[KRIS BIRTHDAY PROJECT] I Love You Too, My Kris

myhome_6

[KRIS BIRTHDAY PROJECT]
I Love You To My Kris

Cast: Kris, Oc
Genre: Short story,sad
By:TalitaPaskarin

***
Dia memiliki pesona yang aneh, dia itu usil, cerewet, pengacau, pengganggu,tapi ganteng. Dimana ada aku dia selalu disampingku, dia juga sangat misterius, aku selama bersekolah dengannya tidak banyak yang kuketahui tentang dia, yah… dia Kris Wu. Pria yang selalu menempati singasana hatiku selama ini. Tapi aku akan memperkenalkan diriku, namaku Choi Hyemin, 18 tahun, kelas XII-1.

***

“HYEMIN KU SAYANG” suara bariton menggema didalam kelas seorang gadis yang sedang menulis sesuatu dikertas, lantas ketika mendengar suara yang tak asing itu, gadis itu segera membereskan apa yang sedang ia lakukan.

“Hyemin kau sudah selesai?” Tanya pria itu kepada Hyemin, pria itu adalah Kris.
“Sudah” balas Hyemin kepada Kris.
“Baiklah ayo kita pulang sekarang ini sudah jam pulang” ujar Kris lagi
“Eoh.. ayo kita pulang” balas Hyemin.

Mereka berdua segera meninggalkan ruangan yang sepi itu dan berjalan menuju parkiran motor.
“Hyemin ayo naik” ketika sudah sampai diparkiran Kris lantas naik dan menyuruh Hyemin naik juga dimotornya. Setelah Hyemin naik Kris segera menjalankan motornya.

“Kris kau gila” ujar Hyemin kepada Kris, Hyemin sangat ketakutan, bagaimana tidak ketakutan, Kris dengan jailnya menggas motornya dan dengan tiba-tiba ia longgarkan, seperti itu terus sampai Hyemin mencubit perus Kris.

***
“Masuklah aku akan pergi, dah… Hyeminku” ketika Hyemin sudah turun dari motor Kris pun berujar kepadanya, dengan jailnya Kris mencium pipi Hyemin membuat Hyemin memerah karna malu.
“Apa yang kau lakukan, pergilah sebelum wajah tampanmu sudah jelek” ujar Hyemin untuk menutupi malunya.
“Terimakasih sudah bilang aku tampan” setelah berujar Kris langsung menancap gas dan melenggang pergi.
“Dasar” guman Hyemin seraya tersenyum senang.

***
“HYEMIN BANGUN SAYANG KRIS SUDAH DIDEPAN MENUNGGUMU” teriak mama Hyemin tepat didalam kamarnya.
“Ba-baiklah” guman Hyemin dan bangun dengan gaya acak-acakan.
Hyemin segera pergi kekamar mandi, dan melakukan ritual paginya. Setelah selesai dengan urusan penampilan Hyemin segera turun kemeja makan yang sudah terisi oleh mama, papa dan Kris, Hyemin memang anak tunggal.
“Selamat pagi” ujar Hyemin dan segera duduk ditempat duduknya.
“Selamat pagi juga Hyeminku” Balas Kris, Hyemin memelototi Kris yang hanya cuek sambil memakan sarapanya. Setelah selesai makan, mereka berdua pamit dan segera keluar dari rumah.

“Naiklah ini sudah 06:40, kita sudah telat” ujar Kris yang sudah bertengker dimotor besarnya.
“Kau pucat, apa kau sakit jika sakit jangan kesekolah” ucap Hyemin ketika mengamati wajah Kris.
Kris hanya tersenyum sendu dan mencium kening Hyemin lembut. Hyemin tercegang, diperutnya ada kupu-kupu berterbangan dan hatinya menghangat.
“Teman berasa pacar” guman Hyemin, Kris mendengar hal itu tersenyum penuh arti.
“Jadi kamu mau kutembak”
Deg…

Hyemin keget dengan penuturan Kris.
“Baiklah Choi Hyemin maukah kau menjadi kekasihku?” Ya Tuhan…manis sekali batin Hyemin.
“Ap-apa yang k-kau lakukan” kata Hyemin dengan tergagap.
“Ayolah jawab” ujar Kris dengan nada yang manja.
“Ba-baiklah a-ku mau” balas Hyemin.
“Yeay…” sekali lagi Kris mencium kening Hyemin. Hyemin jengkel dengan Kris yang selalu menciumnya tanpa izin.
“Ish..” mereka segera menuju sekolah.

***

Saat ini mereka berdua sedang berada diperpustakaan, Hyemin sangat risih dengan pacar barunya itu, karna Kris selalu mengusilinya, dari melemparkan buku, menarik rambut, mencoret buku Hyemin dan masih banyak lagi.

“Kris, berhentilah dan ayo kita pulang saja” ujar Hyemin kepada Kris yang dalam mode usil.
Tanpa babibu lagi Kris segera merangkul Hyemin dan menuju parkiran motor.

***

“Kita akan kemana” tanya Hyemin ketika ia sadari ini bukan arah kerumahnya.
“Kencan” balas Kris kepda Hyemin, perut Hyemin terasa ada kupu-kupu berterbangan.

Setelah 20 menit berlalu, kini mereka berdua sedang berada disebuah taman hiburan. ‘Wow’ gumam Hyemin ketika sudah berada didalam.
“Apa kau suka?” Tanya Kris Ketika melihat wajah berbinar dari Hyemin -kekasihnya-
“Eoh… aku suka” balas Hyemin dan segera menarik tangan Kris.
Mereka naik barmacam-macam wahana sampai mereka kelelahan.
“Hahaha ini seru Kris, tapi… kau pucat sangat pucat Kris, kau baik-baik saja?” Ucap Hyemin cemas.
“Tidak apa-apa” balas Kris dan mencium kening Hyemin lembut”Ayo kita naik itu” uajr Kris sambil menunjuk bianglala.
“Baiklah ayo” balas Hyemin.
Mereka segera menuju tempat bianglala berada dan mereka pun naik.

***

“Apa hari ini kau senang?” Tanya Kris. Wajahnya pucat dan menatap langit yang sudah semakin sore sendu.
“Ya aku sangat senang” balas Hyemin sambil menatap wajah Kris senang.
“Kuharap kita akan seperti ini selamanya” mata Kris sudah berkaca-kaca tetapi Hyemin tidak menyadarinya karna penerangan yang kurang.
“Tentu saja kita akan selamanya seperti ini” Hyemin sangat bersyukur kepada Tuhan karna ia sudah memberikan Kris kepdanya.
“Ya… kuharap akan seperti itu” satu bulir bening berhasil lolos dari matanya, dengan cepat Kris segera menghapusnya.
“Apankau mau berjanji, kita akan selalu seperti ini selamanya” ujar Hyemin seraya mengulurkan jari kelingkinya -pinky promise-
“Ya aku berjanji” balas Kris dan mengaitkan kelingking mereka.
“Apa aku pernah mengatakan ini kepadamu Hyeminku” lanjutnya “aku mencintaimu Hye, sangat sangat mencintaimu Hye” Hyemin sangat senang dengan kalimat yang diucapkan Kris.
“Aku juga mencintaimu Kris” balas Hyemin

Cup…

Kris mencium bibir manis Hyemin, mata Hyemin membulat, tetapi lama kelamaan dia mulai menggerakan bibirnya untuk membalas ciuman Kris. Dan mereka telah mengorbankan first kiss mereka.

***

Ini sudah kelima harinya sejak kencan, mereka berdua sama sekali belum bertemu, ingat belum pernah bertemu.

Kris tiba-tiba saja menghilang begitu saja, nomor ponselnya tidak aktiv rumahnya sepi seperti tidak ada mahluk hidup berwujud manusia. Hyemin sangat tidak tenang dan khawatir.

Hyemin saat ini sedang berada dikamarnya dia berbaring tanpa melakukan sesuatu hanya memandangi langit-langit kamarnya.

Drrtt… Drrtt…

Ponsel yang berada dinakas berdering ketika ia melihat siapa yang menelfon -Kris-

“Halo”

“Hyemin-ah kau dimana”

“Oh.. bibi ada apa?,aku sedang berada dirumah”

“Kumohon datanglah kerumah sakit dia selalu mencarimu”

Tut.. tut……

Sambungannya terputus sebelah pihak. Hyemin langsung bersiap dan pergi, dia mesan taksi dan menunjukan alamat yang baru saja mama Kris kirimkan lewat SMS.
Setelah sampai Hyemin segera menuju nomor kamar yang ditempati Kris dari luar dia sudah bisa melihat mama Kris yang matanya sudah sembab.
“Masuklah Hye dia mencarimu” tanpa abcd lagi Hyemin segera masuk, betapa kagetnya Hyemin melihat pria yang dicintainya sedang terbaring lemah dengan selang-selang yang menempel ditubuhnya.
“Kr-kris” Hyemin mendekati Kris, Kris membuka matanya dan setelah ia melihat gadis yang dicintainya dia tersenyum.
“Hye aku merindukanmu” ujar Kris, tangisan Hyemin tak dapat ia cegah lagi ia memeluk tubuh lemah pria itu.
“Kris kenapa kau begini” Hyemin terisak.
“Tidak apa-apa” Kris mengelus rambut Hyemin lembut.
“Hye ketika aku sudah pergi kau harus mengambil kotak putih yang berada dilemari ku” ujar Kris.
“Tidak… kau tidak akan pergi” Hyemin mengangkat tubuhnya dari dada Kris.
“Tidak, tidak apa-apa” Kris kembali tersenyum.
Jelang hening beberapa menit Kris kembali bersuara.
“Hye ma-afkan a-ku, aku ti-dak b-isa be-rlama-lama lagi denganmu, aku sangat men-cin-cintaimu Hyeh-min, aku selalu berada didalam hatimu Hye kau tidak akan kesepian, a-ku se-lalu menja-gamu, a-aku me-mencintai muhhh”

Titttt….

Kris menghembuskan nafas terakhirnya, Hyemin berteriak
“Kris…TIDAK KRIS KAU TIDAK BISA MENINGGALKANKU, TIDAK KRISSS, KAU TIDAK BOLEH PERGI… TIDAK, TIDAK AKANNNN!!!!” mama Kris segera masuk kedalam dan memeluk menenangkannya,
“Tenanglah Hye tidak apa-apa”
Dan… Kris telah meninggalkan Hyemin.

***

“Iya… Hye dia sakit, kanker otak stadium akhir, ketika bibi ingin dia berobat dia hanya mengatakan ‘tidak ma, aku harus menemani Hyemin dia kesepian’ selalu saja alasannya adalah itu, tidak bibi tidak menyalahkanmu, kau tidak salah, ini memanglah takdirnya. Hye jangan sedih” Hyemin semakin terisak dia menyalahkan dirinya sendiri, tapi… semuanya terlambat.

***

Hyemin masuk kedalam kamar milik kekasihnya, dia menatap semua bagian kamar.

Kotak putih

Hyemim segera mencari kotak itu, ia mencari kotak itu. Dapat. Hyemin mendapatkan kotak itu, ia segera membukanya, banyak sekali barang-barang didalam, ia membongkar ia menemuka surat

Dear Hyeminku
Hye, maafkan aku. Kumohon maafkan aku tidak berada disampingmu. Hye..aku sangat-sangat mencintaimu..- Hyemin tidak sanggup lagi meneruskan membaca surat itu.

“PEMBOHONG! KAU SUDAH BERJANJI! SEKARANG MANA JANJIMU, KAU BILANG KITA AKAN SELALU BERSAMA, TAPI KAU MENINGGALKANKU KRISSS… HIKS… HIKS… DASAR PEMBOHONG..” “Kau meninggalkanku se-shhkarngh akhhku akan berhsmah siapha.. kris selama ini aku belum mencium pipimu tapi, hiks… kau meninggalkan ku” tangis pilu Hyemin, dapat membuat siapa saja yang yang mendengarkannya juga merasakan hatinya yang sakit. Tapi.. apa dayanya Kris telah meninggalkan Hyemin. Hyemin hanya bisa pasrah saja,

“Kris aku juga sangat mencintaimu”

‘Dan semoga kau bahagia disana’ bisiknya menahan isakan

____________THE END_____________

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s