[EXOFFI FREELANCE] To Love You More (Chapter 0)

TO LOVE YOU MORE .png

Tittle/judul fanfic: To Love You More

Author: Leehaera17

Length: Chapter

Genre: Romance, Psychology, sad, Self Hurt, Family,

Rating: PG-19

Main Cast & Additional Cast:

Main Cast :

Park Chanyeol(EXO), Kim Hana (OC), Xi Luhan (Singer), Jung Junmyeon (SUHO EXO)

Supporting Cast :

EXO member, Jessica Jung (SNSD)

Disclaimer :

FF ini hasil kerja sendiri yang sudah pernah di publish di Wattpat author, bisa baca di sana, ID : Leehaera17 ( www.wattpad.com/leehaera17 ), semua tokoh hanya sebagai aktor protagonist dan antagonist, tidak ada maksut untuk melecehkan fandom manapun

jangan lupa Comment dan Vote di wattpad Author

add BBM author untuk perkenalan, pertanyaan, dan password (jika di perlukan) : 5C482AF1

Seorang wanita menyapa setiap anak kecil dengan umur berkisar antara 2 sampai 4 tahun yang masuk ke kelasnya hari ini dengan senyum lebar di bibirnya,

 

Sudah sekitar 4 tahun ia bekerja di salah satu Day care yang ada di Itaewon, dengan gaji yang setidaknya pas untuk membiayai dirinya sendiri dan adiknya yang berada di kota lain untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi.

 

Mujigae Day Care (tempat penitipan Rainbow) sudah menjadi rumah kedua baginya yang jauh merantau dari pulau Jeju ke Seoul semenjak masa kuliahnya sampai sekarang,

 

Sebagai seseorang dengan sertificat di bidang Psychology wanita yang akrab di panggil Kim Hana ini pernah mencoba keberuntungannya di berbagai bidang pekerjaan dan selalu berakhir dengan kegagalan, sampai akhirnya ia memutuskan untuk mencoba keberuntungannya di bidang Psychology anak dan bekerja di sebuah daycare atau tempat penitipan anak yang sekaligus memberi pelajaran di tingkat taman bermain.

 

Layaknya wanita pada umumnya, Hana memberikan hatinya pada seorang laki – laki yang juga bekerja di tempat yang sama dengannya, hanya saja laki – laki itu bukanlah seorang guru melainkan seorang staff administrasi yang mengatur keperluan sekolah yang cukup besar itu,

 

“ Hana-ya ” suara laki – laki yang sangat lembut menyapa telinga Hana,

 

“ oo.. Luhan-aa kau sudah datang ” Hana mengambil tas pungung laki – laki itu dan meletakannya di dalam Loker untuk para stuff dan guru – guru.

 

“ apa kau sudah sarapan ? ” laki – laki dengan mata indah itu bertanya,

 

aniya… aku menunggu Oppa seperti biasa ” Hana menjawab sambil tersenyum,

 

Luhan mengikuti jejak Hana masuk kedalam ruang istirahat yang berada di belakang gedung itu, dengan senyum melebar Hana menyerahkan sebuah tempat makan dengan isi kimbab yang ia buat tadi pagi,

 

mani mogo ( makan yang banyak ) ” Hana mengucapkan

 

Luhan hanya memberi senyum manisnya dan mulai menikmati makanan yang Hana berikan,

 

“ apa kau ingin berjalan – jalan setelah pulang bekerja ? ” Luhan bertanya,

 

“ tentu saja ” Hana menjawab sambil menyuap sepotong kimbab ke mulutnya.

 

Luhan, itulah namanya, laki – laki yang menjadi pujaan hati Hana semenjak ia bekerja di Mujigae Day Care, sudah 3 tahun lamanya mereka menjalin kasih bersama dan tinggal di gedung apartement yang sama, tapi untuk menutupi hubungan mereka karena larangan pekerjaan juga melindungi status Hana yang belum menikah, Luhan dan Hana selalu menjaga jarak di tempat kerja dan Hana akan berangkat lebih pagi dari Luhan agar mereka tidak terlihat hidup di satu tempat,

 

Semua cerita tentang hubungan ini mereka sembunyikan dari kedua orang tua mereka masing – masing,

 

Hana yang berasal dari keluarga dengan kultural yang sangat kental tidak mungkin menerima Luhan yang berasal dari negeri Cina,

 

sedangkan keluarga Luhan juga mempunyai alasan yang sama dan tidak akan menerima Hana yang berasal dari Negara dan kultur yang berbeda,

 

Tapi… apa cinta memandang warna ?

 

Ah…

 

Pertanyaan taboo yang selalu di pertanyakan ini membuat Luhan juga Hana tidak ingin membicarakan masa depan, mereka hanya ingin menikmati masa – masa indah yang bisa mereka habiskan bersama.

 

Jam menunjukan pukul 4 sore, saatnya bagi Hana juga guru – guru yang lain mempersiapkan para murid – muridnya untuk pulang ke rumah masing – masing,

 

Satu – persatu kelas yang ada di daycare itu mulai kosong, tinggal para guru dan stuff yang membersihkan tempat yang akan di pakai kembali besok hari.

 

Seperti biasanya Hana dan Luhan akan pulang bersama, Luhan yang membawa motornya membonceng Hana seperti biasa,

 

Luhan menghentikan motornya di sebuah taman yang terlihat cukup luas di dekat apartement mereka,

 

Ia menuntun Hana untuk duduk di kursi taman yang sedikit di penuhi dedaunan akhir musim gugur kali ini,

 

“ ada apa ? ” Hana bertanya bingung pada Luhan,

 

“ aku.. akan kembali ke Cina ” Luhan menjawab tanpa memandang mata Hana sedikitpun,
“ kapan ? ”

 

“ besok ”

 

Hana yang sepertinya sangat kaget dengan berita mendadak ini tidak bisa berbuat apa – apa, ia hanya memandang dedaunan kering yang tertiup angin di ujung sepatunya,

 

“ ah… Guenchana (tidak apa apa)… kita masih bisa berhubungan lewat ponsel, lagi pula kau akan kembali lagi kan ke sini bukan? ” Hana mencoba memberi senyum terbaiknya bagi Luhan yang terlihat menatap langit kuning,

 

“ aku tidak akan kembali lagi ”

 

“ apa ? ”

 

“ aku akan menikah ”

 

“ menikah ? ”

 

“ pernikahanku akan berlangsung seminggu lagi ”

 

mereka berdua terdiam dan sibuk dengan pikiran masing – masing,

 

“ kau tau ini semua akan berakhir bukan ? aku tidak pernah menjanjikanmu apapun dan kita setuju untuk tidak membicarakan masa depan ” Luhan kembali membuka percakapan setelah 5 menit tanpa suara,

 

“ Jika memang kau tidak ingin memperjuangkan hubungan kita lagi dan memutuskan untuk menikah, aku tidak akan berkata apa – apa ” Hana kembali berbicara,

 

“ tentu, ada dan tidak adanya aku, kau harus bisa melanjutkan kehidupanmu dengan baik” Luhan kembali mengucap,

 

“ baiklah.. selamat tinggal oppa ” Hana berbidiri dari tempat duduknya,

 

“ aku akan mengantarmu ” Luhan tiba – tiba menahan tangan Hana pelan,

 

“ tidak perlu, aku bisa pulang sendiri.. ” Hana memberi senyum termanisnya,

 

Hana mulai berjalan ke rumahnya, dari sini hanya akan memakan waktu sekitar 20 menit, well… waktu yang tepat untuk menenangkan pikiran Hana yang sepertinya akan meledak sebentar lagi,

 

Hana mulai melangkahkan kakinya pelan, ia melihat kiri, kanannya dan memandang kearang langit yang mulai gelap,

 

“ ayolah.. kau tau ini semua akan terjadi dan ia akan meninggalakanmu cepat atau lambat ”

Hana memberikan semangat pada dirinya yang kini seperti manusia tanpa nyawa,

ia sama sekali tidak menangis, tidak ada satu tetespun air mata yang mampu ia keluarga,

lagi pula semuanya sudah jelas,

4 bulan belakangan ini, Luhan sudah jarang menghubungi Hana apa lagi pulang ke rumah Hana seperti biasa, hubungan badan mereka berakhir sekitar 6 bulan lalu dan Luhan terus saja bercanda bahwa dirinya akan kembali ke Cina dan menikah dengan seorang dokter yang sudah ibu dan ayahnya tentukan,

tapi saat itu Hana selalu berfikir bahwa semuanya bohong, semuanya hanya lelucon bodoh Luhan untuk membuat Hana menunjukan wajah kesalnya pada Luhan,

tapi kini semuanya berbeda, Hana tidak mungkin lagi mampu memandang layar ponselnya sendiri dengan wallpaper foto Luhan dan dirinya di salah satu tempat makan terfavorite mereka ( Thai food ).

“ ah… aku lelah dengan semua ini ” Hana menutup wajahnya dengan talapak tanganya, ia hanya merasa sedih mengapa Luhan tidak pernah membicarakan ini secara serius dengannya dan memutuskan hubungan mereka lebih cepat dari pada harus meninggalkan Hana perlahan dan perlahan, apa ini cara Luhan agar Hana tidak sedih ? apa Luhan benar – benar merencanakan ini semua dari 6 bulan lau ?,

Hana hanya melepas nafas beratnya saat kakinya menginjak lantai rumahnya, ia memutuskan untuk mengganti pakaian dan memasak mie instan yang masih tersisa di box cadangannya, walau sebenarnya Hana tentu merasa sedih dengan semua ini, entah mengapa ia merasa mungkin ini yang lebih baik, berpisah untuk selamanya tanpa melihat satu sama lain, lagi pula Luhan akan berada di Cina dan Hana akan berada di Korea, mereka tidak akan pernah bertemu lagi di dunia yang seluas ini

keude… mengapa kau harus memikirkan laki – laki brengsek itu! ”

Hana kembali meyakinkan dirinya dan mengambil ponselnya, ia membuang semua foto kenangannya bersama Luhan mulai dari mengganti wallpaper yang ia gunakan,

setelah semuanya selesai, Hana mulai mengumpulkan benda – benda yang pernah Luhan berikan dan meletakannya di kotak sampah yang jauh dari rumahnya,
“ aku tidak akan pernah mengingatmu lagi ! ”

Hana sedikit berteriak dan kembali ke rumahnya, membanting pintu rumahnya keras dan mulai mencari kesibukan lain yang bisa mengalihkan pikirannya.

Semenjak kejadian itu Hana berhenti bekerja dari Mujigae Day Care dan mulai mencari pekerjaan baru,

hari ke hari, minggu ke minggu Hana menjalankan kegiatannya tanpa lelah, mulai dari pekerjaan sampingan di pagi hari yaitu mengantar susu dan di lanjutkan dengan menjaga mini market sampai sore menjelang dan di gantikan dengan menjadi pelayan restaurant daging di Gangnam Street, semua itu Hana jalani dengan segenap tenaganya,

Wanita itu tidak mengeluh sedikitpun walaupun penghasilannya kini benar – benar berkurang, uang makan yang biasanya ia terima dari Daycare kini harus ia cari sendiri, sedangkan pekerjaan sampingannya hanya bisa membayar sewa rumahnya sendiri dan ia tidak akan mungkin bisa kembali kepada orang tuannya yang berada di Jeju sebagai seorang gelandangan yang keluar dari tempat kerjanya hanya demi menghidari tempat yang menjadi kenangan indah sekaligus kelamnya.

ia terus bekerja seperti orang gila untuk menghilangkan semua rasa sakit hatinya pada laki – laki brengsek itu, benar… Luhan.. walalupun Hana bersumpah untuk tidak mengingatnya lagi, tapi hati Hana selalu berharap laki – laki itu datang ke hadapan Hana dan meminta Hana untuk kembali padanya, 3 tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Hana untuk mencintai seseorang sepenuh hatinya dan tiba – tiba laki – laki itu menghilang tanpa kata meninggalkan Hana sendirian,

Tidak – tidak.. untuk apa mengharapkan kedatangan laki – laki tuli yang selalu mementingkan kehidupannya lebih dari diriku sendiri ? terkadang Luhan membuang makanan yang kumasak karena masalah kecil dan aku akan senantiasa terus memasak untuk Luhan apapun yang terjadi,

“ Cih.. bajingan! ” Hani mengumpat saat mengingat semua perlakukan Luhan pada dirinya yang ia terima dengan lapang dada,

Jika Hana berkata bahwa ia benar – benar membenci laki – laki itu, itu semua kebohongan besar, rasa cinta yang Hana berikan pada Luhan tidaklah sedikit, Hana memberikan seluruh hati,pikiran dan tubuhnya pada laki – laki itu,

Mengerikan… Hana benar – benar membuang 3 tahun hidupnya untuk mematuhi semua peraturan yang Luhan buat, Hana tidak pernah keluar dari rumahnya jika tidak bersama Luhan sedangkan Luhan selalu saja berpesta di malam hari dengan teman – temannya di club malam setiap Saturday night dan Hana akan menyambut tubuh Luhan yang mabuk di depan rumahnya, apa yang terjadi selanjutnya hanya Hana yang berusaha melupakan semuanya.

Tak terasa setetes air mata mengalir di pipi Hana,

“ah.. Hana-ya.. kau membernci laki – laki itu ” Hana berbicara pada pantulan dirinya yang terlihat di kaca,

Jam menunjukan pukul 5 sore, saatnya Hana untuk berlari mengejar jam masuknya di restaurant daging yang berjarak 5 blok dari tempatnya sekarang berada,

oesooseyeo ! ” Hana sedikit meninggikan suaranya saat memasuki restaurant,

“ Hana-sshi.. ” laki – laki degan name tag Do Kyungsoo menghampiri Hana,

“oo.. Kyungsoo-sshi.. aku harus mengambil shift-mu ” Hana memandang laki – laki yang punya tatapan tajam itu dengan senyum selucu mungkin,

Malam semakin larut, kini banyak para pelanggan yang berdatangan untuk menikmati santapan makan malam mereka,

“ selamat datang, silahkan memesan di sini ” Hana menyambut tamu baru yang datang,

terlihat seorang laki – laki yang cukup tua menyeret seorang gadis belia sekitar 7 tahun dengan paksa, anak perempuan itu tidak menangis sedikitpun, ia hanya terus memegang kepalanya yang sepertinya sakit, Hana yang berdiri di kasir menyipitkan matanya, wanita itu sama sekali tidak bisa menerima kekerasan di bawah umur.

Laki – laki yang sepertinya terlihat sebagai paman dari gadis kecil itu kembali menarik tangan anak gadis itu kearah Hana untuk memesan,

“ APA KAU LUPA ! AKU SUDAH MEMBELIMU! ” laki – laki itu berteriak saat melihat gadis kecil yang ia pegang tangannya berusaha untuk kabur,

“ Ahjusshi.. mengapa berteriak pada anak kecil ” kini Hana tidak bisa menahannya lagi,

“ YA! APA URUSANMU ! ”

“ AKU AKAN MELAPORKANMU KE POLISI ! ” Hana berteriak,

“ AKU ADALAH SEORANG DOKTER PHYSICOLOGIES JADI KAU PASTI AKAN MASUK PENJARA ! ” hana kembali berteriak seperti orang gila,

laki – laki itu mundur beraturan meninggalkan gadis kecil yang masih menundukan kepalanya,

“ tidak papa, aku tau dia tidak akan berani datang ke tempat ini lagi ” Hani membelai wajah gadis kecil itu,

“ aku…. Aku tidak punya tempat tinggal, aku… ”

“ tenanglah.. aku akan membantumu ” Hana memotong isak tangis gadis kecil di depannya,

Hana membawa gadis kecil itu masuk kedalam ruang istirahat untuk para pegawai,

“ siapa namamu ? ” Hana bertanya,

“ Yoona ” gadis itu menjawab lembut,

“ biar aku yang urus ” Kyungsoo menawarkan diri dan menyuruh Hana untuk kembali ke posisinya di belakang meja kasir,

“ baiklah… Yoona-ya, apa kau bisa menungguku bersama Kyungsoo Oppa sebentar ? ”

gadis itu mengangguk lemas,

Hana memberi pelukan terakhirnya dan berjalan keluar dari ruangan,

“ permisi ” seorang laki – laki tiba – tiba menyapa Hana di ujung lorong,

“ ada yang bisa saya bantu ” Hana menundukan kepala,

“ apakah anda punya sedikit waktu, saya ingin membicarakan sesuatu ” laki – laki itu berkata,

Hana yang sepertinya sedikit bingung hanya memandang laki – laki itu sendu,

“ Tenang saja, aku hanya ingin menawarkan pekerjaan, aku sedang merikrut dokter Psychology sepertimu ” laki – laki itu kini memandan Hana dengan senyum manis,

“ Bagaimana setelah aku pulang bekerja sekitar pukul 11 malam” Hana memberi kesempatan, mungkin saja laki – laki itu benar – benar memberinya pekerjaan,

Waktu berlalu kini Hana duduk di depan laki – laki yang membuat janji dengannya beberapa jam lalu,

“ Saya ingin menawarkan pekerjaan untuk anda ” laki – laki itu berkata,

“ Pekerjaan macam apa yang anda tawarkan, terus terang aku tidak menjual diriku untuk uang ” Hana memberi peringatan,

Laki – laki itu mengeluarkan sebuah foto dari saku bajunya, foto seorang laki – laki dengan kemeja putih dan jas hitam, ia terlihat tampan di foto itu dengan mata tajamnya menatap kamera,

“ Siapa ini ? ” Hana bertanya bingung,

“ pasien barumu, aku tidak akan memberikan infomasi lebih lanjut, yang perlu kau ketahui, ia tidak dapat berkomunikasi dengan siapapun dan terus menyendiri tanpa ingin melihat dunia luar ” laki – laki itu berkata,

“ Jadi apa yang kau inginkan dariku? ” Hana bertanya,

“ Aku ingin kau merawatnya dan memberinya pengobatan, gaji yang di berikan lima kali lipat dari penghasilanmu sekarang dan semua transportasi akan kami siapkan, kau hanya perlu datang setiap hari dari jam 7 pagi saat ia bangun sampai jam 9 malam saat ia tertidur ” laki – laki itu menyodorkan kartu namanya, tertulis Tuan Jung Junmyeon, CEO Secretary,

Hana berfikir sebentar, apa ia harus menerima tawaran menggiurkan ini, setidaknya pekerjaan ini bisa menghasilkan lebih banyak dari gajinya sekarang dan ia bisa mengirimkan uang pada orang tuanya di Jeju,

10-menit berlalu dan laki – laki itu terlihat mulai membereskan barang – barang yang tergeletak di atas meja,

“ aku… akan menerima pekerjaan ini ” Hana mendang laki – laki yang sekarang menatap Hana dengan mata terkejut,

“ baiklah, ini alamatnya dan kau harus datang tepat jam 7 pagi besok ” Suho memberikan selembar kertas dan berdiri dari posisinya,

“ sampai bertemu besok Hana-sshi ” laki – laki itu memberi senyum terakhirnya,

~ To Love You More ~

Pagi – pagi sekali Hana sudah siap untuk menjalankan pekerjaan barunya,

Tok – tok – tok

Rumah Hana di ketok pelan,

“ nugusaeyo ? ” Hana bertanya dari dalam rumah dan membuka pintu rumahnya,

“ selamat siang Nona Hana, kami utusan Tuan Kim yang hari ini akan mengantar anda”

Hana yang memandang ke 2 orang laki – laki dengan pakaian lengkap itu terlihat kaget dan bingung, ia tidak pernah di perlakukan sebaik ini di perusahaan manapun,

Hana hanya mengikuti kedua orang itu dan masuk kedalam mobil mewah yang tersedia di halaman parkir kecil apartemen Hana,

Selama perjalanan tidak ada sebuah katapun yang terucap dari Hana maupun para penjaga yang duduk di kursi depan,

Mobil hitam itu melaju ke sebuah perumahan mewah yang berada di pinggir kota, Hana melihat jam tanggannya,

satu jam ” Hana mengucap, benar.. 1 jam lamanya perjalanan Hana dari rumahnya ke tempat ia bekerja dengan kecepatan sedang,

mobil mewah itu berhenti tepat di depan pagar besar yang menjulan, Hana turun dari mobil itu dan berdiri mematung,

“ permisi, ada yang bisa saya bantu ” seorang nenek tua datang dan menyapa Hana yang mematung di depan pintu,

“ aku ingin bertemu dengan Tuan Kim ” Hana menjawab,

Nenek tua itu hanya berjalan masuk kedalam dan di gantikan dengan Suho yang terlihat dari pintu masuk,

“ silahkan masuk ” Suho memberi perintah

Hana memasuki rumah besar itu dengan nervous, ia berharap keputusan yang ia buat akan membawanya ke kehidupan yang lebih baik,

“ selamat datang Hana-sshi, silahkan duduk ” Suho mempersilahkan,

Hana duduk di kursi yang berada di depan meja Suho,

“ ini adalah surat perjanjian yang harus anda tanda tangani, silahkan di baca dan pembayaran pertama akan kami berikan hari ini juga ”

“ pembayaran pertama ? ”

“ kami akan memberi memberikan jagi pertama anda untuk satu bulan kedepan ” Suho mengeluarkan amplop coklat yang terlihat tebal,

Hana menyisir sertiap baris yang tertera di perjanjian tersebut,

“ tidak boleh di ketahui publik ? apa maksutnya ini ? ”

“ Tuan muda adalah penerus SM CORP. para awak media akan mencoba mencuri berbagai informasi yang bisa mereka dapat dari siapa saja, saya harap anda mengerti tentang perjanjian ini ”

Setelah mendengar penjelasan dari Suho Hana kembali meneruskan membaca kertas perjanjian itu, setiap barisnya hanya berisi peraturan yang menunjukan bahwa tuan muda ataupun dirinya tidak di perbolehkan untuk keluar dari rumah besar ini dengan siapapun dan untuk apapun, juga Hana tidak boleh membocorkan keadaan Tuan muda pada siapapun,

Hana menandatangani surat itu dengan jarinya yang terus bergetar, hawa dingin membuat sekujur tubuhnya menegang,

Setelah selesai menandatangani surat itu, Hana di giring dua pengawal bertubuh kekar ke sebuah ruangan dengan pintu yang menjulang tinggi, sang pengawal meninggalkan Hana di depan ruangan itu dan menyuruh Hana untuk masuk ke dalam,

Dengan hati – hati Hana membuka pintu besar itu, suara decitan pintu tua itu membuat Hana menarik tangannya sendiri, tapi pintu besar itu terus terbuka dan menampakan sebuah ruangan yang cukup besar dengan warna putih dan 2 jendela yang terpasang menghadap taman di belakang rumah besar ini, tidak ada sedikitpun perabotan di ruangan ini, hanya ruangan yang di penuhi lukisan – lukisan yang di buat di selembar kertas putih dengan sebuah pensil dan di tempel di berbagai sudut ruangan,

mata Hana membelalak, ia tak mengerti tentang keadaan di sekitarnya saat ini,

tiba – tiba telapak kaki Hana merasakan sebuah benda yang menyentuh kulit kakinya pelan, Hana memandang sebuah pensil yang berada di sebelah kaki kanannya, Hana mengambil pensil itu dan memandang kearah samping kanannya, terlihat seorang laki – laki dengan wajah manis dan rambut hitam pekatnya berdiri di samping kanan Hana sambil memegang beberapa kertas putih,

Hana sedikit tertegun, mata laki – laki itu memancarkan keteduhan pada siapapun yang memandang,

Tersadar dari lamunannya ia menyodorkan pensil yang tadi ia temukan,

“ apa ini punyamu ? ”

TBC

 

13 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] To Love You More (Chapter 0)

  1. Ceritanya kerennn 👍👍, gak sabar buat next captertnyaa 😋
    Saran ya author, cek lagi ya thor soalnya masih ada beberapa typo, sama beberapa kata yag ngulang jadi bingung bacanya gitu… Hehe
    Semangat authorr ^^

  2. Keren keren keren dan keren bgt ni critanya, 👍👆lanjutkan authornim, 😀😀😀 ini up nya sminggu sekali kan, jngan lama2 ya thor ya, pnsaran and syka bgy sma crita nya 😀😀😁

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s