[KRIS BIRTHDAY PROJECT] ROSE

myhome_0

[KRIS BIRTHDAY PROJECT] ROSE – HANRI || WU YI FAN (KRIS) & OC || ROMANCE || PG

 

Tampak sesosok gadis yang sedang menyirami bunga di toko bunga .”Selamat pagi Sena” sapa seorang wanita paruh baya. “Pagi eomma” balas Sena dengan senyum manisnya. Eomma menyodorkan sebuah plastik hitam yang tidak terlalu besar juga tidak terlalu kecil dan menyuruh Sena untuk sarapan.Setelah itu, eomma pergi meninggalkan Sena dari toko bunga.
Sena membuka plastik hitam tersebut dengan wajah yang berbinar.Ia tak menyangka eomma nya memberikannya tiga buah kimbab segitiga kesukaannya dengan susu kotak.Dengan cepat,ia menaruh plastik hitam ke meja dan mengambil satu kimbab segitiga dan memakannya dengan lahap.

TING TONG

Bel berbuyi pertanda ada seseorang yang masuk ke tokonya, ia mendongak untuk melihat siapa yang datang. Ternyata, seorang pria berbadan tinggi menjulang dan. . .tampan menurut Sena.
Sena menaruh kimbab segitiga di mejanya dan berlari kecil ke arah pria tersebut. “Selamat datang,ada yang bisa saya bantu?” ujar Sena ramah tak lupa ia tersenyum manis kepada pelanggannya. Pria itu menatap sekeliling toko sejenak kemudian menatap Sena tajam. “Aku ingin membeli 3 tangkai bunga mawar” pinta pria tadi. Sena mengangguk dan segera mengambil 3 tangkai bunga mawar dan membungkusnya dengan kertas serta plastik bening yang melingkar dan mengikatnya dengan pita berwarna merah muda.

Sena menyodorkan buket bunga tersebut kepada pria tadi dan bertanya, “Apakah kau ingin menyatakan cinta mu ?” .
Sang pria menatap Sena dengan wajah sendu dan hal itu membuat Sena bingung. “Wae? Ada apa dengan tatapan mu?” tanya Sena lagi. “Apakah. . .Kau tidak mengingatku sama sekali?” Sang pria balik bertanya kepada Sena. Sena mengerutkan dahinya dan mencoba mengingat apakah dia pernah bertemu pria ini sebelumnya. Semakin ia mencoba mengingat,kepalanya semakin sakit.Bahkan,sekarang ia memegang kuat kepalanya.

Melihat Sena yang seperti itu membuat sang pria khawatir. Pria itu merangkul Sena dan mendudukkannya di kursi. “Padahal sudah 5 tahun berlalu sejak insiden itu tapi kau tetap tidak bisa mengingat masa sebelumnya” ujar sang pria dengan senyum mirisnya. Namun,ia meminta Sena untuk tidak terlalu memaksa ingatannya karena ia tidak mau Sena semakin sakit. Ia mengambil buket bunga yang terjatuh tadi dan memberi Sena uang.Kemudian,pria itu meninggalkan Sena.

Akan tetapi,tak lama kemudian pria itu datang kembali dan memberinya buket yang ia beli tadi kepada Sena.
Sena yang melihat kelakuan sang pria hanya menatapnya bingung.

๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน

Esoknya, sang pria datang lagi untuk membeli 3 tangkai bunga mawar seperti kemarin. Dan lagi-lagi setelah pergi dari toko, ia kembali lagi dan memberinya buket bunga tersebut.
Setiap hari ia berperilaku seperti itu dan membuat Sena semakin bingung.

Suatu hari, sang pria datang lagi ke toko bunga hendak membeli bunga mawar seperti biasanya namun permintaan sang pria ditolak mentah-mentah oleh Sena dengan alasan ia ingin menghabiskan stok bunga mawar bukan menjadi pengemis yang menerima uang tanpa menjual barangnya. Mendengar alasan Sena justru membuat sang pria tertawa. Sena semakin kesal dengannya. “Kalau begitu nanti sore pergi lah ke taman bermain,aku akan menunggu mu disana.Jangan menolak okay” pinta sang pria dan berlalu pergi meninggalkan Sena sendiri di toko bunga.
Sena menatap punggung sang pria.Tiba-tiba ia mengingat sesuatu. Ada perasaan rindu di dalam hatinya. Ia mencoba mengingat lagi meskipun kepalanya sudah dilanda sakit. Kemudian,dia menatap pintu toko.
“Yi Fan” gumamnya pelan dengan tatapan sendu.
๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน

Sang pria sudah berada di taman bermain. Ia duduk di salah satu kursi taman dan menatap langit yang berwarna oranye tanda waktu sudah sore. Sena menghampirinya dan duduk tepat disamping sang pria. Sang pria menyadari keberadaan Sena, kemudian menoleh ke arah Sena dengan senyum yang khas.

“Aku mengingat mu,Wu Yi Fan” ucap Sena dengan menatap sang pria.
“3 tangkai mawar bermakna aku cinta kamu” guman Sena lirih.
“100 tangkai mawar bermakna jadilah pasangan yang mengasihi lanjur usia” sahut Yifan.
“144 tangkai bermakna mencintaimu pagi hingga malam selama-lamanya” ujar Sena yang sekarang mencengkeram rok pendeknya. Ia ingin menangis mengingat masa lalunya dengan pria ini.

“365 tangkai bermakna memikirkanmu setiap hari,mencintaimu setiap hari” sahut Yifan yang sekarang menatap Sena dengan tatapan yang sulit diartikan.

“1001 tangkai bermakna melambangkan cinta. . .Selamanya” ujar Sena yang tertahankan, tak lama kemudian ia meneteskan air matanya yang tidak bisa ia tahan lagi. Yifan merengkuh tubuh Sena kepelukannya.

๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน

Paginya, Sena merapikan beberapa pot bunga di depan tokonya. Sesekali,ia menengok ke kanan dan kiri untuk mencari sosok pria yang selalu datang ke tokonya yang tak lain adalah Yifan.

“Mencariku?” tanya Yifan tepat dibelakang Sena. Hal itu membuat Sena terkejut dan membalikkan badannya. Yifan tersenyum dan memeluknya erat. Sena membalas pelukannya dan tersenyum di dada bidang Yifan.

“Kau sudah mengingatnya bukan?” tanya Yifan yang belum melepaskan pelukannya. Sena mengangguk dan membalasnya dengan lirih, “Awal dengan 3 tangkai lalu 100 kemudian 144 esoknya 365 dan 1001 namun semua itu lenyap karena aku” .

“Tidak,jangan menyalahkan diri sendiri” elak Yifan yang kemudian melepaskan pelukannya.Ia tersenyum lembut dan Sena membalasnya senyuman itu.

“Ayo,lanjutkan kisah cinta kita” ujar Yifan seraya menyentuh tangan Sena dan mengecupnya.

“Would you be my rose?”pinta Yifan.Sena menatap mata Yifan untuk memastikan apakah dia benar-benar tidak salah dengar.
Namun,ia tersenyum dan mengangguk.

Wajah mereka saling mendekat perlahan.Tak lama kemudian,ciuman manis terjadi antata dua sejoli ini.

๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒนEND๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s