[EXOFFI Facebook] Fuchūina on’nanoko (Chapter 2)

10846193_683632191754168_5058397886521199799_n

 

Judul : Fuchūina on’nanoko
Author : Akane Narita
Cast : Do Kyungsoo(EXO),Kim Nara(my OC),and other
cast.
Genre: comedy-romance
Length : 2 – ?

READ,LIKE,COMMENT,PLEASE🙂 JANGAN BOSEN YAH BACANYA :3 HAPPY READING!!

Apartemen Kyungsoo dipenuhi suara bising peralatan dapur yang bersentuhan dengan meja dapur. Kyungsoo dan Nara sedang mempersiapkan makan malam mereka. Sementara,umma Kim(Nyonya/ibu Kim) sedang mengistirahatkan sebentar tubuhnya di ruang TV–setelah perjalanan yang dia tempuh untuk menuju ke sini.


Nara menoleh ke arah Kyungsoo yang sedang mengaduk sup krim. Dia tersenyum melihat laki-laki itu yang dengan sangat telaten mengaduk-aduk supnya. Sesekali Kyungsoo mengecilkan volume api dan mengerutkan kening. Dia sudah selesai memotong paprika hijau sesuai perintah Kyungsoo,dan sekarang apa lagi yang harus dilakukannya?
“Kyung-ah,aku sudah selesai,lalu apa lagi yang harus kulakukan?”
Kyungsoo melirik Nara sekilas lalu kembali fokus pada sup krimnya.
Kyungsoo mengambil sendok makan di meja dapur dan mengambil setengah sendok kuah sup itu,”Kau coba ini dulu. Kau bisa memotong wortel? Setelah ini kau potong wortel,ya? Wortelnya sudah aku cuci tadi.”
Kyungsoo meniup sup krim di sendok itu perlahan–supaya tidak terlalu panas–dan menyuapkannya ke mulut Nara.
”Ini enak,tapi bisakah kau tambahkan garam? Rasanya menurutku kurang pas,tapi hanya kurang garam,dan semuanya sudah terasa enak.”
”Apa ini kurang asin?”
”Menurutku,ya. Kau coba dulu,siapa tahu malah lidahku yang bermasalah.”
Kyungsoo mengambil setengah sendok lagi lalu meniupnya perlahan. Keningnya berkerut saat sup itu menyentuh lidahnya,rasanya mendekati hambar,tapi tidak terlalu terasa hambar.
”Benar juga. Baiklah. Ah,Nara-ya wortelnya jangan terlalu banyak. Cukup satu wortel dan pilihlah yang berukuran kecil,setelah itu taruh sisanya kembali di dalam lemari pendingin,arrachi(mengerti)?”
”Arrata(aku mengerti).”

***

Hanya bunyi dentingan sendok dan garpu yang bersentuhan dengan piring mengisi kekosongan waktu makan malam itu sebelum umma Nara memecah keheningan.
”Kyungsoo apa gadis ini menyusahkanmu selama ia tinggal di sini?” Tanyanya.
Nara mengernyitkan kening dan melihat wajah ibunya lalu berganti menatap Kyungsoo dan tersenyum semanis mungkin,dia harap Kyungsoo tidak membocorkan apa yang telah terjadi selama dia tinggal di sini.
Kyungsoo yang melihat Nara tersenyum manis seperti itu terkekeh geli dengan wajah sedikit memerah malu.
”Anniyo,eomonim(tidak,ibu). Nara berubah menjadi gadis yang baik dan sangat penurut di sini.”
Kening ibunya berkerut heran,ah dia tahu pasti Kyungsoo mencoba menyembunyikan apa yang telah terjadi selama anaknya tinggal di apartemen ini.
”Kyungsoo-ah kalau kau sudah bosan dengan tingkah laku Nara yang sulit diatur,kau bisa melemparkannya ke sungai Han atau pinggir jalan.”
Nara mendelikkan matanya kesal.”Hey, Umma aku ini anakmu eoh!”,ucapan ummanya membuatnya kesal tapi ini berbanding terbalik dengan Kyungsoo yang justru sangat senang dengan percakapan menarik antara anak dan ibu itu.
”Ne,eomonim,aku akan melakukannya,”ucap Kyungsoo di sela tawanya. Kyungsoo susah payah menghentikan tawanya dan kembali menikmati sisa makan malam itu tanpa melihat ke arah Nara. Gadis itu tertegun,lalu ikut tertawa pelan saat melihat Kyungsoo yang tertawa puas,walaupun dia yang menjadi ejekan. Entah kenapa hatinya terasa hangat saat melihat Kyungsoo tersenyum juga mendengar suara merdu laki-laki ini.

***

Ini hari sabtu,sekolah memberikan libur 1 hari untuk menghadapi ujian satu minggu ke depan. Umma nara sedang membeli hadiah untuk pernikahan adiknya sementara Kyungsoo dan Nara sibuk belajar di apartemen. Nara menutup bukunya kasar,sudah tidak ada lagi materi yang masuk dalam otaknya,pikirannya sudah kemana-mana. Dia melirik Kyungsoo yang ada di seberang sofa ruang tamunya sekali lagi. Laki-laki itu masih serius belajar,Nara hanya melihatnya tanpa mau mengajaknya bicara.
Pososinya kini tengkurap di lantai di samping meja tamu dengan kepala yang mencoba melihat wajah Kyungsoo dari celah meja yang cukup lebar. Nara tersenyum wajah Kyungsoo jika dilihat dari bawah lucu sekali. Dia mengetuk-ngetuk pensilnya di buku. Nara bangkit dari posisinya dan melangkah ke arah dapur. Berbeda dengan Nara,Kyungsoo masih sibuk belajar tapi konsentrasinya terhenti saat matanya menangkap Nara yang berjalan ke arah dapur. Suara dentingan gelas dari pantry yang Kyungsoo tangkap,lalu Nara kembali dari arah dapur dengan satu gelas di tangannya.
”Kenapa kau tidak belajar?”.
Nara menatap ke arah Kyungsoo yang juga sedang melihatnya,”Oh,Kyungsoo maaf mengganggumu. Aku haus,aku akan kembali belajar,”katanya sedikit berbohong dan kembali duduk dengan sebuah buku di pangkuannya,mencoba kembali belajar.
Seberapa keras usaha Nara untuk belajar,dia tetap tidak bisa mendapatkan kembali konsentrasinya. Kyungsoo yang melihat Nara terus bergerak gelisah membuatnya tidak tahan untuk tidak bertanya,”Kau kenapa? Bukankah kau bilang akan belajar kembali?”
Gadis itu menatap Kyungsoo dengan bersalah. Ya,bersalah karena merusak konsentrasi Kyungsoo yang sedang belajar,tapi mau bagaimana lagi? Dia sudah tak tahan.
”Kyung-ah,aku…”
Kyungsoo mengernyitkan dahinya heran lalu tersenyum lembut–menenangkan Nara,”Ya? Kau kenapa? Kau butuh sesuatu?”
”Eum..itu..bisakah kita membuat beberapa kue? Tiba-tiba aku ingin makan kue. Aku hanya merasa sedikit…lapar.”
”…”
”Kyung? Kau tidak mau,ya? Yasudah,gwaenchana(tak apa).”
Tawa Kyungsoo seketika pecah mendengar ucapan yang ringan sekali itu keluar dari mulut Nara. Kenapa gadis itu tidak bilang saja dari tadi? pikirnya. Ini sungguh lucu,bukankah sejak tinggal di sini dia tak segan-segan meminta Kyungsoo untuk membuatkannya sesuatu? Nara heran,kenapa Kyungsoo malah tertawa,apa ada hal lucu dari ucapannya barusan?
”Kenapa kau tidak bilang dari tadi Nara-ah? Kau bisa langsung bilang padaku.” Kata Kyungsoo membuatnya tersenyum kikuk,”Itu..kau kan sedang serius belajar dan aku takut mengganggumu.”
”Justru saat kau bergerak gelisah terus menerus membuatku terganggu,eoh. Lalu kau ingin aku membuatkanmu apa? Bagaimana kalau waffle dengan ice cream strawberry? Apa ada rekomendasi lain? Aku akan membuatkannya untukmu selama aku bisa.”
”Aaah..mian Kyung,aku tidak tahu. Hmm,ngomong-ngomong soal waffle,aku juga sedang ingin mencoba waffle. Aku akan membantumu,Kyung. Bisa kita buat sekarang?”

***

Kyungsoo dan Nara sudah sibuk dengan tugasnya masing-masing sekarang. Nara yang sedang memotong buah strawberry dengan celemek bergambar Angel,ya dia kekasih stitch. Sementara Kyungsoo,laki-laki itu sedang sibuk menakar bahan-bahan untuk membuat waffle dengan celemek bergambar stitch.
Kyungsoo sesekali melirik pekerjaan Nara dan tersenyum. Gadis itu terlihat serius dan hati-hati sekali memotong strawberry. Sesekali Nara mengambil buah strowberry yang potongannya terlihat buruk. Bukan untuk dibuang,melainkan untuk dia makan.
Kyungsoo tertawa melihat itu,”Nara-ah,kenapa kau memakannya terus? Kalau habis bagaimana?”
“oh! Mian(maaf) Kyung,tapi ini jelek potongannya,daripada dibuang lebih baik aku makan,lagi pula ini enak.” Kyungsoo tergelak mendengar jawaban Nara lalu membawa tatapannya pada strawberry di atas mangkuk. Potongan-potongan itu tidak ada yang lebih baik padahal,membuatnya kembali tertawa. Pintar sekali Nara memberikan alasan.
”Kyung-ah,ini sudah selesai aku potong. Apa lagi yang harus aku lakukan?” Nara meletakkan kembali pisaunya lalu menoleh ke arah Kyungsoo. Dia tersenyum saat melihat ada sedikit tepung terigu yang menempel di rambutnya,membuat laki-laki itu terlihat seakan sudah tua. Nara berjalan mendekat dan mengusap rambut Kyungsoo yang kotor. “Ada tepung di rambutmu.”
Kyungsoo balas tersenyum,”Gomawo. Ah kau bisa memecahkan telur? Aku butuh 3 telur,” jawab Kyungsoo dengan mata kembali fokus ke arah adonan yang sudah mulai dicampurkan.
”Ah,aku bisa. Tapi pasti cangkang telur itu akan ikut masuk ke dalam mangkuknya.”
Kyungsoo terkekeh,lihatlah gadis itu hanya memecahkan telur saja tidak bisa.
”Itu berarti kau tidak bisa. Yasudah aku saja,kau bisa memegang mengaduk adonan ini,kan? Hanya mengaduk saja kok.”
Nara mencibir saat mendengar Kyungsoo yang mengejeknya itu,”Ne,aku bisa!”jawabnya ketus,lalu dia mulai mengambil alih adonan dari tangan Kyungsoo yang tertawa puas melihat wajah Nara.

***

Tuk..tukk.tuuk..
Suara pensil mengisi kesunyian yang ada di ruang tamu. Nara lagi-lagi mencoba menarik kembali konsentrasinya dengan tangan yang tidak berhenti mengetuk-ngetukkan pensil di meja. Kyungsoo hanya tersenyum melihatnya,dia tahu gadis itu mencoba berkonsentrasi tapi sepertinya susah sekali. Bagaimana tidak,pikiran Nara saja hanya berputar tentang waffle. Manisnya waffle ditambah dengan ice cream strawberry di tengah musim panas ini sungguh pilihan yang tepat.
Ting! Suara microwave berbunyi,nara dengan cepat meletakkan bukunya dan berlari ke arah dapur,”Kyung-ah! Wafflenya sudah jadi!”, Kyungsoo yang melihatnya berlari berdecak sebal,baru saja kemarin gadis itu berjanji dan sekarang lihatlah dia yang mengingkari.
”Ya!,waffle itu tidak akan pergi,jangan berlari! Kau bisa terjat…”,

Buk!
”Ahhh..” Kyungsoo membelalakkan matanya saat mendengar suara gedebuk keras disusul dengan rintihan seorang gadis.

To be continued🙂 maaf typo + tdk sesuai EYD:)
SEKALI LAGI BACA,KOMEN,DAN LIKE YAHHH :3
CHAP SEBELUMNYA
https://m.facebook.com/notes/akane-narita/fuchūina-onnanoko/1476316469306815/?refid=21

One thought on “[EXOFFI Facebook] Fuchūina on’nanoko (Chapter 2)

  1. wah kyakx Dyo Oppa mulai suka tuh sama Istrinya,Istrinya Dyo juga kyakx mulai suka tuh sm Dyo Bwahahahahaha

    #sakit hati lg deh,gue

    Seru banget si,selalu menantikn kelanjutax authornim

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s