[KRIS BIRTHDAY PROJECT] Memory

cover-memory

.[KRIS BIRTHDAY PROJECT] (Memory) – (Lulu Kim)
Kris & EXO || Friendship, Angst || G
.
.
Lulu Kim Story Line
.
.
Memory
.
.
Pukul 23.58.

Dua menit lagi menuju tengah malam dan pria yang berdiri di balkon kamar itu belum juga berminat untuk pergi ke ranjang. Dia lelah, tentu saja. Setelah berlatih seharian untuk konser pertamanya besok yang luar biasa, dia kini merasa hampa dan kosong. Perasaan yang jauh berbeda dengan beberapa tahun silam. Mungkin karena itulah, dia berdiri disini dan membiarkan perasaan yang menghimpit dadanya itu menguap bersama dinginnya angin malam. Untuk saat ini saja …ia ingin mengakui kelemahannya pada rembulan yang membisu. Ia berjanji dalam hati, dia akan kembali pada sosok solois yang kuat esok hari.

Kring~

Alarm ponselnya berbunyi. Itu berarti sekarang sudah tepat tengah malam. Namun pria yang berdiri di balkon itu tidak juga bergeming. Iris kelamnya terfokus pada hamparan langit tanpa bintang di sana ketika memorinya terlempar pada dua tahun silam di tanggal yang sama. Di saat dia masih di Korea. Masih bersama saudara-saudaranya. Masih menjadi seorang leader dari salah satu grup populer Korea. Dan yang masih bangga dengan sebutan Kris EXO.

Namun itu hanyalah memori.

Kris memejamkan mata lalu membukanya dengan pandangan yang tetap sendu. Baru saja dia hendak melangkah ke arah ranjang, ponselnya kembali berbunyi. Tidak, itu bukan alarm melainkan sebuah pesan.

Mungkinkah ini salah satu dari mereka?

Kris menggigit bibir bawahnya. Mempersiapkan hati untuk berjaga-jaga seandainya dia harus terkejut.

Kring~

Pesan yang lain masuk. Kris masih menahan diri untuk tidak membuka pesannya.

Kring~

Baiklah, Kris menyerah. Dia menarik nafas lalu menghembuskannya bersamaan dengan gerak ibu jari kanan yang menekan simbol surat pada smartphonenya.

From: My beloved Mom (00.00)
Happy Birthday, My Son.
I Love You.

Kris tersenyum kecil. Dia membalas pesan ibunya dengan cepat sebelum menekan tombol keluar dan membuka pesan yang lain.

From: Manager Cheonsa (00.03)
Happy Birthday, Kris Wu!
Wish you all the best for your first solo concert and album
From: Manager Cheonsa (00.03)
Aku pasti orang pertama yang mengucapkan ini kan?
Apa kau sudah tidur?

Kris kembali tersenyum kecil. Tidak salah dia memilih gadis ceria itu sebagai managernya. Dia adalah pribadi yang hangat dan sangat memahami Kris. Meski sebenarnya, bukan gadis itu yang Kris harapkan untuk mengiriminya pesan saat ini. Bukan dia, tapi mereka. Namun sepertinya Kris lupa bahwa berharap terlalu besar hanya akan berujung pada kekecewaan yang besar pula. Seperti saat ini.

To: Manager Cheonsa (00.06)
Terima kasih.
Sebenarnya, kau yang kedua.
Sekarang tidurlah.

Sent!

Pria itu mulai melangkah lagi lalu ketika dia sudah sampai pada ranjangnya, pesan lain kembali masuk. Mungkinkah gadis itu lagi? Atau dari mereka yang Kris tunggu? Kris mencoba menebak hingga akhirnya menyerah juga. Dia sudah terlalu lelah dan menebak hal seperti ini hanya menambah rasa lelahnya. Jadi dia buka pesan itu tanpa berfikir panjang lagi.

From: Lu Han (00.09)
Happy Birthday, mantan leader EXO!
Aku mendoakan segala yang terbaik untukmu.

Kris berdecih. Namun tidak dapat dipungkiri, air matanya meluruh juga. Kris memang mantan leader EXO, dan setiap kali dia mengingat hal itu, dia merasa hampa dan kosong. Jadi, terima kasih padamu Luhan yang berbaik hati mengatakan hal itu.

To: Lu Han (00.09)
Terima kasih, mantan member EXO
Aku juga mendoakan segala yang terbaik untukmu.

Lelucon yang menyakitkan. Hah. Terlebih ketika pesan lain masuk dari anothers ex-member.

From: Tao Hwang (00.11)
Happy Birthday!
Sehat selalu, leader-nim!

Kris ingin marah, namun juga ingin tertawa. Ya, menertawakan takdir konyolnya ketika dia, Luhan dan Tao saling berinteraksi dengan membawa secuil kenangan masa lalu. Belum sempat Kris membalas pesan Tao, pesan lain kembali masuk. Kali ini, pesan yang membuat jantung Kris terasa teremas begitu menyakitkan. Pesan salah satu dari mereka. Pesan yang ia kira, mustahil masuk dalam ponselnya. Pesan dari adiknya. Yeah, paling tidak, pernah menjadi adiknya dulu.

From: Lay EXO (00.12)
Happy Birthday, Kris!

Kris tersenyum ketika pada akhirnya, aliran asin itu menggenangi kedua pipinya. Dia membaca pesan itu berulang kali bahkan hingga pada waktunya juga. 00.12. Ah, angka yang manis, tapi terlalu perih untuk terus diingat.

From: Lay EXO (00.12)
Thank’s Lay.
Thank you so much.

Si pria baik hati yang selalu dikenal sebagai Lay EXO. Kris ingat, pria itu baru saja debut solo beberapa hari yang lalu. Dia masih bagian dari EXO, namun memiliki karir yang bagus di China sebagai seorang aktor maupun solois. Dalam hati Kris merasa iri. Seandainya di tahu bahwa dalam grup EXO pun dia memiliki kesempatan untuk bersolo dan berakting, mungkin dia tidak akan pernah berfikir sedikitpun untuk meninggalkan EXO. Tidak akan pernah. Dan itu sebabnya, kali ini Kris menangis dalam diam. Menyesali ego nya dua tahun yang lalu saat dengan tidak bertanggung jawab, dia meninggalkan EXO tepat seminggu sebelum konser perdana.

Seharusnya, dia tidak pernah meninggalkan EXO. Seharusnya, dia masih bersama member yang lain dan berkumpul dengan cerianya. Seharusnya, dia tidak sendirian disini. Seharusnya …ada begitu banyak kata seharusnya yang Kris sesali tidak akan pernah dapat dia wujudkan. Tidak akan pernah lagi karena masa itu telah berlalu dan Kris hanya dapat berdoa. Satu doa yang tidak akan menjadi nyata meski ia memintanya tepat di hari ulang tahun.

Semoga dia bisa kembali menjadi bagian dari EXO

-FIN-

Terima Kasih sudah membaca^^
Jangan lupa tinggalkan komentar, okai?

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s