[KRIS BIRTHDAY PROJECT] I Can’t Without You

myhome

[Kris Brithday Project] I Can’t Without You – chen21ina || Wu Yifan and Kim Hyesoo || angs || rate T

.
.

“Kita akhiri saja semuanya”
Wajah bingung penuh pertanyaan ketika aku mengucapkan perkataan itu masih sangat jelas terbayang di otakku.

Aku Wu Yifan dengan begitu kejamnya membuat ia menangis.

“Kenapa? ” pertanyaan lirih dengan nada suara menahan isakan itu sama sekali tak dapat ku lupakan.

“Karena aku sudah tak mencintaimu” aku memuji mulutku sendiri yang begitu mahir dalam berbohong.

Setelah mengatakan itu aku pergi meninggalkannya, aku pergi membawa hati yang tercabik perih.

Kim Hyesoo wanita asal Korea Selatan yang setahun terakhir menjadi prioritasku, ia dengan senyum manisnya yang selalu dapat membuatku hidup. Dia yang dengan sabar selalu memaafkan kesalahan bahkan kekasaran ku.

Perjalanan asmara kami berjalan lancar seperti pasangan pada umumnya, di hari kerja kami sibuk menata karir dan di hari libur kami berdua sibuk merangkai masa depan berdua.

Namun semua rencana manis di masa depan hancur begitu saja.

“Aku menjadi salah satu karyawan yang di phk ?” aku menatap tak percaya pada atasanku kali ini. Aku bekerja dengan sangat baik dan hampir tak pernah berbuat kesalahan lalu sekarang aku di phk? Sungguh tak adil. Ketika bayangan tentang pernikahan sudah ku pikirkan dengan masak kini aku kehilangan pekerjaan. Tragis.
.
.
“Kapan kalian akan menikah? Tidak bosan terus berpacaran? ” aku tersenyum kikuk saat Yoona meledekku. Kini aku, Hyesoo, Yoona juga suaminya sedang makan malam bersama.

“Kalian ini cerewet sekali, sudahlah tidak perlu khawatir cukup jangan terkejut jika ada undangan datang” jawab Hyesoo ceria.

Tuhan bagaimana ini? Aku tak akan sanggup melihat senyum itu hilang.
Jangankan menikah bahkan untuk bisa bertahan hidup sampai bulan depan pun aku tak tahu.

Aku merahasiakan statusku sebagai seorang penganggur pada Hyesoo, aku berjuang sendiri namun selalu nihil.
Hatiku terasa di cabik ketika kemarin Hyesoo mengabari bahwa ia berhasil naik jabatan di tempat kerjanya. Wu Yifan kau bagai pecundang sekarang, bahkan kekasihmu saja bisa lebih sukses.

“Yifan-ah aku berhasil naik jabatan!! ” ujar Hyesoo ceria, seharusnya aku tersenyum. Seharusnya aku memeluk dan memberikan ucapan namun justru aku melakukan hal tak terpuji.

“Oh selamat”

“Kau tidak senang ya? ”

“Ck, kau ini berisik sekali”

“Maaf, apa kau sedang sibuk? Apa aku mengganggu mu? ”

“IYA AKU SIBUK!! JADI PERGI!! ”
dengan kasar aku mengusirnya yang tengah berbahagia. Aku dan emosiku semakin memperburuk suasana.

Mencari pekerjaan tak semudah yang ku bayangkan. Berkali-kali melamar dan berkali-kali pula aku di tolak.Hingga akhirnya aku memilih melakukan apapun demi mendapatkan uang.

Menjadi pelayan, Petugas pom bensin, tukang cuci piring. Semua ku lakukan.

“Ini pesanan anda ” aku menaruh piring berisikan ramen di meja nomor 07.

“Iya terima kas-” ucapan terima kasih itu terpotong, mata pelanggan yang memesan ramen membola sempurna. Ia terkejut sama halnya dengan aku.

“Hyeso” Lirihku.

Jangan membayangkan akan ada kejadian seperti di drama, Hyesoo tak melakukan hal lain selain diam dan menatapku penuh tanya. Begitu pun halnya dengan aku, aku diam memilih berpura-pura tak mengenal wanita yang kini menatap kosong makanannya.

“Yifan kita harus bicara ” Aku mendesah lelah kala suara itu menyapa gendang telingaku.

Hyesoo menunggu hingga aku pulang. Perjalanan kali ini terasa sangat sunyi tak ada lagi suara tawa ataupun candaan yang sering kami lakukan.

“Apa yang ingin kau bicarakan? ” ujarku dingin, kami berada di flat milik Hyesoo sekarang.

“Sejak kapan kau bekerja di kedai ramen? ”

“….”

“Kenapa diam? Apa hal buruk telah terjadi? ”

Ia terus bertanya, menatapku penuh rasa ingin tahu yang sialnya membakar emosiku.

“AKU SUDAH BERHENTI BEKERJA!! DAN AKU SEKARANG HANYA SEORANG PEGAWAI RENDAHAN!! KAU PUAS SEKARANG!! ”

Grep

“Kenapa kau tak pernah cerita padaku? ”

Emosiku hilang begitu saja ketika menerima pelukan dari Hyesoo, sambil menangis ia berjanji akan terus berada di sampingku apapun yang terjadi.

Hari-hari berjalan tak selancar yang ku bayangkan. Aku masih bekerja serabutan dengan Hyesoo yang semakin mendapatkan karir cemerlang.

“Terima kasih sudah mengantarku ” aku mengintip di balik pohon. Hyesoo kekasihku baru saja diantar oleh seorang pria dengan mobil mewah. Hati ku teriris melihatnya, benar juga kini aku dan Hyesoo berbeda. Aku sudah tak mampu lagi membahagiakannya, aku hanyalah benalu dalam hidupnya.

Aku memikirkan hal ini lama, kebahagiaan Hyesoo adalah segalanya untukku. Dan terus bersama bukanlah ide baik. Hyesoo harus bahagia.

“Kita akhiri saja? ”

“Tapi kenapa? ”

“Karena aku sudah tak mencintaimu”
Aku berjalan menjauh dan bersembunyi di balik pohon. Hatiku sesak saat melihat air mata itu terus jatuh. Jangan tangisi aku Hyesoo-ya, pergi dan carilah kebahagiaanmu.
.
.
Empat bulan sudah kami berpisah, aku sekarang sudah mendapatkan pekerjaan baru. Sebagai seorang manager di sebuah hotel. Semua berawal saat aku menolong seorang kakek yang kehujanan di kedai ramen . Siapa sangka kakek tua itu adalah seorang pemilik hotel di daerah Seoul, ia dapat melihat potensi ku dan menawariku pekerjaan yang tak mungkin ku tolak.

Aku selalu menghabiskan waktu dengan bekerja, aku hanya bisa tidur paling lama 4 jam karena setiap aku memejamkan mata wajah Hyesoo langsung terbayang.

“Kau menjijikan!!! ” aku berhenti melangkah ketika telingaku mendengar suara dari salah satu kamar hotel yang pintunya terbuka sedikit.Jantung ku berdegup kencang ketika menyadari ini adalah suara yang selama empat bulan terakhir sangat ku rindukan.

“Jangan munafik Hyesoo-ya, aku tau kau pun menginginkan ini”

“Tidak bahkan seujung kuku pun!! ”

Bruk

“Yakkk!!! Menyingkir dari ku!! ”

Aku mengepalkan tanganku kuat, dengan emosi yang memuncak aku menendang pintu kamar sehingga menimbulkan suara kencang. Mataku menyala marah kala melihat pakaian Hyesoo sudah tak lagi sempurna.

“Mati kau!!! ” aku memukul laki-laki itu keras, tak akan ku maafkan siapa pun yang berani menyakiti Hyesoo.

Grep

“Yifan berhenti, kumohon. Kau bisa membunuhnya nanti” Tanganku yang hendak memukul kini mengambang di udara. Suara bergetar Hyesoo sama sekali tak dapat ku abaikan.

Setelah memberi perintah pada security untuk membawa laki-laki tadi,aku segera membawa Hyesoo ke ruanganku.

Seharusnya aku yang mengobatinya, seharusnya aku yang menenangkannya, tapi semua terbalik.

Hyesoo kini tengah mengoleskan obat pada pergelangan tanganku yang terluka. Bahkan Hyesoo masih menjadi penawar untuk meredakan amarahku.

“Maafkan aku Yifan-ah, aku sudah membuat tanganmu terluka. Dan terima kasih karena sudah menolongku”

“Sebenarnya laki-laki tadi siapa? ” aku tak mampu menahan pertanyaan ini lebih lama.

“Hanya teman kerja, dia bilang akan ada meeting disini namun aku di tipu” aku mendesah lelah saat mendengar ceritanya. Ia masih Hyesoo yang polos seperti dulu.

Grep

Aku memeluknya erat, dapat kurasakan Hyesoo menegang karena pelukanku yang tiba-tiba. Namun aku tak peduli.

“Kembali padaku, bisakah? ” ujarku penuh permohonan.

“Tak akan ku biarkan lagi orang lain menyakitimu, tak akan. Maafkan aku yang sudah terlalu bodoh melepas wanita sepertimu. Maafkan aku yang hanya mengikuti emosi ku saja. Maafkan aku yang sudah membuatmu terluka. Aku ingin membuatmu bahagia tapi aku selalu salah. Maaf”
Tak ada jawaban dari Hyesoo namun kini aku merasakan ia membalas pelukanku.

“Kebahagiaanku adalah kau. Cukup dengan berada disisiku apapun yang terjadi. Jangan tinggalkan aku lagi Yifan. Aku tak bisa jika tak ada kau”

Hati ku teriris untuk yang kesekian kali, Tuhan sudah berapa kali wanita ini menangis karena perbuatanku.

“Aku janji hal itu tak akan pernah lagi terjadi. Aku janji”

End

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s