CASE 41-D — [Case 01 pt. 1] — IRISH’s Story

irish-case-41-d

|   CASE 41-D   |

|   Case 01 — Trust (1)   |

|  Baekhyun x Aeyoung  |

|  Fantasy x Friendship x Romance x School-life x Sci-Fi  |

|  Chapterred  |  Teen (in some condition will change into R)  |

|  by IRISH  |

—  because a love case doesn’t come with a time but the progress

|  standart disclaimer applied  |

| previous case: Case 00 |

2016 © IRISH Art & Story all rights reserved

♫ ♪ ♫ ♪

In Baekhyun’s Eyes…

Kepercayaan seorang manusia, bagaikan sebuah kertas. Sekali saja kepercayaan itu dinodai, maka selamanya noda tersebut akan berbekas. Meski bibir manusia seringkali berbuat kesalahan dengan mengucapkan kebohongan yang tidak sesuai dengan apa yang mereka pikirkan, tanpa sadar mereka sudah merusak kepercayaan orang lain juga karena kebohongan mereka.

‘Kau bisa percaya padaku.’

‘Aku tidak membohongimu.’

‘Aku berjanji.’

Tiga kalimat itu adalah contoh simpel dari kebohongan mutlak yang hampir selalu manusia ucapkan. Tidak, semua manusia pasti pernah mengucapkan kalimat itu untuk membohongi sesamanya.

Berpikir jika mereka telah melakukan hal yang baik padahal mereka tengah menodai kepercayaan orang lain terhadap mereka.

Ungkapan ‘Aku mencintaimu’ dan ‘Aku baik-baik saja’ adalah klise lainnya yang serupa tapi bermakna lebih menggelikan bagiku. Mengapa manusia begitu suka mengucapkan hal-hal yang tidak masuk akal? Mereka bahkan tidak tahu seperti apa cinta itu tapi terus mengutarakannya dan secara psikologis berpikir bahwa mereka tengah mengalami fase yang dipikirnya adalah jatuh cinta.

Jatuh cinta adalah sebuah proses tak kasat mata yang sebenarnya tidak ada. Otak manusia dipaksa untuk menciptakan sebuah mind-set tentang jatuh cinta itu sendiri oleh pemiliknya. Itulah mengapa, mereka bisa jatuh cinta pada sesamanya dalam keadaan apapun.

Si jahat yang jatuh cinta pada si baik. Si lemah yang mencintai si kuat. Si cantik yang mencintai buruk rupa. Si kaya yang jatuh cinta pada si miskin. Si bodoh yang tergila-gila pada si pintar. Dan masih banyak lagi keadaan tidak logis yang mereka percayai sebagai penyebab dari ‘jatuh cinta’ yang mereka alami.

Tanpa mereka ketahui, di saat mereka mempercayai bahwa diri mereka sedang jatuh cinta, sebenarnya sebuah krisis kepercayaan tengah terjadi di dalam diri manusia itu sendiri.

Konsep rasa percaya, adalah kasusku kali ini.

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Eccedentiast. Kau tahu apa artinya?”

Sebuah pertanyaan Aeyoung ajukan padaku di tengah kelas sains kami siang ini. Seperti biasa, sepasang bola mata cokelat tua milik Aeyoung yang selalu ingin tahu pasti menatapku dengan pandangan yang sama ketika ia ingin tahu; pupil membesar, kerutan yang muncul di sekitar sudut mata, lengkungan di bawah matanya, dan alis kiri yang terangkat sedikit.

“Apa artinya?” tanyaku tanpa minat. Ingatkah kalian ketika aku katakan Aeyoung adalah jawaban dari kasus pertama penelitianku? Ya. Dia memang jawaban dari salah satu kasusku, tapi tidak berarti bahwa aku percaya padanya.

Sebagai seorang yang bukan bagian dari bangsa Aeyoung, aku membuat sebuah benteng di antara aku dan Aeyoung, benteng yang tidak bisa manusia lewati meski mereka menginginkannya.

Ingatan.

Kami bisa memanipulasi ingatan manusia.

Tidak dengan menculik mereka untuk lantas memaksa mereka meminum cairan-cairan tertentu, tidak juga dengan cara memasukkan mereka ke dalam tabung-tabung penelitian. Sungguh, kami tidak pernah menggunakan cara mengerikan yang manusia umpamakan tentang kami.

Sentuhan, adalah sebuah media bagi kami untuk menyalurkan kelebihan kami dan mempergunakannya di saat yang tepat. Satu sentuhan pernah aku berikan pada Aeyoung, di hari yang sama dengan saat ia mengetahui fakta tentang aku yang bukanlah seorang manusia.

Dan ia sekarang menganggap fakta itu sebagai bagian dari mimpinya yang melibatkanku. Ia tidak mengingatnya. Aeyoung tidak lagi tahu kalau aku adalah seorang alien, tapi ia mengingatnya sebagai bagian dari mimpi.

Membingungkan? Tidak. Umpamakan saja, ketika kalian bermimpi tengah dikejar oleh monster mengerikan di dalam mimpi. Ketika kalian terbangun, kalian pasti masih ingat bagaimana nyatanya mimpi itu terasa, bahkan mungkin kalian bisa mengingat seperti apa rupa monster itu. Di saat yang sama, kalian tahu monster itu tidak nyata, tapi kalian mengingatnya.

Seperti itulah fakta tentangku yang ada dalam benak Aeyoung sekarang.

“Mereka yang menyembunyikan kesedihannya di balik senyuman. Kupikir kau juga seperti itu, Baekhyun.”

“Apa?” aku menatap Aeyoung tidak mengerti. Bagaimana bisa ia mengatakan jika aku menyembunyikan kesedihan di balik senyuman? Aku bahkan tidak pernah merasa sedih.

“Aku tidak seperti itu.” ucapku membantah.

“Ya, kau selalu tersenyum pada semua orang. Bersikap baik pada mereka meski mereka sudah menyakitimu dengan kata-kata atau sikap mereka. Aku selalu heran, bagaimana bisa kau tetap tersenyum seperti itu?”

“Aku tidak pernah merasa mereka menyakitiku.” akhirnya aku mengakui, meski sebenarnya enggan. Karena baru saja, aku mengutarakan sebuah kebohongan pada Aeyoung. Hal yang di kemudian hari akan menjadi satu alasan baginya untuk tidak menaruh kepercayaan padaku.

Ah, mengapa aku harus mengucapkan kebohongan semacam itu? Aku hanya tinggal katakan jika aku tidak bisa merasa sedih.

“Benarkah?”

“Ya, kau tidak percaya?” well mungkin kali ini Aeyoung jadi subjek penelitianku—untuk kedua kalinya, tentu.

“Tidak. Aku percaya.” jawabnya langsung.

“Kau percaya?” justru sekarang aku yang tidak percaya pada jawabannya.

“Ya. Kenapa?” Aeyoung balik bertanya.

Aku menyernyit, benar-benar tidak mengerti. “Bagaimana bisa kau percaya pada ucapanku? Tadi kau bahkan merasa benar-benar yakin pada pendapatmu.” tuturku.

Aeyoung mengetuk-ngetukkan jemarinya di dagu, sementara ekspresinya sekarang begitu terlihat kekanakkan di mataku. Surai panjangnya ia rapikan dengan tangan kirinya yang bebas sementara pandangannya berkelana.

“Karena kurasa kau bukan seorang yang bisa berdusta, Baekhyun. Jika aku tidak percaya pada ucapanmu, bukankah itu artinya aku menuduhmu menjadi seorang pendusta?”

Tidak. Bukan itu kesimpulannya. Bagi Aeyoung, kepercayaan bukanlah sebuah kata yang harus ia buktikan kebenarannya lewat media apapun. Ia mengucapkannya juga bukan karena sekedar menaruh rasa percaya tersebut pada sesuatu—dalam hal ini, aku.

Aeyoung… bisa percaya, karena ia memiliki perasaan. Perasaan, hal yang tidak pernah—dan mungkin tidak akan pernah, bangsa kami miliki. Tapi ‘perasaan’ bukanlah sebuah sumber dari kepercayaan.

Subjek pertamaku gagal. Aku harus melakukan penelitian pada subjek lainnya.

“Oh, Baekhyun lihat! Jooeun di sana!”

Nah, mungkin saudarinya ini bisa jadi subjek penelitianku.

— 계속 —

IRISH’s Fingernotes:

Aku ambil ‘trust’ sebagai kasus pertama yang Baekhyun bahas di penelitiannya karena memang… kepercayaan itu rancu. WKWK. Pribadi aku sendiri sampai detik ini belum bisa menemukan alasan yang ngebuat aku ‘percaya’ sama orang lain dan well… kalau kalian tahu alasannya, silahkan bantu Baekhyun supaya dia enggak meneliti lebih jauh lagi, LOL.

Satu lagi, aku rasa konsep penelitian Baekhyun mulai jelas ya di sini… dia semacem anak-anak IPS yang meneliti kehidupan sosial bermasyarakatnya manusia. Tinggal tujuan dia aja yang harus diperjelas, dan petualangan dia bersama Aeyoung, tentunya.

Bukan bertualang berkeliling dunia, tapi aku akan berusaha merangkul semua jenis pekerjaan dari segala jenis usia di sini. Supaya enggak terpaku sama pemikiran anak-anak sekolah aja. DAN PLIS, DIRIKU JUGA MENELITI DULU DI ORANG-ORANG SEKITARKU BUAT NGEDAPETIN PEMIKIRAN MEREKA YANG NANTI AKAN IKUT NIMBRUNG DI DALEM CERITA INI.

Sekian dariku. Apa rencana malam minggu kalian? WKWK.

SHORT PROFILE

 LEE JOOEUN | 25 years | SAUCE CHEF

vis-jooeun

Kakak kedua Lee Aeyoung. Punya kepribadian eksentrik dimana ia lebih menyukai hal-hal berbau vintage dan seringkali berpenampilan seperti itu pula. Hal yang paling disesalinya dalam hidup adalah memiliki dua saudari kembar yang super-berisik. Hal yang paling ia cintai: satu, makanan; dua, Zhang Yixing; tiga, hidupnya.

TEMUKAN JODOH KALIAN (?) DI SINI → HELP! I NEED YOUR VOTE [4]

| MY SHOW |

| Instagram | Line | Twitter | Wattpad | WordPress |

16 thoughts on “CASE 41-D — [Case 01 pt. 1] — IRISH’s Story

  1. Oemji Rishhhh~~~~ Setelah sekian lama aku meditasi gk berkutat sama dunia untuk membaca Ff, aku akhirnya terjbak lagi di FF mu Rishh. Ini sumpah bagus banget Rish, gaya bahasa dan majasnya rapi bangett !!! Keep Writing ya Rishh~ Ditunggu karya mu selanjutnya …👏👏👏

  2. Weeh.. lama gak buka exoffi ketinggalan banyak nih ff kak irish..
    Besok besok lah aq ubek-ubek nih wp nyari ff kak irish.. pasti aq komen kak, gk jdi sider lgi🙂

    Ff ini yg prolog aq udah baca d watty kaka🙂
    Next kakkkk 😄😄😄

  3. New fict? Bgs sih…tp yg lama jgn dilupain ya rish…aku juga nunggu dream loh kyk yg udh ngomen di bwh. One and only juga belom ada move yang greget. Kepercayaan? Mnrtku Baekhyun bukan org yg bisa dipercaya, dia blg gk dating sampe umur 30 twnya belum 25 udh keluar berita datingnya. Dia bilang exo bukan grup yg umbar abs tp grup yang nyanyi dan nari, buktinya pada umbar. Apalagi Lay, overdosis. But yeah he try. Kyk cbx menang dia bakalan nunjukin foto crossdress (sumpah cakep bgt..aku aja kalah..). Dia bnr2 kerja keras buat dapetin hati EXO-L lg. Rasa aku ya 2016 tahunnya Baekhyun bgt. Dream yg ngehits bahkan tanpa promosi (tampil live please..couple idaman aku bgt!!Baekzy! Sygnya udh dicolong ama MinHo). Album Exo yang meledak. Akting di Scarlett heart Ryeo, dpt penghargaan lg. Dpt sambutan luar biasa atas roti sobeknya(gila sakit telinga aku dgr teriakan fans pas Baekhyun buka2an). Jualan majalahnya laku keras! Padahal mnrt dia yg cakep si Yeol tp majalah yg laku punya dia(ya iyalah Yeol rambutnya dibuat mie begitu wajarlah kalah) Lahirnya cbx. Tambahan talenta dgn rapping.(ah!!!! Aku suka bgt pas di hey Mama, di mv cakep bgt ngerap lagi. Yoo you! Cita2 ku yg terpendam Baekhyun rapping di lagu exo, Yeay!!! Jd nyata!). And diakhir tahun penghargaan seabrek untuk EXO!
    Baiklah kebablasan. Sooo..mari kita tunggu updatean selanjutnya. Fighting rish!

  4. gilakkk aku mau ngakak dulu garagara diatas ada komen baekhyun mewek
    ehh itu aeyoung nggak jadi dijadiin pernert penelitian? soalnya baekhyun kan ada ngomong kalo dia harus mencari yang lain
    ehhh wait aku salah paham maksudnya subyek yaaa
    jadi aeyoung tetep jadi parnert baekhyun

    mengerti setelah scrollup

  5. KEPERCAYAAN? duh irish malah munculin kata kata itu jadi melayang kemana mana nih pikiran wkwk :v

    `apa rencana malam minggu kalian?`
    tiduran, ngefangirl sampe sudah merasa lelah dan selalu senantiasa menanti chat dari doi :v

  6. Teliti Moi saja deh, daku rela >.< /plak!/

    Apa rencana malam minggu kalian?
    Kelarin drakor yang belum siap, nyalin catatan yang udah segudang belum dicatat satu huruf pun, ngemil, dan nyari ide bagaimana kelarin semuanya (WP dan tugas sekolah kamvreto) :'v

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s