[EXOFFI FREELANCE] The Wolves and Soulmate- (Chapter 4)

img_20160117_121538

 

Tittle : The Wolves and Soulmate

Author:candypinknet

Length:Multichapter

Genre:Fantasy—Romance—Drama—Family

Rating:Teenager

Main Cast : Oh Sehun & Ahn Nina (Original Cast)

Additional Cast: EXO member—Ahn Sojin—Ahn Edison—Kang Aurora—and many more

Summary: Setelah meniup lilin ulang tahunnya yang ke-19, hidup Ahn Nina perlahan-lahan mulai berubah. Berawal dari mimpi setiap malam tentang serigala abu-abu, lelaki berparas tampan yang tak ia kenal dan perang keluarga Canis Lupus.

Disclaimer : The story is belong to me.

Note : Cerita ini udah gue publish di wattpad & cover by @penguin_guard

Sorry for any typo(s) and nice to meet you guys!

BAB 4 – Halo, Sehun?

Nina berdiri canggung di belakang Sehun dan Kris yang sedang berbincang tentang entah apa. Dan juga, mereka berdua sepertinya tidak berniat untuk memberitahunya sama sekali. Jadi, Nina hanya memandangi punggung mereka berdua dan sesekali melirik sepatunya.

“Kau lapar?”

Nina mengangkat kepalanya dan bertemu dengan manik coklat terang yang juga sedikit canggung melihatnya. Nina mengangguk pelan. Dia tidak bisa berbohong jika sudah tentang perutnya, apapun itu.

Sehun tersenyum tipis. “Ada kedai di dekat daerah sini. Kita akan mampir dulu sebelum mengantar pergi ke tempat aman yang ku bilang sebelumnya.”

“Sebelum pergi ke kedai,” Kata Nina sambil mengambil nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya pelan. Dia tidak bisa menahan rasa penasarannya lebih lama lagi. “Bisa kau ceritakan padaku semua yang sedang terjadi ini?”

Sehun melirik Kris yang hanya memasang wajah datarnya dan perlahan-lahan dia meninggalkan mereka berdua. Kris masuk ke dalam mobil dan fokus kepada ponselnya. Nina meliriknya sebentar dan memandang Sehun lagi. “Apa kau bisa, Oh Sehun?”

“Kau ingin aku cerita dari mana?”

“Dari awal.”

  • ··

Dari mana aku harus menceritakannya, hyung?

Bukannya kau sendiri dengar bahwa dia ingin dari awal?

Tapi-

Katakan saja. Aku akan menutup telingaku

“Halo? Apa kau mendengarku?” Sehun langsung memutus telepati dan menemukan Nina yang masih memaksanya untuk berbicara. Sejujurnya, dia bingung.

Jangan langsung jelaskan to the point, Sehun. 

Sehun menghela nafas berat ketika mendengar suara Kris di pikirannya.

“Apakah aku harus mengatakannya berulang-ulang kali?”

“Semuanya bermula ketika kau meniup lilin ulang tahunmu. Atau lebih tepatnya saat kau berusia sembilan belas tahun,” Kata Sehun.

  • ··

Sehun membuka kedua matanya dan menguap pelan. Dia melihat jam dindingnya dan waktu menunjukkan pukul sebelas kurang. Sehun bangun dari kasurnya, lalu berjalan menuju dapur untuk mengambil segelas air dingin. Tangannya menarik kulkas, mengambil tempat minum air dinginnya, dan langsung meminumnya.

“Sehun! Sudah ku bilang pakai gelas! Jorok sekali.” Sehun hanya diam saja mendengar komentar Kyungsoo yang melihatnya seperti itu. Dia mengelap bibirnya dan memasukkan tempat minumnya lagi ke dalam gelas.

“Semuanya! Berkumpul sekarang!” Suara tegas milik sang Kakak alias Junmyeon membuat semua orang berkumpul, termasuk Sehun yang langsung berlari-lari keci, karena jarak antara dapur dan ruang perkumpulan lumayan jauh jaraknya. Sehun langsung berbelok ke ruangan perkumpulan dimana semuanya sudah berkumpul. “Ada apa ini? Apa ada perang lagi?”

Junmyeon menggelengkan kepalanya. “Tidak, hanya saja-”

“Cawan cermin kita menunjukkan sesuatu,” Jelas Kris sambil melihat cawan cermin yang sebenarnya adalah cawan berisi airnya bukanlah air biasa; air peramal. Dan sejujurnya, Sehun tidak terlalu menyukai cawan cermin. Karena, cawan tersebut kadang membuatnya merinding tak jelas.

Junmyeon berdeham keras yang membuat semuanya terdiam. “Kali ini cawannya ingin menunjukkan sesuatu. Tapi, yang bisa ku lihat hanya hamparan pantai di pulau asing. Jadi, aku ingin kalian melihatnya satu persatu melihatnya. Silahkan berbaris sesuai urutan umur kalian.”

“Tidak adil. Aku pasti paling terakhir.” Balas Sehun tak terima yang hanya di balas tawa oleh semuanya.

“Aku tidak bisa menghubungi Ayah dan Ibu,” kata Baekhyun sambil menutup ponselnya. “Mereka tidak tahu hal ini sama sekali.”

“Akan ku beritahu mereka nanti. Yang lebih penting sekarang adalah kalian mengeceknya satu persatu.” Balas Junmyeon bijak. Semuanya tak terkecuali Sehun mengangguk mendengarnya.

Kyungsoo menghela nafas berat ketika sudah melihat cawannya. “Aku hanya melihat hamparan pantai, seperti Junmyeon hyung.”

Sehun semakin penasaran.

Tumben sekali cawan cermin tidak memberitahu pesan secara langsung, batin Sehun heran. Ini bukan pertama kalinya, sebenarnya. Biasanya jika cawan air seperti ini, dia ingin memberi pesan kepada orang khusus saja, hanya saja…

Rasanya aneh.

“Sehun, cepatlah.”

Sehun menghela nafas berat dan semuanya memandangnya. Dia yang paling terakhir, karena yang lain sudah mencoba dan hasilnya nihil. Sehun melihat cawan cermin tersebut dan air berubah menjadi pusaran kecil dan memperlihatkan hamparan pantai. Sehun hanya memutar kedua bola matanya malas. “Aku juga melihat-”

Dan airnya bergerak, bergelombang pelan yang membuat Sehun sedikit kaget. Airnya menjadi tenang dan dia menemukan seorang gadis yang berlari-lari. Sesekali gadis tersebut menengok ke belakang dan melempar tawa ke arah Sehun. Lalu air tersebut menjadi pusaran lagi dan menghilang.

Apa tadi?

“Sehun, kau melihat apa?”

Sehun masih memandang cawan cermin tak percaya. Dia berbalik dan menemukan para saudaranya itu mendekatinya. “Sehun-”

“Seorang gadis.”

“Apa?”

Sehun dengan kedua maniknya yang melotot masih tak percaya memandang Kris. “Hyung, aku melihat seorang gadis di sana. Dia tertawa ke arahku.”

  • ··

“Kenapa pantai?” Tanya Nina heran ketika sudah mendengar cerita awal dari Sehun. Sehun hanya mengangkat kedua bahunya tanda tak tahu. “Aku tidak tahu sama sekali. Tidak ada yang tahu.”

Nina menyenderkan punggungnya ke mobil. “Dan kenapa harus aku?”

“Mungkin kau ada kaitannya atau orang lain yang membuatmu menjadi seperti ini sekarang.” Jelas Sehun. Nina menghela nafas berat. “Apa ada kaitannya dengan keluargaku? Freddie sempat-”

“Jangan membahasnya lagi,” Potong Sehun cepat. “Sebaiknya kita masuk ke dalam mobil dan pergi mencari makan. Kau lapar, bukan?”

“Sangat.” Balas Nina sambil membuka pintu mobilnya dan masuk. Kris langsung mematikan radio dan menyalakan mesin mobil. Kris membawa mobil dengan laju sedang dan suasana di dalam mobil terbilang canggung.

Nina melihat Sehun dan Kris yang duduk di depan hanya diam saja membuat Nina sedikit heran melihatnya. Apa mereka tidak ingin membuka pembicaraan? Batinnya. “Jadi, kalian bersaudara?”

“Ya, kami beda empat tahun.” Jelas Kris santai. Nina mengangguk. “Lalu, kalian berapa bersaudara?”

“Enam.”

“Banyak sekali,” Balas Nina kaget. “Siapa saja?”

Kris menghela nafas berat. “Jika aku kasih tahu, memangnya kau kenal mereka?”

Nina cemberut mendengarnya. Seperti dugaannya, Kris di dunia nyata dan mimpi sama saja. “Aku ingin mencairkan suasana.”

Sehun tertawa pelan. “Aku yang paling muda. Ada Xiumin yang paling tua, lalu Kris, Junmyeon, Baekhyun dan Kyungsoo.”

“Tapi, kenapa kalian berdua tidak mirip?” Tanya Nina hati-hati. “Ah maaf-”

“Banyak yang sudah bilang seperti itu. Kami sudah biasa mendengarnya.” Balas Kris santai yang di ikuti anggukan Sehun. Nina menelan ludah tanpa sadar dan menyenderkan tubuhnya ke kursi mobil.

“Sebentar lagi kita sampai.”

“Kemana?”

“Kedai favorit keluarga kami.”

  • ··

Sampai jumpa lagi di bab selanjutnya!

 

 

 

 

 

 

 

8 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] The Wolves and Soulmate- (Chapter 4)

  1. Wah mungkin nina jodoh ya sehun kali yak,
    masak yang lain ya gak bisa liat,
    itu arti ya nina memang di takdirkan untuk sehun
    cie cie hihi,,
    lanjut terus ya eonni

  2. Wah,masih penasaran nih,masih gantung banget nih,apa juga hubunganx sehun ama nina,tpi lucu deh,diawal ff ini kyakx sehun itu wolf deh,ah molla lah ga tau lg mau komen ap,sungguh daebak Authornim

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s