[EXOFFI Facebook] The Stage

15916_686128691504518_7718680603289517492_n

 

Tittle : The Stage
Author : K-Writer
—–o0o—–
Di dalam aula sekolah yang telah tersusun rapi kursi-kursi setiap sudutnya, semua pasang mata kini tertuju pada satu titik. Ke sebuah tempat yang memiliki ketinggian berbeda dari ubin marmer aula, panggung landai yang terbilang cukup luas dengan tata pentas dan pencahayaan yang mendukung, juga memadai.
Di atas sana, seorang pemuda dengan postur kecilnya berkostum bak pangeran masa-masa kekaisaran bangsa Yunani tengah berdiri tegap. Memandang seorang wanita dengan pakaian yang tak jauh berbeda dari tema pertunjukan, gaun imitasi era Romawi Kuno yang berbahan dari kain wol hangat dan mantel panjang yang disebut himaton.


Seperti cerita dongeng pengantar tidur, sebuah drama musikal yang dibuat sebagai pentas seni para wisuda sekolah menengah atas ini untuk merayakan kelulusan. Sebuah ide dari pria berjidat lebar bernama Kim Joonmyeon —yang juga salah satu mantan dari pengurusan organisasi sekolah— yang ingin memberikan penampilan terakhir sebelum masing-masing diantara mereka masuk ke perguruan tinggi dan melanjutkan jalan impian yang akan ditempuh teman-temannya.
Berlatar kekaisaran bangsa Romawi Kuno, keingingan Joonmyeon untuk mempertontonkan ide uniknya ke hal layak tak dapat dicekal lagi. Kim Joonmyeon memang siswa yang kreatif, namun atas dasar argumennya yang sepihak, kini pemuda di atas panggung itulah yang harus menerima getahnya. Pemuda itu terus menggerutu mengingat cerita yang dibuat oleh Kim Joonmyeon sendiri.
Di sini, Joonmyeon bisa dibilang menjadi pengatur segala kesiapan pentas, seperti alur cerita, musik pengiring, pencahayaan, kostum dan hal-hal lainnya —sutradara muda— . Dan sebagai gantinya, ia menunjuk si tokoh pria utama dan tokoh wanita utama. Dan itu adalah bencana bagi seorang Do Kyungsoo yang terpilih dan harus bermain peran bersama Han Chaerin —teman sekelasnya yang juga mendapat nilai cukup tinggi pada kelulusan—.
Bukan tanpa alasan Kyungsoo merasa jengah. Han Chaerin seorang wanita cantik dan manis. Memiliki lesung pipi yang menggemaskan, kulit mulus yang halus bagai porselen, hidung bangirnya yang setara dengan orang-orang Eropa, mata rusanya yang juga menambah kesan sempurna pada diri wanita itu.
Hanya saja pada ending drama musikal ini, dimana seharusnya Kyungsoo merengkuh tubuh Han Chaerin atas dasar cinta —yang dipalsukan—, para penonton dengan seenak jidatnya berseru hal-hal yang membuat Kyungsoo ingin memuntahkan sarapan paginya saat itu juga.
“Kiss! Kiss! Kiss! Kiss!”
Kyungsoo mengendurkan pelukannya pada Han Chaerin dan menatap wanita itu bingung dengan kerutan di keningnya yang kentara. Mendengar riuh suara yang rata-rata berasal dari teman-temannya yang jahil, membuat Kyungsoo ingin melompat dari panggung dan membungkam mulut mereka satu-persatu.
Ini tidak sama seperti dengan hasil latihan dan skenario cerita milik Joonmyeon, sudah jelas kedua insan di atas panggung itu merasa canggung. Sementara dua insan itu masih berpandangan, Joonmyeon juga tengah gusar memandangi mereka dari belakang panggung.
“Sudahlah, berikan saja kecupan singkat agar semuanya sukses,” tukas Joonmyeon cemas sendiri sambil menggigiti bibir bawahnya terus-menerus.
Han Chaerin sedikit mengangguk lalu mengerlingkan matanya pertanda siap. Wanita itu menutup kelopak matanya perlahan. Faktanya, Han Chaerin sudah menyukai Kyungsoo sejak lama. Itulah yang membuat wanita berparas sempurna itu tenang —dan juga senang— mendengar permintaan spontan para penonton untuk menyuguhkan ending yang berkesan lebih.
Akan tetapi, apa yang dirasakan Kyungsoo berbeda. Kebingungan dan kegundahan dalam hatinya belum saja hilang. Perasaan bersalah itu hinggap saat ujung matanya melirik ke salah satu kursi penonton paling depan. Indera penglihatannya menangkap sosok wanita berkacamata tebal dengan rambut sebahu yang juga memiliki poni menutupi kening wanita itu.
Itu… Park Sangkyung. Wanita yang mengisi hati Kyungsoo saat ini.
Di balik lensa bening itu, kilatan matanya berkaca-kaca. Sorot mata itu menyiksa batin Kyungsoo lebih jauh jika diteruskan. Namun, semua ini di luar kendali Kyungsoo. Desiran angin yang membawa suara riuh itu masih saja menyorakinya —dan juga Han Chaerin yang seperti tengah menunggu—.
Tak ada seroang-pun yang tahu akan hubungan Kyungsoo dan Sangkyung. Mereka resmi berpacaran sekitar 1 bulan yang lalu. Hanya momen-momen tak terlalu romantis—tapi sangat berkesan—, seperti pulang bersama jika seusai jam sekolah berakhir, saling menyapa jika bertemu, dan mengobrol lewat aplikasi chatting. Namun, itulah yang membuat Kyungsoo lebih mencintai Sangkyung lagi dan lagi.
Bisa dibilang Kyungsoo pengecut. Bahkan untuk mengucapkan status mereka saja ia harus berpikir ulang. Dan saat ini, jika ia harus melakukan adegan tambahan —sebagaimana yang diminta para penonton— mungkin ia sudah benar-benar menjadi orang jahat dalam kehidupan Sangkyung.
Semua tahu itu. Melakukan adegan ‘itu’ di depan orang terkasih, pasti sangatlah menyakitkan, bukan? Bisa dibilang hati orang terkasih itu bagaikan sebuah gelas beling yang dijatuhkan dari langit lalu hancur berkeping-keping menyisakan serpihan-serpihannya yang langsung menjadi debu.
Sangat ironi.
Lamunan itu seketika buyar saat suara-suara yang mengganggu indera pendengaran Kyungsoo semakin menjadi-jadi. Ada yang berteriak-teriak sampai menepuki tangan pertanda tak sabar.
Pada akhirnya, Kyungsoo memilih jalannya sendiri. Melewati takdir yang mungkin adalah cobaan untuk hubungannya bersama Sangkyung.
Saat jarak antara wajah Kyungsoo dan Chaerin semakin berkurang, dan dengan diiringi teriakan histeris para siswa yang antusias, hanya Park Sangkyung-lah yang menutup mata rapat-rapat. Menelan semua kepahitan yang berada tepat di depan matanya bulat-bulat. Bahkan, Park Sangkyung bisa merasakan jika napas hangat pria-nya tengah bertukar dengan udara milik Han Chaerin.
Tap~

Tap~

Tap~
Suasana yang tadinya ricuh itu menyusut cepat tatkala Kyungsoo turun dari panggung secara tiba-tiba. Berlari ke seorang wanita yang merapatkan indera penglihatannya di barisan penonton paling depan. Meninggalkan Han Chaerin yang membeku dengan keterbingungan yang terpancar di mimiknya. Hal itu juga terlihat di raut wajah penonton yang keheranan.
Sangkyung merasakan sesuatu sensasi berbeda disaat-saat menyakitkan ini. Saat hatinya teriris dalam diam meninggalkan bekas luka tak kasat mata, ia merasakan sesuatu yang lain. Suatu kehangatan yang sedikit membuat hatinya lebih nyaman.
Ia membuka matanya perlahan karena kegaduhan di sekelilingnya mereda.
Sangkyung bisa melihat wajah tampan Kyungsoo begitu dekat. Tidak! Ini adalah jarak terdekat yang pernah Sangkyung alami selama bersama Kyungsoo. Jarak yang sangat dekat, sampai membuat jantungnya berdetak di luar frekuensi normal. Jarak yang sangat dekat, yang bahkan dapat membuat Sangkyung merasakan sentuhan lembut Kyungsoo.
Mereka berciuman, di saksikan puluhan pasang mata yang terbelalak. Mengubah skenario drama yang tengah Kyungsoo mainkan bersama Chaerin di atas panggung. Mengabaikan semua tugasnya sebagai pemeran utama di atas panggung.
Sampai sebuah suara teriakan kembali terdengar tabu, lalu diikuti sorakan-sorakan lain yang kembali menyadarkan Kyungsoo dan Sangkyung dalam dunia mereka.
Perlahan, Kyungsoo melepas tautannya. Menyelami kilatan mata indah di balik lensa bening yang sangat menawan untuknya. Kyungsoo mengulum senyum tipis, dan Kyungsoo kembali menemukan wajah ceria Park Sangkyung.
Wanita itu tersenyum dengan wajah merah padam.
“Aku lebih menyukai realita, dibandingkan drama,” Kyungsoo mengambil jeda “Dan realita-nya, kau adalah seorang putri yang paling cantik yang pernah ketemui di negeri dongeng manapun.”
“Ayo buat cerita baru tentang seorang pria bernama Do Kyungsoo, dan seorang putri bernama Park Sangkyung,” ujar Kyungsoo lembut—lagi—.
FINAL~
Semoga memuaskan. Karena membuat fanfic “manis”, itu bukan style saya hahaha😄

Salam hangat~
K-Writer

One thought on “[EXOFFI Facebook] The Stage

  1. manis,manis banget authornim,Dyo Oppa,sllu bisa mmbuay hatiku meleleh ku ice cream/plakk/geje banget/

    Lucu,mmng manis banget mau gmn coba

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s