Lose Control – Shin Tama production

lc

Lose Control

Byun Baekhyun/ Go Mi Raa

Oneshoot/ T

Romance

 

Baekhyun menyembulkan kepalanya dari balik semak-semak yang cukup tinggi sebagai tempat persembunyian untuk melihat keadaan. “Mereka sudah pergi, cepat keluar dari sana.” Kata Mi Raa yang membuat Baekhyun menghembuskan napasnya yang sempat tertahan.

 

Mi Raa menatap pria itu dari ujung kepala sampai ujung kaki. Prihatin melihat penampilan Baekhyun. Pria itu memakai jepit rambut warna merah muda dengan corak polkadot yang seharusnya tidak berada di sana. Dan tinjauan Mi Raa kembali ke bibir pria itu? Apa itu? Dia memakai lipgloss. Pantas saja segerombolan brandal itu mengganggunya. ‘namja yang menyedihkan.’ dengus Mi Raa dalam hatinya.

 

Plakkk, Mi Raa memukul lengan atas pria itu dengan gulungan buku 100 halaman.

“Awww, sakit. Kenapa kau memukulku.” Ringis Baekhyun seraya mengusap lengan atasnya.

“Aku bosan memukul mereka untuk mu, sekarang aku ingin memukulmu.”

“Hei, memangnya apa salah ku?”

“Sikapmu yang kemayu dan penampilanmu yang begini. Itu salah. Dan itu bisa mengundang masalah seperti tadi.”

“Aku nyaman seperti ini. Apa harus aku memakai rok?”

“Kau ingin benar-benar aku hajar sekarang juga, eoh?” Mi Raa semakin gemas, pria itu sangat menjengkelkan.

“Berhentilah menceramahi ku, tidakah kau sadar jika kau juga aneh? Kau seorang yeoja, tapi kau suka sekali berkelahi. Kau bahkan tidak menata rambutmu seperti siswi-siswi SMA lainnya.”

“Setidaknya aku tidak lemah dan suka merengek sepertimu.” Balas Mi Raa dengan suara yang lebih rendah, tanpa tekanan. Kemudian dia berlalu.

 

***

 

Matahari hampir tergelincir ke persinggahannya. Tak ada tanda kehidupan di setiap kelas. Kecuali beberapa siswa yang sedang mengikuti ekstrakulikuler di luar gedung sekolah. Namun ada satu siswa yang lebih memilih menyendiri, yaitu Mi Raa. Gadis kelas XI itu malah asik duduk di balkon lab. Komputer ditemani dengan earphone yang setia memutarkan lagu-lagu jazz favoritnya.

 

““isssh…dingin.”” refleks Mi Raa ketika tiba-tiba Baekhyun datang dan menempelkan minuman kaleng dingin ke pipi gadis itu. “

“minumlah”.” Kata Baekhyun seraya menyodorkan minuman kaleng itu. Mi Raa melepas earphonenya, lalu meraih minuman itu.

““kupikir kau marah karena ucapanku tadi pagi. Jadi aku kesini ingin minta maaf, maaf ya.” ” Lanjut Baekhyun.

““tidak perlu minta maaf, karena tidak ada yang bersalah. Yang kau katakan tadi pagi itu benar. Aku memang yeoja aneh. Yang tidak dapat berbaur dengan siswi lain, karena aku lebih suka menyendiri.””

““itu sebabnya kita berteman, iya kan?””

“”maksudmu?””

““kita sama-sama aneh, tidak ada yang mau berbaur dengan kita, bukankah kita teman yang cocok?””

 

Baekhyun menangkap ulasan senyum di bibir gadis itu. Senyum itu cukup untuk membayar pertengkaran mereka tadi pagi. Dan itu sangat melegakan.

“”kenapa wajahmu berubah jadi merah begitu? Kau pakai blush on ya?””

““a-aniiii, aku tidak separah itu.”” Sangkal Baekhyun dan cepat memalingkan wajahnya dari gadis itu.

‘‘aku masih jadi pengecut dalam hal apapun, terutama dalam hal cinta.’’  Lirihnya dalam hati.

““kau kenapa sih, senyum-senyum sendiri seperti itu? Jika orang lain yang melihatmu, mereka akan berfikir kau tidak waras.””

““tidak ada apa-apa, ayo kita pulang.”” Balas Baekhyun, lalu beranjak menuju koridor.

 

Langkah Mi Raa berhenti ketika mereka melintasi lapangan basket. Ia melirik sebuah bola basket di tengah lapangan. ““kau mau main sebentar?”” tawar Mi Raa seraya mengangkat dagu nya ke arah bola basket itu. “”kau kan tahu nilai olahragaku di bawah rata-rata. Aku akan tunggu disini.””

 

Mi Raa berlari menuju bola itu, melakukan dribbling beberapa detik lalu shooting. Sangat mudah bagi gadis itu untuk melakukannya. Mi Raa menoleh ke arah Baekhyun yang sedang duduk manis di pinggir lapangan.

” “kau sungguh tidak ingin mencobanya? Ini menyenangkan.”” Bujuk Mi Raa lagi.

“”aku tidak bisa memasukkan bola itu ke ring.”” Baekhyun masih dengan pendiriannya.

““ini itu tidak bisa, lalu apa yang kau bisa?””

“”mungkin aku bisa menangkapnya.””

“kalau itu satu-satunya kemampuanmu, baiklah. Tangkap lemparan bola dariku. Bersiaplah!””

 

Bugkk, Baekhyun tersungkur ke tanah karena gagal menghalau bola itu yang justru menghantam kepalanya. Di menit yang sama, Mi Raa menghambur ke arah pria yang sedang terkapar itu.

 

***

 

Mi Raa mondar-mandir di depan gang. “Kenapa dia belum lewat juga ya?” Gumam Mi Raa, lalu melirik kembali jam tangannya. Apakah terjadi sesuatu dengan kepala pria itu akibat lemparan bolanya, pikir Mi Raa. Tapi sungguh insiden itu diluar dugaannya.

“Apa kau menungguku?” Tanya seorang pria dari balik punggung Mi Raa.

 

Mi Raa mendapati seorang pria yang terlihat asing dimatanya. Tapi kenapa cara bicara pria itu so akrab dengannya. Pandangan Mi Raa menyisir setiap inchi pria itu. Potongan rambut model angular fringe, seperti artis pria Hollywood. Seragam sekolah yang sangat pas, membuat tubuh pria itu tampak  proporsional. Apakah dia seorang model? Dan seingat Mi Raa, ia tidak punya teman atau kenalan dengan gaya seperti itu. “Nuguya?”  kalimat itu yang mengakhiri sesi kebingungannya. Mi Raa menyerah jika harus menebak siapa dia.

“Kau sungguh tidak mengenaliku? Coba lihat aku baik-baik sekali lagi.” Pria itu maju satu langkah untuk mempersempit jarak diantara mereka dan melempar senyum termanis nya.

1 detik…

2 detik…

3 detik…

 

Kelopak mata Mi Raa melebar seketika setelah mengenali senyum itu.”ommona, ini tidak mungkin. Kau Baekhyun?” Ucapnya seraya mundur satu langkah. Pria itu mengangguk yakin. ‘sepertinya memang terjadi sesuatu dengan kepalanya.’ umpat Mi Raa dalam hati.

 

***

 

Hari ini menjadi hari yang paling menggemparkan di sekolah. Banyak orang yang tidak menyangka dengan perubahan siswa bernama Baekhyun. Perubahannya sangat drastis, 360 derajat. Mulai dari penampilan sampai tingkah lakunya. Ia telah menjadi pria tulen dan manly. Tidak ada cemoohan lagi. Pujian dan pandangan kagum yang pria itu dapatkan sekarang.

 

Mi Raa menghabiskan minumannya dengan sekali teguk. ia menatap sinis kepada segerombolan siswa perempuan yang tengah mengerubungi Baekhyun. ‘anak-anak baru centil’ gerutu nya. Mi Raa senang pria itu berubah. ia jadi tidak perlu khawatir pria itu mendapat bully-an atau semacamnya. tapi… Mi Raa menoleh ke tempat kosong disebelahnya. Biasanya pria itu duduk disebelahnya sambil mengoceh. ia kembali melongok ke arah Baekhyun yang masih sibuk dengan fans-fans barunya. Baekhyun melambaikan tangan ke arah Mi Raa dan menggumamkan kalimat ‘aku akan kesana’. Walaupun Mi Raa tak mendengarnya, namun gerak bibir pria itu cukup jelas untuk dipahami.

 

Mi Raa beranjak dari balkon lab. Komputer. Untuk apa pria itu kemari? Toh dia sudah di perlu teman aneh sepertiku, pikir Mi Raa. ia menyusuri koridor dengan tenang dan santai, sampa tiba-tiba ada sesuatu yang mengejutkannya. Seseorang menarik tangannya dan membawanya masuk ke ruangan berukuran 2×1 meter. Mi Raa tak dapat menemukan suaranya, karena telapak tangan orang itu membekap mulutnya.

“Apa yang kau lakukan?” Kata Mi Raa setelah berhasil menyingkirkan tangan itu dengan paksa.

“Tenanglah sebentar, jangan berisik! Stttt.” Timpal Baekhyun.

“Dimana Baekhyun oppa?”

“Tadi aku lihat dia ke arah sini.”

“Dimana ya.”

“Jika bertemu dengannya, aku harus mendapatkan kontaknya.”

“Aku juga ingin selfie dengannya.”

 

Suara riuh siswa-siswa perempuan  terdengar di koridor. Tepatnya di depan ruangan tempat si pemilik nama yang dicari mereka. “Kau sedang menghindari mereka?” Bisik Mi Raa. ” Tidak ada cara lain, aku tidak mungkin memintamu untuk menghajar mereka seperti yang kau lakukan kepada preman-preman itu kan?” Baekhyun balas berbisik. “Tetaplah disini sampai mereka pergi.” Lanjutnya.

 

Tempat itu dipenuhi dengan alat-alat kebersihan. Tidak ada cukup ruang bagi mereka, sekedar untuk bergeser. Posisi mereka tak ada bedanya seperti orang yang sedang berpelukan. Mi Raa dapat merasakan hembusan napas pria itu menyapu lehernya. Itu membuat Mi Raa sedikit merinding dan jantungnya berdetak lebih gesit dari biasanya. Mi Raa mundur beberapa Senti, takut pria itu mendengar debaran jantungnya yang sulit diajak kompromi di saat seperti ini.

 

“Ayo kita cari Baekhyun oppa ke tempat lain.”

Tap…tap…tap… Suara langkah mereka yang semakin menjauh.

“Seperti nya mereka sudah pergi, ayo kita keluar dari sini.” Tebak Baekhyun.

“Tunggu dulu, rambutku tersangkut.” Keluh Mi Raa seraya menarik-narik rambutnya yang dikuncir kuda.

 

Rambut Mi Raa terurai ketika Baekhyun berhasil melepaskan ikat rambut gadis itu yang mengait di gagang sapu.

“Apa yang kau lihat? Apa ada yang salah denganku?” Tanya Mi Raa kepada Baekhyun yang memperhatikannya.

“Kau cantik dengan rambut tergerai seperti itu.”

Bak terkena cat semprot, wajah Mi Raa berubah jadi merah. Baekhyun pria pertama selain ayahnya yang mengatakan itu. Dan itu membuatnya malu dan salah tingkah.

“Jika bukan karena ikat rambutku putus, aku tidak akan membiarkan rambutku seperti ini.” Balas Mi Raa berusaha menyembunyikan semu merah di wajahnya. “Oia, tadi kau bilang ingin menemui Ku, ada apa?” Sambungnya lagi.

“Nanti malam jam 7, aku akan menjemputnya di rumah ya? Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat.”

“Kemana?”

“Ke tempat yang kau suka.”

 

***

 

“Tidak salah lagi, dia mengajakmu berkencan.” Argumen Re Cha seusai mendengar cerita adiknya.

“….” Mi Raa mendelik saat mendengar praduga kakak perempuannya itu.

“Pokoknya kau harus Dadan yang cantik.”

Shiro! Aku tidak biasa memakai make-up atau sejenisnya. Aku bahkan tidak tau cara menggunakannya.”

“Ck, kau tenang saja. Aku yang akan meng-make over mu sampai namja itu tidak dapat berkedip dan mulutnya tidak bisa mengatup. Arra?!”

 

Mi Raa pasrah dengan tingkah kakaknya itu. Ia hanya bisa berdoa, semoga kakaknya tidak mendandaninya seperti badut.

 

***

 

Seperti yang dijanjikan Baekhyun, ia akan mengajak Mi Raa ke tempat kesukaan gadis itu. Tempat berlatih komunitas skateboard. Demi Mi Raa, Baekhyun berlatih permainan itu selama seminggu terakhir ini. Ia ingin mengenal lebih jauh gadis itu dengan cara masuk ke dunianya. Dunia skateboard.

 

‘dalam berkencan, biasanya pria akan mengajakmu ke tempat-tempat yang romantis, seperti nonton di bioskop, makan malam di restoran atau berjalan-jalan di taman yang penuh lampu warna-warni.’ celotehan Re Cha menggaung di telinga Mi Raa.’dasar pembual. Seharusnya aku tidak mudah percaya padanya. Apalagi menuruti perintah nya untuk memakai rok ini.’ umpat Mi Raa dalam hatinya.

“Hehe… seperti nya aku salah kostum. Kenapa kau tidak bilang akan mengajakku bermain skateboard?” Rajuk Mi Raa sedikit kesal.

“Tidak apa-apa. Lagipula aku tidak menyuruhku ikut bermain. Duduklah, ada yang ingin aku tunjukkan padamu.”

“Kau mau apa?”

“Lihat saja. Kali ini kau jadi penonton nya.”

 

Baekhyun membawa skateboard nya, dan mulai meluncur di arena permainan. Mi Raa terbelalak melihat permainan skateboard pria itu. Sejak kapan Baekhyun bisa sepandai itu dalam permainan ini? Pikirnya.

 

Baekhyun melepas kemejanya di tengah arena. Menyisakan kaos oblong yang bertuliskan ‘i love u’. “Mi Raa-ah, sarangheyo.” Teriak Baekhyun dari kejauhan yang lantas mengundang sorak-sorai ramai anggota komunitas skateboard lainnya. Mi Raa duduk mematung ditempatnya, ia kehabisan kata-kata.

 

***

“Kudengar mereka pacaran.”

“Apa sih yang Baekhyun oppa sukai dari yeoja tomboy itu?”

“Mereka sama sekali tidak serasi.”

“Lebih cantik aku kemana-mana.”

 

Sekelompok siswa perempuan bergosip ria. Pandangan mereka tak lepas dari 2 sejoli yang tengah duduk berdua di kursi panjang depan halaman sekolah, Baekhyun-Mi Raa.

 

“Haruskah kita memberikan pelajaran kepada gadis itu?”

“Ya tentu saja.”

“Ayo lakukan sekarang.”

 

Seorang siswa berambut panjang sebatas pinggang yang disinyalir adalah ketua dari geng perempuan itu meraih bola voli yang disodorkan oleh teman disebelahnya. Dia membidik sasarannya, Mi Raa. Akan sangat seru jika bola yang dilemparnya mengenai kepala gadis itu. Dengan begitu, gadis itu akan sadar bahwa dirinya tidak cocok untuk Baekhyun. Pikir si ketua geng.

 

BUGKK…

 

***

 

Mi Raa duduk di kursi samping ranjang UKS yang diatasnya terbaring tubuh Baekhyun. Keningnya memar akibat lemparan bola voli yang tiba-tiba menghantam, entah dari mana asalnya. Andai saja Baekhyun tak bergerak cepat saat itu, mungkin Mi Raa lah yang berbaring di ranjang itu sekarang. Beruntung lah Mi Raa karena Baekhyun menyadarinya lebih dulu. Pria itu lantas saja jadi prisai untuk Mi Raa. Mi Raa lebih memilih pria itu merengek kesakitan daripada pingsan seperti ini. Membuatnya khawatir saja.

 

“isshhh…. kepalaku sakit.” Ringis Baekhyun setelah membuka matanya.

“Eoh, kau sudah siuman. Kau masih ingat aku?” Kata Mi Raa seraya mengibas-ngibaskan telapak tangannya.

“Iya, kau Mi Raa. Bola voli tidak akan membuatku amnesia.”

“Huh, syukurlah isi kepalamu baik-baik saja.”

“Eoh, apa itu?…ke-kecoa…aaahhk singkirkan makhluk itu dari ranjang ku. Menjijikkan sekali.” Teriak Baekhyun kalang kabut, sampai meloncat dari ranjang dan bersembunyi dibalik punggung Mi Raa.

 

Mi Raa memukul serangga itu menggunakan gagang sapu. Kemudian membuangnya ke tempat sampah. Ia melirik Baekhyun yang sudah duduk di atas ranjang kembali dengan ekspresi ketakutan yang kentara. ‘ini lebih parah dari amnesia.’ otak Mi Raa bersuara.

 

“Berhenti menatapku seperti itu. Aku tidak kembali menjadi Baekhyun yang kemayu dan suka merengek. Jadi jangan berniat memukul kepalaku lagi.” Jelas Baekhyun yang membaca ekspresi gadis itu.

“Huft, syukurlah…”

“Mwo? Jadi kau memang berniat memukul kepalaku lagi?”

“Hehehehe….”

 

~Fin~

 

“

3 thoughts on “Lose Control – Shin Tama production

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s