[EXOFFI FREELANCE] Regret (Chapter 16 B – END)

byunpelvis

Author : ByunPelvis

Cast : Byun Baekhyun, Lee Kyungra (OC/You), Kim Jong In.

Other cast : Jeon Jungkook.Shinbi,member EXO lainnya.

Genre : Hurt ,  Romance.

Rating : General.

Leght : Chapter

Disclaimer  : Cerita murni dari pemikiran saya. Maaf untuk typo J.

*

“SARANGHAE”

chapter 1   Chapter 2   chapter-3 chapter-4   chapter-5  chapter-6

chapter-7  chapter-8  chapter-9chapter-10  chapter-11

chapter-12 chapter-13 chapter-14 chapter-15

Malam penuh kebahagiaan itu penuh dengan senyum dan tawa. Dua pasang manusia yang sudah terikat janji pernikahan berdiri bersama menjadi tokoh utama di gedung itu.

Shinbi terus mengeluh pada Jong In karena lelah, ini sudah 4 jam mereka berdiri menyalami tamu yang datang. Malam ini resepsi pernikahan keduanya dan Jong In maupun Shinbi terlihat sama-sama mempesona. Diluar sana banyak fans yang datang dengan wajah bahagia dan sedih. Kabar pernikahannya menyebar luas oleh paparazi yang juga hadir mengambil gambar.

“kapan ini akan berakhir? Kakiku sangat pegal”  bisik Shinbi.

Jong In masih memasang senyum dan mengusap pipi istrinya.

“sabarlah sayang. Ini moment yang akan terjadi dalam sekali. Fighting.”

Shinbi memaksa senyumnya dan mencubit pinggang Jong In. Gadis itu merasakan kakinya akan patah tapi Jong In tak memperdulikannya.

“dasar tidak peka.” Cibir Shinbi namun Jong In bisa mendengarnya.

“hah?”

“lupakan”

“Kim Shinbi”

“ohhh ya ampun namaku menjadi sangat aneh.”

“ya Kim Shin-“

“Jong In-ah.”

Kata-kata Jong In terputus saat ada yang memanggilnya. wajahnya langsung sumringah saat melihat Chanyeol datang.

“whoaaa/whoaaa”

Keduanya berteriak bersama dan saling memeluk. Shinbi memutar malas kedua bola matanya.

“hyaaaa Kim Jong In kau sudah menjadi seorang suami eoh, hei ny,Kim kau bahagia.”

“tentu saja istriku bahagia. Dia kan sangat mencintaiku.” ucap Jong In dengan PD’nya. Shinbi terkekeh dan mencubit lengan suaminya. Chanyeol tertawa lebar dan sekali lagi memeluk Jong In.

“selamat untuk kalian berdua. Haahh kita sangat iri, iya kan Baek?” Chanyeol menoleh kebelakang. Baekhyun yang tadinya diam kini maju menyalami Shinbi dan Jong In.

“chukaehanda ,  Kim Jong In.”

“terimakasih Baekhyun-ssi.”

Keduanya saling bertatapan , Chanyeol menatap bergantian dan berusaha mencairkan suasana yang cukup canggung saat ini.

“Shinbi-ssi , hati-hati saat malam pertama. Kurasa Jong In akan sangat liar.”

“ya kau.”

“ha ha sekali lagi selamat untuk pernikahan kalian. Buatlah keponakan untukku sebanyak mungkin.”

Shinbi menunduk malu saat mendengar kata-kata Chanyeol, bahkan pipinya merah tanpa sadar. Jong In melotot dan Chanyeol menarik Baekhyun untuk menjauh.

Jujur Baekhyun sedikit menarik senyumnya saat Chanyeol mengatakan soal malam pertama. Aneh saja tiba-tiba ia memikirkan hal lain.

“Jong In-ah! Kyaaa”

Baekhyun menghentikan langkahnya dan berbalik. Suara itu menariknya untuk menatap si pemilik suara. Dibelakangnya ada Kyungra yang sedang menyelamati Jong In, dan baekhyun hanya bisa diam saat Jong In memeluk Kyungra.

“Kyungra-ya. astaga , ini benar kau? Huaaa aku merindukanmu.”

“eumm nado.”

Shinbi memajukan bibirnya karena merasa terabaikan. Tangan gadis itu menarik Jong In dan memeluknya.

“Ya hajima!”

Kyungra terkekeh dan memberi Jong In kedipan mata.

“Kyungra-ya, astaga mengapa aku tak menikah saja denganmu.”.

“ah benar. Bagaimana ini? aku menyukaimu sekarang.”. Sedih Kyungra dibuat-buat. Jong In juga menunjukan wajah seolah merana.

“benarkah? Hahh kalau begitu aku akan menjadikanmu istri keduaku.”

“yaaa Kim Jong In.” Shinbi melotot dan memukul pundak suaminya. Tawa menggelegar saat melihat Shinbi kesal.

“Shinbi-ssi kami hanya bercanda. Ha ha ternyata benar apa kata Jong In, kau sangat mudah cemburu .” Ucap Kyungra sembari memegang pundak Shinbi. Shinbi berdehem dan mengulurkan tangannya.

“jadi kau yang namanya Kyungra itu? senang bertemu denganmu. hemm Jong In sering menceritakan tentangmu.”

“benarkah? Tapi Jong In lebih sering menceritakan tentang gadi bernama Go Shinbi padaku. Aku sangat penasaran, ternyata kau memang sangat cantik dan menari. Pantas Jong In sangat mencintaimu.”

Shinbi mengerjapkan matanya dan menoleh pada Jong In yang tersenyum bangga. Shinbi tersenyum pada akhirnya dan mencium pipi suaminya.

Kyungra tersenyum melihatnya.

“eoh nuguya? Dia kekasihmu?”  Shinbi bertanya saat melihat seorang pria dibelakang Kyungra.

“anyeonghaseyo. Jeon Jungkook Imnida, n-ne majayeo aku-“

“Shinbi-ssi . Kami mengucapkan selamat untuk pernikahan kalian.” Kyungra sengaja memotong kata-kata Jungkook karena takut pria itu akan berkata jujur.

Buru-buru Kyungra menyeret Jungkook pergi. Senyum manisnya luntur saat berpapasan dengan Baekhyun. Dengan sengaja ia mengeratkan genggaman tangannya dengan Jungkook.

“Kookie-ya, kajja”

Baekhyun mengeratkan genggamannya pada gelas berisi cairan bening berkadar alkohol itu. Dengan sekali teguk ia menghabiskan minuman itu. Chanyeol yang berada dibelakangnya bingung harus bagaimana. Bisa-bisa malam ini temannya lebih frustasi lagi.

Sepanjang pesta itu mata baekhyun tak lepas dari Kyungra yang terus bersama pria yang diketahui Baekhyun sebagai kekasih Kyungra. Kini ia hanya menjadi pria pengecut yang tak bisa berbuat apa-apa.

.

.

.

Baekhyun meninggalkan pesta dan menuju atap gedung yang letaknya lumayan tinggi. Jika ia terjun pasti tubuhnya remuk tanpa sisa. Pria itu menatap kosong pemandangan kota Seoul yang terlihat begitu indah.

Baekhyun sedang berfikir, haruskah ia menyerah atau terus menunggu Kyungra untuk bisa kembali bersamanya. Beberapa hari lalu ia mendapat mimpi tertawa bahagia bersama Kyungra. Tapi sepertinya mimpi itu justru pertanda buruk yang mengancam perasaannya.

Baekhyun meremas dadanya yang terasa sesak. Mengingat pria itu dan juga Kyungra tak membuatnya sanggup bernafas.

Baekhyun berbalik untuk pergi dari sana, kepalanya kembali pusing dan ia ingin istirahat diapartementnya.

“aku juga merindukanmu sayang”

Yang tadinya hendak turun dari tangga kini mundur lagi. Tubuhnya bersembunyi di balik tembok.

Beberapa detik kemudian sosok laki-laki muncul dan berjalan lurus hingga pagar pembatas. Baekhyun mengamati pria itu, dan tangannya terkepal saat tau dia adalah pria yang bersama Kyungra.

“eummm aku juga ingin bertemu denganmu.”

Baekhyun masih menatapi jeon Jungkook yang tertawa bahagia. Jungkook tak sadar ada orang lain dibelakangnya.

“baiklah kita akan kencan minggu ini. Aku mencintaimu Jung Sohee.”

Baekhyun mengepalkan tangannya dan berjalan mendekati Jungkook. Merasa mendengar langkah kaki Jungkook kini menoleh. Dalam sekejap baekhyun sudah membogem pipinya dengan pukulan cukup keras. Jungkook tersungkur dan menyentuh sudut bibirnya. Untung tak ada darah disana.

Baekhyun kembali memukul tapi kali ini diperut Jungkook.

“brengsek. Kau berselingkuh.”

“a-apa?” Jungkook masih kesakitan dan terduduk ditanah. Perutnya terasa sakit karena pukulan keras baekhyun. bahkan sekarang kerahnya ditarik kasar.

“Kau menyakiti Kyungra dari belakang hah?”

“ya kau-“

“aku akan membubuhmu.”

Baekhyun memukul Jungkook lagi, tapi kini balasan pukulan diberikan untuk Baekhyun. Jungkook terus memukul Baekhyun dan menindihnya.

“jadi kau pria itu? kau yang selama ini mempermainkan Kyungra?”

“bicara apa kau? Siapa yang sekarang menyakitinya?”

“kau pria yang menjadikannya bahan taruhan kan? Byun Baekhyun.”

Baekhyun mendorong tubuh Jungkook sekeras mungkin. Kini keduanya saling menarik kerah. Baekhyun tertawa hambar dan menatap tajam Jungkook.

“kenapa Kyungra bisa berhubungan dengan pria penyelingkuh seperti dirimu?” ucap Baekhyun dengan nada sinis. Jungkook rasanya ingin memukul lagi Baekhyun, tapi sayang wajah Baekhyun sudah babak belur karenanya.

“aku tidak selingkuh.”

“aku mendengar semua pembicaraanmu. Kau menghubungi wanita lain”

Jungkook melepas cengkramannya dan membarkan Baekhyun masih menarik kerahnya.

“ya dia kekasihku.”

“kau-“

“Kyungra adalah sahabatku.”

Baekhyun mematung, kata-kata Jungkook seperti angin lewat.

“apa?”

“Kyungra adalah sahabatku. Kau tuli?”

Jungkook kini lega sudah bertemu dengan pria yang diceritakan oleh Kyungra. sebenarnya Jungkook masih ingin menghajar Baekhyun. tapi mengingat Kyungra akan sedih nantinya jadi ia menahan amarahnya.

“jangan percaya dengan kata-kata Kyungra. Kami hanya bersahabat, tak ada rencana untuk menikah atau apapun. Aku sudah memiliki kekasih yang sangat kucintai.” Ucap Jungkook lalu mendorong Baekhyun. Ia berjalan meninggalkan Baekhyun yang masih diam.

Dari tangga terlihat Kyungra yang sedang berjalan tergesa-gesa dengan tongkatnya.

“hah…hah… Jungkook-ah. Neo gwen-chana.” Nafas Kyungra putus-putus karena baru saja menaiki anak tangga.

“ya Jungkook-ah mengapa kau diam saja. bibirmu berdarah? Apa dia menyakitimu? Eoh?” tanya Kyungra dengan nada cemas. Jungkook melepas tangan Kyungra yang berada dipipinya.

“selesaikan masalahmu dengannya.”

“ne?”

Jungkook menghela nafas berat dan menyentuh kedua bahu Kyungra.

“selesaikan masalah kalian. Kyungra dia sangat marah saat melihatku menelfon Sohee. Dia tak ingin kau terluka. Kurasa dia sangat mencintaimu.”

“jungkook-ah apa yang kau bicarakan? lebih baik kita pulang.” Ajak Kyungra menggenggam tangan Jungkook.

Jungkook menggeleng dan menepis pelan tangan Kyungra.

“bicaralah dengan Byun Baekhyun. Aku tau kau sangat merindukannya Kyungra-ya.” . Pria itu tersenyum dan mengusap rambut Kyungra lalu berjalan pergi.

Kyungra diam ditempat dan mengatur nafasnya yang masih putus-putus. Baekhyun diam memandanginya, ia tak berani mendekati Kyungra.

.

.

.

Kyungra meneteskan anti septic ke kapas lalu menempelkannya pada sudut bibir Baekhyun yang terluka.

“akhh”

Dengan reflek Baekhyun menggenggam tangan Kyungra. Keduanya ada disebuah taman setelah Kyungra membeli obat di mini market.

Hari sudah semakin larut, dan jalanan sudah cukup sepi. Hanya ada lampu taman  bercahaya redup yang menemani keduanya.

“gwenchana?” tanya Kyungra yang terdengar seperti bisikan. Baekhyun diam mengamati gerak bibir Kyungra, namja itu sedikit tersenyum dan menggeleng.

“anhiyeo. aku tidak baik-baik saja.”

Kyungra menatap mata Baekhyun, begitupun sebaliknya. Kyungra memutus kontak itu dan kembali mengobati luka Baekhyun.

“lupakan saja apa yang terjadi hari ini.” . Kyungra mengatakannya dengan memberesi obat. Baekhyun memejamkan matanya karena tak tau harus bagaimana membuat Kyungra memandagnya.

“bagaimana bisa kau suruh aku melupakan semuanya Kyungra-ya?. katakan padaku bagaimana menghilangkan perasaan ini? aku sangat tersiksa saat kau pergi Kyungra-ya.”. Baekhyun menggenggam tangan Kyungra walau gadis itu berusaha melapaskan.

“mengapa aku tak boleh berada disisimu Kyungra-ya? waeyo?”

Diamnya Kyungra membuat Baekhyun merasa gila. Pria itu menunggu Kyungra menjawabnya, mungkin ini adalah keputusan akhir.

“lagu itu.”

Baekhyun mendengar dua kata. Telinganya terasa sangat tajam, penuh harap ia memandang Kyungra. lagu? Mungkin yang Kyungra maksud adalah lagu yang dibuatnya. Baekhyun membuat lebih dari dua lagu untuk Kyungra saat gadis itu berada di luar negri.

“aku sangat menyukainya. Lagu itu, aku mendengarkannya setiap malam.” Lanjutnya.

“Kyungra-ya.”

“aku merindukanmu seperti orang gila. Aku memimpikanmu saat tidur. Aku selalu,…… hiksss selalu memikirkanmu setiap detik Baekhyun-ah.”. Pupus sudah pertahanannya selama ini. Kyungra menangis dan mengeluarkan bebannya. Gadis itu berkata sangat jujur. Melihat wajah Baekhyun babak belur sudah membuat hatinya sangat sakit. Kyungra tak bisa munafik lagi sekarang.

“aku… aku tak pernah bisa membencimu Baekhyun-ah.”

Kyungra menghamburkan tubuhnya kepelukan Baekhyun, memeluk pria itu sangat erat. Baekhyun masih tak percaya ini terjadi, wanita yang memeluknya adalah yang selama ini ditunggunya.

“maafkan aku Baekhyun-ah…”

Baekhyun menggelang dan mengeratkan pelukan itu. ia menangis bahagia dan mengusap rambut Kyungra.

“anhi. Kau tidak perlu mengucapkan itu.”

“maaf Baekhyun-ah. Aku bebohong padamu.”

“berhenti minta maaf.”

Kyungra menumpahkan airmatanya, tangannya semakin erat memeluk Baekhyun. Gadis itu mencium parfum yang dulu menjadi candunya. Isakannya semakin membuat kepedian dikeheningan malam.

Baekhyun melepas pelukan dan menangkup wajah Kyungra. dengan gerakan lembut kedua ibu jarinya menghapus air mata yang mengalir di pipi tirus Kyungra.

“maukah kau berjanji untuk menjaga airmata ini?”

Kyungra malah semakin sedih, airmatanya semakin deras membasahi pipinya. Baekhyun mendekatkan wajahnya dan menium kedua kelopak mata Kyungra .

“berjanjilah untuk menjaganya.”

“eum”

“ini bukan mimpi kan Kyungra-ya?. aku tidak gila kan?”

Kyungra menggeleng dan menurunkan tangan Baekhyun yang berada di pipinya. Wajahnya perlahan  dimajukan, kini Kyungra yang menagkup kedua pipi Baekhyun.

Terasa cepat untuk Baekhyun, bibirnya sudah menyatu dengan milik Kyungra. Kyungra yang memulai ciuman tapi Baekhyun lebih dulu melumatnya. Dengan penuh perasaan Baekhyun mengecup bibir plum milik Kyungra.

Kyungra tersenyum ditengah ciumannya dan tangannya melingkar dileher Baekhyun. si pria tak tinggal diam, Baekhyun menekan tengkuk Kyunngra agar ciumannya semakin dalam.

Setiap kecupan memiliki makna besar, keduanya menangis bahagia. Malam ini bulan menyaksikan kembalinya dua insan yang tadinya hancur.

Kyungra yang memulai ciuman, dan kini ia juga yang menghentikannya. Kyungra melepas tautannya dan menatap Baekhyun dengan jarak yang masih dekat.

“Saranghae Lee Kyungra.”

Kata-kata itu dulu santa diharapkan oleh Kyungra. Kini dengan sangat jelas ia mendengarnya.

“jangan pernah menghilang dariku lagi! Arraseo?”

Kyungra mengangguk dan tersenyum sangat manis. Baekhyun juga tersenyum, pria itu kini berdiri. Tapi entah mengapa tiba-tiba pandangannya mengabur. Kepalanya kembali terasa sangat pening.

“akhh”

“Baekhyun-ah”

Baekhyun melihat Kyungra semakin tidak jelas. Tiba-tiba jantungnya berpaju sangat cepat dan detik berikutnya pria itu ambruk dalam pelukan Kyungra.

“BAEKHYUN-AH!” Kyunra berteriak kaget dan menepuk pipi Baekhyun. gadis itu menangis dan meraih ponselnya untuk menghubungi seseorang.

Panggilan tersambung, Kyungra sangat takut Baekhyun kenapa-napa. Baru disadarinya jika wajha Baekhyun sangat pucat.

“yoboseyo? Jong In-ah maaf mengganggumu.”

“ya kau menangis? Ada apa ?”

“tolong aku Jong. Hiksss.. “

.

.

.

Wajah tampan tapi pucat itu diamati oleh seorang gadis. Kyungra duduk dilantai dingin dengan menggenggam tangan Baekhyun. Suhu tubuh pria itu ternyata sangat tinggi.

“maafkan aku. ini semua pasti salahku.”

Kyungra membenarkan selimut Baekhyun, sekarang ia berada diapartementnya. Ia sangat minta maaf pada Jong In karena malam-malam mengganggu pria itu. tapi mau bagaimana lagi? Tadi ia bingung dan yang terdekat dari lokasinya adalah tempat resepsi Jong In dan Shinbi.

“kau terlihat seperti zombie baekhyun-ah.”

Kyungra menyentuh lingkaran hitam yang menghiasi kedua sekitar mata Baekhyun.  Gadis itu yakin Baekhyun sangat sering terjaga entah untuk apa.

Kabar dari Chanyeol katanya memang Baekhyun kurang tidur dan sering stress. Jika ada waktu luang Baekhyun selalu berusaha mencari kabarnya, sungguh membuatnya terharu dan ingin menangis lagi. Tapi Kyungra baru saja berjanji untuk menjaga air matanya. Ia harus bisa menahan kesedihannya.

“eung”

Baekhyun melenguh, keringat dingin membasahi dahinya.

“kajima” bisik Baekhyun.

“kajima”

Kyungra menggenggam tangan Baekhyun dan mengelap keringat pria itu.

“andwe, kajima Kyungra-ya.”

Baekhyun mengigau, bahkan ia meneteskan airmata. Mungkinkah baekhyun mimpi buruk? Mungkin iya.

“aku disini. Hei “

Perlahan Baekhyun membuka matanya setelah mendengar suara Kyungra. Pria itu menghela nafasnya lega. Ternyata barusan hanya mimpi dan beberapa jam lalu adalah sebuah kenyataan.

Kyungra yang ada dihadapannya saat ini benar-benar nyata.

“Kyungra-ya.”

Baekhyun bangun dan memeluk Kyungra. yang dipeluk tersenyum dan menepuk punggung untuk menenangkan.

“eumm aku bersamamu, Baekhyun-ah”

“aku takut ini hanya mimpi.”

Kyungra melepas pelukannya dan mengecup bibir Baekhyun.

“ini nyata bukan?”

“ne.”

Kyungra tersenyum dan merapikan rambut Baekhyun.

“kemarilah. Aku takut kau pergi.”

“aku tidak akan pergi.”

Baekhyun menarik Kyungra hingga tertidur diranjang. Pria itu menyelimuti dirinya dan juga Kyungra.

“ya”

“tetaplah seperti ini. Aku takut.”

Kyungra yang tadinya ingin bangun kini diam, gadis itu menatap Baekhyun dengan jarak dekat lagi. Baekhyun menyatukan keningnya dengan kening Kyungra. Baekhyun memeluk erat Kyungra lalu memejamkan matanya.

“Baekhyun-ah?”

“hemm”

“tempat tidurku terlalu kecil.”

“wae?”

“aku akan tidur disofa.”

“kita akan seperti ini sampai pagi.”

Kyungra berusaha bangun tapi Baekhyun memeluknya semakin erat. Baekhyun membuka matanya dan tersenyum.

Cup

Lagi, Baekhyun seperti kecanduan dengan bibir plum Kyungra. Sama saat di taman tadi, Baekhyun melumat bibir Kyungra penuh perasaan agar tak menyakiti gadis itu.

Ting tong…

Saat masih hanyut dalam kemesraan tiba-tiba suara bel berbunyi mengagetkan keduanya. Kyungra mendorong tubuh Baekhyun.

“ada tamu”

“biarkan saja”

“biarkan aku membukanya”

“tetaplah disini eum?”

“tapi-“

Cklekk pintu kamar terbuka lebar.

“Baekhyun-ah! kau baik- oh astaga!!”

Mata Baekhyun dan Kyungra membulat saat melihat Chanyeol masuk tanpa ijin.  Baekhyun menepuk dahinya sendiri, ia lupa telah memberikan pasword apartement Kyungra pada Chanyeol. Itu karena keduanya sering datang untuk membersihkan apartement Kyungra.

“yaaakk apa yang kalian lakukan?” todong Chanyeol berlari mendekat. Wajahnya penuh tanda penasaran.

“kami menyatukan cinta”

“APA??? YAKK”. Chanyeol melotot.

Kyungra menatap Baekhyun dengan tatapan aneh. Baekhyun tersenyum, ini senyum pertama yang Chanyeol lihat.

Baekhyun yang dulu telah kembali sekarang. Chanyeol yang tadinya melongo kini tersenyum lebar.

“hyaaaaaa KALIAN.”

Baekhyun dan Kyungra hanya saling tersenyum mendengar Chanyeol berteriak.

“kau bisa pergi?”

“ya kau mengusirku? Aku membawakanmu obat tapi kau mengusirku? Heol. Aku mencarimu tadi dan kau malah enak-enakantidur disini. Hahh menyebalkan sekali. Untung saja Jong In memberitahuku tadi” ucap Chanyeol panjang lebar, pria tinggi itu benar-benar kesal dengan Baekhyun.

“aku harus melanjutkan kegiatan kami.” Ucap Baekhyun yang semakin membuat Chanyeol melotot. Ia keluar kamar saat Baekhyun mendekatkan wajah Kyungra.

“yakkk”

Baekhyun dan Kyungra tertawa bersama. Hari ini hari Baekhyun akan terus mengingatnya, hari dimana ia mendapatkan cintanya kembali.  Baekhyun janji tak akan pernah melepaskan Kyungra.  Tuhan telah memberinya satu kesempatan dan ia tak ingin menyia-nyiakannya lagi.

Selamanya akan seperti itu.

.

.

.

.

.

.

.END

 

Halllooo……… readers. Long time no see ^^

Maaf ya karena lama lanjut, Author tugasnya semakin numpuk nih jadi gak da waktu buat ngetik ff.

Untungnya kemarin ada sedikit waktu jadi selesaiin ff regret.

Duhh gmana nih ceritanya? Aneh ya? Endingnya geje hu hu hu. Sebenernya kurang yakin ama ending  ff  ini, tapi daripada gak lanjut ya terpaksa post. Maaf ya kalau endingnya mengecewakan. Huaahh gagal romance nih .

Terimakasih yang selama ini rajin komen disetiap chapter. ^^

Jika banyak yang suka aku mungkin bikin sequelnya.

Owhh yang spesial jong Indan Shinbi juga.

Lihat saja nanti he he he.

Sekali lagi terimakasih readers ^^ love you….

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

6 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] Regret (Chapter 16 B – END)

  1. Asssa! Akhirnya…happy ending juga…..kasih bonus chapter dung kalo bisa. pas wktu dah nikah ajah…aku mau tahu gmn dehh…hhe…
    Sori kak. Banyak maunya…tapi ini dah keren ko

  2. Yeayy happy ending yuhuuu aku suka aku suka 😆 bikin karya ff yg seperti ini lagi dong author
    sad,hurt,romance gituu lalu nanti ujung ujungnya happy ending deh wuuuhh aku suka aku sukaa 😅😅

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s