[EXOFFI Facebook] Sweety Snow

10846377_685161194934601_950381730633097387_n

 

Title : Sweety Snow
Author : Song Yeo Ra
Main cast : Do Kyung Soo and you.
Lenght : oneshot
Genre : sweet romance – fluff
Rating : T

Disclaimer : No (plagiat, bash, and silent readers) eh, ini ff main castnya kan kamu sendiri, jadi akan lebih ngena kalau kamu ngebayanginnya emang ‘kamu’ *apaan sih*. hehe, main cast cowonya juga bisa di ganti sesuai biasmu. Hehehe. Hati-hati, ini ff amburadul.
Tik.
Kami terkurung lagi disini.
Ya, terkurung lagi, sampai berjam-jam lamanya. Bersamanya.
Di ruang UKS, dengan bangunan yang menghadap ke selatan. Tepatnya beberapa meter ke utara arah stasiun Bawah tanah. Oh, ayolah. Salju, cepatlah berhenti.


Aku merapatkan kembali mantelku, di luar sana, hujan salju yang cukup lebat membuatku dan dia terjebak tak bisa pulang. seperti biasa, jika sudah begini aku harus terkurung di sebuah UKS umum dekat Stasiun bawah tanah. Aku baru saja terbangun dari tidurku sekitar lima belas menit yang lalu. Dan dia, gadis cantik bak putri kerajaan sedang tertidur di atas kursi kayu yang sudah sedikit mengelupas catnya karena di makan waktu.
Disini kami berada, selama musim dingin, waktu pulang sekolah kami disita dengan berteduh dari badai salju di sebah UKS umum yang jarang di gunakan orang banyak. lagi-lagi aku harus terkurung disini. Jika cuaca sedang dingin, dan tak ada suara sedikit pun di ruangan ini, aku selalu membayangkan hal-hal yang tak masuk akal.
Hah! Mengapa gadis di depanku ini tak bangun? Aku mendekatinya, menatap setiap inci dari lekukan wajahnya. Mencium aroma tubuhnya, dan sesekali aku mencuri kesempatan untuk –
Cup.
Aku mencium keningnya dengan lembut. Aroma Lavender yang keluar dari rambutnya seketika menyeruak di hidungku. Namaku, Do Kyung Soo, dan gadis yang di depanku ini adalah sahabatku sejak kecil. Kami merantau dari korea ke jepang hanya untuk menyelesaikan studi kami.
Entah aku yang mengikutinya, ataukah dia yang selalu mengikutiku. Namun kami selalu bersama. Kebersamaan kami bertambah karena tiba-tiba saja orang tua kami menjodohkan kami. Semula aku menolaknya dengan tegas.
‘Tidak! Kami ini sudah bersahabat sejak kecil. Mana mungkin kami di jodohkan begitu saja, Abeoji.’
Begitu yang selalu ku katakan. Namun ayah maupun ibuku tak pernah marah karena penolakanku. Tapi justru seiring waktu, dan bersamaan dengan tersitanya waktu kami di ruangan ini, aku dengan sadar mengakuinya.
Bahwa aku ‘Menyukainya’.
Badai salju masih cukup deras. jika kami disini sebentar lagi, mungkin kami tak bisa pulang karena lebatnya salju. Sekarang pun salju di luar sana sudah setebal hampir 30 cm. Ukuran yang mengerikan untuk dilewati. Aku menatapnya lagi, dia terbangun. Dan menatapku.
“Apa badai Sudah berhenti?”
“Belum. Tidurlah lebih lama. Sepertinya kita akan menginap disini untuk malam ini.” Ucapku sambil tersenyum.
“Lagi? Disini?” tanyanya. Aku mengangguk. Lalu dia menyunggingkan senyuman tipis dan mengangguk paham. ini bukan pertama kalinya kami terjebak semalaman. Sudah berulang kali hampir setiap musim dingin di jepang. Dan ini tahun terakhir kami di jepang. Karena setelah lulus nanti, kami harus pulang ke Korea. Dan itu artinya aku tak punya kesempatan untuk bersamanya lagi.
Saat di korea nanti. Aku, harus mengurus angket dan akan berkuliah di Australia. Meninggalkannya sendirian. Tanpa – aku.
“Aku akan membeli makanan pada Young Min Ahjusshi. Kau tunggu lah disini. Ne..?” tukasku saat memegang kenop pintu. Gadis itu mengangguk seraya menggulung rambutnya yang sempat terurai. Cantik.
Aku menyapu sedikit salju yang menumpuk di depan pintu. Lalu pergi ke arah samping UKS, berjalan beberapa meter, hingga aku menemukan Ahjusshi yang cukup tua itu sedang membakar jagung. Melihatku datang, dia tersenyum ramah.
“Seperti biasa. 4 buah jagung, dan beberapa kaleng minuman hangat.”
“Terkurung lagi?”
“Begitulah.”
“Kasihan dia pasti kedinginan. Bawalah ini untuk menghangatkannya. Maaf aku tak bisa mengundang kalian untuk menginap dirumahku. Kau tahu sendiri istriku sangat pemarah.”
“Ne. Tak usah sungkan. Gomawoyo ahjusshi. Kau selalu memberikan kunci UKS pada kami saat badai salju seperti ini.” Ujarku seraya mengambil barang belanjaanku juga selimut yang di pinjamkan Ahjusshi. Lalu kuberikan beberapa selembaran uang padanya.
Trek.
Aku membuka kenop pintu dan melihatnya sedang memainkan ponsel sambil menggurutu. Aku tersenyum dan memberikannya sekaleng minuman. Dia menatapku sekilas lalu kembali pada layar ponselnya.
“Selalu seperti ini. Saat badai. Jadi tak ada sinyal. Ugh.” Gerutunya sangat manis. aku terkekeh pelan. Dan berbaring di salah satu ranjang yang tersedia di dalam UKS. Untunglah, disini tersedia dua buah ranjang, kalau tidak, salah satu di antara kami harus kedinginan.
“Jangan terlalu dipaksakan. Makanlah. Jagung paman sangat enak. Dia juga memberikanku selimut. Untukmu.”
“Hm. Nanti ku makan. Kyak! Kyung Soo, aku menemukan sinyal! Horee..!!” serunya tampak bersemangat. Ia segera menekan tombol yang tersedia di layar. Dan akhirnya terdengan bunyi tunggu dari balik ponselnya.
“Yeobeoseo??”
“Ah. Ne. 4 jam lagi.. oke. Oke . arra. Gamsahamnida eonni. Nanti aku akan membawakanmu soba mie. Bye.”
Aku mengeryit heran. Mengapa ia tampak begitu semangat..?
“Kyung Soo. Empat jam lagi. Kita akan di jemput oleh mobil pengangkut barang. Kita bisa pulang hari ini Kyung Soo.” Serunya gembira aku hanya tersenyum hambar, lalu memunggungi nya.
Tuhan, secepat ini kah kebersamaan kami? Aku masih ingin bersamanya. Apa hanya aku yang memiliki perasaan hangat ini? Apakah ia tak memilikinya?
Jika dia memang bukan jodohku. Lepaskanlah secara perlahan.
___
Tik.tik.tik.
Suara jam dinding seolah mengalun mencairkan suara hening yang tercipta. Sudah hampir dua jam aku memunggunginya. Dan aku tak mendengar suara aktivitas apapun di belakang sana. Mungkin dia tertidur. Aku menggeser posisiku dan beranjak dari ranjangku.Kulihat lagi-lagi di tertidur di kursi tua itu, kini kepalanya mengadah ke atas. Mempermudahku untuk menatap lekukan wajahnya, sekali – lagi. Hari – ini.
Saat ku membelai surainya yang kecoklatan, dan menghirup lagi aroma rambut serta nafasnya. Entah mengapa kini aku tak ingin menciumnya ‘hanya’ disitu. Ku majukan wajahku dan menatapnya lembut, saat beberapa centi, ku hentikan aksiku. Ini tak benar, seharusnya aku bersikap jantan dan tak hanya mengaguminya saat tertidur. Saat ku ingin memundurkan wajahku, tiba-tiba sebuah tangan merangkul leherku.
Ia membuka matanya. dan menatapku.
Aku menegak air liur, mengapa ia tiba-tiba terbangun? Aku menghindari tatapan matanya namun tak bisa. Ia mendekatkan wajahku ke arahnya. Dan .. bibir kami saling bertaut. Aku memejamkan mata, merasakan kehangatan yang tiba-tiba menggebu dalam hatiku. Perasaan aneh yang menjalar di sekitar kepalaku turun dan menggerayangi setiap aliran darahku. Kami memulainya. Bukan aku atau dia. Tapi kami.
10 menit.
15 menit.
20 menit.
Hingga kami melepas tautan kami. Aku memandangnya, dan dia memandangku seraya melepaskan rangkulannya. Suasana menjadi canggung seketika. Hingga ia membelai suraiku dan menatap manik kelabu warisan ibu ku.
“Jangan pergi – Kyung Soo. Berjanjilah kau tak pergi kemanapun setelah lulus nanti.” Ucapannya yang spontan membuatku membeku. Ku tarik lagi wajahnya dan mencium bibir nya sekali lagi, dan segera ku lepaskan.
“Memangnya aku akan pergi kemana?”
“Australia..?”
“Aku tak akan pergi kemanapun jika kau menahanku. Atau aku akan tetap pergi namun dengan membawamu bersamaku. Aku tak akan pergi sendiri. Selalu ada ruang untukmu disini.” Aku menunjuk ke dadaku, sendiri. Ia tersenyum dan tersipu malu. Secara harfiah, aku dan dia sama-sama tidak saling mengatakan, ‘aku menyukaimu’ atau ‘Aku mencintaimu’. Tapi kami sama-sama tahu apa yang ada di hati kami.
Gadis itu menatapku sekilas, lalu mengambil ponselnya.
‘Yeobeoseyo..
…Eonni aku tidak jadi pulang bersama mobil barang itu. besok pagi baru aku akan pulang – disini salju sangat tebal. Tenanglah, aku bersama Kyung Soo, calon suamiku.’
Piip.
Ia menutup telepon tanpa mendengar sesuatu dari lawan bicara. Aku terkesiap lalu memeluknya. Apakah itu artinya ia ingin bersamaku lebih lama? Setelah beberapa menit, Ia melepaskan pelukanku dan mendekatkan hidungnya pada hidungku. Digesekkannya pelan lalu menggenggam tanganku.
“Aku sudah tahu setiap kau melakukannya saat kita terkurung berdua – disini.”
“Maksudmu.?”
“Tentang tatapan mu, tentang ciumanmu di keningku. Aku sudah tahu sejak awal. Kau seharusnya tahu, bahwa aku – tak – pernah – bisa – tidur – jika belum meminum susu coklat. Dan setiap aku tertidur di ruangan ini. Terkurung berdua denganmu, aku sebenarnya tidak tidur. Aku hanya memejamkan mata dan menahan diriku sendiri untuk tidak menghambur memelukmu. Namun saat ini, aku tak bisa menahannya lagi,maaf.” Ungkapnya.
“Mengapa kau tak mengatakannya..? aktingmu bagus sekali. Sampai aku tertipu bertahun-tahun lamanya.” Kataku sedikit kesal karena telah dibohongi.
“Aku sengaja. Karena jika aku langsung memberitahumu. Kau takkan mencium keningku lagi. Hehehe. Kyung Soo ini hanya milikku.”
“Dan (namamu) hanya milikku.” Aku tersenyum dan memeluknya lagi. Untuk pertama kalinya aku ingin berkata pada salju yang turun dengan derasnya di luar sana.
‘Jangan berhenti. Tahanlah kami disini. Sekali lagi.’

End.
Kyahahaha.. ff apaan ini? Sangat aneh dan tidak jelas. Wkwkw.. kira-kira para readers bener-bener ngebayangin cewenya sebagai kamu sendiri nggak? Kalau yang nulis sih iya. Hahaha..
Oke deh, banyak basa-basi, langsung aja review.😄

3 thoughts on “[EXOFFI Facebook] Sweety Snow

  1. aku udh ngebanyangin itu aku,dan itu bikin hatiku berbunga-bunga authornim,gumawo,sweet banget si,seandaix itu bnran aku,aku ga nolak sama sekali appun y bkln Dyo Oppa lakukn wkwkwk

  2. aku udh ngebanyangin itu aki,dan itu bikin hatiku berbunga-bunga authornim,gumawo,sweet banget si,seandaix itu bnran aku,aku ga nolak sama sekali appun y bkln Dyo Oppa lakukn wkwkwk

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s