[KRIS BIRTHDAY PROJECT] Vegetarian-Poechrtvt

myhome_6.jpg

[KRIS BIRTHDAY PROJECT] Vegetarian-Poechrtvt
Kris & OC || Romance, Fluff || G

Kris, aku Vegetarian

Hello Vegetarian, aku Kris
.
.
.
***


Lilian menyeret langkahnya melewati pintu apartemen untuk masuk kedalam dengan kantong-kantong belanjaan dikedua tangannya. Kaki kanan gadis itu bergerak perlahan menendang pintu agar kembali tertutup.

Gadis itu memejamkan matanya lelah, menghirup napasnya lalu menghembuskannya berat. Ia mengernyit ketika indra penciumannya menangkap bau tak sedap menyeruak dari ruang tamu dan dapur. Dibukanya mata perlahan hanya untuk mendapati ruangan penuh dengan sampah berserakan. Ia bisa lihat dengan jelas kotak pizza bersamaan dengan sepotong pizza tak berpinggiran tergeletak manis di lantai ditemani kaleng-kaleng minuman dan bungkus-bungkus snack yang bertebaran di sekitarnya.

Lilian menghembuskan napasnya kasar, mencoba mengontrol emosinya yang ia rasa telah sampai ubun-ubun. Perlahan, ia kembali melangkah memasuki ruangan yang lebih terlihat seperti kapal pecah tersebut. Langkahnya kembali terhenti ketika merasa sepatunya menginjak sesuatu. Gadis itu kembali mengerang kesal tatkala maniknya menangkap sepatunya bersentuhan dengan cairan lengket berwana merah muda berasal dari botol krim yang tergeletak tak jauh dari cairan tersebut.

Dihempaskannya kantong-kantong belanjaan tadi ke lantai lalu menarik napasnya cepat sebelum ia memekikan nama kekasihnya

“WU YI FAN!”

***

“Heck! Aku hanya meninggalkanmu tiga hari dan kau sukses membuat tempat tinggalku menjadi tempat sampah.”

Lilian bercekak pinggang, menatap kekasihnya yang sekarang duduk manis di kursi meja makan. Gadis itu kembali menggeram mendapati Kris yang kembali memejamkan matanya perlahan, sama sekali tak berniat mendengar ocehannya.

“Yi Fan! Astaga buka matamu sebelum aku melempar kepalamu dengan pisau dapur!”

Kris terlonjak, membuka matanya lebar dan lekas membenarkan posisi duduknya. Ia menilik wajah Lilian dengan maniknya lalu tersenyum.

“Hei sayang! Kapan kau pulang?”

Lilian kembali geram. Giginya bergeretak menahan amarah begitu pula buku-buku jarinya yang memucat karena ia genggam kuat-kuat. Sekuat tenaga ia menarik napas—entah untuk yang keberapa kalinya—lalu menghembuskan napasnya pelan. Mencoba mengontrol emosinya.

“Terserah! Kau lebih senang aku tidak ada dirumah, kan? Well, selamat bersenang-senang karena aku tidak berniat untuk pulang kerumah, lagi.”

Lilian berkata cepat sembari menyambar tasnya dari atas meja makan lalu melangkah untuk keluar dari tempat itu. Ia sudah cukup sabar. Sangat sabar malah untuk menghadapi tingkah kekasihnya yang menyebalkan dan tak pernah dewasa.

Ia melangkah, sengaja menghentakan hak sepatunya kuat ketika melewati sosok Kris yang masih duduk tenang di kursi meja makan. Belum sempat kakinya menapak keluar dari dapur, tangan panjang Kris menarik lengannya cepat lalu memposisikan Lilian untuk duduk di pangkuannya.

Lilian yang masih di ambang kebingungan merasakan kedua tangan Kris melingkar erat di pinggangnya, menariknya ke dalam rengkuhan hangat yang sebenarnya sangat ia rindukan.

Baru tiga hari dan Lilian sudah sangat merindukan rasanya berada dalam rengkuhan Wu Yi Fan. Amarahnya yang tadi memuncak mulai mereda tersapu kehangatan tubuh kekasihnya.

Nampaknya Lilian memang tidak bisa menyembunyikan rasa rindunya untuk Kris, benarkan?

“Aku merindukanmu. Melewati tiga hari terasa melewati tiga tahun tanpamu, apalagi lebih dari tiga hari.”

Kris berkata lembut di ceruk lehernya membuat darah Lilian berdesir kuat, naik hingga semburat merah menghiasi pipinya.

“Aku minta maaf, oke? Aku janji akan membersihkan rumah nanti dan kau bisa istirahat di kamar. Lagi pula Chanyeol dan Jongin janji akan membantuku.”

Kris berkata membuat gadis itu menarik Kris dari tubuhnya. Lilian menatap lelaki itu bingung, menuntut Kris untuk memberi penjelasan lebih lanjut dengan kekacauan rumah mereka.

“Umm… Chanyeol dan Jongin menginap selama kau pergi. Aku takut sendirian di rumah.”

Kris mengelus tengkuknya membuat Lilian terkekeh. Tidak heran lagi ketika mendengar nama Chanyeol dan Jongin menjadi penyebab kekacauan di rumah mereka.

Tangan gadis itu bergerak memukul pelan kepala Kris. “Pastikan tempat ini bersih ketika aku bangun nanti. Kau lapar? Aku bawa makanan.”

Lilian bangkit dari pangkuan kekasihnya menuju kantong-kantong plastik yang ia letakan di atas meja makan. Gadis itu mengeluarkan beberapa kotak makanan dan menyusunnya rapi di atas meja makan.

Kris yang melihat makanan tersaji di depan matanya dengan cepat menarik kursi mendekati meja dan lekas menyambar salah satu kotak tersebut dan membukanya. Kris melenguh kecewa tatkala mendapati isi kotak makanan tersebut.

“Babe, kau serius ingin menyuruh kekasihmu makan rumput? Mana steakku?”

Kris merengek menolak kotak makan berisi olahan sayur hijau yang ia sendiri tidak tahu apa namanya.

“God Kris! Berhenti merengek dan makan dengan tenang. Kau butuh asupan bergizi juga, kau tahu? Dan itu sayur bukan rumput.”

Kris merengut, memangku wajahnya dengan telapak tangan yang tertumpu di atas meja.

“Aku makan daging, daging juga bergizi, Lian. Kau harus coba makan itu. Lagi pula kau tahu aku jarang makan junk food. Aku lebih sehat darimu yang hanya makan sayur—” Kris berkata sembari menarik kembali kotak makan yang ia tolak tadi.

“—Vegetarian mengatakan tentang cintai binatang dan blablabla, mereka sendiri memakan makanannya makananku. Maksudku. Vegetarian memakan makanan dari sapi-sapi diluar sana. Jika kalian makan itu, sapi makan apa? Jika sapi tidak makan dan punah, aku makan apa? Dan mereka bilang mereka cinta binatang. Aku tidak mengerti.”

Lilian menghela napas, meletakan kembali sumpit yang berada ditangannya keatas meja. Tiga tahun mereka bersama dan pembahasan ini terus terulang setiap kali mereka makan bersama.

Tiga tahun seharusnya Kris mengerti, kan?

“Kris, aku Vegetarian.”

Lilian berkata, mencoba untuk memberi sinyal kepada Kris agar menghentikan pembicaraan ini.

“Hello Vegetarian, aku Kris”

Kris menjawab, membalas utaran kata Lilian dengan candaan sembari mencomot salah aatu makanan di atas meja.

Look! Kris menanggapi semua masalah dengan candaan, ia sama sekali tidak bisa diajak serius. pikir Lilian

“Oh. Ini kentang! Kukira daging gulung.”

Lilian tergemap menanggapi respon kekasihnya yang masih asik mengunyah makanannya. Gadis itu menyandarkan tubuhnya kesandaran kursi, memutar-mutar sumpit ditangannya sembari memikirkan balasan akan ucapan Kris barusan.

“Kau tahu fakta tentang Vegetarian menjadi salah satu penyebab terbanyak gagal nya suatu hubungan?”

Lilian bertanya, membuat Kris mengangkat kepalanya dari makanannya dan menatap gadisnya bingung.

“Maksudmu?”

Bukan, ia bukan menanyakan maksud dari fakta yang Lilian lontarkan, tetapi maksud gadis itu membawa hal tersebut ke dalam topik pembicaraan mereka.

“Well, kupikir aku tahu alasannya.”

“Lian—”

“Aku merasakan itu, Yi Fan! Tiga tahun berlalu dan kita masih membahas hal ini terus-menerus. Ditambah lagi dengan kau yang selalu menanggapinya dengan candaan. Seharusnya kau paham aku merasa tersinggung setiap kali kau mengutarakan pendapatmu tentang Vegetarian. Kau seolah-olah mengatakan kau tidak terima dengan fakta bahwa aku Vegetarian. Kau tidak menerima aku apa adanya, Kris. Jika memang begitu, katakan padaku.”

Lilian berkata, sangat pelan dan lembut lalu menangkup wajahnya dengan kedua tangannya. Gadis itu lelah. Ia baru saja sampai dari 3 jam perjalanan dan pulang dengan keadaan rumah berantakan, ditambah sikap Kris yang membuatnya cukup frustrasi.

Kris tercengang. Lelaki itu dapat mendengar dengan jelas amarah dibalik suara lembut kekasihnya. Sungguh ia tidak pernah tahu jikalau Lilian merasa tersinggung atas apa yang ia utarakan tentang Vegetarian. Ia hanya bercanda dan tidak bermaksud membuat kekasihnya tersinggung.

Kris menepuk jidatnya pelan ketika ia sadar bahwa dia benar-benar memperparah keadaan. Perlahan ia bangkit dari kursinya menuju ke tempat gadisnya duduk. Lelaki itu bersimpuh menghadap Lilian yang masih duduk di kursi dengan wajah ditelapak tangan. Perlahan ia tarik tangan gadis itu dari wajahnya lalu menggenggamnya erat. Mencoba menarik perhatian dari gadis tersebut.

“Hei, aku tidak bermaksud seperri itu. Aku hanya…senang menggodamu. Kau itu cantik, Lilian. Apalagi ketika marah. Dan kau tahu pasti aku sangat mencintaimu. Jadi, jangan pernah berpikir bodoh tentang aku tidak menerima kau apa adanya, oke?”

Kris mengecup pelan kedua tangan Lilian di genggamannya membuat gadis itu menarik tangannya cepat. Menatap Kris kesal.

“Kau menyebalkan.”

Kris tersenyum simpul, bergerak melingkarkan kedua tangannya dipinggang gadis teraebut. Masih dengan posisi bersimpuh di lantai, di hadapan Lilian.

“Sowweyyy.”

Lilian terkekeh menanggapi permintaan maaf Kris. Ugh! Kris mencoba aegyo dan itu lucu, pikirnya.

Lama mereka terdiam dalam posisi tersebut. Kris yang membenamkan wajahnya di ceruk leher gadisnya dan Lilian yang mengelus pelan surai blonde Kris.

“Babe?”

“Hmm?”

“Aku punya ide.”

Lilian menghentikan gerakan tanganya pada rambut Kris. Memikirkan apa maksud kekasih nya kali ini. Ia yakin Kris masih ingin menggodanya tentang topik tadi. Walaupun ia tak selalu benar, tapi ia yakin jika itu berhubungan dengan lelaki bernama Wu Yi Fan atau Kris Wu ini, ia pasti benar.

Kris masih belum menyerah menggodanya.

“Apa?”

“Kau tahu kan aku rajin konsumsi suplemen-suplemen kiriman dari ibuku. Ibu bilang itu dari sayur-sayuran asli. Bagaimana jika aku membuat suplemen dari daging untukmu? Kau bisa makan itu tanpa melihat daging dimasak, kan? Kau kurang gizi, sayang. Sayur saja tidak bisa memenuhi syarat makanan bergizi—”

Well, Lilian selalu benar tentang Kris.
Fin

 

2 thoughts on “[KRIS BIRTHDAY PROJECT] Vegetarian-Poechrtvt

  1. Bener mas wu, kalo pacarmu ga makan daging nanti istrimu kurang vitamin b12, g bagus buat anak kalian * bhaks
    Lucu ceritanya aaa realistis banget trs karakter Kris nya juga aku suka, cara dia mencoba memutarbalikkan fakta vegetarian itu lucu trs juga cara dia mbercandain Lilian itu precious! Selamat ya udh jadi juara pertama!
    Keep writing!

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s