[KRIS BIRTHDAY PROJECT] KRIS-haneul88

myhome

[KRIS BIRTHDAY PROJECT] KRIS-haneul88

Kris&OC || AU, Crime || G

Poster by cantikapark

KRIS

Orang itu berlari sekencang mungkin untuk menghindari beberapa orang yang mengejar di belakangnya. Sejujurnya, ini sudah merupakan hal biasa untuknya. Dikejar polisi, warga, maupun seorang satpam. Alasan yang masuk akal sebenarnya. Mencuri. Ya, seorang pencuri akan dikejar-kejar oleh beberapa orang ketika mereka ketahuan sedang mencuri bukan?

Wu Yifan, atau biasa dipanggil Kris, berlari sekuat tenaga menghindari pria-pria waras yangmengejarnya. Ia tak merasa takut, tidak. Ia justru tertawa layaknya orang gila saat ini. Akan tetapi nalurinya selalu menyuruhnya untuk berlari ketika dikejar.

Namun tampaknya aksi berlarinya kali ini tidak berjalan lancar. Seorang gadis sekitar 50 meter di depannya namun terlihat jelas olehnya tampak menutupi jalannya. Ketika ia tak sengaja menengadahkan kepala, terlihat seorang perempuan sedang berusaha menjatuhkan sebuah pot tanah liat dari lantai dua. Kris merasa, sesuatu yang buruk akan dialami gadis itu.

Pemuda itu menambah kecepatan langkahnya hingga ketika ia tinggal satu meter di hadapan gadis yang ia lihat tadi, tangan kanannya ia bentangkan dengan maksud untuk menjauhkan gadis itu dari bahaya yang mengancamnya dari atas. Dan benar saja, ketika Kris menabrak kemudian merarik gadis itu sekaligus tetap berlari, suara jatuhan benda yang pecah terdengar di belakangnya. Gadis yang berada di sebelah Kris menoleh kebelakang dan terkejut dengan apa yang terjadi. Ia menoleh kepada Kris yang ada di sampingnya -mencoba bertanya alasan yang sebenarnya, namun pria itu hanya tersenyum simpul.

“Ya, kau tahu sendiri.”

_______

Menjadi seorang pencuri, bukanlah keinginan Kris sesungguhnya. Menjadi sampah masyarakat yang yatim piatu dan tunawisma membuatnya terpaksa melakukan hal buruk seperti mencuri. Tak jarang pula ia menjadi suruhan beberapa orang untuk mencelakai seseorang. Tubuhnya yang tinggi, dan atletis ditambah keahlian taekwondonya sejak kecil membuatnya mudah untuk menyerang lawannya. Namun anehnya, ia tak pernah menyerang seorang polisi maupun petugas yang berwenang.

Kris berjalan pelan menuju salah satu gang sempit yang cukup gelap. Ia menekan dadanya kuat-kuat mencoba untuk tetap bernapas meskipun terasa sakit. Ia menunduk. Satu tetes air matanya jatuh tiba-tiba tanpa sebab. Ia lolos lagi kali ini. namun akankah semua kebebasan ini akan berlangsung selamnya? Jawabannya tidak! Tidak akan selama itu!

______

Hari ini lagi-lagi Kris berlari. Mungkin ini sudah menjadi rutinitas pengganti olahraganya dipagi hari. Ia tadinya hanya mencuri pandang dari jendela besar sebuah rumah roti yang sedang membuat kue dan terlihat menggiurkan itu. Namun memang pada dasarnya ia selalu terlewat sial, seorang penjaga roti memergokinya dan menganggap bahwa dirinya adalah pencuri. Kris berlari dengan kencang sekuat tenaganya. Tiga orang tampak mengejarnya di belakang. Kris tidak mengumpat maupun mengucapkan beberapa sumpah serapah seperti ketika seorang pencuri dipergoki. Ia hanya berlari dengan bertampang datar seakan sedikit tak paham dengan situasi.

Ini seperti de javu ketika Kris melihat gadis itu lagi. Ia akan menyebrang. Ketika lampu bagi pejalan berwarna hijau, ia menyebrang. Namun sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi tanpa ada tanda-tanda akan mengerem tetap saja melajukan mobilnya. Kris mempercepat larinya. Menyebrang untuk menggapai gadis itu yang sudah ada di tengah jalan. Ia merentangkan tangannya meraih pergelangan gadis itu lalu menariknya seperti mengajaknya berlari. Benar saja. Setelah sampai di pinggir jalan, mobil tersebut berhenti mendadak dengan asap yang mengepul di kap mobilnya.

Gadis itu termangu sebentar. Kemudian ia menoleh ke arah pemuda itu. “Kau lagi.”

“Entahlah, aku hanya merasa kau ada dalam bahaya.”

“Kau selalu berlari. Mengapa?”

“Aku suka berlari. Beberapa orang mengejarku ketika kuberlari.”

“Maksudnya?”

“Aku juga tak tahu. Mereka selalu seperti itu. Mereka mengejarku, dan aku berlari. Seperti main petak umpet mungkin.”

Gadis itu tak paham. Ia hanya menganggap itu angin lalu. “Kau, namamu siapa?”

“Kris. Aku Kris.” Pemuda itu melihat tiga orang yang tadi mengejarnya berteriak dan tampak menuju ke arahnya. “Aku harus pergi. Semoga bertemu kembali.” Kris hanya berlari kencang setelahnya. Tak peduli si gadis yang sedikit binggung dan terpaksa meneriakinya untuk mengucapkan terimakasih atas pertolongan Kris.

Ya. Namanya adalah Kris. Ia suka berlari, karena ketika ia berlari beberapa orang akan ada di belakangnya. Ia tunawisma yang sering dianggap sampah masyarakat. Satu fakta yang banyak orang belum ketahui, ia gila. Sejujurnya ia orang gila. Ia tak punya perasaan dan melakukan sesuatu hanya berdasarkan naluri. Karena ia sering tak paham dengan hidup.

_______

Epilog

Seorang gadis tampak kebingungan sendiri setelah ia terdiam cukup lama. Ketika ia tersadar, tas di tangannya yang berisi ponsel, uang ratusan won, maupun barang berharga lainnya tak terlihat lagi. Ia mengamati sekeliling. Banyak orang berada di tengah jalan untuk melihat kecelakaan yang terjadi. Tidak ada seorangpun di dekatnya. Kejadian ini terjadi seperti tiga hari lalu ketika seseorang menariknya dan di belakangnya ada pot yang terjatuh dan pecah.

Ya. Namanya Kris, ia pria keturunan China. Ia kabur dari rumah sakit jiwa yang merawatnya. Satu fakta yang tak pernah orang lain ketahui, ia adalah seorang pencuri, dan ia gila.
Sekian.

2 thoughts on “[KRIS BIRTHDAY PROJECT] KRIS-haneul88

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s