[KRIS BIRTHDAY PROJECT] Kris and His Dumb & Dumber

myhome_3

[KRIS BIRTHDAY PROJECT] KRIS AND HIS DUMB & DUMBER – yeollicone

Kris ft. all EXO member || Friendship, Humor? || PG-17

•_•

HAPPY READING!

•_•

Hari ini, tepat tanggal 6 November, pria dengan tinggi bak pemain basket internasional itu berulang tahun. Seperti biasa, ucapan pertama berawal dari keluarganya. Berlanjut dengan beribu ucapan dari penggemar yang turut meramaikan sosial medianya. Kris bahagia, tentu saja.

Hanya saja, perjalanannya ke Korea kali ini memang membuatnya terbawa perasaan. Kebetulan hari ini dia mendapatkan job untuk pemotretan salah satu majalah Korea Selatan. Dan mau tidak mau, Kris harus kembali ke negara yang membuat namanya besar ini.

Riuh para fans yang jumlahnya hanya seratus, terdengar seperti jutaan orang. Hati Kris menjadi hangat seketika. Meskipun sedang merindukan teman ‘we are one’-nya, setidaknya dengan fans rasa itu bisa sedikit terobati.

Fanmeet berjalan dengan lancar. Dimulai dari bincang-bincang ringan, hingga kuis berhadiah. Semuanya bahagia kecuali dengan dua gadis dengan kursi paling pojok belakang. Keduanya menggunakan turtleneck, beanie, dan kacamata yang serba hitam.

Tanpa ada yang menyadari, pandangan Kris tertuju pada dua gadis serba hitam tersebut. Penampilannya aneh, dan…tampak mencurigakan?

‘Mungkin aku akan menanyainya nanti.’ batin Kris dalam hati.

Hingga pada acara puncak, semuanya berbaris dengan rapi. Mengantri untuk bisa bersalaman, dan berfoto bersama Kris lebih dekat. Pria itu masih membagikan senyum ramahnya pada fans. Namun, ia masih penasaran dengan dua gadis yang berpakaian serba panas di gedung yang ‘agak’ pengap ini.

Dua orang lagi…

Satu orang lagi…

Dan, ta-dah! Gadis yang sedari tadi menarik perhatian Kris tepat berada di depannya. Urutan paling belakang. Mereka memiliki postur dan tinggi yang hampir sama.

“Kalian… kembar?” tanya Kris penasaran.

Namun, mereka hanya menggeleng. Tak menjawab pertanyaan Kris sama sekali. Membuat pria itu merasa aneh dan, sedikit tersinggung, mungkin?

Kris bertanya lagi, “Dan, well, apa kalian tidak panas menggunakan pakaian serba hit-

“Sudah. Cukup. Jangan pura-pura baik.” salah satu dari gadis serba hitam itu memotong pertanyaan Kris dengan nada culas. Secara otomatis, pria itu tersentak kaget.

“A-apa?”

“Yo, yo. Agent Y, H, K, lakukan sekarang!” lagi-lagi mereka mengatakan sesuatu yang tidak jelas. Membuat Kris seketika bergidik.

“Hey, apa yang akan kalian lakukan, hah??” tanya Kris, dirinya sedikit takut dan emosi. Mungkinkah dia akan diculik setelah ini? “Benar-benar fans fanatik! Security!”

“Haha, percuma saja kau memanggil security bodoh itu, Kris Wu.” ucap salah satu dari mereka lagi, masih dengan nada ketusnya. Sementara gadis yang satunya menanggapi, “Benar. Kau harus ikut kami!”

Dan setelah itu, seluruh pandangan Kris menggelap.

•••

Kris tidak sadarkan diri setelah diberi kain yang menyumbat pernafasannya. Aroma dari kain itu memang benar-benar membuat kepala pria itu pening. Iapun ambruk, ditutup matanya, ditambah dengan lilitan tali yang mengunci pergerakan tangannya.

Yeah, Wu Yi Fan tengah diculik.

Para penculik itupun membawa tubuh raksasa itu ke dalam Lamborghini milik Agent S, begitulah sebutan mereka.

“Kena! Hahaha!” salah satu dari mereka tertawa lepas. Dialah Agent S, si pemilik Lamborghini sekaligus sebagai supir.

“Kau tak tahu aku tersiksa dengan semua ini, Hyung.” rengek Agent B, si gadis yang menggunakan baju serba hitam saat fanmeet tadi.

“Gedungnya panas, pakai turtleneck lagi. Ya Tuhan.”

“Ssstt.” kali ini, Agent Z angkat bicara. “Jangan terlalu berisik. Yang penting kita sudah dapatkan tokoh utama kita.”

Sambil berganti kaos, Agent B dan J menjawab, “Iya juga, sih.”

“Aku juga butuh waktu lama untuk mengeluarkan Lamborghini ini dari garasi rumahku, tahu?” sahut Agent S, membetulkan letak kacamata hitamnya. “Sudah lama tak terpakai. Jadi ini sudah tenggelam di antara mobil lai-

“SSTT JANGAN BERISIK.” protes Agent J dan B.

Agent S tersenyum miris.

Sementara Agent Z hanya terkikik geli melihat temannya selalu seperti ini.

•••

‘Yo, yo! Agent S, J, Z, dan B telah bersama target. Bagaimana di tempat memasak?’ walkie-talkie dari sebuah dapur berbunyi.

Pria bermata rusa itu menggelengkan kepalanya disertai dengan muka malas, “Tak usah memakai agent-agent. Menjijikkan.”

“Geli.” lanjut si pria bermata bulat, tangannya tak henti mengocok krim dengan mixer.

Walkie-talkie di tangan Agent L (pria bermata rusa tadi) direbut paksa oleh Agent T. “Yak, jangan dengarkan mereka. Jujur agent ini keren!” ucap Agent T dengan semangat.

Sementara Agent L dan Agent D hanya memutar kedua bola matanya malas. Mereka lebih memilih menyelesaikan masakannya daripada berurusan dengan panggilan tak penting itu.

“Yang pasti, di sini masih lanjut masalah konsumsi. Beres lah jika nanti si target sudah sampai.” lanjut Agent T, menjawab panggilan dari seberang sana.

‘Baiklah, good job!’

•••

‘Yo, yo! Agent S, J, Z, dan B telah bersama target. Bagaimana di TKP?’ walkie-talkie di atap gedung berbunyi.

Pria dengan kulit agak gelap meraih walkie-talkie itu, “Sudah siap. Tinggal menunggu target datang.”

“Bisakah kau cepat, Hyung?” lanjut Agent S, suaranya agak bergetar. “Kau tahu dinginnya bukan main di sini Ya Tuhan.”

“Kalian ini payah sekali,” sahut Agent X dengan muka datar. “Bilang saja kalau kalian lapar.”

“BETOLLL HYUNG! THAT’S RIGHT!” si raksasa dari belakang langsung memeluk Agent X. Memang pada dasarnya, Agent X ini adalah yang paling ‘dewasa’ di antara agent lain. Sehingga, ia mengerti betul bagaimana rewelnya mereka.

‘Dasar kalian perut karet? Bukannya sudah makan tadi di rumah Suho Hyung??’ pekik si Agent B dengan suara cemprengnya yang khas. Membuat Agent J di sebelahnya langsung membekap mulut Agent B dengan tangannya. ‘Diam kau bodoohh! Jangan bongkar rahasia!’

Agent K, Y, H, dan X yang mendengar lewat walkie-talkie hanya bisa terkikik geli.

‘Ya sudah! Tunggu sebentar. Kita segera sampai.’

•••

Dengan pandangan yang masih gelap, Kris mulai tersadar dari tidurnya yang panjang. Saat ini dia dalam kondisi duduk dengan tali yang melilit tubuhnya rapat, mata tertutupi kain hitam, dan kaki yang diikat pula di kaki kursi. Hanya saja, bibirnya tidak dikunci atau dilekatkan dengan lakban. Dibiarkan begitu saja.

“Di mana aku??” tanyanya, entah pada siapa. “Dan kenapa di sini gelap? Apakah aku buta? Ya Tuhan. Ini tidak mungkin!”

Para Agent yang berdiri tepat di hadapan Kris hanya bisa memasang muka datar. Bagaimana tidak, dalam kondisi seperti ini, dia masih memikirkan bahwa dia tengah buta?

Agent D menunduk, menempatkan mukanya tepat di depan muka Kris. “Halo, Kris Wu,” sapanya. Bernada ala psikopat buronan. “Long time no see?”

Kris menggeleng, “Siapa kalian??”

“Siapa?” balas Agent Y, mati-matian menahan tawanya agar tidak lepas. “Kau masih bertanya kita siapa?”

“Kris Wu,” kali ini Agent L angkat bicara. “Kau masih tak ingat kami?”

Amarah Kris mulai memuncak. Ia tentu tak terima diperlakukan seperti ini. Pria ini menggoyangkan badannya ke kanan dan ke kiri, berharap lepas dari tali yang melilitnya dengan kursi.

“KALIAN PENJAHAT! AKAN KULAPORKAN PADA POLISI!” amarahnya kemudian.

Agent-agent lain hanya bisa menahan tawa, dan Agent K dan H paling tidak kuat.

“Guys?” Agent S berseru, “Nyalakan!”

Agent Y segera berlari ke arah kembang api. Menekan tombol untuk bisa meluncurkan kembang api.

“AYO HITUNG BERSAMA!” Agent Y bersorak.

Dengan serempak mereka menghitung, “Hana… Dul… Set!”

CIIIITTT DYAR PYARR PYARR

“HAPPY BIRTHDAY WU YI F- YA AMPUN!” ucapan selamat ulang tahun seketika terhenti. Agent S sampai menepuk kepalanya sendiri. Lupa, dan sampai tidak terpikir.

Kalau sedari tadi penutup mata Kris belum dilepas.

‘Mereka…. waras?’ batin Kris, mengernyitkan dahinya bingung. Seketika ia teringat akan kebodohan dari beberapa penculik tadi. Mengingatkan tentang….. sesuatu?

“Tunggu! Jangan-jangan kalian….?”

“SURPRISE!!” kesebelas agent tadi bersorak bersamaan dengan tanggalnya kain hitam di mata Kris. Membuat pria ini terbelalak, tak percaya dengan apa yang dia lihat.

Tak mampu berkata apa-apa, bibir Kris terasa beku.

“Yah, kembang apinya habis.” keluh Agent B, Byun Baekhyun.

“Mungkin ini kejutan gagal, tapi,” Agent S, Suho, memulai pembicaraannya, “Welcome back to Seoul, our ex-leader, and happy birthday!”

Agent K, Jongin, dan Agent H, Sehun, hanya bisa tertawa sampai perut mereka melilit. Grammar sang leader membuat siapapun yang mendengarnya geli.

“Tidak usah pakai inggris, sombong sekali,” balas Agent J, Chen,dengan ketus. “SELAMAT ULANG TAHUN KRIS HYUNG!!”

Dilanjut dengan Agent T, Tao, “Kris Ge happy birthday!”

Si mata rusa, Agent L alias Luhan itupun turut berucap, “Aku sudah terbang jauh-jauh ke Korea hanya untuk merayakan pesta ulang tahun bodohmu ini. Happy birthday!”

Dan satu persatu berhambur memeluk leader tercintanya ini. Pemimpin yang kadang angkuh, baik, kaya, tapi juga bodoh, Kris Wu.

“Kau tahu? Aku dan Chen yang menyamar jadi fans serba hitam tadi.” ucap Baekhyun, dilanjut dengan anggukan dari Chen.

“Dan aku yang membekapmu dari belakang,” sahut Chanyeol.

“Maafkan aku, Kris,” Xiumin angkat bicara. “Aku yang menyuruh Chanyeol, Sehun, dan Kai untuk membekapmu menggunakan kaos kaki milik Chanyeol yang sudah tak dicuci selama seminggu.”

Seketika jiwa Kris nyaris terhempas. Jadi, ia bisa pingsan gara-gara kaos kaki milik Chanyeol?

“Pantas saja kepalaku langsung pening.” jawab Kris, yang dihadiahi ledakan tawa dari anggota yang lain.

“Ehm, by the way,” Kris mulai angkat bicara kembali. “Sejujurnya, aku sangat merindukan kebersamaan bersama kalian seperti ini. Memang lain dari yang lain, dan tak kan pernah ku lupakan. Hanya saja….”

Kesebelas anggota menengok ke arah Kris dengan muka penasaran. Sepertinya serius.

“Apa, Hyung?” tanya Yixing.

“Kalian…. KALIAN BELUM MELEPASKAN TALI YANG MELILIT TUBUHKU INI YA AMPUN!”
= THE END =

4 thoughts on “[KRIS BIRTHDAY PROJECT] Kris and His Dumb & Dumber

  1. Permisi yahh numpang promote

    Ehemmm ehemm
    1
    2
    3
    Go!!!
    Naega jeil jal naga
    Naega jeil jal naga
    Naega jeil jal naga
    Naega jeil jal naga
    Je je jeil jal naga

    Bam Ratatata Tatatatata
    Bam Ratatata Tatatatata
    Bam Ratatata Tatatatata
    Bam Ratatata Tatatatata
    Oh my god
    Yoyo

    Okay sebelumnya aku mau minta maaf dulu soalnya bisa tiba2 muncul terus nyanyi2 wkwkwk

    Okay sebelumnya terima kasih juga buat meluangkan lokasi buat aku pidato di sini wkwkkwk

    Maaf yak aku mau PROMOTE!!! Yeyyyyyy

    Okay sebelumnya pasti banyak nih yah yang suka baca fanfic mulai dari sad, happy, angst, nc ehh ahahhaa pokoknya suka lah ya baca2 gitu terus event2 yang diadain juga banyak lho wkkwk admin dan author yang kece2 juga banyak wkwkk

    Nah aku bawa wp fanfic yang keren abis… Nyesel deh kalau nggak ngunjungin wp ini… Jadi buat kalian yang suka baca fanfic ataupun nulis fanfic WAJIB mengunjungi wp ini

    Kalau gak percaya kalian bisa kok ke sini aja langsung yak soalnya wp nya selalu terbuka untuk umum wkwkkw okay ini dia wp:

    https://ffindo.wordpress.com/

    Jangan lupa yahh ke sana…

    Terima kasihhh /pergi gandeng Luhan/

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s