[EXOFFI FREELANCE] She Is Male (Chapter 4)

poster she is male.jpg

She Is Male – Chapter 4 | Lifen

Title        : She Is Male

Cast        : Oh Sehun & Kim Lisa(OC)

Other Cast    : Find by yourself

Author    : Lifen

Length    : Chaptered

Genre     : Romance, Married Life, Crossdresser

Author’s note:

Hallo story ini terinspirasi dari beberapa Novel dari Author-author hebat di luar sana. Jika ada ke sama’an. Tolong di maklumin, Sungguh ini Story original buatan aku. Publis di FB @Exofanfiction dan di wattpad @xilifen. Please dont copy paste sembarangan ya. Stop plaigarism! Dan Thanks 😊 jangan lupa komen ^Δ^ aku tunggu saran kalian.

Summary :

Hal lain yang membuatnya benar-benar gila adalah menerima kenyataan bahwa ia telah menikahi seorang pemuda berwujud gadis lugu.

Lisa P.O.V

Selalu akan ada waktu khusus di pagi hari. Dan mereka biasa menyebutnya dengan ‘Morning For Romance’ tapi tidak dengan Kim Lisa. “KYAAA!!! Menyingkirlah!” aku berteriak sekencang mungkin dan mendorong sesosok tubuh pemuda yang sedang memeluk’ku diri samping hingga terjatuh di bawah ranjang. Pemuda itu seketika langsung terbangun dari tidurnya dan mengelus punggung serta kepalanya yang terhantam lantai marmer yang ku yakin cukup keras. Ia meringis, kemudian mengerucutkan bibirnya beberapa senti dan memandang’ku kesal.

“YAK! apa yang kau lakukan!” protesnya. Aku menatapnya galak dan melindungi diriku dengan bantal guling.

Wajahnya yang V-line serta struktur wajah yang tegas. Warna rambut brown gelapnya terkesan berantakan dan menggoda disaat bersamaan-yang berhasil mengalihkan perhatian. Siapa dia?!! Mataku melotot horror dan melempar guling itu hingga mengenai wajahnya, “Seharusnya aku yang berkata seperti itu, apa yang kau lakukan dengan pelukan itu hah! Dan siapa kau!”

Ia melipat kakinya dan menyilangkan kedua tangannya di depan dada. Bersedekap lalu menatapku dengan pandangan sengit.

“Apa kau tidak mengenaliku?” tanyanya polos.

Aku terdiam sejenak.

“Keluar dari kamarku!” bentakku

“Tidak mau! Ini kamarku juga, dan aku bisa tidur di ranjang ini juga. Jangan berisik, ini masih  pagi” ujarnya sambil mengusap wajahnya kasar. Aku melirik jam dinding. Dia benar ini masih jam 05:30 pagi.

Aku menggeram. Aku mendapati iris gelap itu juga tengah menatapku balik dengan kelopak matanya yang setengah mengantuk.

“Keluar! Kataku!” kataku kesal. Ia bangkit dan kemudian duduk di tepi ranjang. Aku memper’erat pelukanku pada bantal, seperti melindungi diriku, membuat pertahan sedemikian rupa. Dia menghadap ke arahku dan kembali mengerucutkan bibirnya berpura-pura kesal. Aku menerawang wajahnya.

“Aku suamimu,”celetuknya

Aku merasa berada di dalam adegan film action  xXx setelah mendengar penuturanya.

“Suami’ku?” Aku mulai berfikir keras. “Yak! Tunggu dimana suamiku yang berambut panjang! Apa yang kau lakukan padanya!” Cecar’ku sembari menunjuk hidung pemuda itu.

“Demi sayur kimchi. Aku Oh Sehun suamimu. Semalam aku memangkas rambutku menjadi pendek. Apa kau ingin kita pergi ke pulau jeju dengan penampilan’ku sebagai gadis?”

Benarkah? Ini kau Sehun? Shit! Dia benar-benar melakukanya. Maksudku memangkas rambut panjang kesayanganya.

Ini mengerikan.

“Benarkah? Itu kau Sehun-ah. Kenapa kau tidak memberitahu’ku sebelumnya?” Tentu dengan nada yang dibuat-buat hingga kedengaran aneh dan terlalu berlebihan. Demi tuhan. Kenapa sulit sekali mengatakannya? Aku tidak pernah bisa mengeluarkan kalimat itu secara gamblang . Terasa begitu menjijikkan di telingaku sendiri. Kenapa Sehun terlihat sangat Tampan. Terkutuklah gen keturunan Oh yang mengalir dalam darah si bocah tengik itu.

“Itu karena kau tidur lebih awal dari biasanya.” jawabnya polos.

Aku membuang nafas kasar.

“Apa ini artinya kau tidak akan menyentuh peralatan makeup’ku dan airliner kesayangan’ku?” Cicit’ku.

Sehun mengernyit’kan satu alisnya dan menatapku heran.

“Tentu saja.. Tidak! mereka semua kekasihku dan aku tidak akan menyerahkan mereka pada wanita yang tidak trampil sepertimu noona” cibir Sehun.

Wanita yang tidak trampil?! Akan ku tunjukan siapa yang kau sebut wanita tak trampil itu dasar bocah tengik!

“Kau! Rasakan ini!” Aku mendorong tubuh Sehun hingga dia terjungkal dan kepalanya membentur kepala ranjang. Terlihat dia meringis sakit dan sebelah tanganya mengusap kepala belakangnya.

“Appo noona! Aku hanya bercanda” Ujar Sehun sambil menatap mataku intens. Nafasku tercekat kala mata kelam itu mengunci diriku.

Sial! Terkutuklah. Aku menginginkan bocah tengik ini. Buruk! Posisiku saat ini berada di atas tubuh Sehun. Ada rasa panas yang menjalar di tubuhku. Dan aku akui sepertinya aku hampir tidak waras saat ini.

“Noona”

Aku membeku.

“Noona”

Bibirku teratup rapat.

“Noona, apa kau terpesona olehku? Apa kau mulai jatuh cinta padaku” lanjutnya menggoda.

Ku lihat ia tersenyum miring. Dan kau tahu? Aku merasakan ada sesuatu yang tidak beres dengan senyuman bocah tengik ini. Aku yakin pasti ada sebuah makna terselubung dari senyuman ‘pura-pura polosnya’.

“Ti-tidak! Yang benar saja!” sahutku tergagap ketika ia mulai memperlebar senyumannya yang kini berubah frase menjadi sebuah seringaian. Aku menatapnya sinis, sementara ia hanya terkekeh geli dengan tingkahku yang teramat kaku dan kekanakan.

Aku tidak bisa menebak bagian mana yang membuatku merasa terpesona. Setiap inchi tubuhmu mengagumkan.Hollyshit!

“Benarkah? Lalu kenapa kau gugup? Noona, Aku bisa mendengar suara detak jantungmu” godanya lagi. aku sontak merinding melihatnya dan sungguh pipiku terasa panas. Sial!

“Dasar bodoh itu tidak mungkin! Lupakan saja! Lebih baik aku tidur!” jawabku sinis. Kemudian aku bangun dari atas tubuh Sehun. aku kembali berbaring dan merarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhku. Aku berbaring membelakanginya. Dan ku dengar ia mendesah kecewa. Aku dapat rasakan ia bergerak mendekat ke arahku.Ketika ia menggerakkan tubuhnya. Dan sekarang, aku dapat merasakan dengan jelas, punggungku yang menempel dengan dada bidangnya. Aku tidak bergeming mengacuhkannya dan tetap fokus untuk melanjutkan tidurku. Aku tetap tak menghiraukannya. Tetap diam seraya menggigit bibir bawahku, menahan laju suara yang hendak melesak keluar kala tangan besar miliknya membelit tubuhku. Menguncinya dalam sebuah pelukan hangat.

“Noona…” Sekarang aku dapat merasakan deru nafasnya di leherku. Dia Meniupnya hingga bulu kudukku meremang. Aku merinding sekarang. Dan sialnya, pelukan dari bocah ini kian mengerat dan tak memberiku cela untuk lepas darinya.

“Sehun-ah lepaskan aku. Aku bersumpah akan mengulitimu”

“Tidak mau.” bisiknya pelan tepat di telingaku dengan tambahan nada seduktif. Tak pelak aku menggelinjang geli dan berusaha meronta dari pelukannya.

“Yak! Sehun-ah lepaskan!”

“Tidak mau!”

Sehun memelukku semakin erat. Dan sungguh! Sekarang dadaku makin terasa sesak akibat detak jantung yang tak beraturan. Mendentum keras seperti siap meledak kapan saja. Nafasku seketika tertahan begitu merasakan bibir hangatnya yang lembut mengenai tengkuk-ku. Menciumnya dengan gerakan lambat. Aku mengatupkan bibirku rapat. “Hentikan…ugh!” aku menutup mulutku dengan kedua tanganku dan meringis pelan ketika hujaman rasa sakit itu menyerang areal leherku. Sehun menggigitnya kecil-kecil kemudian mengecupnya lembut.

Terkutuklah kau bocah tengik. Sekarang aku paham efek yang ditimbulkan Oh Sehun terhadap diriku. Bocah ini berbahaya.

“Noona, Lets we make Sehun junior.” bisiknya. Kini suaranya terdengar husky dan mensugestikan rasa ngeri ke dalam otakku. Kenapa suami manisku bisa menjelma menjadi begini menyeramkan?

“Tidak!!! Dasar Mesum!!! Aku bersumpah akan mematahkan tanganmu!” Kataku setengah berteriak sembari meronta dalam pelukannya. Tapi Sehun makin, memper’erat peluknya lagi. Sial! Dapat ku dengar Sehun terkikik pelan. Bagus, sekarang dia puas! Aku bahkan hampir mati karena perbuatannya itu. Mengerikan, Bahkan bisikannya saja bernada seduktif. Dia membalikkan tubuhku untuk menghadapnya dan kini aku menatapnya galak. Ia mengulum senyum lembutnya. Ia masih saja terkekeh geli dan tak melepaskan tatapan matanya yang menggoda itu dariku. Ku rasakan pipiku memanas.

Aku meneguk saliva’ku, dan mendadak jantungku berdetak semakin keras. Wajahku semakin memanas dan aku berusaha menggapai pasokan oksigen di sekitarku yang kurasakan makin menipis. Sungguh, demi apapun! Aku menginginkan dirinya! Sehun kembali mengurung tubuh ringkihku dalam dekapannya yang hangat. Mata gelapnya menatapku intens.  Seketika itu juga aku merasa diriku menguap di udara karena tatapan Sehun. Kini dia turut tersenyum menggodaku. Sebisa mungkin aku berusaha menyembunyikan raut wajahku yang memerah dengan mengalihkan pandanganku ke arah lain, namun ia memegang daguku, memaksaku untuk balik menatapnya. Ia memandang kedua bola mataku dalam dan mengintimidasiku. Sarat akan manifest aneh yang menghipnotisku. Menjerat dan begitu memabukkan. Dan hal terakhir yang dapat ku ingat adalah dirinya yang mengikis jarak diantara kami dengan sebuah ciuman hangat. Aku hanya bisa memejamkan mataku dan meresapi tiap sentuhan maupun perlakuan yang diciptakannya pada diriku. Membiarkan letupan-letupan atas perasaan ganjil ini bereuphoria dalam benakku.

.

.

Maison Glad Jeju

10.00

Orang-orang yang berkeliaran di lobby hotel menatapku dengan pandangan bingung. Bahkan tak jarang ada yang tertawa geli saat aku terjungkal karena koper yang ku bawa cukup berat, hingga mereka menjadikanku objek pengamatan yang cukup menarik. Bagaimana tidak aku menenteng tiga koper sekaligus. Sebenarnya apa kita akan pindah rumah? Kenapa Sehun membawa banyak sekali pakaian, ayolah ini hanya tiga hari dua malam. Sial! Aku mendengus, masih terus berjalan dengan membawa perasaan kesal yang saat ini mencapai ubun-ubun.

“Kemana bocah itu?” aku menggaruk pelipisku bingung.

Akhirnya karena tak juga menemukan bocah itu, aku memutuskan untuk duduk di sofa tunggu di lobby hotel. Melempar koper sialan itu. Aku memijat betis kakiku yang terasa nyeri. Lalu aku menopang kepalaku dengan sebelah tangan dan menyandarkannya di lengan sofa. Aku menyerah hasilnya nihil. Aku tidak menemukan sosoknya. Dia pria dewasa kenapa bisa hilang.

Menyebalkan!

Berbagai jenis umpatan dari negara penghasil ginseng lolos dari bibir’ku. Kenapa aku harus melakukan ini? Sialan.

Tiba-tiba ada rasa nyeri yang melanda kepalaku. Aku tak tahu apa yang harus ku lakukan di saat-saat seperti ini. Berada sendirian di sebuah hotel mewah tanpa adanya siapapun yang kau kenal. Terutama jika tidak ada sosok kekanakan itu. Jadi cepatlah kembali, Sehun-ah atau aku benar-benar mendang bokongmu. Sungguh kurang ajar mempermain’kan wanita lebih tua darinya. Sejujurnya aku juga tidak tahu sejak kapan Sehun menghilang, yang ku ingat dua puluh menit yang lalu dia masih di sampingku. Aku menghela nafas untuk kesekian kalinya lalu melihat ponsel di genggaman tanganku. Dan kebetulan sekali aku sangat butuh teman bicara saat ini. Terlihat nama Kris Wu di layar ponselku.

“Kris?” ucapku pelan.

“Ya tuhan Lisa! Kau dimana?! Aku sudah di depan pintu apartemen’mu! Sial! Dan Apa kau baik-baik saja? Tolong beritahu aku bahwa kalian tidak saling membunu-“

“Kami tidak apa-apa.” Sela’ku. “Aku sedang berlibur di pulau Jeju. Apa Jongin Oppa tidak memberitahumu?”

“Kau tidak meninggalkan pesan, nyonya Oh. Itu namanya bukan memberitahu.”

“Mian…Kris hanya ini terlalu mendadak, padahal kau sudah jauh-jauh dari Beijing untuk datang mengujungi kami.”

“Aku tahu.” Kris memahaminya. “Nikmati waktu kalian.”

“Andai saja”

“Lisa- apa maksudmu?”

“Tidak tidak, aku hanya harus menyesuaikan diri denganya . Jangan khawatir, oke?”

“Kau terdengar sangat lelah.”

“Aku baik-baik saja.” Aku berusaha meyakinkan Kris dengan mengganti topik pembicaraan mereka.

Kami mulai menceritakan kembali masa-masa kecil, tersenyum dan tertawa saat mengingat kisah awal mula aku dan Kris menjadi tak terpisahkan hingga aku memberitahu Kris tentang cinta pertamaku terhadap Cho Kyuhyun pria sialan yang lebih tua dariku. Namun Kris sadar, aku tidak ingin dirinya menyebut-nyebut nama Kyuhyun. Terjadi sesuatu di antara kami sebelum aku menikah dengan Sehun dan Kris tidak ingin mengungkit-ungkit masalah saat ini.

“Berjanjilah untuk sering menghubungiku, Kris. Aku merindukan wajah bodohmu.”

Kris tertawa mendengarku, mengucapkan kata-kata manis untuk mengakhiri panggilan. Kemudian setelah itu aku memejamkan mataku, moodku sudah membaik, ternyata berbicara pada Kris dapat menghilangkan penat lalu saat aku membuka mata, aku bisa melihat sosok Sehun. Melangkah angkuh di sepanjang koridor luas, rambut berwarna dark brown serta tatanan rambut yang disisir asal dengan jari. Sorot matanya yang tajam begitu menusuk.. Tapi percayalah, dia tampak lebih menggoda sekarang. Bentuk tubuhnya yang profesional tercetak jelas dibalik kemeja putihnya, dan wajahnya yang- oh ,damn. Kau tak akan yakin mau mengakuinya. Begitu mengagumkan. tampak sempurna dalam balutan stelan jas abu-abunya dan sepasang sepatu Stefano Bemer. Sial! Dia semakin terlihat Manly.

Stefano Bamer! Shit! dia benar-benar tahu bagaimana menguras isi kartu kriditku dengan baik, jika aku mengingatnya lagi itu hampir membuatku menangis.

Kehadirannya di depan para pegawai Hotel dan semua orang yang berada di lobby berdampak besar. Dia adalah sosoknya selalu diidam-idamkan banyak wanita. Asshole! Aku ingin merobek mata mereka yang terus menatap Sehun dengan tatapan lapar. Bukankah menyukai suami orang juga suatu tindak kejahatan.

“Ingatkan aku untuk membeli pisau Cleaver.” aku mulai gila berbicara pada diriku sendiri.

Apa setelah ini. Akan ada segerombolan gadis-gadis tak tahu diri di sekolahnya yang berbasis internasional itu untuk membuat fansclub tersendiri untuk memuja pangeran tampan mereka yang baru saja terlahir yang tidak lain adalah Oh Sehun. Pangeran? What the hell.

Bagi’ku bocah tengik itu hanyalah iblis yang berwujud gadis polos lalu bertransformasi menjadi bocah tengik yang dikirim dari neraka untuk menyiksa’ku dan membuat’ku tidak waras. Sehun sedang berjalan menghampiri’ku. Sehun melangkah mendekat, mengikis jarak di antara kami hingga aku bisa menatap wajah Sehun dengan jelas. Dia sembari menenteng puluhan plastic yang ku yakin berisi makanan ringan. Ia berjalan ke arah sofa, tempatku berada saat ini, kemudian mendaratkan dirinya di sebelahku. Tatapan matanya kentara sekali bahwa kini ia khawatir, kedua tangannya merangkum wajahku dan mengelusnya lembut.

“Mian noona, aku tadi tidak memberitahu’mu. Aku membeli ini, kau belum sarapan tadi pagi. Kau sibuk menerima telepon jadi aku pergi tanpa memberitahumu” jelasnya. Nadanya khawatir dan entah mengapa aku menyukainya.

Bodoh! Aku sibuk menerima telepon dari Raksasa berkuping alien siapa lagi kalau bukan Park Chanyeol. Dia mendesak’ku untuk bertemu dengan Jongin. Hingga aku mengabaikan Sehun.

“Ne, lain kali jangan seperti ini, kau membuatku khawatir dan lihat betisku.” balasku sembari memijat betisku dan menunjuk ke arah tiga koper sialan itu. Lalu menyunggingkan senyum tipisku yang terlihat kesal.

“Mian….Noona pasti lapar,”

Ia tersenyum simpul dan menarik plastic belanjaan yang di bawanya tadi. Menyodorkannya padaku Seplastik penuh makanan. Entah itu japchae, bulgogi, kimchi, dduboki dan berbagai makanan ringan lain yang membuat mataku membelalak lebar sangking tidak percayanya. Aku menjungkitkan sebelah alisku bingung. Dan ia malah tersenyum senang melihat reaksiku. “Aku membelikan ini untuk noona,” ujarnya polos. Matanya melengkung hingga aku dapat melihat eye-smilenya.

“Ne, aku tahu itu Sehun-ah, tapi ini terlalu banyak, apa kau berniat membuatku gendut eoh?!”

Ia tertawa, kemudian dia mengambil salah satu makanan ringan dari plastic ini, sebuah roti manis dan berniat menyuapiku

“Aku tahu itu,” sudut bibirnya terjungkit hingga 45°. Dan itu sangat mempesona.

Aku merasa mulai panik, banyak sekali sepasang mata yang memandang ke arah kami. Ini di tempat umum, walaupun ini terlihat normal dan lumrah. Bagi kami yang terlihat sebagai pasangan suami istri yang sedang berbulan madu. Tapi Aku bisa bernafas lega karena Sehun masih memakai celana panjang, bukan rok sekolahnya. Tapi entah kenapa aku masih merasa risih.

“aku bisa maka-“ ucapanku terpotong saat Sehun memasukan potongan roti kedalam mulutku. Aku bisa merasakan rasa manis menyapa indra pengecapku. Lembut dan aku begitu menyukai rasa ini. Ia terus menyuapiku. Menyodorkan potongan-potongan kecil roti itu padaku, sungguh aku tak bisa mengelak. Detik demi detik berlalu dan akhirnya roti yang berada di tangan Sehun telah berpindah seluruhnya ke dalam perutku. Ia tersenyum puas, sementara itu aku sudah kenyang. Aku berinisiatif untuk mengajaknya ke kamar hotel untuk beristirahat. Tentu untuk meletakan tiga koper yang super merepotkan itu.

“Sehun-ah” aku menarik tangannya, sementara itu aku telah berdiri dari posisi dudukku dan ia masih tetap enggan berdiri.

“Sehun-ah… cepat!”

Ia masih diam tak bergeming, hanya menatapku dan sama sekali tak merespon apapun. Aku menarik tangannya sekuat tenagaku, berusaha membuatnya bangkit dan berdiri di hadapanku. Namun kekuatanku benar-benar tak sepadan, dengan tubuh kecil dan ringkih seperti ini sangatlah mustahil dapat menarik seorang bocah jangkung sepertinya. Sebaliknya, aku yang akan terjungkal ketika berusaha menariknya.

“Sehun-ah…”

“Sebentar Noona, kenapa terburu-buru”

“Cepat!”

Ia memiringkan kepalanya. Melancarkan tatapan jenaka itu padaku, aku mendengus dan bersi keras menariknya semakin kuat.

“Sehun-ah…”

“Apa, noona?”

Aku mengerucutkan bibirku kesal.

“Ayolah Sehun-ah, aku ingin cepat-cepat bersantai di kamar hotel”

Sehun menatapku polos. Ia berdiri dari posisi duduknya lalu sedikit membungkuk’kan tubuh jangkungnya. Lalu menenggelamkan wajahnya di perutku. Aku menjungkitkan alisku bingung dan mendorong kepalanya menjauh. Terlihat beberapa orang terkekeh saat melihat ke arah kami.

“Yak! Apa yang kau lakukan, Sehun-ah! Ini memalukan!”

Namun bukannya menjauh kepala Sehun ini justru semakin merapat pada perutku. Ia menempelkan telinganya di perutku, seakan ingin mendengar sesuatu. dan kedua lengannya mengunci pinggangku. Bagus. Aku tidak bisa melakukan apapun sekarang. Semua orang yang berlalu-lalang menatap kami dengan geli.

“Kenapa tidak ada bunyi apapun?” celutuknya. Aku mengeriyitkan alisku bingung.

“Bu-bunyi apa?” tanyaku tergagap.

Ia mengulum bibirnya dan memejamkan matanya yang jernih. Menenggelamkan bola mata itu jauh ke dalam kelopak matanya yang halus.

“Sehun junior,”

“WMO!!”

Sehun memandangku polos. Matanya berbinar layaknya mata anak kecil yang benar-benar membuatku tak habis fikir dengan bocah ini. Wajahnya polos namun ucapannya benar-benar nyaris membuatku terkena serangan jantung.

Aku memelototinya galak.

“Tentu saja tidak ada, Sehun-ah! Mana mungkin Aku hamil! Dengan sebuah ciuman saja!” kata-kata itu meluncur mulus dari mulutku.

Hollyshit! Kenapa aku mengatakan hal terlarang. Dan sungguh aku bersumpah akan melepar wajah Jongin dengan sepatu Louis Vuitton miliknya! Dia membuatku dalam situasi sesulit ini.

Ia mengerling dan tersenyum licik.

.

.

.

Flassblack on

Januari ,
Cho Holding Inc.

Aroma kopi hitam yang tajam bertabur diseluruh sudut ruangan. Ada keheningan berat yang tak terelakkan mengalir diantara lapisan udara , kejam dan berbau kecurangan.

“Menikahlah denganku” Dengan mendengar suaranya, kehadirannya di ruang kerja dan kata-katanya yang mengejutkan, secangkir kopi tersebut jatuh dari tangan Kyuhyun dan mendarat dengan mulusnya tepat diatas karpet persia ruang kerjanya. Sepasang manik gelap mengamati sosok dihadapanya. Wanita di depanya sangatlah cantik, Kyuhyun mengakuinya. Dengan tubuh yang sintal, tinggi rata-rata dan rambut coklat kemerahannya makin menambah dirinya terlihat lebih eksotis, terutama mata tajamnya yang berwarna hazel. Umur wanita ini lebih muda lima tahun darinya.

Kim Lisa.

Lisa adalah kekasihnya dan menjalin hubungan selama Delapan bulan. Kyuhyun tertarik dengan ambisinya untuk menghancurkan Kim  Enterprise Corporation yang diketahui sudah menjadi rival sejak tahun 80-an. Dan Generasi selanjutnya adalah Kim Jongin sebagai CEO dan juga kakak dari Kim Lisa. Kyuhyun tidak akan pernah membiarkan pria itu mendominasi secara mutlak.

Dan sekarang, Lisa berkata apa? Menikah? Kyuhyun terkekeh.

“Lalu?” Kyuhyun balik bertanya, menyilangkan kedua tangannya dan bersandar di meja kerjanya.

Kyuhyun mencoba untuk terlihat tidak peduli, tidak terkejut, meskipun sangatlah tidak mungkin. Tidak ada alasan yang membuatnya khawatir.

“Lalu? Apa kau mengejekku? Aku akan di jodohkan dengan pewaris perusahaan Oh Heavy Industries” Lisa mendekatinya, rok yang membungkus pinggulnya bergerak anggun, membuat lekuk tubuhnya terlihat sempurna.

Pemandangan yang menantang.

Kyuhyun menaikkan kedua bahunya lalu melonggarkan dasi blus V-neck hitamnya. Dia tak  bisa bertatapan dengan Lisa.

“Hubungan kita telah berakhir Kim Lisa” Kyuhyun menambahkan dengan seringai.

Brengsek kau Cho!

Lisa tertohok. Ia berfikir mereka berdua sama-sama saling mencintai.

“Apa maksudmu…” Lisa terkejut.

“Dan? Lalu apa?” Kyuhyun memiringkan kepalanya.

“Jujur saja kau hanya alatku untuk menghancurkan Kim  Enterprise Corporation Dan kau termasuk pion dari skenario rancanganku. Oke aku tidak tertarik dengan sebuah ikatan konyol. Apa kau masih ingin menikahiku? Oh apakah aku telah menyakiti hatimu Miss.Kim?” Ia mengakhiri dengan menaikkan kedua pundaknya, merasa tenggorokannya mulai mengering.

Dunia Lisa perlahan runtuh. Beraninya Kyuhyun melakukan ini padanya. Keparat!

“Aku mengira kau mencintaiku” Lisa menggeleng dengan tegas. “Ternyata aku salah…eoh? Kau anggap apa kebersamaan kita selama ini Mr.Cho!” Helaan nafas keluar dari bibirnya. “Fuck You! Cho Kyuhyun!”

Dan dengan pernyataan tersebut, Lisa membalikkan tubuhnya dan keluar dengan perasaan campur-aduk, membanting pintu ruang kerja Kyuhyun.

Flassback off

Kyuhyun duduk disofa yang berada tak jauh di belakang Lisa dan Sehun. Pria itu menyandarkan punggungnya di sandaran sofa, melipat kedua tangan di depan dada seraya meletakkan kakinya di atas kaki yang lain. Sejak kedatangan Lisa dan Sehun sekitar kurang dari tiga puluh menit yang lalu, Kyuhyun tidak pernah melepaskan tatapan tajamnya pada kedua orang itu. Terlebih pada Lisa. Pada wanita yang tidak pernah Ia temui selama enam bulan terakhir.

Kyuhyun memperhatikan penampilan Lisa, dan itu membuat Kyuhyun tak habis pikir. Wanita yang pernah menjalin hubungan dengannya saat itu, wanita yang selalu pergi ke bar dengan pakaian-pakaian minim, sekarang justru berpenampilan layaknya wanita baik-baik seperti itu? Cih! Kyuhyun tersenyum miring melihatnya. Lalu saat Kyuhyun memperhatikan Sehun yang kini menyuapi roti untuk Lisa, memperhatikan Sehun dengan tatapan meneliti.

Apa Kyuhyun baru saja melihat Lisa memberikan senyuman terbaiknya pada pria yang terlihat jelas-jelas lebih muda darinya.

Kyuhyun melihat Lisa dan Sehun baru saja beranjak dari sofa mereka, bersamaan itu, Kyuhyun mendapati ponselnya yang berada di atas meja di depannya bergetar. Kyuhyun kemudian meraih ponsel itu dan menjawab panggilan tanpa melihat nama siapa yang tertera di sana. Sembari memandangi Lisa dan Sehun yang kini berjalan menjauh dari jangkauannya, Kyuhyun kemudian mendengar seseorang berbicara di dalam telfon.

“baby.. apa kau sudah menunggu lama? Maaf, penerbangan’ku tertunda, jadi aku baru saja mendarat. Lalu bagaimana sekarang? Apa kau masih di hotel?”

Kyuhyun hanya diam. Ia masih memperhatikan sosok Lisa dan yang baru saja memasuki sebuah lift hotel. Lalu saat Lisa sudah tidak tampak lagi dalam jangkauan matanya, Kyuhyun mendengus sebelum akhirnya menjawab. “Kita putus.”

“A-apa?! Ya! Kita bahkan baru menjalin hubungan ini selama dua minggu—“

“Park Sera. Kau benar-benar wanita yang membosankan.” Kata Kyuhyun dengan nada ketus. “ Dan jangan pernah hubungi aku lagi.”

“Kyu-ah.. Ki-kita bahkan pernah melakukan itu di apartemenmu satu minggu yang lalu. Tapi kenapa kau—“

Kyuhyun memutus sambungan telfonnya begitu saja. Ia kemudian menyambar jasnya di sandaran sofa yang berada di sampingnya dan bergegas pergi setelah itu. Melangkah dengan langkah tegas seraya menatap jejak kepergian Lisa dengan sorot mata yang tajam, dan dengan senyuman miring yang kembali tersungging di bibirnya saat Ia kemudian bergumam.

“Jangan harap kau bisa pergi dariku, Kim Lisa.”

TBC

6 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] She Is Male (Chapter 4)

  1. yah… kyu oppa jgn ganggu lisa sama sehun deh. kan kmu yg dulu mutusin lisa. si evil nih.
    baru aja seneng, sehun merubah penampilannya. eh, mlah akan ada gangguan nih kayaknya. jangaaaann….
    lucu banget tingkah sehun klo sama lisa.

    next thor… bagus ffnya. suka banget.
    mian baru komen di part 4. hehe
    fighting buat author. keep writing!🙂
    kutunggu nextnya. klo bisa jgn lama2.😉
    salam kenal ya. ^_^

  2. Wah wah wah gila daebak, sedrastis itu sehun berubah penampilan hahaha ga kebayang manly nya nanti kaya apa😄
    Dan akhirnya wish aku kewujud :* namja pihak ketiga
    Datanglah si kyu yg rajin ngerjain tugas kampus wkwkwk
    Moga ada kyu bikin sehun manly sepenuhnya ><
    Tapi jangan ada cast yeoja tambahan pihak ke 4 ya eonn, mereka ber3 aja udah gregetan kok😄
    Nextnya ditunggu banget eonn X3 keep writing there~

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s