CASE 41-D — [Case 00] — IRISH’s Story

irish-case-41-d

|   CASE 41-D   |

|   Case 00 — Humanity   |

|  Baekhyun x Aeyoung  |

|  Fantasy x Friendship x Romance x School-life x Sci-Fi  |

|  Chapterred  |  Teen (in some condition will change into R)  |

|  by IRISH  |

—  because a love case doesn’t come with a time but the progress

|  standart disclaimer applied  |

2016 © IRISH Art & Story all rights reserved

♫ ♪ ♫ ♪

In Baekhyun’s Eyes…

Bukannya meledek, tapi manusia terkadang begitu kolot.

Bagi manusia, seribu kebohongan berarti sebuah kebenaran. Dan well, menggelikan—bagiku, khususnya—ketika seribu kebohongan tentang kami mereka anggap sebagai sebuah kebenaran.

Sungguh, apa dalam pandangan mereka kami adalah makhluk mengerikan? Terlebih lagi, mengapa mereka seringkali menggambarkan kami dengan warna hijau menjijikkan? Sial, aku sungguh perlu memberitahu teman-temanku yang lain tentang anggapan manusia mengenai kami.

Ah, untuk sekedar informasi. Namaku adalah Byun Baekhyun, dan aku adalah seorang non-humanugh, kalian selalu menyebutku sebagai seorang alien, bukan? Baiklah, anggap saja aku mengakui kalau aku disebut sebagai alien. Well, aku adalah seorang alien yang tengah menyelesaikan penelitianku di bumi.

Kujelaskan dulu. Aku bukannya tengah meneliti manusia untuk kemudian menculik mereka dengan UFO, piring terbang—atau istilah aneh lain yang manusia katakan sebagai transportasi kami—dan membawa mereka ke luar angkasa untuk diteliti, lebih lagi mereka menduga alien memakan manusia.

Tolong—kutekankan dengan amat sangat, kalau manusia perlu membersihkan pikiran mereka dari prasangka negatif tentang kami.

Pertama, alien tidak berwarna hijau. Alien juga tidak berwujud mengerikan. Kedua, kami tidak menggunakan alat-alat transportasi yang mereka sebut UFO itu saja, mereka pikir kami makhluk dengan keterbelakangan teknologi? Ketiga, kami tidak pernah menculik manusia. Tolong, tempat kami tidak begitu sepinya sehingga membutuhkan manusia untuk memenuhi tempat kami.

Kehidupan sosial kami juga sama baiknya dengan manusia. Kami hidup dengan baik, dan manusia perlu tahu itu. Keempat, kami tidak pernah memakan manusia. Untuk apa memakan manusia saat kami bisa mengkonsumsi hal lain yang lebih berguna? Ew, membayangkan tubuh manusia di dalam versi makanan saja sudah membuatku mual.

Kelima, aku ada di bumi bukan untuk meneliti mereka dan kemudian menculiknya, atau apa. Aku hanya sedang menyelesaikan studiku, itu saja. Kalian tahu, seperti sekolah dalam versi manusia, kami juga diharuskan berpendidikan.

Dan sebagai sebuah tugas akhir—begitu manusia menyebutnya—aku harus melakukan penelitian yang menarik untuk mendapatkan nilai tinggi. Keputusan nekat aku ambil ketika aku memilih untuk meneliti manusia.

Dan sudah hampir satu tahun aku habiskan untuk melakukan penelitian. Ugh, sungguh membuang waktu, sebenarnya. Tapi mau bagaimana lagi, aku harus menyelesaikan apa yang sudah aku mulai, bukan?

Bagaimana dengan hasil penelitianku? Nihil.

Sama seperti manusia yang seringkali gagal, aku juga mendapatkan kesulitan. Pertama, karena manusia mulai kehilangan rasa kemanusiaan mereka dan lebih cenderung mudah mencurigai orang lain sehingga aku tidak mudah mendekati mereka.

Kedua, karena manusia sering mengeluarkan kalimat yang tidak sesuai dengan apa yang mereka pikirkan sehingga hasil penelitianku secara subjektif dan objektif selama satu tahun ini tidak pernah sinkron.

Ketiga, karena… manusia itu menyebalkan. Sungguh. Mereka terus mencurigaiku, mengira jika aku berencana buruk terhadap mereka padahal yang kubutuhkan hanyalah pemikiran mereka terhadap suatu hal. Tapi mereka curiga aku akan melakukan hal buruk.

Sialan.

Karena tiga alasan itu, aku terpaksa menghapus rancangan penelitianku dan mengulangnya kembali dari awal. Dua bulan lalu, aku memilih sebuah tempat penelitian yang baru.

Hanyang High School, adalah tempat yang penuh dengan manusia dengan rata-rata dari mereka belum memiliki emosi yang stabil. Sangat cocok dengan subjek penelitian yang kucari-cari.

Aku ingat, rekanku pernah berkata jika kita pasti membutuhkan partner saat melakukan penelitian. Dan ucapannya benar. Aku memang membutuhkan rekan. Dan secara legal kutemukan rekan yang cocok denganku.

Setidaknya, ia sudah lolos dari Case 00 yang kulakukan padanya.

Humanity. Dia membuktikan padaku jika secara sempurna ia bisa lolos dari semua penelitian subjektif dan objektifku tentang rasa kemanusiaan yang normalnya harus manusia miliki.

Namanya adalah Lee Aeyoung, seorang manusia berusia delapan belas tahun yang sekaligus menjadi teman sebangkuku selama dua bulan ini—dan sampai waktu tertentu ketika aku menyelesaikan penelitianku nanti.

Bisa kujelaskan sedikit tentangnya? Karena ia adalah rekanku di dalam penelitian nanti, jadi setidaknya kalian harus mengenalnya dengan baik seperti kalian mengenalku. Aeyoung cukup populer di sekolah, karena ia adalah bungsu dari lima bersaudara dimana keempat saudaranya adalah orang-orang yang cukup terkenal di dunia entertainer.

Kakak pertamanya, bernama Lee Jinkyung, berusia tiga puluh satu tahun dan berprofesi sebagai dokter bedah plastik muda yang sekarang terkenal karena menjadi dokter konsultan di reality show kecantikan di televisi—aku rasa Aeyoung pernam membanggakan kakaknya ini sebagai murid kedokteran yang berprestasi atau apa, aku lupa karena bagiku tidak terlalu penting.

Kakak keduanya, adalah Lee Younghee, seorang pria berusia dua puluh enam tahun yang berprofesi sebagai seorang vokalis dari band terkenal di Seoul. Kakak ketiganya adalah seorang koki berusia dua puluh lima tahun, namanya  Lee Jooeun—kakak ketiganya juga sering muncul di televisi.

Kakak keempatnya? Namanya Lee Youngae, seorang gadis berusia delapan belas tahun yang bergabung dalam sebuah girl group terkenal dan juga berprofesi sebagai model dan aktris. Mengapa nama mereka mirip? Tentu saja karena mereka adalah saudara kembar.

Jangan tanya mengapa Aeyoung tidak menjadi seperti keempat saudaranya. Dia bahkan tidak bisa memutuskan apa yang ia inginkan, ia katakan ia juga tidak ingin menjadi terkenal seperti saudara-saudaranya karena kehidupan akan jadi membosankan.

Menggelikan, bukan? Ya, terkadang kupikir Aeyoung memang konyol. Tapi ia adalah rekanku, jadi aku anggap saja apa yang ia inginkan sangatlah wajar. Selain itu, Aeyoung juga punya sebuah kelebihan aneh. Ia bisa menebak dengan benar apa yang orang lain pikirkan.

Terkadang, kupikir ia bisa mengetahui pikiran manusia lain, tapi Aeyoung katakan jika ia hanya menduga-duga saja. Karena Aeyoung mengenal banyak orang dan bisa menduga apa yang orang lain pikirkan, ia menjadi rekan yang sangat berguna bagiku.

Kukatakan aku menjadikannya rekanku secara legal, bukan?

Ya, ia memang sudah menyetujuinya, secara lisan. Dan nanti aku akan meminta persetujuannya secara tulisan agar ia tidak bisa dengan tiba-tiba dan sepihak menghentikan kerja sama kami.

Apa dia mendapat keuntungan dari kerja samanya denganku? Tentu saja. Kalian hanya belum tahu imbalan tidak masuk akal macam apa yang ia minta dariku.

Bicara tentang Aeyoung, aku teringat pada Case 00 yang sudah kuuji cobakan padanya. Pertemuanku dengan Aeyoung terhitung cukup ekstrim. Ia hampir mati konyol karena terpeleset dari lantai empat—ruang penelitian sains—sekolah kami saat hujan turun dan saat itu, refleks aku menyelamatkannya.

Rupanya, Aeyoung sudah menduga-duga tentang diriku sehingga tidak butuh waktu lama juga bagiku untuk menguji cobakan penelitianku padanya. Hasilnya, tentu di luar dugaanku. Ia lulus di Case 00—yang dulu kulakukan pada lebih dari tiga puluh orang manusia—dengan sangat mudah.

Case 00, adalah penelitian tentang rasa kemanusiaan. Dan Aeyoung menjadi manusia pertama yang kuanggap memiliki rasa kemanusiaan paling tinggi. Karena ia juga manusia pertama yang menerima dengan senang hati keberadaanku sebagai seorang ‘alien’ di antara manusia.

Aeyoung tahu aku adalah seorang alien. Tapi ia tetap menganggapku sebagai seorang yang sama—murid baru di kelasnya, teman sebangku yang pendiam, pemuda yang misterius—dan bersedia menjadi rekanku. Ia tahu jika aku memerlukan rekan untuk menyelesaikan pendidikanku di sini, dan dengan senang hati ia menawarkan bantuan—meski imbalan yang dimintanya cukup tidak masuk akal.

Tapi ternyata, hal itu juga yang membuatku menganggap Aeyoung berbeda dengan manusia lainnya. Karena Aeyoung, aku tahu jika manusia bisa kuanggap sebagai seorang teman.

Ya, manusia dan alien bisa berteman baik. Aeyoung memberi jawaban atas Case 00 yang kuciptakan. Meski jawabannya tak pernah ia utarakan secara lisan, tapi aku sudah menyimpulkannya dengan sempurna.

Lee Aeyoung, adalah jawaban dari Case 00.

— 계속 —

IRISH’s Fingernotes:

Kutemukan fanfiksi ini terdampar di folder yang sudah berdebu dan terselesaikan di pertengahan tahun ini. Tepatnya, ketika aku belum mulai kerja dan disibukkan sama semua tetek-bengek ribet urusan pekerjaan yang nyatanya lebih menyita waktu dibandingkan fangirling. Kangen juga sama fanfiksi Baekhyun… lama enggak berdelusi tentang Cabe satu ini.

Hiks. Nasib mirisku…

Karena aku enggak tahu harus diapain ini cerita, jadi aku rasa di publish setelah di edit-edit dikit enggak apa-apa, ya? Berhubung cerita ini tiap case-nya (bahasa Baekhyun) enggak akan panjang jadi mungkin enggak menyita waktu dan enggak juga bikin mikir.

Bahasanya juga masih bahasa ala masa remajaku (ya sebelum kepala dua, gitu) jadi serius, enggak akan bikin mikir. Serius. Aku galaunya, ini cerita dibuat chapter atau series? Dibuat chapter kok tiap chapternya bakalan pendek-pendek. Dibuat series kok enggak pantes.

Chapter aja kali ya. Gapapa kan ya chapter dibuat pendek-pendek. Udah terlanjur pendek-pendek sih dari bentuk oroknya. WKWK.

Case 00 anggep aja prolog sekaligus perkenalan. Sodaranya Aeyoung banyak :”) visualisasinya nanti deh pas mereka muncul aja baru aku kasih. Kalo di awal nanti keburu lupa kan sedih (bilang aja males nyari gambar, Rish) iya bener, emang lagi males nyari gambar :”)

Enggak tahu dan enggak yakin ini nanti sampe Case berapa. Baekhyun enggak ngebolehin aku bagi-bagi spoiler. Dan itu judul juga enggak boleh dibocorin apa maknanya :”) kata Baekhyun biar kalian menebak-nebak. Kenapa harus 41? Enggak tahu… mungkin nunggu selapan atau mungkin kayak 40 hari kematian (APAAN INI RISH?), serius biar itu suka-suka Baekhyun aja.

Omong-omong, ini semua sampe akhir bakal POV Baekhyun jadi… yang sabar ya… jangan kepoin apa yang Aeyoung pikir tentang Baekhyun nantinya. WKWKWKWK. Dan jangan terbawa perasaan sama friendzone juga di sini :”) ketahuilah kalo friendzone-an sama alien itu lebih engga ada harapannya dibanding sama manusia. WKWKWK.

Anyway, aku juga enggak berani janji tiap hari apa atau berapa hari sekali cerita ini bakal aku publish… aku sudah sering nge-PHP jadi ngerasa berdosa besar kalo nambahin subjek PHP :”)

Anyway (lagi) maaf kalau ceritanya enggak greget, dan mainstream. Ini fanfiksi mau aku delete kok sayang… lebih baik disebarluaskan biar banyak yang sesat… maklumilah… aku sendiri sebenernya udah lupa ini cerita idenya darimana…

Yaudah, gitu aja dariku. See you ~

TEMUKAN JODOH KALIAN (?) DI SINI → HELP! I NEED YOUR VOTE [4]

| MY SHOW |

| Instagram | Line | Twitter | Wattpad | WordPress |

22 thoughts on “CASE 41-D — [Case 00] — IRISH’s Story

  1. Baekhyun alien ganteng,kalau alien seganteng kamu mah baek,aku menyerahkan diri untuk si culik 😂😂😂
    Rish aku mumet mikirin apaan maksud judulnya ><,paksa baekhyun buat ngebolehin kamu buat ngasih tau makna judulnyaa😂,atau enggak ntar aku yg ngepaksa baekhyun nih/eh 😂😂😂

  2. wkwk apa lagi ini? alien? ada ada aja nih irish
    awalnya aku agak ga terlalu tertarik baca ff ini eh tiba tiba entah dari mana aku kangen sama cabe satu ini dan aku inget kalo eonni bikin ff cabe yang baru
    dan ujung ujungnya aku baca juga ff ini wkwk

    `jadi mungkin enggak menyita waktu dan enggak juga bikin mikir` anjayyyy emangnya irish bikin ff ini sambil tidur ya sampe ga mikir kkk~~

  3. Ping-balik: CASE 41-D — [Case 01 pt. 1] — IRISH’s Story | EXO FanFiction Indonesia

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s