My (Girl)Friend: Just Friend!

IMG_20160518_105914

Previous: I Miss You!Please?

Twelveblossom (twelveblossom.wordpress.com) | Sehun & Nara | PG 15 | Friendship & Romance | Line@: @NYC8880L (with @)

“We’re best friends, childhood friends.”―Girl x Friend, EXO

-oOo-

Sedari satu jam lalu, si gadis yang memiliki surai warna-warni terkepang dua itu, duduk manis di bangku penonton. Netranya yang cantik enggan mengalihkan perhatian pada selembar foto di tangan. Potret itu menampilkan dirinya dan sang sahabat karib tengah mengenakan seragam sekolah. Mereka berdua tersenyum lebar pada kamera yang mengabadikan gambar. Lantas membuat Nara yang sekarang, tak bisa mengenyahkan jungkitan di bibirnya.

Sementara di hadapan Nara, terdapat panggung luas. Anggota EXO sedang melakukan latihan sebelum mini konser mereka nanti malam. Nara yang juga bekerja sebagai asisten dari performance director bertanggung jawab atas latihan mereka kali ini.

Sebab ini mini konser, jarak antara panggung dan kursi penonton tidak terlalu jauh. Jadi, wajar saja jika ada satu atau dua orang usil yang berasal dari atas panggung, tiba-tiba melempar botol air mineral yang masih ada isinya pada Nara.

“Melamun terus. Jangan makan gaji buta, Jung Nara, kerja!” Seru lelaki bertubuh jangkung dari atas panggung, nadanya bercanda.

Nara mengusap kepala yang lumayan sakit akibat terkena lemparan. Perhatiannya langsung tertancap pada Sehun yang baru saja melemparinya dengan botol air. Seharusnya, Sehun bersyukur Nara tidak marah-marah, ini malah dipancing. Gadis yang mengenakan jeans dan kaus bermotif garis-garis itu segera menyimpan fotonya ke dalam tas. Ia melangkah lebar-lebar menuju panggung, bahkan melompati dan memanjat pagar setinggi satu meter yang memisahkan antara pentas dan penonton.

Anggota yang lainnya sedang istirahat, ketika Nara menendang tulang kering Sehun di atas platform. Oh, untung saja area pertunjukan mereka masih sepi, hanya ada para kru yang bertugas.

“Gadis liar, aku bisa cidera.” Ucap Sehun sembari melompat-lompat, mengelus kakinya yang sakit. Anggota EXO yang lainnya menonton, ekspresi mereka bermacam-macam. Ada yang kasihan, prihatin, dan tertawa terbahak-bahak.

“Bagus, Jung Nara. Tendang bagian tengahnya.” Chanyeol menyemangati. Pria itu duduk bersila menonton pertarungan Sehun dan Nara.

Sehun berulang kali menghindar tendangan dan tinju Nara berikutnya. Lantaran merana Sehun malah tertawa. Pertikaian mereka berakhir ketika seorang wanita yang diketahui sebagai time keeper―tim yang bertugas untuk mengatur jadwal mulai dari kedatangan hingga pulang―muncul di hadapan mereka.

“Miss Jung, time is up.” Ujar si wanita, kemudian kembali ke belakang panggung.

Nara mengangguk tanda jika ia mengerti. “Saatnya evaluasi.” Ucap si gadis, lantas membuat anggota EXO yang lainnya bergegas duduk mengelilingi Nara―termasuk Sehun yang langsung menurut.

Jung Nara menjelaskan beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh anak didiknya yang berusia beberapa tahun lebih tua. Gadis itu memang terbilang masih sangat muda untuk menjabat sebagai senior asisiten dari performance director. Di usia dua puluh dua tahun Nara telah menyelesaikan pendidikannya di Juilliard, fokus pada musik kontemporer. Selain itu, Nara juga bekerja paruh waktu sebagai musik komposer SM Ent. Pekerjaan paruh waktunya yang lain ialah menulis cerita. Ada satu hal lagi yang Nara kerjakan untuk menyibukkan diri, yaitu menjadi pramusaji di Vivapolo. Nara sangat menyukai makanan, tetapi si gadis tidak bisa memasak. Maka dari itu, kegiatan yang dapat mendekatkan dirinya dengan makanan adalah menjadi pramusaji. Berhubung Nara tidak memiliki latar belakang di bidang kuliner atau penyajian makanan, satu-satunya restoran yang bersedia menerimanya adalah Vivapolo―setelah memohon dan merecoki Chanyeol beberapa kali. Toh, Mrs. Park juga sangat senang memiliki pramusaji seperti Nara sebab gadis itu bisa merangkap sebagai penyanyi di acara musik yang rutin diadakan Vivapolo setiap akhir pekan.

Jangan tanyakan, bagaimana cara Nara mengatur waktunya.

Bahkan, Sehun pun hanya bisa menggeleng heran. Bagaimana mungkin tubuh kecil―pendek―kurang nutrisi bisa melakukan banyak hal dalam satu waktu? Well, itu yang biasanya dipertanyakan oleh benak Sehun.

Jawaban atas pertanyaan Sehun tersebut sangatlah sederhana. Nara rela melakukan berbagai hal agar dirinya bisa dekat dengan Sehun. Ssst. Ini rahasia. Eum, walaupun Nara tidak selalu ikut di setiap jadwal Sehun―paling tidak Nara dapat menjejalkan dirinya di sekitar sahabat dekatnya itu dalam beberapa kesempatan.

“Terima kasih, kalian sudah diperbolehkan untuk kembali ke hotel.” Tutup si gadis, setelah dua puluh menit bicara serius kepada sembilan laki-laki yang memperhatikannya dengan saksama.

Sehun tidak ikut beranjak seperti yang lainnya. Pria itu melambaikan tangan sebagai sinyal, agar Nara mendekat.

Nara memenuhi panggilan Sehun. Dia berdiri di hadapan pria yang membalut tubuhnya dengan kemeja biru tua dan celana jeans.

“Tali sepatumu lepas, kau bisa tersandung.” Kata Sehun, sembari mengikat tali sepatu Adidas merah milik Nara. “Kalau kau sampai jatuh, nanti aku bisa cemas.” Lanjutnya, setelah menyelesaikan kegiatannya. Sehun berdiri. Ia melepas topi yang dikenakannya, lalu memakaikan topi itu pada si gadis yang kini tersenyum lebar.

“Topimu bau,” ejek Nara, tetapi tetap memakai topi yang nampak kebesaran di kepalanya.

Sehun berjalan sembari merangkul bahu Nara. “Itu mahal.” Pria itu membenarkan letak topi yang dipakai Nara agar tidak menutupi mata si gadis.

Baekhyun yang melangkah di depan mereka tiba-tiba berbalik. “Nara, apa kau kenal fashion stylist baru yang ikut pada fan meeting kami di Jepang kemarin?” tanya Baekhyun, matanya menyipit.

Baekhyun adalah pria dengan tinggi sekitar 173 sentimeter―atau lebih, kulitnya seputih susu, parasnya bisa jadi sangat ramah jika dia tersenyum dan menyebalkan diwaktu bersamaan―kepribadiannya agak dingin, tetapi langsung ceria apabila di depan kamera.

Nara mengernyit, “Siapa Oppa?” Ia menjawab dengan pertanyaan.

Ada senyum yang bermain di bibir Sehun. “Yang mengejek Baekhyun Hyung pendek.” Sehun menimpali.

Nara bertepuk tangan. “Wah, berani sekali.” Puji si gadis sambil melakukan high five dengan Sehun. “Memangnya, seperti apa dia?” Nara berucap kembali.

Baekhyun cemberut, “Tidak perlu dipertegas.” Ia menghela napas berusaha sabar. “Wajahnya jelek, dia aneh, punya rambut hijau seperti pohon mangga―hampir mirip dengan warna rambutmu yang dulu―“

“Rambut Nara tidak seperti pohon mangga, Hyung.” Bela Sehun, ia mengambil jeda sejenak, kemudian melanjutkan. “Tapi, mirip hutan kaktus.”

“―Sue Brown.” Potong gadis itu agak kesal sebab secara tidak langsung, Baekhyun dan Sehun juga mengejek surainya yang menurut Nara sudah sangat menawan. “Baru kali ini ada pria yang mengolok Sue Brown, biasanya gadis itu dikejar banyak pria.” Lanjut Nara, tak mengindahkan Sehun yang mengaduh sebab terkena sikutannya.

“Gadis seperti itu? Yang benar saja.” Cela Baekhyun, ketika mereka sampai di belakang panggung. “Kau mengenalnya, pantas saja selera kalian sama.” Sambung Baekhyun kembali menyibir warna surai Nara dan Sue.

“Aku mengenalnya, kami pernah bekerja sama dalam sebuah pertunjukan broadway, waktu aku masih di New York. Jangan menyepelekan Sue, Oppa. Dia salah satu lulusan terbaik Otis College of Art and Design.” Jelas Nara, sambil menyambut jari-jari Sehun yang berusaha menggenggam tangannya. Nara buru-buru mengimbuhkan ketika dengusan Baekhyun kembali terdengar. “Aku menyarankan agar Oppa bersikap baik kepada Sue.”

“Kenapa?” Baekhyun dan Sehun bertanya bersamaan.

Nara menyawab, matanya menyipit ke arah Sehun. Ada kecurigaan di sana. “Sebab dari gosip yang beredar, Sue itu cucu dari Lee Sooman.” Jawab Nara.

Baekhyun tertegun. “Tidak mungkin.”

Sehun girang, tidak wajar. “Pantas saja, dia cantik sekali. Sejak pertama kali aku melihat Sue, aku merasakan akan menyukai―aduh, Jung Nara!” Pujian Sehun terputus akibat injakkan Nara pada kaki Sehun.

Tak berselang lama, keributan terjadi lagi antara Sehun dan Nara. Baekhyun buru-buru mengambil langkah seribu sebelum terkena imbas. Pria itu pergi sambil menggerutu. “Kalian pacaran, ya? Aku yakin kalian menjalin hubungan terselubung. Kalian seperti pasangan kekasih yang sedang bertengkar. Berisik.”

“Tidak!”

No!”

Mereka menjawab dengan serentak.

“We’re best friends, childhood friends.” Nara mengimbuhkan, sembari menutupi pipinya yang merona.

Sehun nyengir, salah tingkah.

Ah, bahasa verbal mereka memang bisa bohong. Tetapi, tindak-tanduk Sehun dan Nara, bagaimana bisa berdusta?

-oOo-

a/n:

Cerita mereka yang lain dapat dibaca di Track List.

One thought on “My (Girl)Friend: Just Friend!

  1. Bian Authornim,aku bca ff authod di exo FFI ini aja ta,soalx SKF kdng sepi kya kuburan,slam kenal aku read baru di ff ini,lucu banget tuh Dua org y lagi kasmaran walaupun ga brani mengungkapkn satu sma lain

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s