[Kris Birthday Project] Them – Heartbeatlil’girl

myhome_5

[Kris Birthday Project] Them – Heartbeatlil’girl
Cast : Kris Wu || Alexandra [OC]

Genre : Romance, angst, etc.
Rating : T
Lenght : Oneshoot

a/n : FF ini untuk memeriahkan hari ulang tahun Kris.
Happy Reading^^
~”~

“Alex. Namanya Alex.” Lelaki itu berbicara sembari menyalakan pemantiknya di depan rokoknya

“Nama yang cukup indah. Kuyakin gadismu itu cantik seperti namanya, hyung.” Lelaki yang diajak berbicara itu hanya mengibaskan tangan kirinya kemudian tersenyum kecil.

“Tentu saja. Hatinya juga lembut. Dia sungguh menarik perhatianku.” Lelaki yang diajak berbicara itu hanya menyengir kemudian menyeruput secangkir kopi yang baru saja disajikan.

“Jadi, apa benar dia bu—“

“Ugh. Kau merokok lagi Kris.” Ucap si gadis tepat diambang pintu, tangan kanannya mengibas pelan menghilangkan asap rokok di depan wajahnya. Tangannya satu lagi berusaha meraba benda di sampingnya.

Lelaki yang dipanggil Kris itu spontan menoleh ke arah gadis itu. Tersenyum kecil, kemudian mematikan rokoknya dan beranjak dari kursinya.

“Maaf. Harus kuakui, rokok membuatku candu.” Kris merengkuh gadis itu dan menutup pintu masuknya. “Kau kemana saja? Kenapa kau tidak berada di rumah?”

Gadis itu tersenyum kecil tidak menatap Kris.

“Aku belanja beberapa kebutuhan. Dan kalau tidak salah, aku mendengar kau baru saja berbicara dengan temanmu? Di mana dia?”

“Eh? Dia ada disi—“ Kris menghentikan ucapannya ketika ia menoleh ke arah sofa yang baru saja ia duduki. Lelaki itu menghilang. Kemudian ia menoleh kembali ke arah gadis itu. Kris menghembus napasnya pelan, keningnya mengernyit pelan memikirkan keanehan ini.

“Kris? Sudahlah. Ibuku mengajak makan malam besok. Pastikan kau hadir kali ini. Ibu sungguh muak dengan pekerjaanmu yang begitu banyak.” Gadis itu membalikkan tubuhnya ke hadapan Kris kemudian meraba wajah Kris.

“Eh? Uhm. Kupastikan hadir.”

Gadis itu tersenyum kecil, menangkup kedua tangannya di wajah Kris kemudian mengecup bibirnya yang baru saja tertutup.
~”~
“Yeah. Aku tidak bisa mengalahkanmu, Kris.” ucap gadis itu, menyeruput kopinya kemudian mengangkat rokok di sela jari tangannya. Kris tersenyum kecil, mengambil sebatang rokok dari sakunya.

“Kau saja tidak pernah berusaha, Kel. Alex gadis yang unik. Tapi, aku tetap mencintaimu, Kel.” Balas Kris, menghisap rokoknya. “Tidak bisakah kau putuskan dia? Kau mencintaiku. Dan lagipula, dia cacat bukan?” Gadis itu – Kel – hanya mendesah pelan kemudian menurunkan kaki kanannya ke lantai kafe.

“Kau tahu aku ti–“

“Kris?”

Kris menoleh dan segera menurunkan rokoknya.

“Lex? Kenapa kau disini?”

Gadis itu meraba dengan tongkat silvernya. “Aku baru saja menemui temanku dan aku mendengar suaramu, Kris. Dengan siapa kau bicara? Kel? Siapa dia?”

Kris menoleh tajam ke arah Kel. “Lihat? Dia buta. Dia bahkan tidak dapat melihatku. Jadi, tunggu apa lagi?” Kel berbisik pelan, menyeringai, kemudian menyeruput kopinya sebagai tanda kemenangan.
Kris menghela napas kemudian menoleh kembali ke arah Alex. “Dia Kel. Teman wanitaku.”

“Teman wanita? Kau ketahuan Kris. Setidaknya aku senang kau bisa membuka dirimu. Kenalkan temanmu. Aku harus berterima kasih padanya.” Alex mengedikkan bahunya pelan, kemudian tersenyum. Mengingat nobtane Kris sebagai lelaki ‘introvert’ dan tidak memiliki teman selain dirinya, Kel, dan mungkin lelaki misterius di apartemennya.

Kris mengedikkan bahunya, sedikit mengerucutkan bibirnya. “Lex, ini Kel. Kel, ini Al—“.

“Kel?” Kris menoleh ke segala arah. Dia tidak menemukan Kel yang tiba – tiba hilang begitu saja. “Kris? Ada apa? Dan kenapa kau berhenti bicara? Mana Kel?” Alex berucap ketika ia merasa Kris menolehkan kepalanya.

“Dia pergi.”

“Mungkin akan ada waktu yang lebih baik untuk bertemu dengannya. Ayo kita pulang, Kris. Jangan lupa kalau hari ini kita makan malam dengan ibu.” Alex kembali berucap sambil mengecup pipi kiri Kris kemudian menggandeng tangan Kris.

~”~

“Kris. Akhir – akhir ini kau jarang pulang. Kemana saja kau? Setiap kali kau pulang, baju dan mulutmu berbau alkohol. Aku benci itu Kris.” Alex berucap pelan seperti berbisik, tatapannya kosong.

“Tidak ada.”

“Apa kau bersama dengan wanita itu?”
Kris terdiam, kemudian merengkuh gadis itu pelan.

“Kel? Tidak, tidak.”

“Bohong.” Alex melepas rengkuhannya kemudian menghempaskan dirinya di kursi sofa utama mereka. “Baby, kau tahu, aku ti—“

“Yeah. Dan siapa lelaki yang datang ke rumahmu itu? Kau tidak pernah mengenalkannya kepadaku. Atau jangan – jangan, dia adalah teman wanitamu?” Alex menyeringai kecil, melipat kedua tangan di depan dadanya.

“Apa? Heol. Dia lelaki. Dan namanya Karl.” Kris berucap setelah aksi diamnya. “Dan jika kau tahu, dia menghilang saat itu. Dan Kel? Dia menghilang juga saat itu. Oh ayolah, jangan buat diriku salah disini yang kenyataannya mereka yang salah.”

Alex tetap diam, melipat kedua tangannya. Cukup sudah. Kemarin, Kris baru saja mengatakan bahwa ia mencintai Kel daripada dirinya.

~”~

“Yeah, kenapa kemarin kau tiba – tiba menghilang, Kel?” Kris mengernyit, menyuguhkan segelas kopi latte kepada gadis di hadapannya itu.

“Hanya ingin.”

“Heol. Kau membuatku tampak salah di depan gadis itu. Dia sedang merajuk di rumah ibunya. Habislah aku.” Kris berucap, meneguk kopinya.

“Kau tidak mencintainya. Kau mencintaiku. Kau hanya mendekati dirinya hanya sebatas harta. Lebih baik kau tinggalkan dia.” Kel membalas, menghisap sebatang rokok. Asap rokoknya keluar dari kedua hidungnya.

“Tidak bisa. Aku tidak ingin.”

“Payah. Apa karena kau sudah bercinta dengannya? Kau tidak bisa melakukannya juga jika tidak didasari dengan cinta.”

“Kel, kau ti—“ Kel menghentikan ucapannya dengan mencium Kris.

Seingat Kris, dia hanya mengatakan cinta kepada gadis di hadapannya ini karena dulu, gadis ini berusaha untuk membunuh dirinya sendiri karena tidak mendapatkan cinta Kris. Kris masih mencintai Alex. Dia sangat mencintai Alex.

Harus Kris akui, ini sudah melewati batas.

~”~

“Kau menyebalkan Kris.” Bulir bening Alex sudah tampak di ujung matanya. Tangannya masih memegang bibir Kris. Tangan satunya lagi menepis bulir bening yang baru saja jatuh di mata kirinya.

Baru saja, Alex melepas rindunya dengan Kris. Namun, ketika bibirnya menyentuh bibir Kris, ia rasakan bibir Kris membengkak.

“Lex, ini tidak seperti yang kau pikirkan.”
“Yeah. Ini tidak seperti yang kupikirkan. Bibir bengkak? Apa jangan – jangan, kau –“

“Tidak, Lex. Kau salah. Aku, aku tidak pernah mencintainya.”

“Yeah, tapi kau mencintaiku karena harta dan aku tidak tahu dengan siapa kau berbicara!” Alex meninggikan suaranya.
Hell. Gadis ini mendengar pembicaraannya.

Tapi, dengan siapa?

“Dengan siapa? Bukankah sudah kukatakan, itu Kel?”

“Yeah, aku tidak percaya. Jika kau berkata wanita itu Kel. Kenapa aku tidak mendengar suaranya ketika kau berbicara dengannya?”
Kris mengernyit bingung.

~”~

“Apa Karl mengunjungimu akhir – akhir ini? Dia menghilang begi–, hei! Ada apa dengan ekspresimu itu?” Kel melambaikan tangan kirinya, sementara mulutnya sibuk menghirup rokok untuk sekian kalinya.
Kris menatap kosong, kemudian air wajahnya berubah menjadi kecemburuan.

“Kris? Hei!” Gadis itu sekali lagi melambaikan tangannya. Baiklah. Hal ini tidak berhasil. Gadis itu mengikuti arah tatapan Kris.

“Karena itu kau seperti ini Kris?” Gadis itu tersenyum miris. Kris yang sudah kembali sadar, berdeham pelan, menyambar langsung kopinya yang baru saja datang.

“Ahh, panas.”

“Bodoh. Karena cewekmu bertemu dengan lelaki itu, kau menjadi seperti ini. Tatapan kosong, tidak tahu apa yang diperbuat. Dasar laki – laki.” Kel mengelap bibirnya, kemudian mengecupnya.

Kris terdiam. Kel kembali menciumnya.
~”~
“Yeah, siapa lelaki yang duduk di kafemu itu? Kulihat, senyummu begitu cerah. Kau menangis di dekapannya. Dan kemudian, kau mencium lelaki itu. Aku membenci itu, Lex. Akulah sandaranmu, sayang.” Kris berucap, membanting pintu apartemennya. Ia mendapati Alex sedang mengambil segelas air.

Alex menurunkan gelasnya, kemudian tersenyum miris.

“Sandaran? Sialan. Aku tidak percaya lagi padamu. Kemarin kau bertemu Kel lagi bukan.” balas Alex, kemudian mengangkat kakinya ke kemarnya.

‘Sialan’?

Sejak kapan gadis kesayangannya ini mengucapkan kata kasar seperti ini?
“Lex,” Kris menarik tangan Alex kemudian menciumnya dengan ganas. Alex segera melepas ciuman itu. “Aku membencimu, Kris.” Gadis itu memukul dada Kris.

Kris menciumnya lagi tepat pintu apartemennya terbuka. “Lex? Sialan!” Lelaki itu berucap kemudian menarik Alex dalam rengkuhannya. Alex meringis pelan. “Apa yang kau lakukan padanya!”

“Yeah. Aku mulai membencimu, lelaki sialan.” Amarah Kris sedikit membuncah di dalam dirinya.

“Bunuh mereka.” Kel tiba – tiba berucap.

“Kel? Sejak kapan kau disini?”

“Kel? Kris dengan siapa kau berbicara?”

Alex membuka suaranya. “Bunuh mereka. Kau mencintaiku bukan? Bunuh mereka, maka kita akan hidup tenang.” Bisiknya lagi.
Kris menatap ke arah mereka. Lelaki di samping Alex sudah mengecup kedua pipi Ales kemudian memeluknya. Baiklah. Amarah Kris semakin bertambah. Siapa yang bilang boleh mencium wanitanya? Dengan cepat, tangannya mengambil pisau yang berada tepat di sampingnya.

“Yeah, ucapkan selamat tinggal pada lelaki itu, Lex.” Kris berucap, menancapkan pisaunya tepat di dada lelaki itu.

“Tidak.. Tidak… Apa yang kau lakukan Kris? Apa yang kau lakukan kepada saudaraku!” Alex berteriak, meraba tubuh saudaranya. Saudara? Kris terdiam ketika gadisnya menyebut saudara.

“Kau iblis, Kris! Kau iblis!” Alex berteriak.

“Bunuh dia!”

“Tidak, Kel.”

“Jika begitu, biar kubantu.” Kel menyeringai puas, menggerakkan tangan Kris ke arah dada gadis itu.

Kris terdiam. Mulutnya tak bisa berkata. Gadis yang dicintainya, meninggalkannya karena kesalahannya. Ia tidak pernah mendengar alasan dari gadisnya.

~”~

“Kris Wu. Seorang penderita ‘Skizofrenia’ selama lima tahun, baru saja membunuh pacar dan saudaranya. Ia mengaku semua ini karena seorang wanita yang mengaku mencintainya, Kel. Wanita ini diketahui sudah meninggal lima tahun yang lalu.”

-FIN-

One thought on “[Kris Birthday Project] Them – Heartbeatlil’girl

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s