[KRIS BIRTHDAY PROJECT] Coffee Latte

myhome_4

[KRIS BIRTHDAY PROJECT] Coffee Latte by. kania_ri1403 aka KaniaRI – Kris & Haruno Iyumi || Romance || PG15

COFFEE…
Jika masih panas dapat membuat lidah kelu. Jika sudah dingin kita tak dapat merasakan kehangatan yang disajikan kopi. Jika kita menyesapnya dengan perlahan menikmati setiap tegukan dan sensasi yang diberikan oleh coffee kita akan tahu bagaimana rasa coffee sesungguhnya.
Seperti CINTA, jika kita menjalaninya dengan perlahan menikmati keindahan yang ditawarkan-Nya, kita akan tahu begitu indahnya kenikmatan yang Tuhan berikan melalui suatu Perasaan yang disebut sebagai CINTA.
.
.
===

Hidup di negeri orang bukanlah perkara yang mudah. Kita harus bisa berbaur dengan lingkungan sekitar, beradaptasi dengan berbagai makan dan pola hidup mereka. Tapi tidak dengan Haruno Iyumi, Gadis yang berasal dari Negeri Sakura kini tengah menikmati Musim Dingin di negeri tetangga ini dengan begitu antusias dan ceria, dimana ia tinggal di Korea Selatan untuk menempuh pendidikannya karna ia merupakan salah satu mahasiswa pertukaran antar Jepang-Korea tersebut selama 1tahun. Dan kini ia telah tinggal di Seoul selama 6bulan, dan kini tepat di bulan Desember dimana Salju mulai turun kemarin malam.
Iyumi kini tengah berjalan-jalan ditengah butiran salju yang jatuh dan tak lupa bersenandung kecil, hingga ia tiba disuatu Kedai Coffee dekat Asramanya dan merupakan tempat favorit Iyumi selama di Seoul.
Iyumi pun masuk ke dalam Kedai kopi tersebut dan memesan sesuatu.
“Coffee Espresso..” pesan Iyumi dan memilih duduk disebelah Jendela sembari memandang ke arah luar Kedai Coffee tersebut.
Tak lama, suara lonceng Pintu Kedai tersebut berbunyi menandakan seseorang telah masuk ke kedai tersebut. Terlihat sosok pria jangkung putih dengan setelan Sweater dan Jeans abu dengan sepatu boot nya yang tak lupa Coat coklat yang bertengger dibadan tegapnya itu begitu cocok dan dapat dikatakan sempurna untuk makluk ciptaan Tuhan. Pria itu pun menghampiri pelayan di Kedai tersebut dan memesan sesuatu.
“Caramel Macchiato..” Ucap Pria itu sembari tersenyum membuat gadis pelayan didepannya tersebut tersenyum malu. Sembari menunggu pesanannya, sepasang mata pria tersebut menangkap sosok gadis yg kini tengah menyesap minumannya tersebut dan tak henti-hentinya tersenyum takjub atas pemandangan diluar sana. Pria itu tersenyum dan merasakan sesuatu perasaan aneh dihatinya, hingga saat pelayan itu membuyarkan lamunan pria itu, ia mengeluarkan uang disaku jeansnya dan kembali tersenyum pada pelayan tersebut dan menghiraukan reaksi berlebihan yang diperlihatkan oleh pelayan itu. Pria itu pun mencoba menghampiri meja gadis tersebut dan mencoba menyapanya.
“Hello? Bolehkah aku duduk disini?” Tanya pria itu membuat gadis dihadapannya tersebut terkejut dan menatap pria tersebut, Pria tersebut tersenyum melihat ekspresi gadis dihadapannya itu seakan berkata astaga-dia-siapa-kenapa-begitu-tampan.
“Aku datang sendiri dan melihatmu juga sendiri duduk disini membuatku ingin ikut duduk dan menyesap coffee yang telah kupesan ini. Apa tidak apa-apa?” Tanya pria itu dan gadis itu mengangguk sebagai jawabannya.
“Oh iya apa kau suka Coffee?” Tanya Pria itu saat melihat gadis itu kembali tenang dan menyesap pelan coffee miliknya.
“Tentu, aku suka Coffee Espresso Rasanya begitu special dan tekstur nya begitu lembut. Dan kau juga sepertinya memesan Caramel Macchiato. Apa itu favoritmu?” Tanya gadis itu dan dibalas dengan senyum simpul
“Kita belum berkenalan.” Pernyataan pria itu bukanlah sebuah jawaban dari pertanyaan gadis tersebut.
“Oh tentu. Namaku Haruno Iyumi.” Ucap gadis yang bernama Iyumi tersebut.
“Sepertinya kau bukan orang Korea. Namaku Wu Yi Fan. Tapi panggil saja Kris.” Ucap pria yg bernama Kris itu.
“Ya, aku berasal dari Jepang. Dan aku seorang mahasiswa pertukaran selama 1tahun. Dan kau juga sepertinya bukan orang Korea.” Jawab Iyumi yang dibalas dengan senyuman.
“Tentu. Kau sangat pintar. Sayang sekali jika hanya 1tahun. Aku kira kau menetap disini.” Raut wajah Kris pun terlihat kecewa mendengar penuturan dari mulut Iyumi.
“Hahaha.. tidak. Apa kau menetap di Seoul atau hanya berkunjung sepertiku?” Tanya Iyumi mulai berani karna ia merasa nyaman dengan lawan bicaranya 10menit yg lalu.
“Em Well, tidak juga. Hanya membuka cabang bisnis saja dan sekedar untuk refreshing haha.” Ucap Kris yang juga merasakan hal yg sama seperti Iyumi sekarang. Lalu mereka berdua pun kembali diam dalam pikirannya masing-masing hingga pertanyaan Kris sedikit membuat Iyumi terkejut.
“Iyumi-ssi, apa kau punya kekasih?” Tanya Kris yg langsung mendapat respon terkejut dari gadis itu yg pasti telah ia pertimbangkan sebelumnya.
“Apa maksudmu, Kris?” Tanya Iyumi heran.
“Bolehkah aku jujur padamu?” Tanya Kris dengan wajah yang bisa Iyumi tebak kini pria dihadapannya tengah berbicara serius. Melihat respon Iyumi hanya diam saja membuat Kris melanjutkan kembali ucapannya.
“Apa Kau tau makna Coffee Espresso yang kau pesan ini?” Tanya Kris yang dibalas gelengan kepala gadis itu.
“Coffee Espresso melambang kelembutan yg berasal dari biji kopi yang telah dihancurkan dengan begitu halus dan lembutnya seperti responmu yang begitu halus dan lembut menyambutku dan memperbolehkanku duduk dimeja denganmu.” Ucap Kris sembari memainkan jarinya diatas gelas minumannya. Dan Iyumi hanya diam menantikan kelanjutan ucapan Pria dihadapannya kini yang sebenarnya telah merebut perhatiannya disaat pria itu pertama kali menyapanya, sebuah perasaan yg sulit untuk dijelaskan.
“Jika diibaratkan kau seperti Coffee Latte, aroma tubuhmu begitu memabukkan dari kejauhan yg membuat siapun dapat terbius akan aroma tubuhmu yang membuat hatiku berdesir.”
“Walaupun rasa pahit yg terdapat di Americano begitu pekat seperti rasanya patah hati, begitu pahit. Aku akan menerima konsekuensinya.”
“Jika ku ibaratkan kau dengan berbagai jenis Coffee di dunia ini, aku akan memilih Caramel Macchiato.” Ucapan terakhir Kris tersebut membuat Iyumi penasaran dan membuka mulutnya untuk bertanya
“Kenapa?”
“Jika kau pertama kali memesan Caramel Macchiato dan langsung menghabiskannya walaupun kau meminumnya dengan begitu pelan, aroma dan rasa manisnya masih menempel dibibir dan melekat begitu kuat sehingga kau takkan lupa bagaimana manisnya Caramel Macchiato walaupun kau telah menghabiskannya.”
“Perasaanku padamu saat ini seperti Caramel Macchiato, walaupun baru pertama kali, tapi hatiku berkata jika kau memang dikaitkan bersamaku selamanya. Dan aura daya tarikmu telah membuatku seakan-akan ingin memilikimu seutuhnya dan bayangan-bayangan wajahmu, aroma tubuhmu, dan senyuman manismu begitu melekat di pikiran dan hatiku. Apa kau merasakan hal yg sama sepertiku?” Pertanyaan Kris tersebut membuat Iyumi takjub dan merasa ia paling beruntung. Entah mengapa ia berfikir seperti itu, tapi ia meyakininya dan merasakan hal yg sama seperti apa yg Kris rasakan.
“A..aku tidak tahu perasaan apa yg kurasakan kini. Tapi boleh aku jujur, aku juga begitu tertarik padamu saat pertama bertemu.” Ucap Iyumi menundukkan kepalanya menyembunyikan rona pink diwajahnya.
“So?” Tanya Kris dan membuat Iyumi menegakkan kepalanya dan menatap heran.
“What?” Tanya Iyumi balik.
“Whould you be my partner?” Tanya Kris yg mencoba meraih kedua tangan Iyumi, begitu pelan dan lembut perlakuan Kris pada Iyumi.
“Your Partner? Why?” Tanya Iyumi karna dugaannya salah akan perkataan Kris.
“Because i dont need girlfriend, but i need My Partner for my future.” Seketika rona pink diwajah Iyumi tercipta dan matanya berkaca-kaca. She’s speachles(?). Damn!.
“Kris. Astaga. Are you really?” Tanya Iyumi menutup mulutnya dengan tangan kirinya karna kini tangan kanannya tengah dicium oleh Kris. This is so sweet yeah?.
“Bagaimana, Iyumi-ah?” Tanya Kris lagi seolah-olah menunggu sebuah jawabannya yg membuat jantungnya dari tadi berdetak begitu kencang. Ia tak peduli dengan omongan ‘Manusia takkan pernah bisa mencintainya seseorang dalam waktu singkat dan yakin akan perasaannya.’ Yang kini Kris inginkan, ia ingin hidup bahagia dengan Iyumi dan menjalankan sebuah ikatan yg bilamana akan dilanjut ke jenjang yg lebih sakral.
“Yes, I do.” Jawaban Iyumi dan sukses membuat Kris ingin berteriak dengan kencang dan kembali mencium kedua tangan Iyumi dengan begitu lembut dan perasaan seakan menyalurkan semua perasaan yg terbentuk dalam hitungan detik tersebut yg sukses membuat ia membulatkan keputusannya kini.
.
.
.
===

Cinta memang kadang semanis Caramel Macchiato dan kadang sepahit Americano. Tapi percayalah, jika kau membuat coffee mu tersebut dengan begitu lembut seperti espresso, coffee mu pasti akan menghasilkan rasa yg manis seperti Caramel Macchiato dan terus melekat rasa manisnya dibibirmu sepenuhnya. Seperti Cinta, jika kau menjalaninya dengan perasaan yg tulus, maka akan menghasilkan sebuah Hubungan yg manis dan Indah.
.
.
.
=FINE=

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s