[KRIS BIRTHDAY PROJECT] There Is a Place

myhome

[KRIS BIRTHDAY PROJECT] There Is A Place – Thehunhun94 | Wu Yi Fan, Yoo Eun Mi & Other cast find by yourself~| Romance, Sad | PG-15
.
.
.

“Selamat ulang tahun Wu Yi Fan~” Eun Mi berbisik pada sebuah bingkai kusam dengan warna yang telah memudar.

Sekali lagi, Eun Mi memandangi potret dirinya dan Wu Yi Fan, pria tampan bertubuh jangkung yang selalu mewarnai harinya.

“Aku sangat sangat merindukanmu. Apa kau tahu?”

Eun Mi mulai menitikkan air mata. Ia tidak sanggup lagi untuk menjalani hari kelamnya seperti ini.

“Semoga Tuhan selalu bersamamu. Semoga Tuhan memberimu yang terbaik.”

CUP! Eun Mi mengecup potret Yi Fan dalam bingkai itu.

Dia tersenyum dan menangis membayangkan betapa hatinya teriris.

Sejenak, Eun Mi terdiam. Kemudian ia membanting bingkai itu ke dinding hingga menjadi kepingan kecil.

“Aku tidak bisa Yi Fan! Tidak bisa!”

Eun Mi kembali menangis dan mengacak surai hitamnya.

“ARGHHHH!!”

Eun Mi bangkit dan membanting semua hadiah pemberian Yi Fan.

“AKU MERINDUKANMU!!!” jerit Eun Mi.

“AKU MERINDUKANMU YI FAN! MERINDUKANMU!”

Eun Mi menelungkupkan kepala diantara dua lututnya dan terus menangis.

Dua tahun telah berlalu, namun memori buruk itu selalu menghantui dirinya.

Hatinya tetap remuk tatkala kalender berkata,

“6 November”
[Flashback]

“Selamat ulang tahun kesayanganku~” Eun Mi mengecup pipi Wu Yi Fan. Tepat pukul 12 malam, Eun Mi datang dan mengganggu tidur Yi Fan.

“Ngg- Eun Mi?” tanya Yi Fan terkejut.

Yi Fan terdiam sejenak, kemudian akhirnya duduk.

“Bag-bagaimana kamu bisa membuka pintu kamar ini? Kan tadi aku kunci..”

Yi Fan menatap Eun Mi bingung.

“Sudah sudah~ Kamu tidak usah memikirkan itu ya.. Sore tadi, aku meminjam duplikasi kunci kamar hotel ini dari Mamamu.. Baiklah. Sekarang kamu cukup tiup lilinnya saja.. Jangan lupa untuk ucapkan permintaanmu..” Eun Mi tersenyum.

“Ingat. Pagi ini kita akan melangsungkan pernikahan. Jadi kuharap kamu berdoa untuk pernikahan kita saja ya~ Jangan meminta kalau kamu akan mendapatkan bingkisan berupa ayam goreng favoritmu itu ya!” Eun Mi mengerlingkan matanya jahil.

“Terima kasih Eun Mi ku..” Yi Fan memeluk Eun Mi erat dan mencium pucuk kepala Eun Mi, “Semoga Tuhan membiarkanku selalu bersamamu..”

Yi Fan meniup ke dua puluh empat lilin tersebut.

Eun Mi kembali tersenyum.

“Yi Fan, aku harus kembali ke kamarku. Aku harus tidur~ Yaa walaupun semua kebutuhan pernikahan kita sudah disiapkan dari hotel ini.. Tapi kamu tidak mau melihatku terjatuh karena mengantuk kan?”

Yi Fan tertawa kecil. Tingkah laku Eun Mi yang menggemaskan inilah yang membuatnya semakin mencintai Eun Mi.

“Baiklah~ Kuantar kamu ke kamar ya..”

Eun Mi hanya mengangguk dan mereka berdua berjalan menuju kamar Eun Mi.

“Cepat masuk sana.. Aku tidak mau melihatmu tertidur di kursi pelaminan kita nanti~” ujar Yi Fan ketika sampai di depan kamar Eun Mi.

“Oiya jangan lupa mengunci pintu kamarmu. Ingat, kamu ini hanya milikku. Mengerti?” Yi Fan mencubit hidung Eun Mi gemas.

“Sakit tau~” Eun Mi berpura-pura marah.

“Nanti kalau marah cantiknya hilang loh”

Pipi Eun Mi seketika memerah.

“Tuh kan, pipimu memerah.. Kau terlalu mencintaiku ya?” goda Yi Fan.

Eun Mi hanya membalikkan badannya dan membuka pintu kamarnya.

“Aku mencintaimu, Yoo Eun Mi!” seru Yi Fan.

“Aku juga mencintaimu, Wu Yi Fan!” sahut Eun Mi.

“Night!”

Eun Mi tersenyum. Lalu menutup dan mengunci pintu kamarnya.

.
.

Pukul 9 pagi, tamu undangan mulai memasuki aula hotel tempat berlangsungnya pernikahan Yi Fan dan Eun Mi.

Pukul 11 pagi, Eun Mi memasuki aula hotel secara perlahan. Gaun putih dengan hiasan berlian di tiap sisi gaun itu menambah kesan cantik dari Eun Mi. Rambut dan make up yang ditata sederhana, serta gaun yang sederhana namun berkelas itu menambah kesan anggun dalam dirinya.

Semua mata memandang Eun Mi kagum. Sementara calon suami Eun Mi, Wu Yi Fan menunggu kehadiran Eun Mi diatas panggung pernikahan mereka.

“Wu Yi Fan, apa kau bersedia menjadi suami sekaligus pendamping hidup dari Yoo Eun Mi?”

“Iya. Saya bersedia.”

“Yoo Eun Mi, apa kau bersedia menjadi istri sekaligus menjadi pendamping hidup dari Wu Yi Fan?”

“Iya. Saya bersedia.”

“Baiklah. Mari sama-sama kita langsungkan pernikahan suci ini.”

BRAKKK!!!

Sebuah hantaman terdengar keras dari atas aula hotel tersebut.

Secara cepat, bangunan itu bergetar. Kaca disekeliling bangunan tersebut retak secara perlahan. Semua tamu undangan yang hadir mulai menyelamatkan dirinya masing-masing. Kursi, meja, kue pernikahan, dan semua yang terdapat disana hancur tak terkendali.

“WU YI FAN!!”
[Flashback End]

“Mengapa semua terjadi, sayang?” Eun Mi berbisik lemah. Pandangannya menatap nanar pada bingkai kusam yang kini tak berbentuk.

“Kenapa..” Eun Mi kembali membangkitkan suaranya.

“Ken—” Eun Mi tak mampu berucap.

Perlahan namun pasti, air bening telah mengalir membasahi pipi Eun Mi.

“Hhh” Eun Mi mencoba menarik nafas panjang. Tenggorokannya benar-benar tercekat setelah terus-menerus menitikkan air mata dan berteriak seperti wanita yang tak tahu tujuan hidup.

“Kenapa Tuhan pada awalnya mempertemukan kita, lalu mempersatukan kita, dan kemudian mengambilmu kembali? Apa inikah yang dimaksud dengan adil dan bijaksana?”

Eun Mi kembali menangis.

“Kenapa ketika 6 November datang, aku selalu saja bersedih? Bukankah harusnya aku bahagia ketika Wu Yi Fan bertambah usia?”

[Flashback]

“Sunflower street number 611..” Eun Mi terus berjalan mengitari sebuah komplek mewah tersebut. Dua bola matanya bergerak perlahan memandangi tiap papan nomor masing-masing rumah.

Sejak satu tahun silam, desas desus kematian Wu Yi Fan tetap terngiang di kepala Eun Mi. Walau kejadian itu telah berlalu, namun misteri kematiannya tetap tak terungkap.

“613.. 612.. 611? Ah ini dia!” teriak Eun Mi histeris ketika dirinya mendapati sebuah rumah berarsitektur mewah nan megah itu.

“Yi Fan, apa kau benar-benar tinggal disini? Atau kau benar-benar telah meninggal?”

KRIET.. Eun Mi mendorong pintu gerbang rumah tersebut.

“Aku benar-benar berharap ini adalah rumahmu..”

Eun Mi menitikkan air matanya.

“Selamat ulang tahun ke 25, Yi Fan~”

Eun Mi meletakkan sebuah kotak kado berbentuk hati dan sebuah surat di depan pintu rumah tersebut, kemudian dia menekan bel rumah.

KRIKK~ Pintu terbuka.

Eun Mi berlari dan bersembunyi di balik semak-semak.

“Iya? Siapa ya?”

Sesosok pria bertubuh jangkung, berkulit putih dan berwajah blasteran hadir dari balik pintu.

“W-wu y-yif f-fan? Apa itu engkau?”

Eun Mi menangis haru. Dirinya tidak menyangka bahwa Wu Yi Fan masih hidup.

“Ngg, apa ini?” Yi Fan melihat sebuah kotak kado dan sebuah surat di depan pintu.

“Apakah ini untukku?” tanya Yi Fan pada dirinya sendiri. Ia menatap sekeliling, namun tak mendapati seorang pun disana.

“Entahlah~” Yi Fan menaikkan bahunya kemudian mengambil hadiah tersebut.

“WU YI FAN!”

“Eu-eun-m-mi?”

BRAK!

Yi Fan menjatuhkan hadiah dari Eun Mi.

“Yifannnn!!” Eun Mi berlari dan memeluk Eun Mi.

“Hei bodoh! Aku merindukanmu!!” Eun Mi menangis di pundak Yi Fan. Tubuhnya bergetar, nafasnya tersendat dan dia terus memukul Yi Fan.

“Kenapa? Kenapa kamu pergi?” Eun Mi mengelus pipi Yi Fan. Eun Mi merasa sangat bahagia.

“Kenapa diam saja?” Eun Mi meletakkan kembali kepalanya di dada bidang Yi Fan.

“Pergi.”

“Hah?” Eun Mi tersentak.

“Apa? Aku bilang pergi.”

Eun Mi kembali menangis dan memeluk Yi Fan.

“Tidak. Aku tidak mau” Eun Mi mempererat pelukannya.

“Pergi Eun Mi!” Yi Fan melepaskan pelukan Eun Mi.

“Yi Fan?”

“Aku bilang PERGIII!!!!”

“Y-yif-fan? Ad-da ap-pa deng—”

“Bagus Wu Yi Fan! Bagus!” suara sesosok wanita datang dari arah rumah Yi Fan.

“M-mam-ma Wu?” Eun Mi terkejut melihat mama Yi Fan datang.

“Ap-pa kab-bar? Ak-ku mer-rin—”

“CUKUP!” Seru mama Wu.

“Mam—”

“Sudah cukup Yoo Eun Mi! Tutup mulutmu dan pergi dari sini!”

“Tap—”

“Apa anda mendengarkan saya, Yoo Eun Mi? Anda telah membuat putra saya celaka di hari ulang tahunnya! Dan karena diri anda, anak saya harus mengalami koma selama sebulan! Hh.. Benar feeling saya sejak itu! Saya tidak seharusnya mengizinkan anda untuk menikahi putra saya! Anda tidak pernah pantas untuk putra saya! MENGERTI?! Oiya anda perlu mengetahui ini.. Saya, putra saya dan anda sangat berbeda! Anda berasal dari Korea Selatan dan Indonesia, sedangkan kami berasal dari China-Kanada! Dan satu hal lagi yang perlu anda ketahui, anda hanya PEMBAWA SIAL dari putra saya! Sampai kapanpun anda tidak akan pernah pantas untuk mendampingi putra saya! Ketika anda membuat 6 November adalah hari terburuk dalam hidup saya dan putra saya, anda sudah saya anggap seperti sampah! Ingat. Sekarang anda harus pergi dari kehidupan kami! Karena anda tidak pernah pantas untuk putra saya sampai kapanpun! Karena anda, 6 November menjadi hari terburuk dalam keluarga kami! Yoo Eun Mi, anda HANYA WANITA PEMBAWA SIAL YANG TAK BERGUNA! PERGI!!!”

Eun Mi menangis kembali. Dadanya penuh sesak. Wajahnya memerah. Eun Mi tak menyangka bahwa di hanyalah seorang ‘WANITA PEMBAWA SIAL YANG TAK BERGUNA’

“T-ter-rim-ma k-kas-ssi-sih” Eun Mi tercekat. Air matanya tidak dapat terbendung. Semua pecah membasahi seluruh bagian wajah Eun Mi.

Mama Wu dan Wu Yi Fan tetap terdiam.

“M-m-ma-af k-kal-lau ak-ku han-nya men-nyus-sahkan.. Kar-ren-na ak-ku mem-mang men-cin-t-tai W-wu y-yi f-fan”

“Terima kasih atas pengakuan anda Eun Mi. Tapi maaf, kami tidak dapat menerima permintaan maaf anda. Dan jangan pernah berharap dengan Yi Fan kembali. Karena saya tidak akan menyetujui kalian. Dan Wu Yi Fan tidak akan pernah kembali mencintaimu, Yoo Eun Mi!”

[Flashback End]
“Eun Mi. Kamu tidak boleh bersedih seperti ini..”

“Tersenyumlah, Yoo Eun Mi..” Eun Mi menghapus air matanya.

“Walau aku hanya wanita biasa.. Tapi, aku tetap mencintaimu..” Eun Mi tersenyum.

“Dan untuk terakhir kali, Selamat ulang tahun ke 26, Yi Fan.. Semoga Tuhan selalu memberikanmu tempat terbaik dimanapun kamu berada..”

SRET! Urat nadinya terbelah dengan sebuah pecahan kaca.

“Selamat ulang tahun Wu Yi Fan..”

Sedetik kemudian, nafasnya terhenti.

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s