke dapur membuatkan minuman untuk sang ibu.

“Itu kan sudah kewajiban mu menjadi seorang guru Yoona. Cepatlah kau siap-siap ke sekolah.” Suruh sang ibu.

“Nde eomma.”

 

 

Namun selang beberapa menit kemudian ada suara ketukan pintu.

“Biar eomma saja yang membuka pintu-nya. Kau mandi saja.” Ucap sang ibu dan Yoona pun beranjak ke kamar-nya untuk ganti baju mengajar.

Saat membuka pintu ibu Yoona heran dengan siapa yang datang.

 

“Anyeonghaseyo halmonim…”ucap seorang gadis kecil itu ramah.

“Nde anyeonghaseyo, kalian siapa ya?” tanya Ibu Yoona penasaran.

“Ahh aku Luhan dan ini anak-ku Seohyun. Dia adalah murid dari Yoona songsaengnim. Kebetulan kami lewat depan rumah. Tidak masalah jika Yoona songsaengnim berangkat bersama kami.” Ucap Luhan menjelaskan.

“Ahh begitu, kajja masuklah. Kebetulan Yoona sedang ganti baju. Kalian tunggu dulu sebentar. Biar ku ambilkan minuman.” Ucap ibu Yoona sambil berjalan menuju dapur.

“Tidak perlu repot-repot.” Tolak Luhan basa-basi.

“Gwaenchana…kau tunggu dulu ya.” Sahut ibu Yoona.

~oOo~

15 menit kemudian….

 

“Omo….sejak kapan kalian berdua datang?” tanya Yoona heran mendapati Luhan dan Seohyun kini tengah duduk di sofa milik-nya.

“Sudah lama sekali kami menunggumu songsaengnim. Aku dan appa mampir. Aku ingin berangkat sekolah dengan songsaengnim.” Ucap Seohyun semangat.

“Ahh mianhae telah lama menunggu. Gomawo Luhan-ssi sudah mau memberiku tumpangan.” Ucap Yoona.

“Gwaenchana…. aku kesini juga berniat untuk meminta tolong kepada-mu Yoona-ssi.” Ucap Luhan.

“Minta tolong buat apa?” tanya Yoona.

“Aku ingin kau mau menjadi guru pembimbing untuk Seohyun. Nanti pulang sekolah kau bisa pulang bersama kami dan langsung kerumah-ku. Wajar saja aku jarang ada untuk Seohyun karena banyak pekerjaan di kantor. Mau kah kau jadi guru pembimbing-nya?” tanya Luhan memohon.

 

 

Yoona pun sedikit berfikir dan melihat ke arah sang ibu. Sang ibu pun menganggukkan kepala-nya pertanda menyetujui rencana Luhan tersebut.

 

“Baiklah…aku setuju.” Ucap Yoona dan Seohyun pun berteriak kegirangan.

“Yeeeaaaahhh…gomawo songsaengnim….” ucap Seohyun sambil memeluk Yoona tiba-tiba.

 

Luhan yang melihat kejadian itu pun hanya tersenyum senang.

“Baiklah kajja…kita berangkat ke sekolah dulu.” Ajak Luhan sambil memberikan tas milik Seohyun.

.

.

~oOo~

Jessica terlihat sangat kebingungan karena telepon nya tidak di jawab sama sekali oleh Luhan. Bahkan dia sempat mencari ke rumah-nya tapi Luhan sudah tidak berada disana.

 

Setiap kali Jessica ingin menemui-nya di kantor tapi Luhan selalu ada meeting. Dia sempat putus asa, tapi usaha Jessica tidak berhenti sampai di situ saja.

 

Kali ini Jessica menemui Park Chorong sahabat-nya untuk meminta bantuan agar dia bisa kembali bersama Luhan lagi.

 

“Park Chorong neo eodigha? Aku ingin menemui-mu sekarang juga. Ku tunggu di Cafe seperti biasa.” Ucap Jessica layak-nya seorang teroris.

 

Tut..tut..tut…

 

Sambungan telepon dari Jessica terputus. Kelihatan-nya sekarang Park Chorong tengah menuju ke sebuah Cafe yang dimaksud oleh Jessica.

 

Dengan senyum menyeringai dan tangan dilipat di depan dada, seperti-nya Jessica tengah merencanakan sesuatu.

“Lihat saja Luhan apa yang akan kulakukan. Kali ini kau akan kembali ke pelukan-ku. Lihat saja nanti.” Ucap Jessica dalam hati-nya.

~oOo~

.

“Yoona-ssi, tidak keberatan kah kau menjadi guru pembimbing nya Seohyun?” tanya Luhan basa-basi.

“Ahh…aniyo…justru aku sangat senang bisa menjadi guru pembimbing Seohyun.” Jawab Yoona tersenyum ke arah Luhan.

“Baiklah…” jawab Luhan.

 

Tiba-tiba Seohyun menyela pembicaraan antara Yoona dan Luhan.

 

“Appa….nanti kau jangan pulang malam lagi ya. Aku tidak ingin kerumah Xiumin.” Ucap Seohyun membuat Luhan kebingungan.

“Waeyeo…?” tanya Luhan.

“Kan nanti ada Yoona songsaengnim, jadi setelah belajar aku bisa bermain bersama. Kau mau kan saem…” tanya Seohyun kepada Yoona.

Yoona tersenyum simpul. “Pasti aku mau Seohyun-ah.” Ucap Yoona sambil melihat Luhan yang tengah menyetir secara diam-diam.

 

“Kenapa kau begitu dingin kepada-ku Luhan-ah. Bahkan disaat Seohyun bergurau dengan-ku kau hanya fokus menyetir saja.” Ucap Yoona sedih dalam hati-nya.

.

.

~oOo~

15 menit kemudian….

 

“Aku pergi dulu ya Yoona-ssi. Tolong bimbing Seohyun.” Pinta Luhan kepada Yoona.

“Ahh ndee… Luhan-ah.” Jawab Yoona tersenyum ke arah Luhan. Tapi Luhan hanya tersenyum kecut ke arah Yoona dan membuat Yoona menarik sudut bibir-nya kembali.

“Appa pergi dulu ya Seobaby. Nanti Appa jemput bersama Yoona songsaengnim. Jangan nakal. Arraseo…” ucap Luhan ke arah Seohyun.

“Ndee…appa..cepat datang yaaa. Aku tidak sabar ingin cepat-cepat belajar dengan Yoona songsaengnim.” Jawab Seohyun.

“Baiklah…appa.”

 

Chu….

 

Satu ciuman mendarat di pipi Luhan. Membuat Luhan sontak kaget.

“Omo….sejak kapan anak appa menjadi manis seperti ini eoh?” tanya Luhan tertawa dan membuat Yoona juga ikut menertawakan-nya juga.

“Haishhh…memang-nya sejak kapan aku tidak manis appa. Yasudah kalau appa tidak mau dicium. Jangan harap aku mau mencium-mu lagi weekk….” ejek Seohyun sambil menjulurkan lidahnya ke arah Luhan lalu lari menuju kelas-nya.

“Haha dasar anak nakal. Yasudah aku pergi dulu ya Yoona-ssi. Anyeonghaseyo…” ucap Luhan sambil membungkuk ke arah Yoona dan dibalas oleh Yoona.

“Ndee Luhan-ssi.” Jawab Yoona.

~oOo~

Hari ini Yoona tengah berisap-siap untuk pergi kerumah Luhan untuk menjadi guru bimbel untuk Seohyun.

Yoona terlihat sangat senang sekali. Entah mengapa hari ini hati-nya merasa sangat baik.

 

 

“Seohyun-ah, apakah appa mu baik orang-nya?” tanya Yoona cemas.

“Hahaha apa yang kau katakan saem…appa ku orang yang sangat baik. Bahkan dia tidak pernah membentak-ku sama sekali meskipun aku nakal.” Ucap Seohyun terkiki geli.

“Nahh itu appa mu datang. Kajja…” ajak Yoona sambil berjalan menuju mobil Luhan.

 

Yoona membungkuk-kan badan-nya. “Anyeonghaseyo Luhan-ssi.” Ucap Yoona dan dibalas anggukan kepala dan senyuman manis dari Luhan.

“Kajja…masuklah..” ucap Luhan dan Yoona kini memasuki mobil Luhan. Seperti biasa, Seohyun duduk di pangkuan Yoona.

~oOo~

.

“Appa…ayo kita makan siang dulu ke Cafe saat aku datang ke Seoul dulu.” Ajak Seohyun kepada Luhan tapi ditolak oleh-nya.

“Besok saja Seobaby, hari ini Yoona songsaengnim pasti sangat kecapek-an. Nanti kan kalian masih harus belajar lagi?” tolak Luhan mentah-mentah.

“Andweeee appa….aku mau-nya sekarang ya sekarang. Kau tidak keberatan kan saem jika kita mampir ke Cafe sebentar?” tanya Seohyun merengek.

 

Yoona pun menggelengkan kepala-nya. “Ani, tidak apa-apa Luhan-ssi. Kita ke Cafe sebentar saja untuk makan.” Ucap Yoona membujuk agar Seohyun tidak menangis.

 

 

Dengan berat hati Luhan pun menyetujui kemauan sang anak “Huhh…Baiklah…” ucap Luhan malas.

.

.

~oOo~

“Kau benar sekali Chorong-ssi. Gadis kecil itu sangat menyebalkan sekali. Dia yang telah membuat Luhan memutuskan-ku. Aku tidak terima kau tahu itu kan?” ucap Jessica menggebu-gebu.

“Aku tahu, tapi mau bagaimana-pun Seohyun itu kan anak dari Luhan. Apa mungkin kau bisa menyingkirkan-nya?” tanya Chorong meyakinkan Jessica.

“Aku tidak peduli itu. Yang jelas aku ingin Luhan kembali kepada-ku. Titik….!!!” bentak Jessica kepada Chorong.

 

 

Namun tiba-tiba mata Chorong tertuju kepada sesosok Luhan yang kini tengah memasuki sebuah Cafe tempat dimana ia sekarang bersama Jessica bertemu.

 

“Yak…Sica-ssi…bukankah itu Luhan dan Seohyun…tapi kenapa dia bersama yeoja di belakang-nya?” tanya Chorong dan membuat Jessica menoleh ke kanan dan ke kiri mencari seseorang yang dimaksud Chorong barusan.

 

Jessica pun membelalak-kan mata-nya mengetahui kini Luhan terlihat bahagia bersama Seohyun dan Yoona.

 

“Kau benar Chorong-ssi. Aku harus menemui-nya.” Ucap Jessica sambil berdiri namun ditahan oleh Park Chorong.

“Yak…apa yang kau lakukan eoh? Kalau kau menemuinya dan marah-marah, pasti ini akan menggagalkan rencana kita. Justru Luhan akan semakin kesal kepada-mu dan gadis kecil itu akan semakin sulit untuk menerima-mu. Araseo?” ucap Chorong meyakinkan Jessica yang saat ini terlihat sangat kesal.

 

Jessica pun kembali duduk dan meminum Tea Juice yang dipesan-nya tadi.

.

.

~oOo~

Setelah hampir setengah jam Luhan dan Yoona mengajak Seohyun untuk pulang.

 

“Kajja…” ajak Luhan. Kini Yoona tengah menuntun Seohyun keluar Cafe itu bersama Luhan.

 

Namun disisi lain Jessica terlihat sangat kesal dengan apa yang dilihat-nya barusan.

“Kau tahu itu kan. Siapa yeoja itu eoh? Aku tidak terima kalau dia adalah yeojachingu nya Luhan. Arghh… selera Luhan sangat rendah. Bahkan aku lebih cantik daripada Yeoja itu.” Ucap Jessica meremehkan.

.

.

~oOo~

.

Sampai dirumah Luhan, Yoona pun mulai melihat-lihat seisi ruangan tersebut. Terlihat ditata sangat rapi oleh seorang Luhan yang notaben-nya adalah seorang single father yang mengurus Seohyun sendirian.

 

 

“Apa kau hanya tinggal bersama Seohyun Luhan-ssi?” tanya Yoona.

“Hm…eo.” Jawab Luhan.

“Apa kau tidak memiliki seorang pembantu?” tanya Yoona sekali lagi.

“Aku hanya ingin mengurus Seohyun sendiri.” Jawab Luhan sambil melepaskan jas-nya.

 

 

Kali ini Yoona bertanya sekali lagi meski dia sudah tahu apa jawaban dari Luhan. Yoona hanya ingin basa-basi.

“Lalu dimana istri-mu?” tanya Yoona dan deg… membuat jantung Luhan serasa berhenti berdetak.

 

Luhan mulai menarik nafas-nya panjang. “Istri-ku meninggal dunia saat melahirkan Seohyun. Apakah jawaban itu cukup?” tanya Luhan ketus membuat Yoona tersentak.

 

“Ahh nde…mianhae Luhan-ssi.” Ucap Yoona merasa bersalah.

“Gwaenchana…coba kau lihat foto wanita itu. Dia adalah istri-ku. Nama-nya Seohyun. Sama seperti nama anak-ku. Istri-ku sendiri yang meminta-nya sebelum dia menghembuskan nafas terakhir.” Ucap Luhan tapi dia tetap terlihat sangat tegar.

 

 

Tiba-tiba Seohyun datang dan mengajak Yoona untuk belajar. “Saem…kajja kita mulai belajar-nya.” Ucap Seohyun sambil membawa buku dan alat tulis.

 

“Baiklah kalian belajar dulu ya. Oh iya nanti kalau butuh apa-apa kalian tinggal panggil aku saja. Oke?” ucap Luhan dan pergi ke kamar-nya.

Kebetulan kamar Luhan berada di atas. Jadi akan sangat sulit memanggil-nya kalau tidak langsung menemui-nya di kamar.

.

.

~oOo~

{Author POV}

 

Dering telepon Luhan dari tadi terus saja berbunyi.

Kring..kring..kring…

 

“Mau apa lagi kau menelepon-ku. Bukankah hubungan kita sudah berakhir?” ucap Luhan ketus. Ternyata telepon dari Jessica. Namun kali ini bukan Jessica yang telepon melainkan Park Chorong teman dari Jessica yang kini tengah menjerit terlihat ada sesuatu terjadi Jessica.

 

Luhan yang kaget dengan suara jeritan dari Park Chorong mulai mengambil jaket-nya dan segera pergi untuk mencari nya.

“Neo eodigha? Aku kesana sekarang.”

Tut…

Luhan mulai berlari menuruni tangga rumah-nya dengan cepat.

.

~oOo~

Luhan terlihat sangat terburu-buru. Dia mulai menuruni tangga dengan berlari membuat Yoona dan Seohyun bingung dengan apa yang tengah terjadi.

 

“Appa…wae geure…???” tanya Seohyun penasaran.

“Appa harus pergi dulu Seobaby. Ada hal penting yang harus appa lakukan. Yoona-ssi tolong kau jaga Seohyun ya?” ucap Luhan dan di balas anggukan oleh Yoona.

.

.

.

~oOo~

Saat ini Luhan tengah gelisah mencari keberadaan Jessica. Suara jeritan dari Park Chorong tadi menandakan kalau terjadi hal buruk pada Jessica.

 

 

“Jessica ada apa dengan mu eoh? Kenapa Chorong begitu histeris menyuruhku untuk menemui-mu?” ucap Luhan dalam hati-nya sembari tetap fokus menyetir.

.

.

~oOo~

{Jessica & Chorong}

 

“Luhan sudah menuju kesini Sica-ssi. Kau harus berlagak seperti orang sekarat supaya Luhan mau kembali lagi bersama-mu.” Ucap Park Chorong kepada Jessica.

 

Jessica pun tertawa penuh kemenangan. “Hahaha dasar Luhan phabo. Mudah sekali kau dibodohi ya.” Ucap Jessica tertawa sinis.

.

.

~oOo~

 

“Memang-nya appa mu sering sekali pergi dengan terburu-buru seperti itu Seohyun-ah?” tanya Yoona kepada Seohyun.

“Ani, appa tidak pernah seperti itu.” Jawab Seohyun sambil tetap fokus pada belajar-nya.

 

“Apa yang sedang terjadi dengan-mu Luhan-ah. Sepertinya terjadi hal buruk.” Ucap Yoona dalam hati-nya.

.

.

~oOo~

Luhan kini sudah berada di tempat yang dikasih tahu oleh Chorong tadi.

 

“Apa yang terjadi kepada-nya Chorong-ssi?” tanya Luhan cemas begitu mengetahui keadaan Jessica sekarang yang berlumuran dengan darah di pergelangan tangan-nya.

“Molla…setahuku tadi dia berteriak-teriak menyebut nama mu sambil menangis. Pintu kamar-nya juga di kunci. Saat aku menyuruh satpam mendobrak pintu-nya, aku sudah menemukan Jessica dengan keadaan seperti ini.” Jawab Chorong pura-pura agar rencana-nya dengan Jessica berhasil.

 

Luhan pun mengangkat Jessica untuk membawa-nya kerumah sakit.

.

~oOo~

.

“Halo..appa kenapa kau baru telepon sekarang?” tanya Seohyun.

“Malam ini appa tidak pulang sayang. Berikah ponsel-nya pada Yoona songsaengnim.” Jawab Luhan di telepon

 

“Saem…appa ingin bicara dengan-mu.” Ucap Seohyun sambil memberikan ponsel-nya.

 

“Nde..Luhan-ssi. Wae…?” tanya Yoona.

 

“Malam ini menginaplah dirumah-ku. Aku tidak bisa pulang karena terjadi sesuatu dengan teman-ku. Kuharap kau mengerti.” Ucap Luhan sedikit cemas.

 

“Ahh ndee.” Jawab Yoona singkat.

 

“Kumohon jangan beritahu ini kepada Seohyun. Aku tidak ingin dia cemas. Arraseo?” ucap Luhan memohon.

 

“Baiklah Luhan-ssi.” Jawab Yoona dan mengakhiri telepon-nya.

.

.

“Seohyun-ah hari ini kau tidur dengan songsaengnim nde..? appa mu sibuk dengan meeting yang sangat mendadak.” Ucap Yoona berbohong.

“Gwaenchanayo saem. Appa memang seperti itu orang-nya. Bahkan aku sering dititipkan dirumah Xiumin. Menyebalkan.” Ucap Seohyun kesal.

.

.

~oOo~

.

“Huhh ini benar-benar membuatku gila. Memang-nya kenapa dia bisa menyakiti diri-nya seperti ini.” Ucap Luhan gelisah.

 

Tiba-tiba Chorong datang menemui Luhan dengan wajah sangat sedih.

 

“Luhan-ah…Jessica ingin bertemu dengan-mu.” Ucap Chorong.

“Ahh nde..” jawab Luhan dan berlalu meninggalkan Chorong.

 

“Haha..kau ini memang pandai dalam ber-acting Chorong-ah.” Ucap Chorong dalam hatinya sembari tersenyum licik.

.

.

~oOo~

“Apa kau baik-baik saja Sica?” tanya Luhan sambil menggenggam tangan Jessica yang terbaring lemas dirumah sakit.

“Nde..Luhan-ah.” Jawab Jessica malas tanpa menatap wajah Luhan seolah-olah dia sedang marah dengan Luhan.

“Kumohon…jangan lakukan hal ini lagi jeball…” ucap Luhan memohon namun Jessica tetap tidak mau menatap-nya.

“Wae….” tanya Jessica sinis.

“Kalau terjadi apa-apa dengan-mu siapa yang susah?” ucap Luhan kesal.

“Untuk apa kau peduli?” Tanya Jessica dan kali ini dia menatap wajah Luhan.

 

Luhan menarik nafas-nya panjang. “Huhhh… ini semua demi kebaikan-mu Sica.” Jawab Luhan mencoba untuk tenang.

 

“Aku bisa melakukan hal yang lebih dari ini jika kau mencoba untuk berpisah dengan-ku Luhan-ah kau tahu itu eoh?” ancam Jessica dan dia mulai menitihkan air mata palsu.

 

Luhan sontak membelalakkan matanya Jessica barusan.

 

“Apa yang kau katakan eoh?” tanya Luhan sedikit membesarkan volume suara-nya.

“Kau tidak dengar. Aku tidak ingin berpisah dengan-mu atau kau akan melihat-ku di pemakaman besok.” Ancam Jessica sekali lagi.

“Sica k-kau…jangan…”

“Terserah kau mau bilang apa Luhan-ah. Aku tidak bisa hidup tanpa-mu dan soal kemarin kau…kau salah paham Luhan-ah. Aku benar-benar tidak bermaksud untuk menolak Seohyun dalam hubungan kita. Bahkan aku menyayangi Seohyun sama seperti-mu. Tapi kau…kau terlalu cepat mengambil keputusan.” Kali ini Jessica mulai menunduk-kan kepala-nya dan terlihat sangat sedih. Entah itu salah satu dari taktik-nya atau apa.

 

Luhan mulai menenangkan diri-nya. “Baiklah…kita tidak akan berpisah. Sampai kapan pun.” Ucap Luhan pasrah.

 

Jessica pun mulai menggenggam tangan Luhan. “Luhan-ah…jangan pergi dariku. Menikahlah dengan-ku.” Ucap Jessica memelas.

-tbc………

 

Chapter ini Jessica benar-benar licik. Akankah Luhan akan menikahi Jessica. Dan bagaimana nasib Seohyun jika Jessica benar-benar menjadi ibu Seohyun? Jangan lupa RCL yaaa

 

2 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] Sacrifice of Love – (Chapter 6)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s