[EXOFFI FREELANCE] SACRIFICE of LOVE – 5

sacrifice-of-loveee

Title  : SACRIFICE of LOVE – 5

Author : BanHana Chance

Cast :

– Xi Luhan

-Xi Seohyun (Xi Luhan son)

Support cast :

-Im Yoona

-Jessica Jung

-Byun Baekhyun (EXO K)

-Kwon Yuri (SNSD)

-Byun Xiumin [Baekhyun & Yuri son]

Genre : Sad, Romance, School life, Friendship, Mariage life

Lenght : Chaptered

Rating : PG17

 

 (Ingat Typo dimana-mana)

Tidak merasakan hangat-nya pasangan suami istri yang baru menikah di usia muda. Itulah yang dirasakan seorang Xi Luhan. Namja yang baru menginjak umur 20 tahun itu harus rela membuang masa muda nya untuk mengurus seorang bayi dari gadis yang sangat dicintai-nya.

 

Di dunia ini tidak ada yang nama-nya cinta tanpa pengorbanan. Menjalani hubungan hampir 3 tahun lama-nya, penuh dengan cobaan hingga pada akhir-nya mereka menikah. Pernikahan yang amat menyedihkan karena Seohyun harus mengandung anak dari Sehun, orang yang telah merampas hak milik-nya sepenuh-nya hingga pada akhir-nya dia harus mengubur semua penderitaan dengan memilih untuk menyelamat-kan bayi yang ada di kandung nya dengan nama Xi Seohyun. Nama yang sangat cantik. Meskipun seharus-nya nama itu harus bermarga Oh Seohyun.

 

Xi Luhan. Seorang ayah sekaligus ibu dari Seohyun kecil. Dibesarkan seorang diri tanpa seorang ibu tak lantas membuat Seohyun kecil menjadi anak yang pendiam. Juastru sikap-nya sangat-lah tegas layak-nya orang dewasa meski terkadang manja kepada sang ayah, Xi Luhan.

 

“Appa…Appa…jika besar nanti aku ingin menjadi seperti eomma. Meskipun aku belum pernah menemui eomma sama sekali, tapi aku yakin. Jika eomma kembali dia akan bangga melihat diriku cantik dan hebat seperti eomma…”

 

“Ahh Appa….ini sudah ke sekian kali-nya Appa bilang kalau eomma akan pulang. Tapi apa? Bahkan eomma tidak datang di hari ulang tahun-ku dan di hari aku pertama sekolah.”

 

“Woahh jinjja…jinjja….? kenapa Appa tidak membangunkan-ku tadi malam tepat pukul 00:00? Kan tadi malam seharus-nya aku meniup lilin ulang tahun ku yang ke 7 Appa. Kenapa Appa baru bilang sekarang kalau eomma semalam menelepon?”

 

“Huhh setiap bulan eomma tidak pernah membalas surat-ku. Apa eomma benar-benar sibuk bekerja di Surga. Kenapa Tuhan tidak memberi eomma libur? Padahal kan uang kita sudah banyak. Kapan aku harus menunggu eomma pulang?”

 

Suara anak kecil yang terlihat sangat bahagia karena mempunyai seorang ayah yang sangat menyayangi-nya melebihi diri-nya sendiri.

 

“Aku tahu Xi Luhan, meskipun Seohyun itu bukan anak kandung-mu, tapi aku yakin kau bisa menyayangi-nya layak-nya Appa kandung-nya.”

 

“Sampai kapan kau menyembunyikan kematian Seohyun kepada Seohyun kecil eoh? Apa sampai dia benar-benar mengetahui nya sendiri yang pergi meninggalkan-ku dengan rasa kebencian?”

~oOo~

{Author POV}

 

Jalanan di depan rumah Luhan hari ini terlihat sangat sepi. Seohyun kecil kini tengah bersiap-siap untuk pergi ke sekolah karena hari ini adalah hari pertama-nya masuk di sekolah dasar.

 

Seperti biasa, Seohyun sangat heboh disaat appa nya tengah berdandan di depan kaca kamar-nya. Apa saja yang diminta Seohyun kecil pasti harus segera dikabulkan. Kalau tidak siap-siap Luhan mendengar suara tangisan yang sangat kencang dari anak-nya itu.

“Appa….. cepatlah…ambilkan sepatu ku di atas lemari itu….” rengek Seohyun kepada Luhan yang kini tengah sibuk mencukur kumis-nya yang mulai panjang.

“Sebentar dulu Seobaby… appa sedang sibuk kau ara?” jawab Luhan tanpa menoleh ke arah Seohyun.

“Tapi appa…aku ingin memakai-nya sekarang…cepatlah appa…” teriak Seohyun sambil mendorong-dorong pinggul Luhan ke depan.

“Iya sebentar lagi appa selesai Seobaby…appa harus menyelesaikan-nya sekarang juga atau kalau tidak appa nanti tidak bisa mengantarkan-mu ke sekolah.” jawab Luhan sabar.

“Andwee….appa…aku mau-nya sekarang ya sekarang….” kini air mata Seohyun mulai jatuh. Dan benar saja… suara tangisan yang sangat keras kini memenuhi seisi ruangan dikamar Luhan.

“Huuuuuuaaaaaaaaaa……appaa jahatttt….aku akan panggil eomma untuk segera pulang…eomma….appa jahat…kenapa eomma tidak pulang dan mengambilkan sepatu-ku. Kau tahu eomma? Appa sangat menyebalkan. Dia hanya mempedulikan kumis tipis-nya itu dibandingkan anak-nya sendiri…eomma pulang….” tangis Seohyun kini meledak bak petir yang menyambar di kamar Luhan.

 

Dduuaarrrr…….

~OoO~

 

“Apa kau sudah selesai mengangis Seobaby kecilku yang cantik?” tanya Luhan sembari menaruh sepatu di pangkuan Seohyun kecil.

“Kau tahu? Appa paling tidak suka kau menangis seperti itu. Appa tidak mengajarkan-mu untuk menjadi gadis kecil yang manja.” Ucap Luhan sabar.

 

Namun Seohyun kecil tetap saja cemberut.

“Kau tidak boleh memanggil eomma mu seperti itu. Pasti eomma mu di surga sana akan sedih melihat-mu seperti ini.” Tegas Luhan sekali lagi.

“Tapi kau menyebalkan appa.” Sahut Seohyun ketus.

“Neh,,,arraseo…appa memang menyebalkan. Bahkan eomma mu dulu juga sering mengucapkan kata seperti itu.”

“Memang kau menyebalkan sekali appa. Kau tidak mempedulikan-ku. Kau ini appa yang jahat. Pantas saja eomma meninggalkan appa dan memilih pergi ke surga bersama Tuhan” Jawab Seohyun ketus.

 

Deg…….

 

Tiba-tiba hati Luhan terasa perih begitu mendengar ucapan dari Seohyun. Dia masih terlalu kecil dan tidak tahu apa arti dari kematian.

 

Yang dia tahu sekarang eomma nya tengah berlibur kerumah Tuhan yang sangat indah. Bahkan dia juga sempat meminta Luhan untuk mengantarkan-nya menyusul sang ibu ke Surga. Ada-ada saja.. ^_^

 

“Kau tidak boleh berbicara seperti itu. Eomma mu sudah bahagia disana dan kau tidak boleh menyuruh eomma mu untuk pulang. Suatu saat nanti kita juga akan bertemu dengan eomma. Arraseo…?” jawab Luhan sembari mengusap air mata yang kini menetes di pipi-nya.

“Appa….” ucap Seohyun lirih.

“Wae geurae…. kenapa kau menangis appa? Apa karena aku terlalu nakal?” tanya Seohyun.

“Ani. Kau gadis yang sangat pintar. Tapi….akan lebih pintar lagi jika kau mau bersabar.” Jawab Luhan sambil mencubit kedua pipi Seohyun.

“Ahh sakit appa… pipi cubby ku ini nanti akan terlihat kurus. Shirreo…aku tidak mau semua orang mengatakan bahwa aku gadis jelek.” Rengek Seohyun khawatir.

“Hahaha..kau ini ada-ada saja. Coba lihat. Itu foto siapa?” tanya Luhan sambil menunjuk sebuah foto berukuran sangat besar tertempel di sebuah dinding.

“Foto eomma? Wae?” tanya Seohyun sekali lagi.

“Wajahmu sangat mirip dengan-nya. Kau sangat cantik seperti eomma-mu. Jadi kau jangan khawatir jika ada yang mengejekmu jelek. Adukan kepada appa, biar appa kasih permen dia.” Jawab Luhan tertawa.

“Yaak’ appa… kenapa malah mengasihkan permen. Seharus-nya appa pukul dia biar tahu rasa.” Jawab Seohyun kesal.

“Eii…appa tidak mengijinkan mu menjadi gadis yang nakal. Arraseo…?” ucap Luhan.

“Neh appa..” jawab Seohyun malas.

~oOo~

{School}

 

“Hari ini kau harus bersikap baik, jangan nakal, jangan menangis, jangan kencing di celana, jangan takut kalau mendapatkan pertanyaan yang suit dari Songsaengnim, jangan lupa makan siang dengan bekal yang sudah appa buatkan. Appa tidak ingin kau sakit perut jika jajan sembarangan. Arraseo…?”

“Neh.. appa.” Jawab Seohyun kecil malas.

“Baiklah appa pergi dulu. Jaga dirimu baik-baik Seobaby, kau harus tetap terlihat cantik dan baik seperti eomma mu. Fighting…” ucap Luhan memberi semangat kepada anak-nya.

 

Namun saat hendak pergi tiba-tiba tangan Luhan ditahan oleh Seohyun.

 

“Wae….” tanya Luhan heran.

“Aku gugup appa… rasanya aku ingin pipis di celana.” Ucap Seohyun dan sontak membuat Luhan membelalak-kan mata-nya.

“Omo…apa yang kau lakukan Seobaby? Masak appa harus menemanimu sampai kau pulang sekolah? Dimana Seohyun yang bawel dan ceria eoh?” tanya Luhan menenangkan Seohyun.

“Tapi appa… aku takut….hiks..” seohyun mulai menangis lagi dan sontak membuat Luhan membungkam mulut-nya.

“Kau tidak boleh menangis disini. Kalau teman-teman mu melihat pasti kau akan di tertawakan oleh teman sekelas-mu. Arraseo?” Ucap Luhan meyakinkan Seohyun yang kini tengah menangis.

 

 

Tiba-tiba saja ada seseorang datang.

“Anyeonghaseyo…” ucap yeoja itu sambil membungkuk-kan badan nya dan di balas oleh Luhan dan Seohyun.

“Aku Songsaengnim disini. Im Yoona imnida. Seperti-nya anak-mu siswa baru disini. Kenapa tidak masuk?” tanya Yoona kepada Luhan.

 

 

Luhan pun sedikit menggaruk kepala-nya yang tidak gatal sama sekali.

“Hehe sebenar-nya anak-ku tidak berani masuk ke kelas. Dia masih sangat gugup. Maukah kau membimbing-nya?” pinta Luhan sambil memegang tangan Yoona.

 

Yoona terlihat sangat canggung. Sadar dari apa yang dilakukan Luhan barusan, Yoona pun langsung melepaskan kedua tangan-nya dan membuat Luhan sontak kaget dan merasa sangat malu.

 

“Ahh…mianhae…” ucap Luhan gugup.

“Gwaenchanayo. Baiklah aku mau membimbing-nya. Kebetulan aku juga mengajar kelas 1.” Ucap Yoona tersenyum ke arah Luhan.

 

“Siapa nama mu gadis cantik?” tanya Yoona kepada Seohyun.

“Xiao Seohyun imnida.” Jawab Seohyun lirih.

“Woahh nama-mu ada Mandarin nya. Apa kau keturunan China?” tanya Yoona penasaran.

“Nde.. eomma ku orang Korea dan appa dari Beijing.” Jawab Seohyun dan membuat hati Luhan kembali terasa sakit.

 

Ya benar saja, Seohyun tidak tahu apa-apa mengenai seorang namja yang bernama Oh Sehun. Namja biadap yang telah merenggut segala-nya dari Seohyun sang istri. {Lupakan}

 

“Ahh berarti kau berasal dari Beijing Tuan? Kebetulan aku juga mempunyai teman berasal dari Cangsha. Tapi dia pindah ke Amerika dan mengganti marga nya menjadi Kwon”

“Kwon? Cangsha? Amerika?” Luhan sedikit berfikir.

“Neh?” pekik Yoona.

“Apa orang yang kau maksud itu bernama Zhang Yixing dan Kwon Yuri?”

“Bagaimana kau bisa mengenal-nya?” Tanya Yoona heran.

“Dia teman-ku waktu masih SMA dulu. Oh iya tadi aku belum memperkenalkan nama-ku. Xiao Luhan imnida. Senang bertemu dengan-mu. Kalau begitu kutinggal dulu ya. Tolong jaga anak-ku baik-baik.” Pinta Luhan kepada Yoona.

“Nde..Luhan-ssi, aku akan menjaga-nya.” Jawab Yoona sambil tersenyum manis ke arah Luhan.

“Appa pergi dulu ya Seobaby. Jaga dirimu baik-baik.” Ucap Luhan dan mencium kening Seohyun manis.

“Anyeong…appa…” ucap Seohyun sembari melambaikan tangan-nya ke arah sang ayah yang kini mulai melajukan mobil-nya.

.

.

“Kajja…kita masuk ke dalam kelas.” Ajak Yoona sambil menuntun Seohyun kecil.

~oOo~

{Author POV}

 

Hari ini ada meeting yang sangat penting di kantor Luhan. Dia begitu pusing mengetahui banyak perusahaan asing yang harus bekerja sama dengan perusahaan-nya.

 

Wajar saja setelah ayah Luhan meninggal, dia mengambil alih perusahaan yang dibangun oleh ayah-nya sendiri. Kebetulan sekali sang ibu tengah berada di Beijing untuk melanjutkan bisnis boutique milik-nya.

~oOo~

Setelah hampir 2 jam, akhirnya meeting pun selesai. Luhan merasa sangat lelah mengetahui banyak sekali pekerjaan di kantor-nya.

 

Luhan kini tengah bersandar di kursi dan memejamkan matanya sejenak. Saat tengah menyandarkan kepala-nya di atas kursi kantor yang diduduki-nya, tiba-tiba sebuah tangan melingkar di leher Luhan.

 

“Apa yang kau lakukan disini chagiya?” tanya Luhan kepada Jessica yang kekasih.

Jessica pun mulai melepaskan tangan-nya dan beralih duduk di meja tepat didepan Luhan tengah duduk.

 

“Aku merindukan-mu chagi…apa kau tidak merindukan-ku eoh?” tanya Jessica manja. Luhan pun tersenyum kepada-nya.

“Jelas aku merindukan-mu chagi, sejak kapan kau datang kemari?” tanya Luhan kepada Jessica.

“Itu tidak penting. Kau terlihat sangat kecapek-an. Kajja kita keluar makan siang.” Ajak Jessica kepada Luhan dan menarik tangan Luhan.

“Tunggu dulu chagi, sekarang sudah pukul 14:00, saat-nya Seohyun pulang sekolah.” Ucap Luhan sambil melihat jam di tangan kiri-nya.

 

 

Jessica pun memutar bola mata-nya malas. “Kita makan siang dulu chagi, setelah itu kita jemput Seohyun bersama. Oke?” rayu Jessica namun ditolak oleh Luhan.

 

“Ani chagi, aku tidak ingin membuat Seohyun menunggu, dia akan menangis disana. Aku pergi dulu chagiya.” Ucap Luhan sambil mencium pipi Jessica.

 

Chu…..

 

“Tapi chagiya…. malam ini kita akan bertemu kan..?” teriak Jessica melihat Luhan yang kini mulai keluar dari ruangan.

“Nde..chagi..sampai ketemu nanti malam. Bye..?” sahut Luhan dari kejauhan.

 

 

Namun di dalam hati Jessica merasa sangat kesal. “Huffttt gadis itu lagi gadis itu lagi. Kenapa sih Luhan sangat menyayangi-nya. Padahal kan dia gadis yang sangat nakal dan manja. Dasar menyebalkan.” Guram Jessica dalam hati-nya.

~oOo~

“Apa kau yakin menunggu appa mu sendirian? Apa kau tidak takut?” tanya Yoona kepada Seohyun yang kini tengah duduk di tangga depan sekolah-nya.

“Ani..songsaengnim. appa sudah berjanji tidak akan terlambat. Kalau aku pulang duluan, pasti appa akan bingung mencariku.” Jawab Seohyun sedih.

“Baiklah…songsaengnim akan menunggu appa mu juga sampai dia datang. Aku tidak ingin melihat-mu sendirian disini. Kita tunggu sama-sama. Otte?” ucap Yoona sembari duduk di samping Seohyun.

“Jinjja…. apa songsaengnim tidak keberatan?” tanya Seohyun khawatir.

“Ani, justru songsaengnim senang bisa menemanimu disini.” Jawab Yoona penuh kasih sayang.

 

Hening…

 

“Apa songsaengnim sudah menikah?” tanya Seohyun secara tiba-tiba dan sontak membuat Yoona kaget dengan pertanyaan Seohyun barusan.

“Hahaha apa yang kau tanyakan Seohyun-ah. Songsaengnim belum menikah.” Jawab Yoona cekikikan.

“Jinjja….. kalau begitu menikahlah dengan appa ku saem… pasti appa tidak akan kesepian lagi dan setiap pagi dia tidak akan menghiraukan ku lagi.” Ucap Seohyun polos.

“Memangnya kemana eomma mu?” tanya Yoona penasaran.

“Kata appa sih eomma sedang berlibur kerumah Tuhan di surga saem. Aku juga sering mengirimkan surat kepada eomma. Appa sendiri yang mengajariku menulis surat-nya. Tapi eomma tidak pernah membalas surat ku. Kata appa sih eomma sedang sibuk. Tapi appa bilang kalau suatu saat nanti kita akan bertemu. Setiap malam appa berkata seperti itu.” Jawab Seohyun polos.

 

Degh….

 

Kata-kata Seohyun barusan membuat Yoona mesara kasihan. “Ternyata eomma mu sudah meninggal, bahkan kau tidak tahu apa arti sebuah kematian Seohyun-ah.” (ucap Yoona dalam hati-nya sembari memandangi wajah polos Seohyun.

.

“Gwaenchana…. eomma-mu pasti sangat merindukan-mu neh?” ucap Yoona sambil memeluk Seohyun agar gadis kecil itu tidak larut dalam kesedihan.

.

.

~oOo~

Beberapa menit kemudian….

 

“Itu Appa….” ucap Seohyun kegirangan.

“Appa…. lama sekali eoh? Aku bersama Yoona songsaengnim bosan menunggu appa.” Ucap Seohyun sambil memeluk appa nya.

“Woahh ternyata gadis kecil ku ini sangat merindukan-ku ya. Terimakasih Yoona-ssi telah menjaga putriku dengan baik.” Ucap Luhan sambil membungkuk-kan badan-nya 190 derajat.

“Ahh gwaenchana… senang bisa bertemu dengan Seohyun. Dia gadis yang cantik.” Ucap Yoona tersenyum ke arah Luhan.

“Baiklah. Kajja kita pulang Seobaby.” Ajak Luhan.

“Tunggu dulu appa, apakah songsaengnim mau pulang bersama kami. Appa pasti akan mengantarkan mu sampai depan rumah.” Ajak Seohyun kepada Yoona.

“Ahh tidak perlu repot-repot Seohyun-ssi, songsaengnim bisa pulang naik bus.” Tolak Yoona.

“Gwaenchana, aku bisa mengantarkan-mu pulang. Kajja…” kali ini giliran Luhan bersuara kepada Yoona.

 

Yoona pun menyetujui ajakan dari Luhan dan mereka kini satu mobil. Seohyun kini duduk di pangkuan Yoona.

~oOo~

Saat di dalam mobil pun suasana kelihatan sangat canggung. Karena merasa bosan, Seohyun pun memulai pembicaraan-nya dengan Luhan.

 

 

“Appa… kapan eomma akan pulang?” tanya Seohyun polos dan membuat Yoona merasa kaget. Begitupula dengan Luhan. Bahkan dia sempat tidak fokus menyetir.

“Eomma mu masih sibuk. Jadi dia akan lama pulang-nya. Kau jangan nakal. Kalau kau nakal pasti eomma mu akan sangat marah sekali.” Jawab Luhan bohong.

 

 

Di hati kecil Yoona yang paling dalam sebenar-nya muncul rasa sedih. “Aku tahu pasti menjadi dirimu sekarang sangatlah sulit Luhan-ssi. Apalagi Seohyun sudah semakin besar. Sebentar lagi akan ada pertanyaan seperti itu lagi dikemudian hari. Entah bagaimana kau akan menjawab Luhan-ssi. Yang jelas pasti kau akan merasa menjadi ayah yang sangat egois di dunia ini.” Ucap Yoona dalam hati-nya sembari memandang ke arah Luhan.

~oOo~

.

“Terimakasih sudah mengantarkan-ku sampai rumah Luhan-ssi. Apa kau dan Seohyun tidak ingin mampir sebentar untuk minum teh?” ajak Yoona kepada Luhan dan Seohyun.

“Ahh ghamsahamnida…lain kali saja. Aku harus bertemu dengan seseorang. Aku pulang dulu.” Ucap Luhan menolak.

“Aku pulang dulu songsaengnim…anyeonghaseyo….” ucap Seohyun sambil melambaikan tangan-nya dan dibalas oleh Yoona.

 

 

Luhan pun mulai melajukan mobil-nya. Saat hendak masuk ke dalam rumah tiba-tiba ponsel Yoona berdering.

 

Kring…kring..kring…

 

“Nde..eomma {…} aku sudah pulang.{…} Ahh eomma mau kesini… gwaenchana eomma. Nanti akan kumasak-kan masakan kesukaan eomma. {…} ndee eomma. Anyeong.”

 

Tut..tut..tut…

 

“Seperti-nya eomma kesini hanya akan menyuruhku untuk segera menikah.” Ucap Yoona malas dan langsung masuk ke dalam rumahnya.

~oOo~

Saat hendak masuk ke dalam kamar-nya tiba-tiba ada pesan masuk dari ponsel Luhan.

 

From : Jessica Baby

Chagiya jangan lupa nanti malam kita bertemu. Aku tidak ingin kau mengecewakan-ku lagi hari ini. Kalau sampai kau terlambat. Aku tidak ingin bertemu dengan-mu. Arra..?

 

Tanpa membalas pesan dari Jessica Luhan pun langsung melepas jas nya dan segera masuk ke dalam kamar mandi.

 

 

~oOo~

Ponsel milik Luhan dari tadi berdering. Luhan tidak mendengar karena gemericik shower di kamar mandi-nya.

 

Seohyun yang kebetulan lewat kamar Luhan sempat mendengar ponsel yang dari tadi berdering, Seohyun pun langsung masuk ke dalam kamar Luhan dan langsung mengangkat telepon-nya.

 

Saat hendak menempelkan ponsel ke telinga-nya tiba-tiba Seohyun merasa kaget dan menjauhkan ponsel itu dari telinga-nya.

 

 

“Yaakk….Chagiya…kau ini kemana saja eoh tidak menghiraukan-ku sama sekali hari ini. Apa kau sudah mempunyai kekasih baru selain diriku eoh?” teriak Jessica dari dalam ponsel tersebut.

“Iya benar appa ku sudah mempunyai kekasih. Dan kau siapa hah berani-berani-nya berteriak kencang seperti itu kepada appa ku. Di dunia ini hanya aku yang boleh berteriak sekencang itu kepada appa ku. Kau mengerti…!!!!” bentak Seohyun dan dia langsung mematikan ponsel milik Luhan itu.

 

Tut..tut..tut…

~oOo~

Kini Seohyun mulai mengatur nafas-nya perlahan akibat berteriak kepada Jessica barusan. Tiba-tiba Luhan keluar dari kamar mandi dan mendapati Seohyun kini terlihat sangat marah.

 

 

“Waeyeo….kenapa dengan wajah-mu itu eoh? Kau marah dengan appa. Kau ingin di ambilkan sesuatu?” tanya Luhan penasaran.

 

Namun Seohyun tetap saja dengan wajah marah-nya itu.

Luhan mulai berjongkok di depan Seohyun.

“Ayolah jawab appa. Apa kau marah dengan appa?” tanya Luhan sekali lagi.

“Kau tahu appa? Barusan ada seorang yeoja menelepon mu dan dia berteriak-teriak sangat kencang. Jelas aku sangat marah kepada-nya. Aku bentak dia dan kumatikan ponsel-nya.” Ucap Seohyun kesal dan sontak membuat Luhan membelalak-kan mata-nya.

 

“Mwoo….??? yeoja…???” tanya Luhan kaget.

“Nde..aku sangat tidak suka ada seseorang membentak-bentak appa. Di dunia ini hanya aku saja yang boleh membentak appa.” Jawab Seohyun kesal.

 

 

Luhan pun langsung mengecek ponsel-nya. Dan yang benar saja banyak panggilan telepon dan pesan dari Jessica.

 

Tanpa membalas pesan dari Jessica agar dia tidak salah paham, Luhan langsung mengajak Seohyun ke luar untuk makan.

“Kajja…kita makan dulu.” Ajak Luhan kepada Seohyun.

.

.

.

~oOo~

Suasana saat makan berlangsung dengan guyonan lucu dari Seohyun.

 

“Kau tahu appa…hari ini aku di sekolah menyanyikan sebuah lagu dan aku maju ke depan appa.” Ucap Seohyun.

“Jinjja…lalu…” tanya Luhan penasaran.

“Tadi saat aku selesai menyanyi banyak yang bertepuk tangan untuk-ku appa. Aku sangat menyukai-nya.” Ucap Seohyun kegirangan.

“Kau memang gadis kecil appa yang sangattt pintar. Suara mu itu tidak beda jauh dengan eomma mu.” Ucap Luhan sembari mengelus kepala Seohyun.

 

 

Di sela-sela makan, tiba-tiba Seohyun melontarkan kata-kata yang membuat Luhan tersedak.

 

“Appa….maukah kau menikahi Yoona songsaengnim?” tanya Seohyun secara tiba-tiba.

“Uhukkk uhukk…. apa maksudmu seobaby? Kau ingin appa menikah dengan songsaengnim itu yang bahkan baru saja kau kenal?” ucap Luhan sedikit kesal.

“Kau ini terlalu mudah percaya dengan orang lain.” Sambung Luhan.

“Tapi Yoona songsaengnim orang yang baik appa. Bolehkah dia menjadi guru pembimbing-ku? Aku membutuhkan perhatian seorang eomma.” Sahut Seohyun kesal.

 

 

Setelah sekian detik berfikir akhirnya Luhan menyetujui-nya.

 

“Baiklah appa setuju. Tapi hanya sebagai guru pembimbing. Bukan sebagai calon eomma mu. Arraseo?” tanya Luhan.

“Oke…setuju. tapi awas saja ya kalau sampai appa menyukai Yoona songsaengnim. Hehehe.” Goda Seohyun dan membuat Luhan semakin gemas kepada-nya.

.

.

.

~oOo~

“Hari ini kau bermain saja dirumah Xiumin. Kebetulan Yuri dan Baekhyun ada dirumah. Kau jangan nakal disana ya Seohyun-ah. Jangan membuat Xiumin menangis lagi saat kau dorong dia dari sofa sampai dia terjatuh seperti waktu itu.” Ucap Luhan sambil menyetir mengantarkan Seohyun kerumah pasangan suami istri Baekhyun dan Yuri.

“Memangnya appa mau pergi kemana?” tanya Seohyun penasaran.

“Malam ini appa ada meeting penting dengan klien. Jika kau merasa lapar, kau tinggal minta saja kepada bibi Yuri.” Ucap Luhan bohong.

“Bolehkah aku menginap dirumah Xiumin baozi appa?” tanya Seohyun kegirangan.

“Ani, malam ini appa tidak ingin tidur sendirian. Appa akan menjemput-mu. Appa pasti akan pulang cepat. Kalau kau mengantuk tidur saja dulu dikamar Xiumin. Oke?” ucap Luhan dan membuat Seohyun cemberut.

~oOo~

@Xiumin House.

 

“Aku titip Seohyun dulu ya Baekhyun-ssi. Aku akan bertemu dengan Jessica. Seperti-nya dia sangat marah.” Ucap Luhan berbisik.

“Tenang saja Luhan-ssi. Memang-nya kenapa Jessica bisa marah kepada-mu eoh?” tanya Baekhyun penasaran.

“Kau tahu apa yang terjdi tadi?” ucap Luhan dan Baekhyun menggelengkan kepala-nya.

“Tadi Jessica menghubungiku saat aku sedang mandi dan Seohyun mengangkat-nya. Parah nya lagi Jessica marah-marah dan membuat Seohyun kesal dan balik membentak-nya.” Ucap Luhan serius.

 

“Huahahaha….ada-ada saja Seohyun itu. Lalu…?” tanya Baekhyun lagi.

“Yaa sekarang ini aku ingin menemui-nya. Seperti-nya dia sangat marah kepada-ku. Yasudah aku tinggal dulu ya. Titip Seohyun.” Ucap Luhan berpamitan.

“Oke.” Jawab Baekhyun.

~oOo~

“Dasar namja menyebalkan. Sudah hampir satu jam aku menunggu masih belum datang juga. Haishh…jinjja kau membuatku ingin memakan-mu saja Luhan-ah…” ucap Jessica dalam hati-nya sambil memandangi layar ponsel-nya menunggu jawaban dari Luhan.

 

Tiba-tiba saat hendak pergi sebuah kalung berlian berkelip-kelip di depan wajah Jessica saat ini.

 

Jessica pun tersenyum manis. “Aku tahu chagiya kau akan datang.” Ucap Jessica dan kemudian menghadap ke arah Luhan yang saat ini tengah berdiri di belakang Jessica dengan mengalungkan kalung itu pada leher Jessica.

 

“Otteh…apa kau suka chagiya?” tanya Luhan.

“Suka. Kau ini selalu saja membuatku tidak bisa marah kepada-mu chagi. Kenapa kau lama sekali eoh?” tanya Jessica tiba-tiba merubah nada suara-nya menjadi kesal.

“Tadi aku mengantar Seohyun ke rumah Baekhyun. Aku menitipkan-nya. Di Seoul hanya ada aku yang dimiliki-nya.” Ucap Luhan menjelaskan.

“Kenapa tidak kau sekolahkan saja dia di Beijing? Disana kan ada eomma mu. Dia bisa bersama-nya dan tidak mengganggu pekerjaan-mu disini chagi.” Suruh Jessica.

“Shirreo…aku tidak bisa berpisah dengan-nya. Dia butuh kasih sayang dari orang tua.” Jawab Luhan menolak.

“Tapi kau jadi jarang ada waktu untuk-ku chagiya….” ucap Jessica kesal dan membuat Luhan kaget dengan ucapan-nya barusan.

 

“Mwo…kenapa kau jadi egois seperti ini?” jawab Luhan kesal dan sontak membuat Jessica tidak enak kepada-nya.

“Mianhae chagiya…bukan itu maksud-ku.” Ucap Jessica dengan terbata.

“Kalau kau memang tidak suka dengan Seohyun bilang saja. Kita bisa mengakhiri hubungan ini sekarang juga.” Ucap Luhan meninggalkan Jessica begitu saja.

 

“Yakk…chagi-ya…..” teriak Jessica saat mendapati Luhan kini pergi meninggalkan-nya begitu saja.

“Dasar anak kecil tidak berguna….aku harus menyingkirkan-nya.” Ucap Jessica dalam hati-nya.

To be continued……

 

Sepertinya suasana antara Luhan dan Jessica semakin memanas karena ketidaksukaan Jessica tehadap Seohyun. Bagaimana tindakan Luhan untuk kedepan-nya. jangan lupa RCL YAAAA

 

2 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] SACRIFICE of LOVE – 5

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s