[EXOFFI Facebook] Fuchūina on’nanoko (Chapter 1)

10846193_683632191754168_5058397886521199799_n

 

Judul : Fuchūina on’nanoko
Author : Akane Narita
Cast : Do Kyungsoo(EXO),Kim Nara(my OC),and other cast.
Genre: comedy-romance
Length : 1 – ?

Hai,aku datang kembali dengan ff dalam bentuk catatan🙂 maaf ya jika alurnya kecepetan,atau typo yang terlalu banyak,atau tidak sesuai EYD🙂. Oh iya aku mau minta tolong ya sama readers,akukan udah buat cerita ini semampuku dan aku pengen banget dapet tanggepan kalian lebih dari sekedar ”LANJUT” ya :’) itu sakit banget asli dapet komenan begituan,yang aku mau itu saran dari kalian supaya aku bisa memperbaiki tulisan aku di cerita-cerita lain,akukan udah bikin ceritanya,nah kalian tinggal kasih saran dan kritik,jadi kita simbiosis mutualisme alias saling menguntungkan bisa? :’) kalian cukup ketik kekurangan-kekurangan aku aja kok :’) ok HAPPY READING YAAAAH

AUTHOR’S POV

”Kyungsoo-ya! Ayo,cepatlah!”.
Nara melangkahkan kakinya lebih cepat dan sesekali menengok ke belakang,ke arah Kyungsoo. Sesekali gerutuan keluar dari mulutnya saat melihat Kyungsoo malah memutar bola matanya malas. Bagaimana bisa Kyungsoo menghentikan aktivitasnya itu sekarang jika melihat Nara yang tergesa-gesa? Padahal pesawat baru akan sampai Seoul setengah jam lebih lagi. Kyungsoo melihat gadis itu berjalan lebih cepat dan sekarang Kyungsoo berusaha menyeimbangkan langkah kakinya dengan Nara. Jangan tanya kenapa Kyungsoo yang sebenarnya laki-laki malah lebih lama berjalan ketimbang Nara. Dia tadi harus memarkirkan mobilnya sementara Nara sudah melenggang masuk ke dalam bandara.

Kyungsoo menangkap pergelangan gadis itu erat saat kakinya dapat menyeimbangkan langkah Nara. Tindakannya itu membuat Nara menghentikan langkah dan menatap Kyungsoo heran.

”Berjalanlah dengan hati-hati. Bandara sekarang sudah mulai ramai dengan orang yang juga ingin menjemput kerabat mereka”.

”Aku hanya takut umma(ibu) sudah sampai,Soo”.

Belum sempat Kyungsoo membalas perkataan Nara,tapi gadis itu sudah lebih dulu menghempaskan tangannya dan kembali berjalan dengan tergesa-gesa. Kyungsoo menghela napas kesal. Lagipula,kenapa bandara ini sangat besar?,pikirnya. Hanya orang bodoh yang tidak tahu jawabannya. Bandara ini merupakan bandara internasional. Banyak turis-turis yang hanya melakukan transit lalu kembali pergi dengan pesawat.

Matanya terbelalak kaget saat melihat gadis itu yang mempercepat langkahnya tanpa melihat orang yang juga tersega-gesa dari arah samping Nara.
Kyungsoo berlari mengejar Nara dan menahan tubuhnya saat merasa Nara terdorong ke arah samping,tepat terdorong ke arah tubuh Kyungsoo. Apa jadinya bila Kyungsoo telat sampai? Gadis itu akan jatuh dan mungkin saja akan terbentur keras dengan lantai bandara. Tidak heran mengapa seandainya itu bisa terjadi. Karena orang yang bertabrakan dengan Nara adalah orang dengan badan besar. Kyungsoo mempererat pelukannya saat merasa Nara mencengkram lengan bajunya erat.

”Ah,jeongmal jwesonghamnida(maaf),Tuan. Dia tidak sengaja,dia hanya terburu-buru tanpa melihat keadaan sekitar”. Kyungsoo membungkuk sedikit,terlalu susah dengan Nara yang masih berada dalam pelukannya.

”Gwaenchana(tidak apa-apa),maafkan aku juga nde(ya).” Orang itu pergi setelah membungkuk sedikit dan melirik ke arah Nara.

Kyungsoo mengehela napas pelan. Dia mencoba melepas pelukan Nara.
”Kau baik-baik saja?”.

Nara hanya mengangguk pelan. Gadis ini pasti masih terkejut dengan benturan barusan.

”Lain kali hati-hati,jangan tergesa-gesa. Aku tau kau orang yang sangat keras kepala,tapi aku mohon ikuti perkataanku kali ini saja,ya?”. Kyungsoo mencoba meredam kekesalannya saat melihat mata Nara yang menatapnya sendu. Dia mengerti gadis itu juga masih bingung dengan keadaan. Semua terjadi begitu cepat saat gadis itu terdorong dengan kencang ke arah sampingnya-ke arah Kyungsoo untungnya. Nara merasa kepalanya sedikit pusing setelah kejadian tadi.

”Yasudah,ayo jalan lagi”.
Kyungsoo menggenggam tangan Nara yg terasa dingin. Dia tidak mau lagi membiarkan Nara berjalan sendiri. Walaupun Kyungsoo sempat melihat raut wajah Nara yg dipenuhi rasa bersalah tidak menutup kemungkinan dia akan mengulanginya.
Kyungsoo menghentikan langkahnya saat tangannya digerak-gerakkan Nara.

”Kyung,maaf. Aku janji tidak akan mengulanginya lagi”. Kyungsoo tahu Nara tulus mengucapkan itu,hanya saja pasti Nara akan mengulanginya lagi,kejadian seperti ini sudah sering terjdi.
Nara juga tahu Kyungsoo kesal karena kecerobohannya. Kyungsoo diam dan itu tandanya dia sedagn kesal,membuat Nara merasa bersalah padanya. Kyungsoo kembali menghela nafas pelan.
Dia mendekat dan mengecup pucuk kepala Nara.
”Tidak usah berjanji,aku tau kau tak akan bisa menepatinya”. Menyebalkan bagi Nara saat Kyungsoo sudah berkata seperti itu,tapi bukankah memang benar? Nara sangat sulit diatur menurut Kyungsoo,menurut dirinya sendiri pun begitu. Dia selalu merasa menyusahkan Kyungsoo dengan tingkahnya yang dia akui hyper dan keras kepala. Tapi kenapa Kyungsoo masih mau berdekatan dengannya? Kenapa tidak meninggalkannya saja? Pertanyan itu terus bergelayut di pikirannya.
Karena Kyungsoo tahu akibatnya jika ia pergi,dengan ada dirinya saja Nara masih sulit diatur,apalagi jika dirinya pergi. Kyungsoo tidak yakin dengan keadaan gadis itu sekarang jika dia sudah pergi. Maka kyungsoo mencoba mengontrol gadis itu perlahan-lahan,tanpa Nara rasakan.

Mereka sampai di tempat bagian orang yang menjemput. Kyungsoo dan Nara duduk di bangku dekat dengan cafetaria.

”Apa kepalamu terasa pusing?”,tanya Kyungsoo. Tangannya mengelus pelan kepala Nara . Nara mengangguk perlahan tanpa menatap Kyungsoo. Dia tahu Kyungsoo masih kesal walaupun laki-laki itu sudah memaafkannya. Tabrakan tadi sangat keras menurutnya,kepalanya juga terasa berkunang-kunang sesaat setelah tabrakan, rasanya ingin pingsan saja. Dia dapat melihat dari ekor matanya Kyungsoo duduk lebih dekat dan kembali mengelus pelan dan meniup-niupkan kepalanya pelan. Nara menatap wajah Kyungsoo dari jarak sedekat ini,membuat jantungnya bekerja dua kali lebih cepat. Kyungsoo sangat perhatian walaupun sedang kesal,membuat dirinya lebih merasa bersalah karena merepotkan Kyungsoo.

”Soo-ah,di sini terasa sakit”,ujarnya dengan tangan menunjuk kepala bagian kiri. Tangan Kyungsoo berpindah ke arah yang Nara tunjuk dan kembali mengelusnya pelan.
”Saat aku bilang berjalan pelan-pelan,maka berjalanlah dengan pelan. Saat aku menyuruhmu berhenti,maka berhentilah. Tunggu saja aku,kenapa harus tergesa-gesa gadis keras kepala? Kau melakukannya seakan kau tidak percaya padaku”.

”Soo,bahu kiriku juga terasa sakit. Terlebih saat kau terus bicara,bahuku terasa lebih sakit,aduh..aduh..bagaimana ini,Soo?”. Nara terus mengaduh dengan tangan yang mengelus bahu kirinya. Jujur,di sana juga sakit. Tapi apa hubungannya dengan Kyungsoo yang mengomel lalu bahunya menjadi lebih terasa sakit? Dia pikir Kyungsoo sebodoh apa?

”Ck,dengarkan perkataanku gadis keras kepala! Jangan mencoba mengalihkan perkataanku! Aku berbicara panjang juga demi kebaikanmu!”, Nara mengerucutkan bibirnya sebal saat mendengar Kyungsoo malah semakin banyak bicara,dalam hati dia menyesal berkata seperti tadi,”lagi pula apa hubungannya dengan aku mengomel lalu bahumu bertambah sakit?”,lanjut Kyungsoo. Uh,Kyungsoo membuat dirinya malu dan terlihat bodoh,tapi bukankah dia memang bodoh?

”Soo,ini sakit~”. Nara meringis dan menunjuk-nunjuk bahunya yang tak kunjung dielus Kyungsoo. Laki-laki ini malah semakin banyak bicara.

Kyungsoo menghela napas pelan dan mengelus bahu Nara pelan.
”Kau tidak pandai mengalihkan perhatianku. Mana ada hubungannya bahumu terasa lebih sakit ketika aku banyak bicara”. Nara berdecak sebal saat Kyungsoo masih saja membahasnya.

”Arrata,sudahlah,aku malas berbicara denganmu”.

Kyungsoo terkekeh geli melihat gadis itu lebih memilih mandang ke luar bandara. Apa objek di sampingnya kurang menarik? Kalau ada tolong bawa apapun itu ke hadapan Kyungsoo sekarang.

”Kau mau es krim?”,Kyungsoo mencoba mendapatkan perhatian gadis itu lagi. Dia tahu mengapa Nara memilih mengakhiri percakapan mereka saat itu,karena pada akhirnya Kyungsoo pasti akan mengoloknya gadis bodoh.

”anni(tidak)”.

”sungguh? Kau akan menyesal saat kau menolak ini,karena tadi aku melihat es krim itu terlihat menggiurkan. Terlebih lagi aku melihat ada seseorang yang membeli es krim rasa strawberry dengan tiga buah strawberry di atasnya.”

Nara menoleh cepat ke arah Kyungsoo dengan mata berbinar.

”Apakah kau mau membelikanku yang seperti itu?”. Kyungsoo tersenyum ,dalam hati ia tertwa melihat tingkahnya yang sepeti anak kecil. Nara dengan mudah melupakan amarahnya saat seseorang memberi sesuatu. Tentu saja pikiran itu hanya di dalam hatinya,bisa-bisa Nara lebih marah dari ini saat dia menyuarakan apa yang ada dalam pikirannya.

”Tentu,jadilah gadis penurut sebentar selama aku memesan eskrim itu. Jangan pergi kemana-mana. Aku akan selalu memperhatikanmu meskipun kedai es krim di sana terlihat penuh. Telpon aku atau teriak saja bila ada orang yang mengganggumu. Aku bisa mempercayaimu kali ini kan?” .
Kyungsoo hanya khawatir dengan Nara,terlebih di bandara ini sangat luas,dia takut terjadi sesuatu mengingat tingkah gadis ini yang tidak bisa diam. Sebenarnya bisa saja Kyungsoo mengajak gadis itu bersamanya,tapi jika melihat keadaan kedai yang sangat ramai tidak mungkin dia mengajak gadis itu,yang ada Nara terhimpit badan besar pengunjung kedai yang kebanyakan adalah turis-turis.

”Ya,aku berja..”.
”Tidak usah berjanji,cukup patuhi perkataanku,aku pergi dulu”.
”ne..”

Kyungsoo melangkah pergi. Tapi baru beberapa langkah,dia berhenti dan menolehkan kepalanya saat mendengar Nara memanggil namanya.
”Soo hati-hati,aku akan duduk diam di sini menuruti permintaanmu dan menunggumu di sini”.
Kyungsoo tersenyum geli dan mengacungkan ibu jarinya.
Sungguh Kyungsoo geli saat mendapat perhatian gadis itu yang menurutnya berlebihan,padahal kan kedai itu tak terlalu jauh. Dia mngedikkan bahunya dan kembali melangkah dengan senyuman yg mengiringi langkah kakinya menuju kedai es krim.

To be continued🙂

Cuap-cuap author ; hai masalah judul akan aku kasih tahu di ending cerita yah :3 maaf ya kalo ceritanya ga memuaskan😦 tapi aku udah berusaha semampu aku :’) oh iya aku butuh banget saran dan kritik kalian,aku butuh lebih dari sekedar ”LANJUT THOR”,aku mau kalian kasih saran tentang tulisan aku bukan seperti itu,biar aku bisa jadi lebih baik di tulisan selanjutnya terlebih aku ngetik lewat hp,berasa capeknya kan? :’) see you next time in the next chapter readers!:’)
maaf yang gamau ditag ntr aku apus🙂 jangan lupa ya sekali lagi komentar kalian dengan ff aku🙂

One thought on “[EXOFFI Facebook] Fuchūina on’nanoko (Chapter 1)

  1. wah lucu mau dong diperhatiin sama Dyo Oppa kya dia memerhatiin nara!/Plakk/Cerita ngehibur bikin ketawa sendiri aj authornim

    Keep writing

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s