[EXOFFI Facebook] The Beautiful Ghost come With White Dress

10846042_685162941601093_1283289286898040139_n

 

The Beautiful Ghost come With White Dress

Author : Ay_YoungKim
Cast : Hwang Sekyung (OC/YOU)
Kim Jongin aka Kai (EXO)
Genre :fantasy, Romance,Little comedy (maybe),etc.
Rate : PG

Kim Joon Myeon,pria yang berstatus sebagai salah satu mahasiswa jurusan bisnis manejemen tingkat akhir disebuah universitas ternama di Busan,Busan National University. Teman-temannya biasa memanggilnya dengan Suho. Ada satu hal menarik dari dalam diri seorang pria bermarga Kim ini yaitu dia memiliki kemampuan istimewa,bisa melihat hantu. Apakah ia takut? Jangan tanyakan lagi! Tentu saja awalnya ia takut,namun seiring berjalannya waktu semua itu menjadi hal yang biasa untuknya. Ini semua dimulai saat ia pertama kali menjadi mahasiswa tingkat pertama di universitasnya.

Saat itu adalah hari pertama Suho tinggal di asrama,satu kamar dengan teman lamanya di SMA sekaligus teman satu kelasnya. Kebiasaannya ketika ia berada di tempat yang masih baru untuknya,ia tak akan pernah bisa tidur nyenyak. Akhirnya Suho memutuskan untuk pergi mencari udara segar di malam hari,berharap bisa tidur setelah ini. Namun tiba-tiba saja pandangannya menagkap sesosok wanita bertubuh tinggi semampai dengan rambut panjang menutupi wajahnya serta memakai baju putih panjang yang kusam,anehnya wanita ini melayang-layang diatasnya. Wajah wanita itu pucat pasi,sepucat wajah Suho saat itu. suho yang SHOCK berat akhirnya berteriak dan lari terbirit-birit kembali ke kamar asramanya. Nah! Sejak saat itulah banyak mahluk-mahluk tak kasat mata yang menampakkan dirinya di depan Suho,bahkan beberapa berinteraksi dan berkomunikasi dengan Suho.

Suho tak pernah merasa terbebani sekarang,malahan ini menguntungkan untuknya. Kenapa? Karena banyak teman-teman Suho yang meminta bantuannya untuk mengusir hantu di kamar mereka,rumah orang tua mereka,kamar mandi atau bahkan hanya untuk sekedar bertanya pada Suho ‘apakah dikamarnya ada hantu atau tidak.’ Bukan tanpa alasan Suho menganggap semua ini menguntungkan,karena alasan utamanya adalah “ada uang” dibalik semua ini. Ya,walaupun Suho terlahir dari keluarga yang tak biasa atau bisa disebut keluarga berada, ayahnya adalah seorang jaksa pengadilan di seoul.Namun tetap saja bukan setiap orang membutuhkan uang tambahan? Kalian tahu seorang pria bukan? Pergi bersenang-senang.

Sudah biasa bagi Suho melihat sosok-sosok mahluk dunia lain dengan wajah yang menakutkan bahkan sangat-sangat menakutkan. Hingga pada akhirnya ia bertemu dengan hantu cantik yang memakai kemeja putih,rok mini hitam, dan high hells putih yang senada. Konyol memang,mana ada hantu secantik dirinya yang memakai high hells putih,bahkan kecantikannya itu mengalahkan Suzy Miss A. cantik sekali bukan?
“Astaga! Kenapa kau berada disini?” Gadis itu tiba-tiba muncul di dalam kamar mandi saat Suho bersiap untuk melepas kaosnya.
“Hehe,mau membantuku kan?”
“Tidak!”
“Oh ayolah ku mohon!” Gadis itu memasang wajah se-imut mungkin agar Suho mau membantunya menemukan raganya.

Ya sebenarnya hantu berhigh hells putih tersebut bukan hantu,ia adalah arwah. Karena dirinya belum sepenuhnya mati,mungkin saja raganya masih koma disalah satu rumah sakit dan dia hilang ingatan. Bagaimana tidak,namanya saja ia tak ingat oleh karena itu ia begitu bahagia saat ia bisa bertemu dengan Suho yang bisa diajaknya untuk berkomunikasi setelah ratusan orang yang diajaknya berkomunikasi namun gagal. Dan hanya Suholah yang mempunyai kelebihan diantara banyak orang di Universitas ini. Saat itu di hari pertama ia bertemu dengan Suho…
*FLASHBACK

“Hei,tak baik seorang wanita malam-malam berada disini. Ini asrama laki-laki,kau tahu?” Suho memberanikan dirinya bertanya pada seorang gadis cantik yang memakai kemeja atasan putih,rok mini hitam di atas lutut dengan high hells putih yang duduk di tangga dekat kamarnya. Gadis itu menoleh cepat ke arahnya,berdiri dan langsung memegang lengan Suho erat. Dengan antusias bertanya, “Ya! Kau bisa melihatku? Benarkah kau bisa melihatku? Katakana padaku kalau kau bisa melihatku.” Ucapnya dengan wajah bahagia.

Suho mengerutkan keningnya bingung, “Nona apa maksudmu huh? Tentu saja aku bisa melihatmu,kau bukan hantu.”
“Memang benar aku bukan hantu. Tapi aku ini arwah.” Suho tertawa mengejek.
“Hahaha~ Apa kau sedang mabuk nona? Bagaimana mungkin ada arwah secantik dirimu? Hahaha ini tidak lucu.”
“Terimakasih atas pujiannya. Tapi aku tidak berbohong,sungguh.” Jawabnya dengan mengacungkan kedua jarinya membentuk huruf ‘V’.

Suho mengedarkan pandangannya keseluruh arah dan akhirnya pandangannya tertuju pada teman sekelasnya bernama Park Hyun yang sedang menaiki tangga menuju ke arahnya. Tangannya terangkat melambai kearah Park Hyun. “Ya! Park Hyun~ah!”
“Ne,waeyo?”
“Kau pasti melihat gadis cantik sedang memegang lenganku sekarang bukan?” Park Hyun yang tak mengerti dengan omongan Suho hanya mengeryitkan dahinya bingung.
“Siapa? Tak ada siapapun disini selain aku dan kau. Kurasa kau sudah mulai gila,karena terlalu sering berkencan dengan gadis cantik.” Park Hyun langsung meninggalkan temannya yang dianggapnya sudah kurang waras.

Lagi! Teman sekamarnya,Kai muncul dari belakangnya.
“Sedang apa kau disini?” Tanya Kai seraya menepuk bahu Suho.
“Kai~ah kau lihat bukan ada gadis cantik sedang memegang lenganku?”
“Ahaha~ Kau ini mabuk ya? Mana ada gadis cantik di Asrama pria? Kalau gadis cantik dan seksi di Asrama wanita disini banyak.”
“Ya! Dasar yadong!” Suho menjitak kepala Kai,Kai hanya mengusap kepalanya yang terasa sakit. “Sungguh kau tak melihatnya?”
“Kau gila! Mungkin kalau hantu menakutkan yang kau tanyakan aku akan percaya,kau kan bisa melihat hantu. Tapi kalau hantu cantik kurasa aku tak percaya,tapi mungkin saja. Sudahlah,aku mau pergi ke kamar Chen hyung. Annyeong.”
“Ya! Ya! Kai~ah,tunggu aku dulu!”

“Eitss~ mau kemana kau huh?” Arwah itu menarik lagi lengan Suho, “Sekarang kau percaya kan kalau aku adalah arwah?”
“Hmm.. baiklah nona aku percaya,dan sekarang bisakah kau melepaskan tanganmu?” Arwah itu melihat sekilas tangannya yang melingkar erat di lengan Suho lalu menatap Suho lagi dan lebih mempererat genggamannya.
“Aniyo!” Suho berdehem dan sebelah tangannya mengelus rambutnya sendiri dengan ekspresi sok cool yang sangat dibuat-buat.
“Nona cantik aku tahu kalau aku ini tampan,tapi aku tak punya banyak waktu untuk arwah cantik sepertimu. Aku harus pergi,jadi lepaskan oke?” Suho melepaskan pelan tangan gadis itu dari lengannya. Namun lagi-lagi gadis itu memegang lengannya.
“Terserah! Tapi yang pasti aku tak akan melepaskan begitu saja orang sepertimu. Karena kaulah satu-satunya yang bisa membantuku kembali ke tubuhku dan menjadi manusia lagi.”
Sejak saat itulah arwah gadis itu selalu mengikuti Suho kemanapun,membujuknya agar mau menolongnya. Bahkan di kamar mandi sekalipun,ia tak segan-segan mengikutinya.
*FALSHBACK END

“Aku tidak bisa.”
“Ayolah kau belum mencobanya Suho~shi.” Arwah cantik it uterus saja merengek-rengek.
“Aku bilang aku tidak bisa dan aku tak mau.”
“Ayolah,ayolah,ayolah,ayolah ku mohoooonnnnnn!!!!!”
“Sekali tidak,tetap tidak.”
“Tolong bantu aku,bantu aku,bantu aku,bantu aku,bantu aku,ban…”
“Baiklah! Puas?” Suho memotong ucapan memohon arwah cantik itu,karena ia sudah benar-benar tak kuat dibuat olehnya yang setiap hari merengek seperti bayi kepadanya.
“Eh jeongmal? Yeah! Kamsahamnida Suho~shi.” Ucapnya dengan wajah ceria dan berseri-seri.
“Aish~ arra arra. Sekarang pergilah! Atau kau mau melihatku mandi disini hah?”
“ARRA ARRA! Aku pergi sekarang. Annyeong Suho~shi.” Gadis itu melambaikan tangan kea rah Suho dan menghilang begitu saja. Suho benar-benar masih tak percaya ada arwah secantik itu.

“Suho~shi!” Panggil seseorang bergaun mini selutut sedang melambai padanya dari kejauhan.
“Baiklah,Kyung mi~ah kau bisa pergi dulu. Aku masih ada urusan sebentar.” Suho menyuruh Kyung Mi pergi terlebih dahulu,ia hanya tak mau banyak orang yang tak mengenal Suho dengan baik mengira bahwa dirinya gila kerena berbicara sendiri.
“hmm,ne. annyeong.” Jawab Kyungmi. Kang Kyung Mi Gadis berumur satu tahun lebih muda dari Suho yang sudah menyukai Suho semenjak pertama kali melihat Suho. Bisa dibilang cinta pertama. Namun Suho masih belum bisa membalas perasaannya.

Suho menghampiri arwah gadis itu, “Kau tak lupa janjimu bukan?”
“Janji? Janji apa?” Tanya Suho berdusta.
“AISH! Jangan pura-pura untuk membohongiku!”
“Aku tak berpura-pura membohongimu,tapi aku memang membohongimu hahaha.” Suho terkekeh geli.
“Benar-benar Lucu ahjushi.”
“Hei,kau memanggilku ahjushi? Baiklah aku tak akan membantu.” Suho melipat tangannya di dada dan memalingkan muka.
“Aigoo~ jinjja! Aku minta maaf,jadi bantu aku ya?”

Mereka berdua duduk di bangku panjang di taman dekat asrama Laki-laki.
“Jadi kau tak tahu siapa namamu sendiri?” Arwah cantik itu menganggukan kepalanya, “Tentu saja,kalau aku tahu aku sudah memperkenalkan diriku dulu kepadamu semenjak kita pertama kali bertemu.”
“Benar juga. Lalu bagaimana bisa kau tidak tahu dimana tubuhmu? Lalu bagaimana aku menolongmu?”
“Paboya! Kalau aku tahu dimana tubuhku aku tak mungkin meminta bantuanmu untuk menemukannya. Kau ini,sudah berapa tahun kuliah huh? Kenapa hal kecil seperti tadi masih juga tak mengerti.”
“Ya! Nona! Kenapa kau membentakku? Kau kan yang meminta bantuanku.”
“Itu karena kau terlalu menyebal… Ah hehe~ maksudku kau terlalu tampan. Ya tampan hehe.”

“Pendusta!” Ucap Suho mencibir
“Mwo?”
“Ani~ Jadi aku sudah menemukan satu cara.”
“Jinjja? Apa itu? Katakan katakan! Palliwa!”
“Kenapa kau tak sabaran sekali huh? Jadi begini,aku akan melukis wajahmu itu dan menyebarkannya lewat internet. Siapa tahu ada yang mengenalimu dan akhirnya aku bisa bertemu dengannya dan kita menemukan ragamu,otte?”
“Wuah~ kau pintar sekali.” Ucap arwah itu semangat seraya bertepuk tangan.
Dengan percaya diri Suho berkata,“Tentu saja. Kim joon Myeon adalah yang paling pintar dan tampan. Jadi kau bisa menarik ucapanmu tadi saat mengataiku ‘paboya’.”

“Berhubung kau tak ingat namamu,jadi agar ini lebih memudahkanku memanggilmu aku akan memberikan nama untukmu, Han Soon Hee. Itulah namamu sementara ini.”
“Han Soon Hee? Nama yang bagus dan cantik. Tapi kenapa aku merasa tak asing dengan nama itu ya? Mungkinkah aku pernah mendengarnya?”
“Tentu saja pernah. Banyak nama Han Soon Hee di korea pabo! Tapi hanya ada satu Han Soon Hee spesial di hidupku.” Suho menundukkan kepalanya,sepertinya ia mencoba menyembunyikan kesedihannya.
“Suho~shi kau kenapa? apakah Han Soon Hee itu seseorang yang istimewa untukmu?”

“Ya,sangat! Sangat istimewa. Dia adalah yeoja chinguku yang sudah pergi ke surga.”
“Aku ikut berduka cita atas kepergiannya.” Arwah gadis itu mengelus pundak Suho lembut. Suho menolehkan matanya kearah Soon Hee.
“Itulah alasan kenapa aku tak mau membantumu. Karena wajahmu mengingatkanku padanya. Dia sangat mirip denganmu,cantik dan lucu.”
“Oh,mianhae Suho~shi aku tak bermaksud untuk me…”
“Gwaenchana! Setidaknya ada satu perbedaan diantara kalian. Han Soon Hee adalah tipe gadis yang lemah lembut dan pendiam serta tak banyak tingkah. Sedangkan kau? Cerewet,banyak tingkah, dan juga tidak bisa diam.”
Soon Hee hanya mendengus kesal dan memalingkan wajah.

Sudah dua hari ini Soon Hee merengek-rengek kepada Suho,pasalnya sampai sekarang Suho tak pernah memberikan informasi yang jelas tentang lukisan dirinya yang disebarkan Suho lewat internet. Soon Hee curiga kalau Suho sama sekali tak tulus membantunya.
“Suho~shi sebenarnya kau sudah mengirimnya ke internet belum? Bagaimana hasilnya? Apakah ada salah satu yang mengenaliku? Kenapa kau mengabaikanku? Kau berniat tulus tidak sih membantuku hah? Kenapa kau tidak me…” Suho memotong ucapan Soon Hee cepat. Ia benar-benar terganggu dengan orang yang bersikap cerewet. Ia benar-benar tak tahan.
“Han Soon Hee! Dengar! Pertama aku sudah mengirimnya. Kedua,aku sama sekali belum mendapat kabar dari orang yang mengenalmu. Ketiga,aku mengabaikanmu karena kau begitu cerewet. Keempat,aku benar-benar tulus membantumu oke? Baiklah ada yang kau tanyakan lagi sebelum aku pergi? Palli aku tak punya banyak waktu.”
“Hmm.. tidak. Eh,tunggu dulu! Kau mau kemana?”
“Tentu saja bersenang-senang malam ini.”
“Kemana?”
“Wanita benar-benar cerewet.”
“Katakan padaku kau mau kemana?” Suho mengambil jaket di gantungan dekat pintu kamarnya.
“Apa lagi kalau bukan ke Club malam.” Tangan Suho memegang knop pintu,bersiap akan membukanya namun Soon Hee tiba-tiba menghalanginya.
“ANDWE!!!” Soon Hee mencegah Suho agar tidak pergi. Direntangkannya kedua tangannya hingga memenuhi seluruh pintu.

“Ya! Gadis cerewet kau tahu aku tak punya banyak waktu sekarang,Kai sudah menungguku diluar. Palli,minggirlah!”
“Andwe! Andwe! Andwe!” Suho yang merasa jengkel dengan tingkah kekanakan Soon Hee pun hanya bisa memijat pelipisnya. Merasa pusing akan hari-harinya yang selalu diganggu oleh arwah cerewet ini.
“Wae??? Apa maumu?”
“Kenapa kau masih bisa bersenang-senang dan tidak mau membantuku semaksimal mungkin huh? Kenapa kau malah meninggalkanku sendirian disini? Apa kau tidak tahu betapa bingungnya aku sekarang? apa kau tidak tahu betapa takutnya aku jika aku tak segera kembali ke tubuhku maka aku akan mati? Apa kau tak tahu itu huh?” Soon Hee meneteskan air matanya. Mengusapnya kasar dan memaksakan matanya yang masih berkaca-kaca menatap kedua mata Suho.

Suho yang merasa tidak tega melihat Soon Hee pun akhirnya hatinya luluh. Gadis ini adalah wanita ke dua yang bisa membuat Suho menuruti semua keinginannya,dulu hanya Soon Hee seoranglah yang bisa meluluhkan hatinya. Suho merogoh saku celananya dan mengambil ponsel,mengetikkan sebuah nama disana dan menelfonnya.
“Ne,ini aku hyung. Hyung bisakah kau pergi sendiri ke Club malam ini? Aku ada urusan dengan gadis menyebalkan disini. Ne..Ne annyeong.” Suho memasukan kembali ponselnya ke saku celananya,ia mengacak rambutnya kasar.
“Baiklah Han Soon Hee yang cantik,cerewet dan cengeng. Sekarang aku tidak akan meninggalkanmu sendirian,lalu apa yang akan kita lakukan sekarang?”
“Cek kembali internetnya,apakah ada informasi dari seseorang yang mengenalku.”
“Oke,akan ku turuti semua keinginanmu. Puas?”

Suho mengacak-ngacak semua akunnya di internet. Mulai dari facebook,twitter,line,kakaotalk,blog,cyworld dan masih banyak lagi. Namun hasilnya tetap sama,masih tak ada yang mengenali Soon Hee.
“Cha! Kau lihat? Masih sama. Tak ada yang mengenalimu.” Soon Hee menundukan kepalanya lemas. Berjalan kearah kasur Suho dan terduduk disana sambil terisak.
“Lalu aku harus bagaimana? Eoteohke Suho~shi? Aku takut kalau aku sampai tak bisa menemukan tubuhku maka aku akan mati selamanya. Aku takut aku tak bisa mengucapkan selamat tinggal untuk ibuku. Aku takut..” Suho yang merasa iba melangkahkan kakinya ke arah Soon Hee dan memeluknya dalam.
“Ssstt! Tenanglah! Semua akan baik-baik saja. selama aku ada disini aku akan selalu membantumu. Bersamamu, Han Soon Hee.” Setelah beberapa saat berlalu akhirnya Soon Hee sudah kembali tenang. Ada satu hal yang selalu ingin Suho ketahui selama akhir-akhir ini ia bersama Soon Hee.

“Anehnya kenapa aku bisa memegangmu,bukankah kau ini adalah hantu?”
“Sudah ku katakana berapa kali kepadamu kalau aku ini bukan hantu tapi arwah. Aku pun juga tak tahu pasti tentang itu,mungkin kerena sebenarnya aku belum sepenuhnya mati. Mungkin saja tubuhku sedang koma disana,jadi aku masih tetap bisa menyentuh apapun selama ragaku belum mati sepenuhnya.”

*Satu bulan kemudian*
“Kai hyung aku pulang dulu,jaga dirimu baik-baik. Dokter bilang besok kau sudah bisa pulang dan kembali ke asrama. Aku akan datang kembali besok.”
“Ne,terimakasih hyung.” Suho berjalan keluar dari kamar Kai. 2 minggu lalu Kai mengalami kecelakaan di Seoul saat akan menjenguk ibunya yang sedang sakit. Dokter bilang tulang kepalanya sedikit retak ,namun sekarang ia sudah bisa menjalani aktivitas lagi seperti biasanya. Suho berjalan melewati lorong rumah sakit,langkahnya terhenti saat melihat pintu salah satu kamar rawat terbuka. Ia memasuki kamar tersebut dan melihat seorang gadis terbaring disana. Di kasur putih bersih dengan selang,infuse dan tabung oksigen diseluruh tubuhnya. Ketika Suho lebih mendekat kearah gadis yang terbaring itu,ia terlonjak kaget.
“Han Soon Hee?” Ucap Suho.

Tiba-tiba saja seorang wanita paruh baya datang menghampiri Suho, “Nuguseyo? Apakah kau temannya Ji eun?” Tanya wanita paruh baya itu kepada Suho.
“Apakah ajumma ibu dari Han Soon Hee?”
“Han Soon Hee? Dia ini Kang Ji Eun bukan Han Soon Hee.” Wanita itu mengerutkan kening tak mengerti.
“Ah, jwesonghamnida. Maksudku itu hehe. Bolehkah saya bertanya sesuatu kepada anda ahjumma? Perkenalkan,saya adalah Kim Joon Myeon teman dari Kang Ji Eun.” Suho terpaksa berbohong kepda ajumma tadi kareana ia yakin itu adalah tubuh dari Han Soon Hee. Namun ia harus memastikan bahwa itu benar-benar Han Soon Hee alias si arwah cerewet yang selalu mengganggunya.

“Sudah satu bulan ini Ji Eun koma dan tak sadarkan diri. Satu bulan lalu Ji Eun mengalami kecelakaan mobil tragis saat dirinya hendak pergi ke Busan.”
“Busan?” Tanya Suho.
“Ne,dia akan mendaftar ke universitas ternama disana.”
“Apakah itu Busan National University?”
“Ne,benar. Saat itu aku langsung membawanya kembali ke Seoul,tapi ternyata kondisinya semakin memburuk dan dia koma hingga sekarang. Dokter mengatakan ada benturan dibagian otaknya. Dan kemungkinan setelah Ji Eun sadarkan diri kembali ia akan mengalami hilang ingatan untuk beberapa waktu.”
“Apakah saat kecelakaan Ji Eun memakai kemeja putih, dan rok hitam?”
“Ne,bagaimana kau tahu?”
“Entah anda akan percaya atu tidak saya akan tetap menjelaskan semuanya dari awal,namun sebenarnya selama satu bulan ini arwah Ji Eun bersama saya.” Ucap Suho,dan ia mulai menjelaskan semua kejadian dari awal ia bertemu dengan arwah Kang Ji Eun.

Ternyata setelah satu bulan lamanya akhirnya ia bisa bertemu dengan ibu Ji Eun dan menemukan tubuh Ji Eun. Ya setidaknya itulah nama asli Han Soon Hee. Setelah ia dan Kai kembali ke busan ia akan segera memberi kabar bahagia ini kepada Soon Hee. Apakah benar ini bisa disebut bahagia? Tapi mengapa Suho merasa hatinya perlahan-lahan mulai sakit? Suho merasa dirinya mulai takut kehilangan Soon Hee. Satu bulan berlalu hari-hari dilaluinya dengan Soon Hee membuatnya menyadari bahwa ia selama ini mencintai Soon Hee.

*Busan,19.00 waktu setempat.
Suho membuka perlahan pintu kamarnya. Suara decitan pintu kayu terdengar nyaring ditelinganya. Sampai pada akhirnya berganti dengan suara gadis yang dirindukannya selama satu minggu ia di Seoul merawat Kai.
“Aigoo Suho~shii!!!” Ucapnya penuh keceriaan disetiap nada suaranya yang lucu. Suho hanya memandangnya sambil tersenyum masam. Suho berjalan melewati Soon Hee yang tengah mengikutinya dari belakang. Suho melepas jaketnya,dan melempar tasnya ke sembarang arah.
“Aku merindukanmu. Hei,kau tahu? Aku benar-benar kesepian saat kau pergi ke Seoul. Tak ada yang ku ajak bicara,tak ada yang kuganggu setiap harinya,tak ada yang kuikuti setiap harinya,dan ada yang..” Soon Hee menghentikan ucapannya sejenak saat melihat raut wajah Suho yang murung dan tidak bersemangat.
“Ya! Kau kenapa? kenapa wajahmu murung begitu? Apakah sesuatu yang buruk terjadi pada Kai?”
“Aniyo,Kai baik-baik saja. Ternyata dokter baru memperbolehkan Kai pulang esok hari.”
“Lalu kau kenapa?” Tanya Soon Hee dengan polosnya.

Suho menatap mata Soon Hee dalam dan ia mulai berkaca-kaca.
“Ya! Suho~shi katakan padaku kau kenapa? Kenapa kau menangis?”
“Han Soon Hee? Apakah sebentar lagi kau akan meninggalkanku saat kau sudah bisa kembali ke tubuhmu?” Soon Hee hanya menatap Suho dengan tatapan tak mengerti.
“Tidak. Tentu saja pasti kau akan meninggalkanku saat kau kembali. Tapi apakah kau tak akan mengingatku untuk selamanya?” Tanya Suho lagi. Tangannya beralih memegang erat pundak Soon Hee erat.
“Apa maksudmu?” Suho menggigit bibir bawahnya. Ia benar-benar takut jika pada saatnya Soon Hee kembali maka ia akan terlupakan. Tak akan ada lagi omelan dan rengekkan lucu dari Han Soon Hee,tak ada lagi arwah yang mengganggunya,tak akan ada lagi arwah yang mengikutinya kemana pun,tak akan ada lagi sosok arwah gadis cantik yang membuat hatinya luluh,dan tak akan ada lagi sosok arwah gadis cantik yang membuatnya jatuh cinta dan melupakan cinta lamanya Han Soon Hee. Apakah ia harus kehilangan gadis yang bernama Han Soon Hee lagi untuk yang ke dua kalinya? Ia tak yakin ia akan sanggup merelakannya.

Suho memberikan pelukan erat kepada Soon Hee,ia membenamkan wajahnya di pundak Soon Hee. Suara isakan tangis Suho membuat Soon Hee merasa iba,ikut sedih,dan juga bingung. Sebenarnya apa yang sedang terjadi pada pria ini?,batin Soon Hee.
Suho melepaskan pelukannya dan memegang pundak Soon Hee erat,tangannya terulur membelai puncak kepala gadis itu. “Kang Ji Eun,apakah kau benar-benar akan meninggalkanku?” Ucapnya lirih.
“Kang Ji Eun? Siapa? Aigoo Suho~shi kurasa kau lelah hingga pikiranmu melayang kemana-mana. Aku tak tahu Kang Ji Eun itu siapa. tapi yang jelas kau harus istirahat sekarang,palli-palli! Besok kau ada jadwal kuliah lagi,bukan?”
“Kau! Kaulah Kang Ji Eun. Namamu Kang Ji Eun,dan bukan Han Soon Hee lagi.”
Soon Hee diam sejenak mendengarkan penuturan Suho, “Aku sudah menemukan tubuhmu.” Lanjutnya.

Suho menceritakan semua kejadian dari awal sampai akhir secara rinci saat ia bertemu dengan ibu Ji Eun. Dan Soon Hee alias Ji Eun tak henti-hentinya menangis bahagia dan berucap terimakasih kepada Suho.
“Jadi namaku Kang Ji Eun?” Suho menganggukan kepalanya lemas.
“Kamsahamnida Suho~shi,jeongmal kamsahamnida.” Saking bahagianya Ji Eun memeluk Suho erat,sangat erat.
“Ji Eun~ah? Benarkah kau akan meninggalkanku dan melupakanku?”
“Suho~shi maafkan aku. Tapi.. kurasa memang aku akan melupakan semua kejadian selama 1 bulan bersama saat aku sadar nanti.” Suho melepaskan pelukan Soon Hee secara paksa.
“Sudah kuduga ini semua pasti terjadi.” Ucap Suho tegas. Matanya memerah menahan tangis.
“Suho~shi maafkan aku,aku tak bermaksud untuk.. maksudku ini memanglah sudah sebuah takdir yang digariskan tuhan.”
“Kang Ji Eun Saranghae!” Kini Ji Eun tak kuasa menahan isak tangisnya. Disisi lain ia ingin tetap bersama Suho selamanya dan tak ingin melupakannya terutama semua kebaikan Suho selama ini. tapi disisi lain jika ia tetap bersama Suho,ia tak akan bisa kembali ke tubuhnya dan ia akan mati selamanya. Itu akan lebih menyakitkan untuknya dan Suho karena ia tak akan bisa menyentuh Suho lagi karena jika Ji Eun mati,dunianya dan Suho akan berbeda.
“Nado,nado saranghae.” Ji Eun memeluk kembali Suho. Keduanya menangis dalam keheningan malam. Keheningan malam terakhir yang akan menjadi kenangan indah hanya didalam hidup Suho,karena Ji Eun tak akan bisa mengingat Suho lagi setelah ini.

*Seoul,08.00 waktu setempat.
Dua hari setelah kejadian dimana Suho menceritakan siapa Ji Eun sebenarnya dan setelah malam menyedihkan waktu itu Suho membawa Ji Eun kembali ke Seoul. Dan disinilah mereka sekarang,di hadapan ibu Ji Eun dan tubuh Ji Eun yang terbaring lemah di rumah sakit.
“Apakah kau siap?”
“Suho~shi aku takut,aku takut jika aku benar-benar akan melupakanmu dan kehilangan semua ingatan tentangmu”
“sssttt!” Suho menempelkan jari telunjuknya di bibir mungil Kang Ji Eun.
“Tak ada yang perlu ditakutkan,semua akan baik-baik saja. Tak apa jika kau melupakanku,yang terpenting kau bisa kembali ke tubuhmu seperti sediakala. Kalau memang kita di takdirkan pastilah kita akan bersatu lagi Ji Eun~ah.” Ji Eun menganggukan kepalanya mengerti.
“Apakah Ji Eun ada disini?” Tanya ibu Ji Eun dengan air mata yang mengalir dipipinya.
“Ne,ajumma.”
“Ji Eun~ah ini eomma,apakah kau ingat eomma nak? Eomma mohon kembalilah dan sadarlah. Eomma merindukanmu.” Walaupun ibu Ji Eun tak bisa melihat anaknya sendiri namun ia tetap berbicara seolah-olah anaknya berada di depannya.
“Apakah ia ibuku?”
“Ne,dia ibumu Ji Eun~ah.”
“Eomma? ne Eomma Ji Eun akan kembali dan setelah itu Ji Eun akan memeluk eomma. walaupun sekarang Ji Eun masih tak mengingat eomma tapi Ji Eun menyayangi Eomma.”

Setelah itu Ji Eun masuk ke dalam tubuhnya sendiri, “Ingatlah selalu bahwa aku akan tetap mencintaimu Ji Eun~ah walaupun kau kehilangan ingatanmu tentangku dan tentang kita.” Ucap Suho. Beberapa saat setelah arwah Ji Eun masuk kembali ke dalam tubuhnya,akhirnya Ji Eun membuka matanya dan sadarkan diri. Ibu Ji Eun langsung berlari memanggil dokter dan suster untuk melihat keadaan Ji Eun.
“Eomma?”
“Ne,ne sayang. Ini eomma.” Ibu Ji Eun mengelus kepala Ji Eun dengan penuh kasih sayang dan tak henti-hentinya memeluk Ji Eun. Keduanya menangis dalam kebahagiaan.

Sedangkan Suho hanya mengamati kedua orang ibu dan anak yang sedang melepas kerinduannya. Merasa Ji Eun sama sekali tak mengingatnya akhirnya Suho memutuskan untuk melangkahkan kakinya pergi. Namun belum sampai suho melangkahkan kakinya menjauh tiba-tiba seseorang memeluknya dari belakang.
“Pabo! Kau mau kemana huh?” Suho terdiam sejenak dalam pelukan Ji Eun,tanpa sepatah katapun. Hanya diam tak bergerak.
“Kau bilang kau tak ingin aku melupankanmu dan meninggalkanmu,tapi kenapa sekarang kau ingin pergi huh? Apakah kau tak mencintaiku lagi?” Suho segera memutar tubuhnya menghadap Ji Eun dan berbalik memeluknya.

“Kau mengingatku?” Tanya Suho dengan wajah berseri-seri.
“Kau Kim Joon Myeon. Aku mengingatmu Suho~shi.” Ucap Ji Eun sambil tersenyum.
“Kang Ji Eun,Saranghae!”
“Nado Saranghae Suho~shi!”
Akhirnya takdirlah yang mempersatukan mereka. Kalau tuhan sudah menggariskan seseorang untuk menjaga kita,melindungi kita,menjadi bagian dari hidup kita semuanya akan berjalan sesuai alur kehidupan yang sudah di atur oleh Tuhan.

“aku takut jika aku benar-benar akan melupakanmu dan kehilangan semua ingatan tentangmu.”­­­­_Kang Ji Eun/Han Soon Hee_

“Ingatlah selalu bahwa aku akan tetap mencintaimu Ji Eun~ah walaupun kau kehilangan ingatanmu tentangku dan tentang kita..”_Suho/Kim Joon Myeon_

“Takdirlah yang akan mempersatukan kita.”_Suho & Ji Eun_
END

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s