[EXOFFI FREELANCE] Hold Me Tight (Chapter 19)

hmtposter3

Hold Me Tight

#20A

RahayK

–Main Cast–

Irene Bae as Park Ae Ri

Byun Baekhyun as Baekhyun

Song Yun Hyeong as Yun Hyeong

–Support Cast–

Da Hyun Kim ‘Twice

Wang Jackson ‘GOT7

Do Kyung Soo ‘Exo

Wendy ‘RV

AU | Married -Life | Romance | Sad | Life | Human | Little Medical

Karya ini dapat tercipta atas inspirasi  satu musik berjudul ‘Hold Me Tight’ dari BTS. Dan diambil dari potongan kehidupan manusia. Tidak ada plagiat atau unsur peniruan yang bersifat merugikan seluruh pihak.

Tidak di Copy – Tidak di plagiat –

*Mohon banget buat para pembaca yang nemuin ff dengan jalan cerita yang sama kayak gini segera bilang ke aku.

#Prolog _ #1_#2_#3_#4_#5_#6_#7_#8_#9

_#10_#11_#12_#13_#14_#15_#16_#17

#18_#19 (now)

H             O           L            D           M  E                  T           I            G           H             T

 

Ae Ri memandang Joo Eun dari kaca tembus pandang. Sebuah senyum sakit terukir dibibirnya, Kyung soo yang melihat itu segera menghampirinya. “Joo eun anak yang kuat, Noona.—sama seperti ibunya.” Ujar Kyung soo menyemangati Ae Ri, ibu dari putrinya itu kemudian menarik nafas pelan.

“Kau benar, terimakasih sudah mengontrol  Joo Eun, karena aku yakin dokter Ji sibuk—“ Ae Ri membalikkan badannya dan diikuti oleh Kyung soo. “Hmm, itu sudah tugasku.Operasinya akan dilaksanakan sekitar seminggu lagi –apa kau sudah mengabari Baekhyun?” pertanyaan Kyung soo membuat Ae Ri menghentikkan langkahnya dan memandang Kyung soo.

“Mungkin nanti –aku tidak ingin mengganggunya bekerja.” Kyung soo mengangguk mengerti, sementara Ae Ri sedang sibuk dengan ponselnya karena ia menerima panggilan dari seseorang. “Noona, aku harus pergi.—‘ Ae ri mengangguk mengerti dan mengisyaratkan agar Kyung soo pergi saja, lalu melanjutkan perbincangan ditelponnya.

“Nde, Yun Hyeong –ssi.. aku dirumah sakit.—a-aniyeo, aku akan kesana sendiri tidak apa –apa.”

BRUK!

Seseorang menabrak Ae ri,namun lelaki itu malah menyunggingkan senyuman lebar. “Eo?Seperti didrama, apa kita sebetulnya jodoh, Ae Ri –ah?” katanya antusias, mendengar gurauan itu Ae Ri hanya tertawa kecil dan mematikan sambungan telponnya. “Kau sengaja menabrakku ‘kan, Yun Hyeong –ssi?—‘ tawanya terhenti begitu ia melihat orang dibelakang Yun Hyeong, duduk dikursi roda yang didorong oleh  Ji Won, sekretarisnya Yun Hyeong. Ae Ri segera membungkukkan badannya, karena fakta dari pria tua paruh baya itu, wajahnya benar –benar mirip Yun Hyeong.

“Anyeonghaseo –aku—‘   “Dia adalah gadis yang ingin ku undang kerumah kita, ayah.Namanya Park Ae Ri –dia cantik bukan?” cela Yun Hyeong ditengah Ae Ri yang  ingin memperkenalkan dirinya secara sopan.Kemudian, lelaki paruh baya itu tersenyum ramah pada   Ae Ri. “Senang bertemu dengan gadis dengan wajah bersinar sepertimu, Ae Ri –ssi..”katanya diikuti dengan kekehan, Ae Ri hanya tersipu malu sedangkan pria itu melanjutkan “—Aku ayahnya Yun Hyeong, maaf baru bisa menyapamu. Yun Hyeong –ah, aku tahu ini mendadak. Tapi, mungkin hari ini adalah waktu yang tepat untuk mengundang Ae Ri untuk makan malam bersama kita. Bagaimana?—“

Yun Hyeong hanya tersenyum simpul dan memandang Ae Ri tak enak. Sedangkan Ae Ri hanya menaikkan bahu tak tahu. “kau –maksudku hari ini, waktumu kosong ‘kan?Ae Ri –ssi” Ae ri yang mengerti isyarat Yun hyeong, mengingat jika pelaksanaan jamuan makan itu ditunda hari ini, ia khawatir jika Baekhyun keburu pulang. Dan, ia tak ingin membuat masalah semakin rumit. “Sebuah kehormatan karyawan sepertiku bisa satu ruangan denganmu, Tuan Song.. mari, akan aku antar anda hingga ke mobil.—“ ujar  Ae ri mengambil perannya, mengisyaratkan Ji won untuk pergi ke parkiran lebih dulu, sementara Yun Hyeong hanya tersenyum, senyuman yang menurut Ae Ri paling tidak ada beban. Walau ia dan Yun Hyeong tahu betul ini adalah kebohongan. Tujuan Ae Ri satu, membalas kebaikkan Yun Hyeong dengan  cara ini. Dan, Yun Hyeong untuk membahagiakan ayahnya yang sedang sakit.

Ae Ri harap, itulah tujuan Yun Hyeong sebenarnya.

Tidak ada maksud lainnya.

Karena, Ae ri sudah punya keluarga sendiri. Walau, Ae Ri  akui ini tidaklah benar. Membohongi orang tua yang sedang sakit, dengan berpura –pura menjadi orang yang paling berarti untuk Yun  Hyeong.

Itu jahat.

Tapi, jika itu membuat balas budinya terbalas.

Itu cukup untuk Ae Ri.

“Oh ya, ku dengar kau bekerja di Song Corporation—“ Tuan Song membuka perbincangan setelah jamuan makan –makan usai. Ae Ri  merasa tak nyaman, karena sedari tadi kaka perempuan Yun Hyeong terus menatap Ae Ri intens bahkan dipertemuan pertama mereka. “Nde, aku sedang uji coba dibagian lapangan divisi resort dan parawisata.” Ujar Ae Ri.

“Aku sudah usai makan malam,aku sedikit tidak enak badan. Ayah, dan juga Ae Ri –ssi aku keatas dulu.—permisi.”pamitnya dan pergi dari ruang makan kediaman Song yang megah itu. “Kalian berdua, lanjutkan saja berbincangnya..aku mau bertanya padanya apa ia baik –baik saja..” ujar Yun Hyeong yang pergi kekamar Ji Eun, kaka perempuannya.

Ji eun baru mau membuka pintu, namun ditahan oleh adiknya. “Lepaskan!—“ ujar Ji eun dengan nada menekan.“Ini  semua demi ayah, Noona –aku mohon jangan salah paham.” Jelas Yun Hyeong agar Ji eun mengerti situasi. “Tapi, kau terlalu nekat!Kau bisa saja melakukan itu, tapi mengapa harus wanita yang sudah bersuami?Bagaimana jika ayah tahu?!?”

“Aku mohon, rahasiakan apa yang kau ketahui tentang Ae Ri dari ayah. Noona –“ ujar Yun Hyeong memohon, Ji eun masih memandang adiknya kesal. “Itu  urusanmu.” Ji eun segera masuk kedalam kamar.

H             O           L            D           M  E                  T           I            G           H             T

Setelah jamuan makan malam usai, Ae Ri segera pamit pada sang empu rumah. “Tuan Song, aku harus pulang karena sudah larut. Kau juga harus istirahat..semoga kau bisa memimpin kembali Song Corporation.”

“Sepertinya, aku kekurangan waktu untuk berbincang denganmu, Ae Ri -ssi. Lain kali, mari kita bicara secara santai diluar rumah.. aku pikir itu ide bagus, bukan begitu Ae Ri -ssi.?”

“Appa–“

“Nde, aku setuju denganmu.Sampai bertemu lagi lain kali– Tuan Song..istirahatlah dengan baik.”

“Geurae!Yun Hyeong, jaga kekasihmu ini baik-baik.”

“Nde?Aah, nde abeoji..”

Sepeninggal Ayah Yun Hyeong, Ae Ri dan Yun Hyeong sama-sama adu tatap. “Ini buruk, Yun Hyeong..” desah Ae Ri sinis. Yun Hyeong hanya terkekeh dan menepuk bahu gadis itu pelan. “Tidak –tidak seburuk itu kupikir.Ayo, aku antar kau pulang.”

H             O           L            D           M  E                  T           I            G           H             T

“Kalian bisa istirahat hari ini–Oh ya, aku ingin memberi tahu kalian semua, sepertinya kita akan lebih lama dari jadwal semula.Seharusnya, kita bisa kembali minggu ini. Tapi, sepertinya cuaca buruk untuk 3 hari kedepan, itu artinya penelitian kita tertunda dan jadwal akan kacau. untuk itu kita harus menepi dulu ke dermaga terdekat, baru setelah itu kita kembali kesini ketika cuaca sudah membaik.” ujar ketua tim Yong Hwa.

Mendengar itu, para rekan Baekhyun hanya menggerutu pelan begitu juga dengan Baekhyun, meski ia diam tapi dalam hatinya ia melakukan hal yang sama.

“Aku mohon jangan mengeluh, ini diluar prediksi kita semua.Kalian silahkan beristirahat  dan jelaskan pada keluarga kalian tentang situasi mendadak ini. Selamat istirahat.” Yong Hwa berjalan meninggalkan dek kapal yacht yang cukup megah itu.

Beberapa orang lain sibuk dengan urusan masing-masing. Termasuk Chanyeol yang lebih memilih untuk segera naik kekasur begitu kepala Tim pergi. Baekhyun memilih untuk keluar dari dek, untuk menikmati angin malam.

Ia mengecek ponselnya, hanya ada notifikasi sosmed dan spam lainnya. Ia mengernyit begitu ada sebuah pesan teks dari Ae Ri yang baru saja masuk.

From: 나 의 여 보

Baek,apa kau sibuk?aku ingin bicara padamu, jika kau senggang. 퓨 퓨

Baekhyun tersenyum dan segera menggeser dial, dari log-panggilan terakhirnya.

Terdengar nada sambung beberapa saat.

“Halo?–apa ini kau Baek?”

“Ya, tentu saja aku. kau kira siapa?lelaki lain?–” sindir Baekhyun memutar matanya.

“T-tidak Baek, jika kau melihatku sekarang aku sedang memasang masker bersama Seung Wan.Jadi, aku tidak bisa melihat siapa yang menelponku..maaf..”

“Hmm, baiklah aku percaya pada istriku tersayang..bagaimana kabar Seung Wan?–“

“Dia baik–tak usah ditanya aku juga baik, Baek. Apa kau sibuk?”

Baekhyun menggeleng, mengukir senyum kecil. “Hey,kau marah?Tidak juga,kami akan kembali ke dermaga sekarang–“

“Tidak,Baek. Aku hanya bergurau.Lalu, kau akan pulang ke Seoul?”

Pertanyaan Ae Ri membuatnya kembali teringat pada kata-kata ketua Tim Jung. Berat rasanya mengatakan ini pada Ae Ri. Ia harap gadis itu akan mengerti.

“Belum,penelitian harus tertunda karena 3 hari kedepan cuaca akan buruk.Jadi, sepertinya kepulanganku harus tertunda, Ae Ri. Sebenarnya, aku ingin memberitahumu hal ini.” jelasnya  seraya menatap langit malam.

“Ng, tak apa..aku senang setidaknya kau memberi kabar padaku. Apa dihari operasi Joo Eun kau akan datang?”

Ae Ri tidak baik-baik saja, walau ia mengatakan  ‘tak apa’. Suaranya mengisyaratkan bahwa ia tidak baik-baik saja.

“Tentu.Sesulit apapun situasinya akan aku usahakan untuk datang. Jangan khawatir..”

“Baiklah..jaga dirimu. Jangan lupa makan–“

“Kau juga..”

“Jika aku tak sibuk angkat telponku, oke?”

“Baiklah..Park-ssi..”

“Tidurlah yang nyenyak..”

“Ya, kau juga..”

“Aku rindu padamu..”

“Aku mencintaimu.. tetap disisiku, berjanjilah..Park Ae Ri.”

Jeda begitu lama, diseberang suara Ae Ri hilang untuk persekian detik. Baekhyun hanya memejamkan matanya menghela nafas panjang.

“Ng, sudah larut, istirahatlah..aku tutup telponnya.”

‘Seharusnya aku tak berkata begitu..’ gumamnya dan kembali kedalam kapal.

H             O           L            D           M  E                  T           I            G           H             T

“Noona! Ae Ri Noona!” panggil Jackson dari kejauhan. Ia segera meninggalkan Dahyun dibelakang begitu Ae Ri menoleh. “Eoh?kalian dari mana?” tanya Ae Ri tersenyum lebar, sementara Dahyun hanya menonton pacarnya yang menyapa seseorang yang paling enggan ia lihat kehadirannya.

Ia bukan membenci Ae Ri sebetulnya, hanya saja ada bagian dari dirinya yang menentang betul jika hubungan mereka membaik.

Bagi Dahyun, Ae Ri bukanlah siapa-siapa untuknya. Namun, Ae Ri itu terlalu naif.

Mengkondisikan hubungan mereka sepertinya tambah memburuk semakin berjalannya waktu. Apalagi, sekarang Ae Ri bekerja dibawah Yun Hyeong. Dahyun hanya takut, hal radikal yang ia pikirkan akan terjadi.

Menurutnya, Ae Ri adalah wanita yang tak punya pendirian yang tak begitu kuat, dinding pertahanannya bisa dengan mudahnya hancur hanya karena segelintir persoalan dari orang tak bertanggung jawab seperti Yun Hyeong.

Bagaimana jika Baekhyun yang akan terluka nantinya, ia bersumpah demi langit terbelah dua, ia akan menghabisi wanita itu dengan hujatan, biar moral saja yang mengakhiri hidupnya.

“Kami, habis membeli buku untuk ujian, Dahyun dan Aku berencana untuk kembali kuliah pada tahun ajaran baru nanti. Noona mau kemana?”

Ae Ri mengangguk mengerti. “Kerja bagus.Benar juga, lagi pula kalian masih punya banyak waktu untuk belajar. Aku sarankan untuk menyelesaikan kuliah dulu baru setelah itu menikah.”

“Bagaimana denganmu–Ae Ri -ssi?Kau menikah dengan Baekhyun Oppa, di saat kuliahmu berjalan.Apa kau sejak dulu merasa keberatan dengan rumah tangga kalian?”

“Da Hyun! —Apa Noona sudah makan siang?” Jackson bertanya mengalihkan topik, sebetulnya itu memang tujuan utamanya menyapa Ae Ri.

“Suasananya tidak enak.” kata Ae Ri menggaruk tengkuknya. Sementara Dahyun masa bodoh dengan Ae Ri.

“Mengapa harus tidak enak. Hanya satu meja makan, kau bisa pesan makan siangmu sendiri. Cepatlah, Wang. Aku sudah lapar..” ujar Dahyun dan berjalan meninggalkan mereka.

“Ayolah,noona..” Jackson memohon, Ae Ri akhirnya mengangguk setuju.

“Ng, baiklah..”

Da Hyun berbalik dan mengembalikan kantong belanjaan ketangan Jackson.

“Wang?kita ke kedai ramyun yang waktu itu saja.”

Mereka tiba dikedai yang dimaksud Dahyun, yang tak lain adalah kedainya Yi Xing. Dahyun segera menarik bangku yang kosong. Begitu juga dengan Jackson dan Ae Ri. “Ini adalah kedai temannya, Hyung ‘kan?” tanya Jackson. Ae Ri hanya tersenyum simpul, tak lama datang seorang pelayan. “Mau pesan apa?” begitu mendengar suara si pelayan, Ae Ri menengadah dan menyapanya. “Oraemanida, Yi Xing -ssi!”

“Lama tak melihatmu, sudah lama sejak terakhir kali  kau kesini bersama Baekhyun itu sekitar beberapa tahun silam. Saat itu musim dingin.” Yi xing berkata sambil mengingat-ingat kembali kejadian saat itu. Ae Ri menggangguk membenarkan.

“Ya, kau benar.. kebetulan juniorku yang temannya Baekhyun juga mengajakku makan siang disini.” Jackson dan Dahyun sama-sama menundukkan kepala sebagai tanda hormat.

“Benarkah?” tanya Yi xing antusias.

“Baekhyun Hyung yang merekomendasikan tempat ini pada kami.”ujar Jackson, sementara Yi xing mengeluarkan notenya.

“Oh ya, kalian mau pesan apa?”

“Sepertinya menu rekomendasi hari ini akan menarik, bagaimana denganmu Dahyun? dan Noona?” tanya Jackson kepada dua wanita dihadapannya. Da Hyun hanya mengangguk dan Ae Ri menjawab singkat.

“Baiklah..”

“Akan aku siapkan menu spesial untuk kalian, jamsiman..”

Dahyun masih sibuk dengan ponselnya, ia mengetik beberapa pesan teks untuk orang yang berada disebelahnya.

To: Wang

Ya! karena kau yang mengajak Ae Ri kesini, jangan coba-coba untuk menyuruhku mengobrol dengannya!Arra?!

Ponsel Jackson bergetar, ia mengernyit begitu melihat pesan teks. Ia tertawa seraya memandang Dahyun sekilas, meski begitu ia tetap saja membacanya dan mengetik satu kata.

To: Princess Ice

Ne.

Begitu mendapat jawaban, Da Hyun memandang Jackson ia memberi tatapan bahwa aku–akan membunuhmu–lihat–saja nanti!

Namun, Jackson tak gentar juga. Dan mulai berbincang dengan Ae Ri.

“Oh ya, Noona. Bagaimana Baekhyun hyung disana?–aku tahu ini memang bukan bidangnya dia. Tetapi, ia bilang padaku bahwa ia menyukainya.”

“Yah, tentu saja ia baik. Sekarang, dia lebih bisa mengontrol emosinya. Mungkin itu semua demi Joo Eun.”

“Tapi, kau selalu berkomunikasi dengan Baekhyun hyung ‘kan, Noona?”

“Hanya beberapa kali, karena terkadang ia bilang tidak ada sinyal.Dan, ia tidak punya waktu senggang untuk berbicara banyak. Tetapi, ia bilang kepulangannya harus tertunda karena cuaca buruk.–justru aku berterimakasih pada Ayahmu, Jackson, karena kalau tidak, Baekhyun masih jadi pengangguran hingga sekarang.”

“Tidak Noona, hyung dan Noona seperti keluarga untukku.”

“Heol! lalu bagaimana dengan gadis yang disini?”

“Tentu saja kau pacarku, memangnya kau bersedia jadi keluarga masa depanku?”

“Topiknya mengganggu, ganti saja!”

“Pesanan menu rekomendasi..” Yi Xing keluar dari bilik dapur dan menyajikan pesanan Ae Ri, Jackson dan Dahyun. “Oh ya, Ae Ri -ssi? aku ingin berbincang denganmu setelah usai makan,apa kau ada waktu?”

“Umm, tentu saja. Aku kosong hingga jam 3 sore ini sebelum jam rapat dimulai.”

“Baiklah..nikmati makanannya..aku permisi dulu.”

“Gamsahamnida..”

“Apa ada hubungan khusus antara kalian?” todong Dahyun saat Ae Ri baru saja ingin melahap makan siangnya. Jackson menyenggol bahu Dahyun namun ia tak perduli, baginya apa yang ada dihati harus dikeluarkan, lagipula itu hanya pertanyaan sederhana.

“Tidak.Baekhyun dan Yi xing adalah teman satu universitas sewaktu di China. Walaupun sebetulnya mereka tak begitu akrab.”

“Aku sarankan jangan terlalu bersikap baik pada semua lelaki, karena kau sendiri sudah punya suami. Bagaimana jika Baekhyun -oppa adalah lelaki posesif akut. Kau pasti sudah habis diprasangka yang tidak-tidak.”

“Maksud Dahyun agar kau menjaga sikapmu yang sewajarnya saja, kalau bisa jika kau bertemu lelaki lain, walau itu teman Baekhyun sekalipun–ajaklah hyung, dengan begitu ia tidak akan bertingkah macam -macam padamu. Kau tahu ‘kan, Noona– maksud Dahyun dan aku adalah baik..”

“Aku tahu–jangan cemas.Terimakasih atas nasihat kalian. Selamat makan…”

Sesuatu mengganjal hati Ae Ri, setelah mendengar petuah dari orang yang umurnya lebih muda darinya ia merasa tak enak. Ia seperti sudah melakukan kesalahan fatal yang tak termaafkan tanpa Baekhyun tahu.

Apa yang dikatakan Jackson dan Dahyun memang tidak ada yang salah.Tapi, Ae Ri merasa ia tak sepenuhnya salah. Memangnya apa salahnya menyapa seorang yang memang kita kenal. Lagipula, Yi xing bukan seseorang yang seperti itu.

Ini semakin rumit, pikir Ae Ri.

H             O           L            D           M  E                  T           I            G           H             T

Yi xing masuk kedalam sebuah cafe, dimana ia dan Ae Ri memutuskan untuk berbincang. Ae Ri melambaikan tangannya, dan Yi Xing segera menghampirinya.

“Maaf harus menungguku lama.Karena, urusan dapur baru saja usai.” ia berkata sopan, dengan logat cina yang tak pernah lepas dari seorang Zhang Yi Xing. Ae Ri mengangkat sedikit lengan kemejanya, dilihatnya jam yang melingkar manis dilengan kirinya.

“Tidak apa-apa, aku masih punya waktu 1 jam sebelum rapat dikantor. Aku belum menyapamu secara baik tadi, Apa kabarmu, Yi Xing -ssi?” Ae Ri mengulurkan tangannya, dan disambut baik oleh Yi xing, ia pun menarik bangku yang ada dihadapan Ae Ri.

“Aku baik. Bagaimana dengan Baekhyun?Mengapa ia tak ikut ke kedai tadi?” tanya Yi Xing, “Dia sedang di Busan, melakukan penelitian untuk pertambangan. Kurang lebih seperti itu–sebelumnya, ia menjadi pengangguran.” ujar Ae ri mengulas senyum simpul, ia menyesap lattenya.

“Aah ya, bagaimana vaksin itu menjadi produk gagal?–ku dengar dari seorang relawan yang bekerja di Afrika, vaksin itu bekerja dengan baik. Apa yang sebenarnya terjadi?”

pertanyaan Yi xing, membuat Ae ri terdiam sejenak, ia tak tahu apa ini hal baik untuk menceritakannya ke Yi xing, tapi, ia sudah bertanya. Ae ri merasa harus hati-hati, karena kata-kata Dahyun ketika makan siang tadi.

“Baekhyun dijadikan kambing hitam, kemudian, dia didepak secara tidak hormat dan masuk kedalam black-list perusahaan farmasi se-korea.Kemudian–ia bekerja menjadi sales asuransi–kemudian dipecat karena berkelahi dengan atasannya. Dan, sebelum berada di Busan, dia menjadi pegawai gudang di Good Mart. Banyak yang kami lalui selama 5 tahun terkakhir ini, Yi Xing -ssi. Bagaimana dengamu?”

“Tidak banyak yang terjadi –bosku menyerahkan tokonya padaku karena aku sudah berhasil membuat menu baru dan toko cabang maju dan mendapat laba yang tinggi. Oh ya– aku kesini untuk memberikan ini–” Yi xing menyerahkan sebuah undangan pernikahan yang bertuliskan nama dirinya dan sang kekasih.

Ae Ri tersenyum lebar, seraya memegang undangan.Jika dipikir lagi, mengapa undangan saja terkesan mewah, berapa biaya yang mereka habiskan hanya untuk undangan.

“Wah!benarkah?Selamat kalau begitu. Kau akan menikah?– jika begitu harusnya aku membeli bunga untukmu, sebagai ucapan selamat.” kata Ae Ri berbasa -basi, Yi xing hanya tersenyum simpul, mengusap tengkunya. Mungkin, karena malu.

“Tidak perlu, itu berlebihan. Hanya pastikan kau dan Baekhyun datang keacaraku, itu cukup.Oh ya, apa selama pernikahan kalian– kalian belum punya anak, Ae Ri -ssi?”

Lagi, pertanyaan Yi xing membuat Ae Ri terdiam. bayang-bayang Joo Eun datang begitu saja dibenaknya. Ia rindu pada putri kecilnya.

“Kami punya seorang putri, umurnya genap 1 tahun,tahun ini. Namanya Joo Eun.Byun Joo Eun –tapi, ia sedang dirumah sakit sejak musim gugur tahun lalu..”

“Ya Tuhan, aku turut berduka atas kesedihanmu dan Baekhyun, Ae Ri -ssi. Kalian benar-benar orang tua yang kuat–” Yi xing memberikan jempol pada Ae Ri. Membuat gadis itu menyunggingkan sebuah senyuman walau ia telah menitikkan air mata.

“Tak ada yang benar-benar kuat, Yi xing -ssi. Baekhyun tidak pernah telihat menangis, namun ketika ia tidak bersamaku, ia berdiam diri untuk menahan sesaknya sendirian.”

“Tuhan pasti akan memberikan kebahagiaan suatu saat.”

“Terimakasih Yi xing -ssi. Oh ya, Joo eun akan dioperasi 4 hari lagi.–kau bisa kerumah sakit jika ingin melihatnya. Aku minta do’a mu, agar operasi Joo eun berhasil.”

“Tentu saja– walaupun aku tidak datang, aku akan selalu berdo’a untuk kesembuhan putri kecilmu. Pastikan kau datang dengam Baekhyun nanti, nde?– istriku jauh lebih cantik darimu, Ae Ri -ssi.”

“Omo! benarkah?syukurlah..setengah jam lagi aku harus rapat–jadi, aku harus pergi sekarang.”

“Oh ya, baiklah..hati-hati, Ae Ri -ssi.”

Ae Ri beranjak dari kursinya, ia segera menundukkan kepala dan pergi dari area cafe.

H             O           L            D           M  E                  T           I            G           H             T

Baekhyun menghitung kalender di ponselnya, ia lalu memberi tanda hari operasi Joo Eun. “Semoga kau bisa tumbuh besar, putriku..”

“Siapa yang tumbuh besar?”

“Tentu saja putriku, Yeol.”

“Oh, ku kira apa.Memangnya, kenapa kau berkata begitu?Tentu saja, ia akan tumbuh besar.”

“Bukan seperti itu, putriku akan menjalani operasi, diumurnya yang baru genap satu tahun awal musim panas ini.”

“Omo!benarkah–maaf, tak seharusnya aku mengatakan itu.”

“Yah, tak apa.Aku senang kau berdo’a yang baik-baik untuk putriku.”

“Ya!ponselmu terus bergetar sejak tadi, kau tak angkat?”

Baekhyun baru sadar kalau ponselnya bergetar berulang kali. Dan itu dari dokter Ji.

“Yeobseyeo?”

“Aku perawat Na, apa ini ayahnya Joo Eun?”

“Ya, aku ayahnya, ada apa?”

“Sesuatu terjadi–sehingga operasi harus dilakukan dengan segera, apa anda bisa segera kesini?”

“Mwo?!Baiklah!Aku akan kesana!”

To Be continued

3 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] Hold Me Tight (Chapter 19)

  1. Ping-balik: [EXOFFI FREELANCE] Hold Me Tight (Chapter 20A) | EXO FanFiction Indonesia

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s