[EXOFFI FREELANCE] The Secret : “They Never Knows” – Chapter 1

23456-picture-2

Tittle/ judul  : The Secret : “They Never Knows”

Author  : V-park

Leght    :  Sequel/Chaptered

Gendre  :  Fantasy, Romance, Mystery, School life, Married life.

Rating  : 13+

 

Main cast & Additional cast

  • EXO
  • Baek suzy as Cielo Luna
  • Victoria Song as Victoria Lee
  • Lee Taemin as Lee taemin
  • Kwon Yuri as Reneesme Black
  • Krystal Jung as krystal
  • Lalice Manoban as Lalice
  • Shin Jimin as Jimin
  • Other cast

 

Disclaimer :  “THIS MY FIRST FANFICTION”

I make this fanfiction with my imagination

SO,DONT COPY AND PASTE THIS!!

Please leave comment.

If you leave  comment, your comment really support me^^

 

 

Author ‘s Note : Annyeong…  salam kenal buat para EXO-L

Ini fanfiction pertamaku…  jadi maklum ya,

kalo Typo nya bertebaran dan ada kata yang salah.

Sebelumnya aku pernah ngepost cerita ini di wattpad .

Ok.. kayanya cuman ini yang aku mau sampein.

Semoga kalian suka sama ceritanya (Amin)^^

 

 

Summary:  This like a Nightmare for me but on one side it looks

Like a beautiful dream . i can not understand about

All of this ….

_Cielo Luna_

 

         Cielo POV

              Welcome To my life…

          kalian akan melihat betapa membosankan dan Menyedihkan-Nya Hidupku serta  betapa   kesepian-nya aku. Aku kehilangan Ibuku,beliau menghilang di hari ulang tahunku yang ke-15 pada 12 April 2014, tepatnya Dua tahun lalu. setelah kejadian  itu aku mulai memimpikan dan merasakan hal-hal yang aneh. aku memutuskan untuk meninggalkan Swiss dan tinggal bersama Nenekku di Korea selatan.

 Awalnya semuanya berjalan lancar, di sekolah baruku aku mendapatkan dua  orang sahabat lalice dan jimin… yang aku tau lalice dan jimin adalah gadis terpopuler dan juga kedua orangtua mereka adalah donatur yang menyumbangkan banyak dana untuk sekolah ini. aku merasa sangat bahagia karena mereka mau berteman denganku. hingga Salah satu teman sekelasku menceritakan tentang tujuan utama Lalice dan jimin ingin berteman denganku karena mereka ingin memanfaatkan ku dan menghancurkan ku, Namun aku hanya mengabaikan dan menganggap bahwa apa yang ia katakan itu hanya kebohongan semata karena ia merasa iri dengan persahabatan kami . setelah beberapa hari setelah kejadian itu aku mendengar kabar bahwa gadis itu di keluarkan dari sekolah.

   persahabatan antara aku, lalice dan jimin semakin kuat… kami menjadi sangat dekat. mereka selalu ada di sampingku dan membantuku di saat aku mengalami masa yang sulit. Aku menceritakan semua kisah hidupku tentang Ayah dan Ibu ku yang menghilang secara tiba-tiba tentang semua mimpi dan hal-hal aneh yang terjadi padaku setelah ibu ku menghilang dan tentang masa-masa sulitku saat masih bersekolah di Swiss disaat semua murid membenciku karena mereka menganggap aku pembawa sial ‘karena sahabatku tewas saat mencoba menyelamatkan aku yang pada saat itu tenggelam di danau’ kejadian itu terjadi di acara perkemahan yang di adakan sekolah pada musim semi. aku percaya bahwa mereka akan menyimpan semua rahasia ku ini.

    semua siswa- siswi menatap ku aneh saat aku berjalan memasuki kawasan sekolah bahkan mereka berbisik-bisik saat melihat ku. aku mengabaikan dan tetap berfikir positif bahwa itu hanya perasaanku saja. saat tiba di kelas aku memberikan senyum terbaik ku dan menyapa mereka semua tetapi mereka hanya diam sambil menatapku. saat aku ingin bertanya pada lalice dan jimin mereka berdua hanya menatapku sekilas lalu kembali mengabaikanku seperti yang lainya.

   saat aku ingin kembali bertanya tiba-tiba lalice dan jimin tertawa kencang, tawa  itu terdengar sangat menyeramkan bagiku dan pada saat itu aku tau bahwa apa yang dikatakan oleh teman sekelas ku pada dua bulan lalu itu benar adanya bahwa mereka hanya memanfaatkan ku.

 

Aku berjalan di sepanjang koridor sekolah dengan menundukan wajahku suasana koridor seketika menjadi sunyi tak ada lagi suara riuh para murid lainnya, dengan perlahan aku mengangkat wajahku dan menatap datar mereka semua, semua murid menatapku dengan tatapan mengejek antara benci, jijik dan kasihan. aku sudah terbiasa dengan semua perlakuan mereka.

melihat dan menyaksikan aku menjadi bahan bullying oleh Lalice dan jimin bukanlah suatu hal yang baru bagi setiap murid di sekolah ini. namun yang mereka lakukan hanyalah diam dan bersikap seolah- olah tidak tau tentang hal ini.

Ini semua tidak adil bagiku aku juga sama seperti mereka aku memiliki hak yang sama di sekolah ini. Lalice dan Jimin tidak berhak melakukan ini padaku.

aku berjalan sambil terus menatap datar semua orang, seketika tubuhku menegang saat indera penglihatanku melihat Lalice dan Jimin sedang berdiri di depan kelas sambil terseyum licik padaku. oh tidak…mereka semakin memperburuk suasana hatiku, apalagi yang mereka ingin lakukan padaku? saat aku sedang melamun BYUUURRR…… jimin menyiramkan air keseluruh badanku dan menjambak rambutku.

”Selamat pagi Nona muda cielo, bagaimana kau merasa segar kan? kau seharusnya berterimakasih padaku karena kamu bisa mandi pagi ini !

“hahahahahaa….. mungkin air itu bisa membersihkan badanmu yang kotor itu, selain itu air yang jimin siramkan padamu itu bisa memurnikan mu dari kesialan.

“kasihan sekali Nona muda kita lihat badanya yang basah itu. apa kalian tau? dia terlihat seperti seekor kucing yang tercemplung di dalam saluran pembuangan”

 

Dan masih banyak lagi ejekan yang di berikan Lalice berserta jimin padaku. aku hanya bisa diam sambil mengepalkan tanganku, air mataku sudah habis untuk menangisi semua ini.

 

Mengingat lalice dan limin dulunya adalah sahabatku, ini jadi mengingatkan aku pada nasihat yang sering ibu katakan padaku “sahabatmu bisa menjadi musuhmu,  jadi cielo tidak boleh sembarangan memilih sahabat”

Roda kehidupan akan terus berputar dan kehidupan akan berubah… dan semua itu terjadi padaku. kehidupanku yang normal yang penuh kebahagiaan kandas seketika setelah kejadian itu…

 

 

aku benci pada diriku sendiri mungkin benar apa yang mereka katakan pada ku   ‘aku seorang pembawa sial dan si aneh’

aku benci merayakan ulang tahunku karena itu hanya akan mengingat kan aku pada ayah dan ibu ku. aku benci pada diriku jika aku menangis karena itu akan menunjukan bahwa aku ini lemah dan aku tidak mau terlihat lemah. aku harus kuat menghadapi semua ini.

 

 

 

 

TO BE CONTINUE

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s