[KRIS BIRTHDAY PROJECT] Le Ombre

myhome_2

[KRIS BIRTHDAY PROJECT] Le Ombre – Pitachynt
Wu Yi Fan x OC || romance, fantasy || PG 15
——————

BRAKK.

Suara tabrakan antara kendaraan dengan tubuh manusia mengalun di telinga gadis yang tengah memejamkan matanya. Dengan napas yang memburu, gadis itu membuka matanya. Bayangan itu kembali muncul, bayangan yang membuatnya tidak bisa tidur nyenyak selama lebih dari dua minggu.

Yoorin beranjak dari kasur, menguncir asal rambut abu-abu keunguannya sambil berjalan menuju sofa yang ada di ruangannya.

Suasana kota Batam setidaknya bisa membuat ia berhenti memikirkan bayangan itu. Hal itulah yang Yoorin pikirkan ketika memutuskan untuk pergi ke kampung halaman ibunya.

Benda tipis yang ada di dekat kasur miliknya berbunyi, membuat gadis itu dengan cepat menjawab panggilan dari ibunya.

“Aku baik-baik saja, Ma.” Terdengar nada khawatir ibunya dan suara ayahnya yang menggerutu.

“Aku ke Batam untuk membantu Bibi, ia membuka butik baru, apa Mama lupa?” Ibunya hanya mendengus mendengar jawaban anaknya.

“Gege mencariku? Tenang saja, aku bisa menjaga diriku, tidak perlu khawatir. Sampai nanti Mama, Appa, saranghae.”

Tak berapa lama kemudian, ponsel Yoorin kembali berdering. Ia hanya menatap ponselnya tanpa ada minat untuk menjawab panggilan itu.

“Mianhae Gege, aku tidak mau semua orang yang aku sayangi berada dalam bahaya karenaku.”

***

“Terima kasih, Bibi.” Wanita yang duduk di kursi kemudi itu tersenyum. Wajahnya mengingatkan Yoorin dengan ibunya yang sekarang berada di Seoul.

“Seharusnya Bibi yang berterima kasih, Yoorin. Bahkan sekarang sudah sore.” Yoorin hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.

Nelliana, bibi Yoorin merasa ada yang aneh. Keponakannya tidak mungkin datang jauh-jauh hanya sekedar membantu butik barunya.

“Ceritakan pada Bibi jika kau tengah melarikan diri. Mana mungkin setelah acara di Bangkok kau malah pergi ke Batam? Memangnya kau lupa jalan pulang ke Seoul?” Yoorin hanya tersenyum menunjukan deret giginya dan mengatakan jika dirinya memang ingin membantu bibinya.

“Sampai jumpa besok, Bi.” Yoorin melambaikan tangannya lalu masuk ke dalam hotel.

Kali ini, bayangan itu kembali muncul membuat Yoorin memejamkan matanya lalu menarik napas panjang. Ia berjalan menuju lift lalu menekan angka tiga.
Antensinya jatuh pada laki-laki tinggi bersurai dirty blonde yang tengah menunggu tepat di depan kamar hotel yang Yoorin tempati.
“Kris Gege ….” Melihat pandangan laki-laki tinggi itu menangkapnya, ia segara berjalan masuk ke dalam ruangan hotelnya seakan-akan ia tidak melihat ada Kris di sana.
“Hei, kau menghindariku,” ucap Kris saat ia menggapai tangan Yoorin yang masuk tengah membuka pintu, bahkan Kris ikut masuk ke dalam.
“Gege keluarlah, ini Indonesia bukan Korea, Cina atau Kanada.” Yoorin mendorong tubuh Kris ke arah pintu, tetapi tubuh laki-laki itu tidak bergerak sedikitpun.

“Lalu apa hubungannya, Nona Designer?”

“Patuhi norma yang ada, Tuan Dokter.” Sesaat Yoorin langsung terdiam dan memejamkan matanya, bayangan itu kembali muncul.

“Gege, biarkan aku di sini lebih lama. Minggu depan aku janji akan kembali ke Seoul.”

“Hei, aku tidak memintamu pulang, aku hanya ingin memastikan keadaan kekasihku.”

Yoorin menarik napas panjang. “Sejak kapan aku kekasihmu, Gege?” Setelah bicara Yoorin langsung menundukan wajahnya dan keluar dari kamar hotel.
“Bukankah kalimatmu keterlaluan? Apa pesan itu────”
‘Gege, menjauhlah dariku. Aku butuh waktu agar bisa bersamamu.’
Kris sangat ingat pesan dua minggu yang lalu dari Yoorin.
“Benar, aku butuh waktu Gege. Kembalilah ke Seoul dan sembuhkan pasien di sana.” Yoorin menundukan kepalanya lalu membuka pintu kamar, meninggalkan Kris yang hanya menatap nanar Yoorin.
Kris memandang punggung Yoorin yang berjalan menjauh darinya lalu memasuki lift. Ia tahu ada yang salah dengan kekasihnya yang pergi diam-diam ke Indonesia.

Kris dengan sigap berlari menuju tangga dan turun ke lantai dasar mengejar gadisnya. Ia mendapati Yoorin yang keluar dari lift sambil menundukan wajahnya.

“Yoorin, sebenarnya ada apa?” Kris menyentuh bahu gadisnya.
“Bukankah sudah aku bilang untuk menjauh dariku?”

“Aku tidak bisa menerima jika itu alasannya.” Yoorin tidak peduli, ia kembali menundukan wajahnya dan terus berjalan ke arah trotoar yang langsung berhadapan dengan jalan utama. Ia tahu jika Kris masih mengikutinya.

“Gege aku mohon, Gege akan dalam bahaya jika berada di dekatku.” Yoorin memutar tubuhnya menatap Kris namun Kris menggeleng tak percaya.

“Gege akan pergi … di depan mataku.” Yoorin menahan airmatanya sambil memandang ujung sepatu yang ia kenakan, ia tak berani menatap mata Kris sedikitpun.

“Itu Generalized Anxiety Disorder, Yoorin.”
“Bukannya Gege tahu kalau aku tidak memiliki kelainan itu? Aku tahu Gege mengecekku secara diam-diam.” Kris menggeleng dan berkata jika itu hanyalah halusinasi, tidak nyata.
“Aku belajar di Kanada karena orangtuaku akan dalam bahaya jika aku belajar di Korea. Harabeoji meninggal setelah aku mendapatkan bayangan itu, Gege. Song ahjussi sempat koma setelah aku mendapat bayangan tentangnya.”
Yoorin menghela napas pelan.

“Apapun itu, aku tidak peduli apapun yang terjadi, tetapi aku tidak akan pernah membiarkanmu sendirian.”
“Lalu apa aku hanya diam dalam bayangan mengerikan itu? Apa aku akan harus diam saja padahal orang yang sudah menjagaku selama bertahun-tahun dalam bahaya?” Yoorin menatap nanar bola mata Kris.

“Aku belum siap kehilanganmu, Gege.”

Yoorin mendesis lirih, memohon pada Kris untuk menjauhinya sama saja seperti berusaha menggabungkan air dengan minyak.

Sambil menundukan wajahnya Yoorin menyebrangi jalan tanpa sadar. Ia terus melangkahkan kakinya hingga Kris meneriaki namanya membuat Yoorin memutar tubuhnya.

BRAKK.

Mata Yoorin terbelalak mendapati Kris tersungkur di jalan raya. Tabrakan yang sama dengan bayangannya beberapa minggu ini.

“Wu Yi Fan!”
Napas Yoorin tercekat, ia menangis. Tangisannya terdengar pilu, dengan sekuat tenaga ia meminta para warga untuk menelepon ambulans seraya mengecek denyut nadi Kris.
“Gege andwae.”

Gadis itu berlutut di samping tubuh Kris, menaruh telapak tangannya tepat di tengah dada Kris. Dengan airmata yang mengalir di pipinya, Yoorin menekan tulang sternum milik Kris beberapa kali.

Merasa apa yang ia lakukan sia-sia, Yoorin mendekatkan telinganya ke arah jantung dan semakin tercekat. Ia membuka mulut Kris, menarik napas panjang, mendekatkan bibirnya pada milik Kris, lalu meniup napas panjang miliknya.
“Gege jebal.”

***

Yoorin terbangun saat merasa seseorang mengusap kepalanya dengan lembut. Ia mendapati Kris tengah tersenyum ke arahnya sambil memainkan rambut milik abu-abu keunguannya. Gadis itu menghembuskan napas lega ketika melihat Kris baik-baik saja.

“Hei, aku akan merekrutmu menjadi asistenku besok. Aku berhasil mengajarimu CPR.” Kris tertawa kecil menatap Yoorin.
“Kenapa malah tertawa?” Yoorin menatap Kris kesal. Apa ia tidak tahu betapa ketakutannya Yoorin saat melihat nyawa kekasihnya terancam di depan matanya sendiri?
“Karena kau ada di sini.”
“Gege.” Kris kembali tertawa melihat wajah manis Yoorin yang marah. Bagi Kris wajah gadisnya sangat menggemaskan.

“Aku benar-benar takut, Gege.” Yoorin menundukan wajahnya namun beberapa saat kemudian Kris meraih dagu Yoorin untuk mendekat dan meminta sesuatu pada gadisnya.
“Jika bayangan itu muncul, aku mohon datanglah padaku. Jangan melarikan diri dan bersandarlah padaku.” Kris mengancungkan kelingkingnya membuat Yoorin tersenyum sambil mengaitkan kelingkingnya pada jari kekasihnya.

Kris tidak henti-hentinya tersenyum menatap Yoorin. Ia kembali mengisyaratkan sesuatu membuat Yoorin mendekatkan wajahnya pada laki-laki itu. Setelah Yoorin mendekat, Kris kembali menarik dagu Yoorin, menempelkan bibirnya pada bibir merah muda milik Yoorin.

Yoorin memejamkan matanya, ia terbuai ketika Kris melumat bibirnya dengan lembut selama beberapa detik. Dalam hatinya ia bersyukur bisa bertemu dengan Kris.

Laki-laki bertubuh tinggi itu melepaskan tautannya. “Aku akan selalu menjagamu.”

FIN

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s