[Kris Birthday Project] Sebuah Kecemasan

myhome_2

Sebuah Kecemasan

starring Kris Wu

Gloomy, slight!Horror, etc.

Semua restoran, kedai, atau kafe seantero Toronto dipadati manusia-manusia kelaparan hari ini. Bagaimana tidak, sekarang adalah saatnya makan siang. Seluruh pegawai dari berbagai kantor keluar untuk memberi sedikit asupan nutrisi kepada perut mereka yang sudah mengeluarkan gemuruh-gemuruh aneh sejak tadi. Ada yang memilih makanan berat, ada juga yang sekedar membeli kopi untuk mengusir rasa lelah sekaligus kantuk akibat menatap layar monitor selama berjam-jam. Kris Wu tergabung dalam opsi kedua, kalau kalian ingin tahu.

Kris sedang berada di Starbucks, ia duduk di meja dekat jendela dengan segelas Caramel Macchiato setengah penuh (yang sepertinya juga hampir dingin). Di depannya, terdapat seorang lelaki berwajah oriental yang sedang asyik menyesap Green Tea Frappucino-nya dengan nikmat.

“Astaga, Kris. Saat jam istirahat begini, kau masih saja mengurusi pekerjaan.” Luhan, si pemilik wajah oriental sekaligus rekan kerja Kris itu berceletuk ringan. Jemari Kris berhenti menekan keyboard di laptopnya sembari mengangkat kepala, “tenggat waktunya sebentar lagi. Aku bisa keteteran kalau tidak dikerjakan cepat-cepat.” tukasnya datar.

Luhan mengembuskan napas jengah, rekan kerjanya yang satu ini memang terlalu menggebu-gebu bila menyangkut urusan pekerjaan. “Ya ya, aku tahu itu. Tetapi, Kris, ponselmu terus berdering semenjak pantat kita menyentuh bantalan kursi di tempat ini!” ujarnya ketus. Kris tersentak, pandangannya teralih kepada ponsel hitamnya yang tergeletak tak bergerak di samping laptop. Buru-buru ia memeriksanya, ada dua buah pesan masuk.

“Kau benar. Ada SMS dari Ellie.” Kris menekan layar ponselnya dengan bertanya-tanya, tumben benar Ellie mengirim pesan saat ia sedang bekerja, biasanya gadis itu tidak mau—takut mengganggu katanya. Namun, dwimaniknya melebar kala ia membaca pesan Ellie yang amat membuatnya terkejut.

“Aku sedang dalam masalah besar, Kris! Cepat tolong aku—kita harus ke rumah Ellie!” Kris menutup laptopnya, memasukkan kembali dokumen-dokumennya ke dalam map dengan asal-asalan sembari bangkit dari tempat duduknya. Luhan terlompat dari kursinya lalu mencengkeram lengan Kris kuat-kuat, “ke rumah Ellie bagaimana?! Waktu makan siang sebentar lagi selesai, kita harus kembali ke kantor secepatnya! Lagipula, kau belum menjelaskan kepadaku apa yang sebenarnya terjadi.”

Kris melepaskan cengkeraman rekan kerjanya pada lengannya dengan kasar. “Aku tidak bisa menjelaskannya sekarang, maaf,” ia berkata sambil mengayunkan kedua tungkainya menuju pintu keluar. “Hei, kau masih berutang penjelasan padaku—Kris! Lihat itu!” Luhan berteriak keras, telunjuknya mengarah kepada televisi di sudut ruangan.

“Telah ditemukan mayat seorang wanita di salah satu rumah yang terletak di John Street. Menurut data yang ditemukan polisi, wanita itu bernama Ellie McMillan dan berusia 25 tahun. Diduga Ellie adalah korban penculikan serta pembunuhan, pelaku masih dalam pengejaran polisi.”

end.

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s